
Tiga pria di dalam ruangan itu juga sontak kaget karena tiba tiba Arfan masuk ke apartemen mereka,, "Siapa kau??" tanya Alex yang langsung bangkit dari duduknya
Arfan tidak banyak bicara, dia langsung bergerak cepat ke arah Alex dan langsung memukul wajahnya, karena memang dia yang berada paling depan
'Buk' 'Guprak', Alex langsung terjerembab ke lantai saat pukulan Arfan mendarat tepat di wajah nya "Argahhh" lirih Alex
Luki dan Vero juga langsung beranjak menyerang Arfan untuk membantu Alex,
Melihat itu Gian yang di belakang Arfan langsung bertindak, dia langsung maju dan langsung menendang dan memukul Luki dan Vero bergantian dengan tinju besarnya, dan tentu saja mereka langsung jatuh ke lantai karena pukulan keras dari Gian,
Arfan langsung meraih kerah kemeja Alex yang masih tergeletak di lantai dan memukul wajahnya lagi dan lagi, hingga darah segar keluar dari hidung Alex, Arfan terus menghujani wajah Alex dengan pukulan, dia benar benar gelap mata melihat wanitanya di lecehkan
Setelah Arfan puas memukuli Alex, dia menoleh pada dua pria lainya yang sudah babak belur juga di tangan Gian, setelah itu arfan beranjak menghampiri Nadira yang tergeletak di sofa tanpa pergerakan
Arfan langsung memperhatikan Nadira dari ujung rambut hingga ujung kakinya,, Nadira terlihat pingsan dengan kondisi pakainya yang sedikit acak acakan, bahkan kemeja atasnya robek dan menampakan bagian dada Nadira yang putih bersih, sementara yang lainya masih ada di tempatnya masing-masing
Dan yang membuat hati Arfan sakit adalah, ketika dia melihat ada bekas tamparan di wajah putih Nadira yang tergambar jelas membentuk jari tangan
Arfan langsung merangkul Nadira dengan perasaan teriris di dadanya
"Nadira, maaf, aku sedikit terlambat,, harusnya aku bisa datang lebih awal, maaf aku" ucap Arfan dengan mata yang berkaca-kaca
Dia benar-benar tidak sampai hati melihat kondisi Nadira yang seperti itu, di mengusap bekas tamparan Alex yang ada di pipi Nadira, itu mungkin karena Nadira sebelumnya sempat melawan pada Alex
Arfan mencium pipi Nadira yang terkena tamparan itu dengan menitikan Air matanya di sana, ingin rasanya dia memindahkan bekas tamparan itu ke pipinya supaya rasa sakitnya bisa dia tanggung,, dia benar-benar tidak tega melihat bekas itu di pipi Nadira
"Yoviiiii, kau harus membayar semua ini berkali kali lipat" ucap Arfan dengan emosi yang memuncak, dan dia terus mendekap erat Nadira di dadanya
"Tuan, apa yang harus ku lakukan pada ketiga pria ini," tanya Gian
"Kebiri mereka, aku ingin mereka tidak punya masa depan, itu balasan yang setimpal karena mereka sudah berani mengusik Gadis ku" ucap Arfan dengan suara berat
"Baik tuan" ucap Gian
Arfan mencoba memastikan lagi pakaian Nadira yang lainya, dan dia tidak menemukan ada yang terlepas dari tempatnya selain kemejanya yang robek itu saja, dan dia memastikan kalau tiga pria bedebah itu belum bertindak terlalu jauh pada Nadira, karena Arfan yakin Nadira memang tidak selemah itu,
__ADS_1
Nadira memang sempat melakukan perlawanan sekuat tenaganya sebelum akhirnya dia kehabisan tenaga, dari itulah ruangan itu sangat berantakan,
Arfan menyaksikan Gian melakukan tugasnya memotong kepala burung mereka bertiga menggunakan pisau dapur, dan kemudian mengikat mereka jadi satu, Mereka meronta dan berteriak kesakitan, bahkan Luki sampai tidak sadar kan diri
Setelah itu Arfan segera meninggalkan ruangan itu dengan membawa Nadira di pangkuannya, Arfan segera membawa Nadira turun ke lobi,,
"Panggil polisi untuk menangkap tiga pria yang ada di kamar 123" ucap Arfan pada resepsionis yang sebelumnya
"Baik pak, saya akan segera melakukannya" ucap Resepsionis itu
