
Keesokan paginya di Kantor Anggera Land, terlihat dua orang gadis berjalan di lantai lobi dengan obrolan mereka
"Apa??????!!!,,, kamu mau kuliah lagi?,, lalu bagaimana dengan ku?, apa kau akan membiarkan ku kerja di sini sendirian?" tanya Sindi
"Aku tau ini keputusan sulit untukmu, tapi bagaimana lagi, papahku mendukung ku sekarang, dan aku juga ingin menyelesaikan studi ku" ucap Nadira
"Memangnya kau akan masuk ke fakultas mana?" tanya Sindi
"Cita-citaku sih inginnya masuk universitas Seoul, papah juga mendukungku,,, tapi aku tidak yakin kalau Arfan akan mengijinkannya" ucap Nadira
"Arfan???,, apa hubungannya??,, Memangnya kalian pacaran?, sejak kapan??" tanya Sindi beruntun
"Ups, keceplosan" ucap Nadira menutup mulutnya sendiri
"Nadiii, kamu anggap apa aku ini?, apa kamu masih mengagapku teman atau tidak?,, kenapa kau tidak memberitahu ku hal sepenting ini, kenapa?" tanya Sindi
"Maaf, sebenarnya sudah lama sih, bahkan sebelum Ken datang dan menghancurkan nya lagi, ini juga salahmu, kenapa kamu baru cerita tentang Arfan setelah Ken datang?, kalau kamu memberi tahuku lebih awal, aku tidak akan meragukannya sedikit pun" ucap Nadira
"Itu juga karena sebelumnya aku di suap, kak Arfan ingin supaya aku tidak memberitahumu dulu, dia bilang dia yang akan memberitahu mu nanti, jadi secara teknis itu bukan salahku" ucap Sindi
"Tetapa saja kau salah,, teman macam apa yang bisa bisanya di suap orang lain untuk tidak jujur pada temannya sendiri" ucap Nadira
"Baiklah baik aku mengaku salah, kembali ke topik awal, kapan kalian balikan lagi?" tanya Sindi
"Topik kita soal kuliah tadi, bukan soal jadian" ucap Nadira
"Tetap saja itu penting, karena kau sudah 2 kali jadian, harusnya kau 2 kali juga mentraktir ku makan" ucap Sindi
"Ya baiklah, ini tentang traktiran kan, aku akan mentraktir mu nanti," ucap Nadira
"Tidak, aku serius ingin tau, kapan kalian jadian?, kenapa aku bisa tidak tau,?" tanya Sindi
"Pertama setelah Yovi menjebaku,, dan Kemarin pas aku bolos aku baikan lagi" ucap Nadira
Sindi langsung menghela nafasnya dan sedikit mengerucut kan bibirnya "Kau memang tidak terbuka soal perasaanmu padaku, tapi ya syukurlah, berarti mulai sekarang aku akan memanggil mu kakak, karena Arfan kakaknya Andreas, kak Nadi, Hallo kak Nadi" ucap Sindi sedikit melambaikan tangan
"Terserahlah" ucap Nadira, mereka segera masuk lift, untuk naik ke lantai tempat mereka bekerja,, dan setelah mereka sampai di ruangan kerja mereka, mereka pun berpisah ke meja masing-masing
...°°°°...
