Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
Berbahagia,


__ADS_3

Seperginya Kevin dari restoran itu Andreas juga datang bersama Sindi, dan kebetulan mereka juga berpapasan dengan kevin di luar


Dan mereka segera masuk dan menghampiri meja Nadira


"Hay Nadi, kenapa pria itu ada di sini??" tanya Sindi yang langsung duduk di seberang kursi Nadira tempat Arfan sebelumnya duduk


"Tidak tau aku juga, tapi dia tadi datang dengan Violin sih kesini" ucap Nadira


"Sungguh, dia benar-benar pria plin plan,, O yah, kak Arfan mana, apa dia ke kamar kecil?" tanya Sindi yang belum engeh kalau Arfan duduk di meja yang ada di belakang nya


"Tuh,,, dia duduk di belakang mu kan" ucap Nadira


Andreas dan Sindi langsung menoleh pada Arfan Yang tengah menikmati makanan di mejanya sendirian


Andreas langsung menghampiri nya, "Kenapa kau mengasingkan diri di sini, apa kau marahan dengan Nadira,, kekanak-kanakan sekali kau,," ucap Andreas menggoda, Karena dia belum tau kalau kakaknya itu ceritanya ngidam


"Ngapain kamu kesini?,, kamu makan dengan mereka saja, jangan mengganggu ku" ucap Arfan


"Oke oke, aku tidak akan mengganggu mu, sombong sekali kau" ucap Andreas, diapun kembali ke meja Nadira lagi


"Dia Kenapa??,, Apa kalian sedang marahan??, jangan bilang kalau dia ngidam cemburu berlebihan karena barusan Kevin ada di sini" ucap Andreas pada Nadira menebak nebak


"Tebakan mu hampir benar, hanya saja dia bukan marahan dengan ku, tapi dengan daging" ucap Nadira


"Maksudnya??" tanya Andreas bingung


"Itu lho sayang, kak Arfan sedang ngidam sekarang jadi dia tidak suka daging" ucap Sindi


"Yang hamil kan Nadira, kenapa yang ngidam dia?" tanya Andreas


"Ya dia memang salah satu orang yang terkena sindrom couvade,, jadi begitulah" ucap Sindi


"Oh, gak ngerti aku, tapi kasian juga kalau dia makan sendirian,, aku akan temani dia saja,, ya" ucap Andreas


"Iya, aku jug kasian" ucap Nadira


Andreas kembali ke meja Arfan untuk makan bersama nya


"Kenapa kau kemari??" tanya Arfan


"Memangnya tidak boleh?" tanya Andreas


"Terserah lah, o yahapa kau sudah membocarakan soal Rencana kita pada Sindi??" tanya Arfan


"Itu dia, aku bingung harus buat momen seperti apa untuk mengajaknya menikah, apa kau punya saran?" ucap Andreas


"Kau ribet sekali, tinggal bilang saja, bagaimana pun momenya dia pasti akan senang" ucap Arfan


"Tapi kan kalau di film-film suka di buat romantis" ucap Andreas


"Dre, ini keadaan real, bukan setingan, tapi ya terserah kau maunya seperti apa, acaranya tiga hari lagi, jadi kau harus secepatnya memastikan" ucap Arfan


"Baiklah, aku mengerti" mereka pun segera melanjutkan makan di meja terpisah dengan para wanita, tapi meskipun begitu, mereka tetap merasakan kebersamaan


.