Setelah itu Arfan segera membawa Nadira kedalam mobilnya, dan dia terus mendekap erat Nadira kesayangannya itu, Arfam mengeluarkan ponselnya dan melihat banyak panggilanb tidak terjawab dari Yovi di layar ponselnya, "Yovi, Jangan salahkan aku jika aku melakukan hal yang lebih gila daripada apa yang kamu rencanakan pada Nadira" gumam Arfan, dia langsung mengenghubungi nomor Yovi
📲"Hallo, kamu di mana sayang, aku sudah menunggu mu dari tadi, suntuk tau" ucap Yovi
"Kamu dimana sekarang?" tanya Arfan
📲"Aku masih di klab, kamu di mana?" tanya Yovi
"Aku akan kesan sekarang juga" ucap Arfan
📲"Baiklah, aku tunggu" ucap Yovi
"Baik tuan" ucap Gian
Mereka pun segera pergi dari tempat itu, dan langsung menuju ke tempat di mana Yovi berada
…
Setelah sampai di depan klab, Arfan dengan sangat hati hati membaringkan Nadira di kursi mobil, kemudian dia segera turun dari mobilnya dan bergegas masuk kedalam klab untuk mencari Yovi
Di dalam klab Yovi sudah mulai minum minum di depan meja bartender, Jadi Arfan segera menghampiri nya
"Cepat habiskan minumanmu" ucap Arfan dari belakang Yovi
Yovi sedikit menoleh dan menyentuh pipi Arfan "Sayang, kamu sudah datang ternyata, kamu duduk dulu, kita minum, ayo" ucap Yovi
__ADS_1
Arfan langsung mengambil minuman yang ads di tangan Yovi, dan kemudian dia meminumnya sampai habis "Aku akan menunggumu di atas" ucap Arfan, dia pun segera pergi dari hadapan Yovi dan bergegas ke lantai atas klab itu
"Kamu mau langsung main ya, tidak sabaran sekali, baiklah, tambah lagi minuman ku" ucap Yovi
Setelah dia minum beberapa gelas lagi, dia segera menyusul Arfan ke lantai atas dengan sedikit sempoyongan
Yovi melihat kalau Arfan sudah berdiri bersandar di depan sebuah pintu kamar,
Dan setelah Arfan melihat Yovi datang dia langsung masuk ke pintu itu, dan di ikuti oleh Yovi juga
Setibanya di dalam kamar Yovi langsung memeluk Arfan dari belakang tubuhnya "Sayang, aku sudah datang," bisik Yovi di telinga Arfan
Arfan membalikan badannya untuk berhadapan dengan Yovi, dia langsung merobek baju Yovi dengan kasar
"Sayang, tidak perlu buru buru, waktu kita masih panjang, santai saja" ucap Yovi
Arfan tidak menyahut perkataan yovi, dia langsung membanting Yovi ke atas tempat tidur dengan kasar "Ahhhh" lirih Yovi "Kau bersemangat sekali sayang" ucap Yovi
Arfan langsung membuka gesper yang dia gunakan, tanpa pikir panjang, dia langsung mencambukan ikat pinggang kulit nya itu ke punggung Yovi yang sudah tidak terhalang oleh bajunya itu
"Awwwww, itu sakit sayang, kenapa kamu melakukan ini padaku,, Awww, sakit sayang,, aww" Yovi berteriak triak kesakitan di setiap cambukan gesper yang di ayunkan Arpan ke punggungnya
Arfan melakukan itu hingga punggung Yovi merah merah karena cambukan nya,
Yovi sampai menangis mendapatkan perlakuan seperti itu dari Arfan , tapi karena yovi mabuk, dia tetap saja tidak merasakan hawa kemarahan dari Arfan padanya
"Apa begini caramu bersenang-senang, kamu jahat sekali sayang, aww", ucap Yovi sambil sedikit terisak
Setelah Arfan merasa puas mencambuk punggung Yovi, dia segera pergi keluar dan mencari orang untuk melakukan sesuatu
Dan dia bertemu 5 orang pria yang bisa dia bayar untuk melakukan sesuatu pada Yovi "Layani wanita itu dengan baik, dan buat dia sangat kewalahan, jangan lupa kirimkan hasil videonya padaku" ucap Arfan
"Baik tuan, itu mudah" ucap salah satu pria yang langsung menerima amplop coklat dari Arfan
"Lakukan dengan baik, dan setelah aku dapatkan hasilnya, aku akan memberi upah tambahan untuk kalian" ucap Arfan,
__ADS_1
"Baik, Terimakasih tuan"
Arfan sudah benar-benar gelap mata, dia sudah sangat marah oleh tingkah Yovi, dan dia benar benar tidak punya belas kasihan lagi terhadapnya,