
Malam hari segera tiba, Arfan dan Andreas sudah bersiap dengan penampilan mereka, karena seperti yang sudah direncanakan sebelumnya, mereka akan pergi ke suatu tempat untuk double date dengan pasangan mereka masing-masing
Dan mereka segera keluar dari kediaman Ednan bersaudara dan berjalan ke arah kendaraan mereka
"Apa kau sudah berdamai dengan Sindi?" tanya Arfan
"Dia masih sedikit mendiamkan ku, mungkin sekarang aku juga perlu merayunya lagi supaya dia mau keluar malam ini" ucap Andreas
"Ya Sudah, semoga kau berhasil membujuknya" ucap Arfan, dan mereka kemudian beradu kepalan tangan
"Apa kau yakin akan membawa Nadira pakai motormu?" tanya Andreas
"Dia yang memintanya, jadi aku tidak bisa menolak nya" ucap Arfan
"Aneh kakak ipar ku, mending pake mobil tidak akan kena angin malam, tempat yang kita tuju juga mungkin hawanya dingin" ucap Andreas
"Entahlah, mungkin dia hanya ingin merasakan sesuatu yang berbeda" ucap Arfan
"Ya baiklah aku harap dia tidak akan masuk angin setelah ini" ucap Andreas
Setelah itu Andreas segera naik ke mobilnya, sementara Arfan naik ke motor tua nya untuk menjemput wanita yang paling spesial untuk mereka
Arfan langsung pergi dan keluar lebih dulu dari kediamannya untuk menjemput Nadira ke kediaman Edgar,
Sesampainya di depan kediaman Edgar, ternyata Nadira juga sudah menunggu Arfan di depan gerbang rumahnya, dia berpenampilan casual yang cantik dengan stelan mantel panjang berwarna brown dan setelan jeans panjang yang di padu boots cantik hitam, dia tau kalau dia akan di jemput motor, jadi dia pun menyesuaikan penampilan nya
"Sudah siap pergi?" tanya Arfan menatapi gadisnya yang berdiri di depan gerbang
"Sudah" ucap Nadira tersenyum dan menghampiri motornya
"Baiklah, kalau begitu naiklah, O yah, bunga untukmu" ucap Arfan, memberikan setangkai bunga mawar merah pada Nadira,
"Terima kasih" ucap Nadira, diapun menerima bunga itu dengan tersenyum,, kemudian segera naik ke motor Arfan dan langsung berpegangan ke pinggangnya
"Pakai helm mu" ucap Arfan menyerahkan helm klasik pada Nadira
"Oh iya," Nadira menerimanya dan mengenakannya,, "Sudah" ucap Nadira
Dan Arfan juga segera melajukan motornya itu menuju ke tempat yang sudah dia rencanakn olehnya dan Andreas
Arfan membawa Nadira menyusuri jalanan kota B, dan memasuki medan jalan yang naik turun untuk kemudian terus menanjak
"Sayang, sebenarnya kita mau kemana?" tanya Nadira penasaran
"Ikut saja," ucap Arfan
Tidak lama mereka pun sampai di kawasan 'P' wisata dataran tinggi kota B yang nampak cantik jika di lihat di malam hari, suasana malam dihiasi gemerlapnya lampu lampu yang cantik menambah suasana romantis yang ada di tempat itu,
Pemandangan malam kota B juga terlihat dari kawasan itu karena memang tempatnya terletak di perbukitan yang cukup tinggi
"Waaw, baru kali ini aku mengunjungi tempat ini di malam hari, ternyata lebih cantik" ucap Nadira
__ADS_1
"Tentu saja, turunlah, kita cari tempat untuk menunggu Andreas dan sindi, kurasa mereka masih belum sampai" ucap Arfan
"Baiklah" ucap Nadira
Mereka segera turun dari motor Arfan dan mencari restauran yang mepunyai tema tempat makan di outdor untuk menikmati pemandangan malam yang indah untuk mereka,
Arfan juga memilih meja di salah satu spot untuk berdua saja dengan Nadira, dan mereka juga memesan kopi dan cemilan untuk menenami malam mereka
Tidak lama Andreas dan Sindi juga menghampiri mereka di spot itu
"Di sini kalian rupanya, sulit sekali mencari kalian" ucap Andreas
"Kalian curang, kenapa menempati tempat hanya untuk berdua saja, Ini kan doble date, mending kita cari spot untuk rame rame" ucap Sindi
"Ada hal yang ingin ku bicarakan dulu dengan Nadira, jadi kalian cari tempat lain saja dulu?" ucap Arfan
"Yah, gak seru, jadi bukan double date dong kalau masing-masing" ucap Sindi
"Kalian cari tmpatnya saja dulu, nanti kami nyusul" uca Arfan
"Baiklah, terserah kau saja" ucap Andreas
Sindi dan Andreas pun akhirnya memutuskan mencari tempat lain untuk mereka
Sementara Arfan dan Nadira masih nyaman melihat pemandangan malam kota B berdua saja di spot itu
"Kenapa kita tidak gabung dengan mereka langsung?" tanya Nadira yang duduk di sebelah Arfan di kursi yang mirip seperti kursi taman