Setelah acara makan mereka selesai, Andreas segera menghampiri Sindi lagi dengan di ikuti Arfan


Kemudian Andreas meraih tangan Sindi, dan menatap mata jernihnya dengan tatapan bersungguh-sungguh

__ADS_1


"Sayang, ada apa?" tanya Sindi sedikit bingung


"Sindi,, You are merry me" ucap Andreas


"Apa kamu serius??" tanya Sindi


"Tentu saja aku serius, kalau kau bersedia, aku akan segera menemui orang tuamu untuk meminang" ucap Andreas


Sindi langsung manggut-manggut tanda setuju


"Iya, aku sangat bersedia" ucap Sindi dengan mata berbinar


"Yeesss,, Baguslah" ucap Andreas senang


Mereka pun langsung berpelukan hangat di sana


Dinda dan Nadira pun memberikan tepuk tangan untuk mereka berdua


"Yeee, Dinda akan punya kakak ipar baru lagi berarti" ucap Dinda


Setelah itu, mereka kembali pulang ke kediaman Ednan bersaudara, Arfan dan Andreas langsung bersiap-siap untuk menemui keluarga Sindi yang berada di luar kota,, dan mereka akan berangkat malam itu bersama Sindi juga untuk meminta restu dari orang tuanya


.



Hari hari pun terasa berlalu begitu cepat, dan hari yang sudah di rencana kan oleh Arfan untuk acara resepsi megahnya, dan pernikahan Andreas pun akhirnya tiba.


Terlihat di sebuah suite room hotel berbintang Nadira Dan Sindi tengah mempersiapkan penampilan mereka untuk acara yang sudah di tunggu tunggu oleh keduanya,, dan itu mungkin adalah momen yang tidak akan mereka lupakan seumur hidup mereka,,,


Gaun pengantin yang indah sudah membalut tubuh mereka berdua,,


Sindi memperhatikan dirinya di cermin saat dirinya masih sedikit di rapihkan, dia sangat pangling melihat dirinya di pantulan cermin yang ada di depannya


"Apa ini benar-benar aku,, Nadi, apa aku terlihat layak menggunakan gaun dari Andreas ini?" tanya Sindi meminta pendapat Nadira


"Kau terlihat sangat cantik Sindi,, Andreas juga pasti akan sangat suka melihat gaun yang dipersiapkannya nya ini sekarang di pakai olehmu" ucap Nadira


"Ku harap begitu,, Kau juga terlihat sangat cantik Nadi, kak Arfan juga pasti akan pangling melihatmu" ucap Sindi


"Iya,, Ku harap dia juga akan menyukainya" ucap Nadira


"Itu pasti, dia memang sangat menyukaimu kan,, tapi nadi,, Aku sekarang benar-benar gugup tau" ucap Sindi


"Memangnya kau pikir aku tidak, aku juga sama, sebelumnya aku tidak pernah berkhayal kalau momen ini akan terjadi pada kita berdua,, kita benar-benar akan jadi saudara iparan Sind, Sepertinya kita memang di takdirkan untuk terus berteman selamanya" ucap Nadira


"Aku juga sangat senang dengan hal ini, mulai sekarang aku akan memanggilmu kakak" ucap Sindi


"Iya dek Sindi", ucap Nadira langsung tertawa kecil,, seraya berpelukan sejenak dengan sahabat nya yang masih duduk di kursi rias itu


Dan setelah mereka sudah Siap dengan penampilan mereka, Nadira dan Sindi pun di jemput oleh beberapa pihak wedding organizer untuk segera turun ke ballroom hotel, di mana tempat Acara mereka berlangsung, karena sudah saatnya mereka tampil di tengah tengah para tamu undangan yang sudah menunggu


.


Mereka pun segera memasuki ruangan acara itu dengan tetap berdampingan, mereka berjalan anggun bak Putri raja dengan di iringi beberapa pengriing pengantin di belakang mereka,


Sementara di depan mereka juru kamera terus mengabadikan momen indah mereka itu,


Sebucket bunga putih mereka genggam di tangan mereka masing-masing, menambah kesan cantik pada diri mereka, mereka berjalan menuju pelaminan yang berada di ujung ruangan

__ADS_1


Arfan dan Andreas yang berada di tengah-tengah para tamu yang hadir juga sudah menunggu sang mempelai wanitanya itu untuk datang,, mereka sangat pangling saat memperhatikan pengantin pengantin mereka yang mulai masuk dan berjalan mendekat ke arah mereka itu