__ADS_1
Sementara di Kantor EdnanInternasional_grup Arfan juga sudah duduk manis di depan komputer nya
"Kak, Hari ini ada jadwal pertemuan dengan perusahaan Anggera Land, untuk membahas dan meninjau proyek yang di kelola oleh perusahaan Edgar, apa kau akan ikut kesana?" tanya Arfan
"Begitukah, baiklah aku ikut" ucap Arfan
"O yah kak, Sindi bilang, Nadira sepertinya menderita karena putus hubungan darimu,, kau juga masih mencintainya kan?, apa kau tidak punya rencana untuk merebutnya kembali dari tangan si Ken itu?" tanya Arfan
"Apa kau tidak melihat berita hari ini?" tanya Arfan
"Tidak, memang Apa hubungannya?" tanya Andreas bingung
"Pantas saja kau tidak tau,, aku sudah kembali pada Nadira kemarin" ucap Arfan
"Sungguh???, ahh, itu memang berita hangat, Baiklah kalau begitu, bagaimana kalau malam nanti kita Double date, setuju?" tanya Andreas
"Sepertinya itu bukan ide yang buruk" ucap Arfan
"Sip, momen seperti ini yang sudah ku tunggu tunggu" ucap Andreas
Setelah mereka bersiap, Arfan dan Andreas segera pergi ke kantor Anggera Land untuk membahas prihal proyek besar yang baru di garap oleh Edgar, dan mereka ikut andil karena Ednan grup bekerja sama dengan Anggera Land untuk membangun proyek tersebut
Mereka mengadakan rapat kantor terlebih dahulu di ruang meeting Anggera Land sebelum mereka meninjau lokasi, yang baru berjalan sekitar satu bulanan
Di sela sela meeting, Nadira dan Arfan hanya bermain mata tanpa di sadari oleh Edgar atau yang lainya, karena kebetulan mereka duduk berseberangan lurus di meja ruang meeting itu,
Dan mungkin hanya Andreas yang Sadar akan hal itu, jadi dia sesekali menendang sepatu Arfan dengan sepatunya, untuk menggangu, dan sekali kali tersenyum kecil saat Arfan melirik tajam padanya
Dan setelah meeting selesai, mereka segera bersiap pergi untuk meninjau lokasi, Nadira juga ikut serta dan terus berada di samping Ayahnya
"Pak Edgar, apa boleh aku ajak putri Anda semobil dengan ku?" tanya Arfan
"Anda tanyakan saja pada putriku, apakah dia mau atau tidak?" ucap Edgar tersenyum pada Nadira
"Oh baiklah, Nona Nadira, apa anda tidak keberatan jika ikut di mobilku?" tanya Arfan yang berada di sisi lain Edgar
"Tentu pak Arfan, dengan senang hati" ucap Nadira tersenyum, karena mana mungkin dia menolak permintaan paman gilanya
Arfan menghampiri mobilnya dan langsung membukakan pintu untuk Nadira
__ADS_1
Nadira juga langsung ke mobil Arfan dengan tersenyum senyum,
Di dalam mobil
"Apa Ayah anda belum tau tentang kita?" tanya Arfan
"Belum, aku belum memberitahunya, nanti sajalah, pasti akan banyak pertanyaan kalau dia tau" ucap Nadira
"Oh Baiklah, terserah nona Dira saja" ucap Arfan masih berlaga formal
"Biasa saja dong paman, di sini kan hanya ada kita berdua,, O yah, gadis yang bersama Andreas itu gadis yang bersamau di acara ayahku kan?" tanya Nadira yang melihat Arumi ikut dengan Andreas
"Iya, dia Arumi" ucap Arfan
"Apa mereka sedekat itu?" tanya Nadira
"Andreas bilang mereka memang berteman dari dulu, dan sempat dekat juga" ucap Arfan
"Oh, dia cantik juga" ucap Nadira
"Kenapa?, apa kau cemburu?" tanya Arfan asal
"Cemburu apanya, aku kan sudah punyamu sekarang, kenapa harus cemburu pada Andreas,, aku hanya memastikan saja, Andreas itu kan sekarang pacar Sindi, otomatis aku juga jadi mata matanya sahabat ku kan" ucap Nadira
"Ya ya baiklah, aku pura pura paham saja" ucap Arfan
"O yah sayang, Aku kedepannya mungkin akan meneruskan setudi ku lagi, apa kau akan mengizinkan kalau misalkan aku kuliah ke Luar negeri?" tanya Nadira
Arfan langsung terdiam sesaat "Apa kau sengaja ingin menjauh dariku?" tanya Arfan
"Bukannya begitu, dulu aku sering berangan-angan ingin melanjutkan kuliahku ke Seoul university, supaya aku bisa bertemu idolaku di sana, dan aku baru sekarang dapat dukungan dari ayah,, tapi jika kamu tidak mengizinkan, aku tidak akan pergi" ucap Nadira
"Jika itu memang berarti untukmu, pergi saja" ucap Arfan
"Sungguh??, jadi Paman mengizinkan nya?" tanya Nadira meyakinkan
"Sebenarnya itu berat,, tapi Aku tidak ingin membatasi mimpimu,,, Hhhhhhh,, aku pasti akan mudah merindukanmu jika kau pergi jauh" ucap Arfan
"Iya sih, aku juga berpikir begitu, mungkin aku perlu mempertimbangkan nya lagi, lihat nanti saja lah" ucap Nadira
__ADS_1
Tidak lama mereka pun segera sampai di lapangan proyek yang di garap oleh Anggera Land, proyek itu adalah proyek gedung perkantoran yang cukup luas
Nadira Dan Arfan segera turun dari mobil dan bergabung dengan yang lainya untuk meninjau langsung lapangan,