Nadira pun menyenderkan dirinya di bahu Arfan
"Boleh lah,, mungkin momen seperti ini akan sulit kita dapatkan lagi kedepannya,, kalau aku sudah pergi meneruskan studi ku, pasti Ita jarang ketemu" ucap Nadira
"Itulah maksudku" Arfan menggengam telapak tangan Nadira, Arfan kemudian mengeluarkan sebuah kotak cincin kecil dari sakunya dan membukanya dengan satu tangan,
"Nadira, aku ingin kau memakai ini sebagai pengikat untuk hubungan kita" ucap Arfan
Nadira langsung menoleh pada sepasang cicin yang masih ada di kotaknya itu "Ini indah sekali" ucap Nadira dengan mata berbinar saat melihat sepasang cicin berlian simpel itu
"Apa kamu mau memakainya?" tanya Arfan
"Tentu saja" ucap Nadira tersenyum
Arfan segera mengambil satu cicinya dan langsung mengangkat telapak tangan Nadira untuk menyematkan cicin itu di jari manis Nadira
"Ini Sangat cantik" ucap Nadira yang melihat cicin itu sudah ada di jari tangannya
"Apa kau mau memakaikan cicin ini juga di jariku?" tanya Arfan
"Tentu saja, dengan senang hati" ucap Nadira
Nadira mengambilnya dan langsung memasukan cincin itu di jari Arfan juga, dan kemudian Meabandingkan tangan Arfan dengan tanganya
__ADS_1
Arfan pun langsung tersenyum "Ini terlihat bagus" ucap Arfan
"Apa ini artinya kita bertunangan?" tanya Nadira
"Kau bisa menganggapnya begitu, tapi kupikir ini masih ilegal karena ayah dan ibumu belum tau, mungkin besok atau lusa aku akan mengadakan acara lamaran yang sebenarnya" ucap Arfan
"Terima kasih, aku sangat mencintaimu" ucap Nadira merasa sedikit tersentuh dan memeluk Arfan
"Kuharap cicin ini jadi simbol pengunci di antara hati kita supaya kita bisa bersama selamanya" ucap Arfan dengan meminggirkan anak Rambut dari wajah Nadira yang bersandar di dadanya
"Aku juga berharap seperti itu" ucap Nadira
Mereka sejenak saling bertatapan mata, dan perlahan Arfan meraih dagu Nadira dan mendekat kan wajahnya sampai begitu dekat dengan wajah Nadira, hingga Arfan bisa menghirup napas Nadira yang beraroma wangi yang khas menurut nya
Semakin dekat wajah mereka, semakin berdegup pula jantung Nadira, dan tanpa sadar Nadira pun menutup matanya sendiri untuk menanti apa yang akan terjadi selanjutnya
Arfan mengarahkan bibirnya tepat ke bibir tipis Nadira yang merona, dan tangannya pun mulai bergeser untuk menahan tengkuk Nadira, kemudian bibir mereka pun akhirnya beradu dan Arfan bisa merasakan lagi bibir manis Nadira yang sempat di rasakan juga sebelumnya,
Tapi menurut Arfan rasanya itu sangat berbeda dengan saat dia mencium Nadira dalam keadaan tidak sadar,
Nadira juga menyambut bibir Arfan itu dengan mata terpejam dan penuh penghayatan, dia mengira itulah ciuman pertama untuk nya selama ini, karena Nadira memang tidak tau kalau sebenarnya itu adalah ciuman keduanya dengan Arfan,,
Ciumam pertama Nadira sudah di curi Arfan saat Nadira tidak sadar kan diri di kediaman Ednan bersaudara tempo hari
Hingga sampai beberapa saat mereka menikmati ciuman lembut mereka, dan saat Nadira merasa kalau nafasnya mulai habis, tanganya pun sedikit mendorong arfan
Tentunya Arfan segera melepas ciumannya, dan dia langsung menatap mata Nadira yang sayu dengan nafasnya yang terengah-engah
"Kenapa kau menyudahi nya?," tanya Arfan dengan menatap matanya
"Aku tidak bisa nafas tau," ucap Nadira
Arfan pun tersenyum, dan terdiam sejenak untuk memeberi ruang untuk Nadira bernafas terlebih dahulu, dan setelah nya Arfan berniat untuk mengulangnya lagi, namun
"Kak, ayo pindah, aku sudah menemukan tempatnya?"
Tiba tiba terdengar suara seorang pria dari belakang Arfan yang mengagetkan mereka
Sontak Arfan melepaskan tengkuk Nadira dan menoleh kebelakangnya
"Dre, sejaka kapan kau di sana?" tanya Arfan
"Aku baru kesini, kenapa memang?" tanya Andreas dengan tersenyum aneh
"Oh, tidak apa?", tanya Arfan
"Maaf menggangu, Kalau kau sudah selesai, langsung ke tempat di sebelah sana saja, Oke" ucap Andreas berniat untuk pergi duluan lagi
"Baiklah, aku akan bergabung sekarang" ucap Arfan
Sementara Nadira malah membenamkan wajahnya di dada Arfan karena kaget dan sedikit malu dengan kedatangan Andreas yang tiba tiba, dia takut Andreas melihat apa yang barusan terjadi
__ADS_1