Dan para tamu undangan pun sangat terpukau saat melihat keanggunan dari dua pengantin wanita itu,, Ruangan pun langsung bergemuruh oleh tepuk tangan Karena datangnya mereka


"Sindi nampak cantik juga saat jadi pengantin, buatku sajalah" goda Arfan pada Andreas dengan suara kecil


"Sialan, terus kakak ipar ku yang sangat cantik itu mau kamu kemanain, apa kita mau tukeran?" tanya Andreas juga mengimbangi candaan Arfan


"Weiiss,, tidak boleh, dia hanya milik ku" ucap Arfan


"Sindi juga hanya milikku kan, enak saja kau menginginkan nya juga" ucap Andreas


Mereka berdua pun segera menyambut mempelai wanita mereka masing masing, untuk segera mengajak mereka naik ke atas panggung pelaminan mereka


Kilatan cahaya dari beberapa juru kamera pun langsung terlihat sedikit menyilaukan kala mereka sudah duduk bersanding di sana


"Kau tampak berbeda sayang" bisik Arfan pada Nadira yang sekarang berada di sebelahnya


"Terimakasih, mungkin ini karena riasan ini" ucap Nadira


"Tidak juga, kau sebenarnya sudah cantik dari sananya" ucap Arfan


Sementara Andreas hanya terus menatapi Sindi yang berada di sebelahnya tanpa berkedip


Sindi juga hanya tersipu malu saat Andreas memperhatikan nya seperti itu "Apa aku terlihat cantik?" tanya Sindi


"Cantik, kau terlihat begitu cantik sekarang, aku sampai mengira kalau kau ini bidadari yang turun dari khayangan" rayu Andreas


"Ah masa sih" ucap Sindi langsung tersipu lagi dengan pipi memerah


"Huuu, masih sempat sempat nya gombal di suasana seperti ini" seru Nadira


"Sirik saja" ucap Andreas


Arfan pun hanya tersenyum


Setelah semua keluarga inti hadir di sana, prosesi sakral pernikahan Andreas dan Sindi pun segera di langsung kan,


Sementara Arfan dan Nadira yang sudah duluan resmi hanya jadi saksi untuk ikatan suci yang akan terjalin di antara Sindi dan Andreas itu


Dan setelah pengucapan janji suci antara Andreas dan sindi selesai, Mereka pun langsung mengikuti serangkaian acara panjang dengan penuh suka cita di acara resepsi pernikahan mereka itu,


Raut bahagia tergambar sangat jelas di wajah mereka, kala mereka sudah yakin akan melangkah untuk mengarungi bahtera rumah tangga mereka bersama sama, sampai maut memisahkan mereka,,


Kini mereka sudah benar-benar mengukuhkan hubungan mereka jadi sebuah keluarga yang bahagia, apalagi saat nanti hadir anak anak yang lucu buah dari cinta mereka


Ucapan selamat dari para tamu yang datang membanjiri mereka berempat yang kini jadi ratu dan raja sehari di sana


Hingga Sampailah saat di mana Sindi dan Nadira melemparkan bunga pengantin mereka dari atas panggung


Dan beberapa tamu wanita lajang sangat antusias untuk menangkap nya, untuk di jadikan simbol kalau selanjutnya merekalah yang akan jadi pengantinnya


...°°°°...


Sementara Arfan, Nadira, Sindi dan Andreas sedang larut dalam kebahagiaan yang mereka rasakan di dada mereka,


Ada beberapa sosok yang malah menangis pilu saat mengetahui kalau mereka Sedang berbahagia, siapa lagi kalau bukan Ken yang di sudut lain pesta, dan Yovi yang berada di sudut penjara,,


...~°~...

__ADS_1


...End...


__ADS_2