
Siang Harinya Arfan pun segera berangkat menuju ke sebuah kafe yang di sebutkan oleh Yovi di telpon, yang memang sedikit jauh karena masih adapll di sekitaran daerah perusahaan Anggera Land,
Setibanya mobil Arfan di tempat janjian mereka, Arfan pun segera memarkir mobilnya di area depan great kafe, kemudian diapun turun dari mobilnya dan langsung memperhatikan sekitar kafe yang nampak sedikit Ramai oleh pengunjung
Arfan pun segera melangkahkan kakinya memasuki Kafe itu untuk mencari keberadaan yovi di dalam Kafe,
Begitu Arfan memasuki ruangan kafe, seorang wanita cantik bersetelan jas formal dengan gerayan rambut panjang berwarna kemerahan pun langsung melambaykan tangan pada Arfan dari salah satu meja pengunjung "Fan, di sini" ucap Yovi
Arfan pun segera bergegas untuk menghampiri meja Yovi yang melambay padanya itu
"Hay Fan, duduklah" ucap Yovi tersenyum
Arfan pun langsung duduk berhadapan dengan wanita yang pernah mengecewakan nya itu
"Ada apa kamu mengajaku bertemu?" tanya Arfan datar
"Aku hanya Rindu padamu, apa kamu tidak merindukan ku?" tanya Yovi
"Rindu padamu??,,, Hhmhhh,,, aku rasanya sudah membuang jauh-jauh semua hal yang berhubungan dengan mu, termasuk rindu yang kau sebut itu" ucap Arfan
"Aku minta maaf kalau dulu aku pernah membuatmu kecewa Arfan, aku waktu itu di paksa orang tuaku untuk menikah dengan orang lain, aku tidak bisa menolak perjodohan mereka itu, aku minta maaf" ucap Yovi sambil merapatkan telapak tangannya di depan dada
Arfan pun langsung tersenyum sinis pada Yovi, dia tau cerita yang sebenarnya seperti apa, Arfan tau semuanya dari curhatan Nadira yang mengatakan kalau ibu tirinya itu adalah mantan sekretaris Edgar, yang sudah merayu dan menjebak Edgar supaya dia mau menikahinya dan mencapakan Narita dan Nadira
Tapi Arfan tidak berniat membongkar kedoknya sekarang, dia ingin bermain-main dulu dengan Yovi
"Baik, aku tidak mempermasalahkan semua yang sudah terjadi dulu,, dan jika kau menemui ku hanya ingin meminta maaf, aku maafkan,, kalau tidak ada yang perlu di bicarakan lagi, aku langsung pergi sekarang" ucap Arfan
"Jangan pergi dulu dong, ada banyak hal yang ingin ku bicarakan dengan mu, aku mohon, temani aku makan siang ya" ucap Yovi memelas
"Baiklah, terserah" ucap Arfan
"Baguslah, aku sudah memesankan menu makan untuk mu, aku masih ingat makanan kesukaan mu dulu, itu karena aku masih mencintaimu Fan" ucap Yovi
"Apa kamu tidak sadar kalau kita tidak mungkin bersama lagi" ucap Arfan
"Aku tau status ku sekarang adalah sebagai istri rekan bisnis mu, tapi selama ini aku tidak bahagia dengan pernikahan ini Fan, Edgar itu sudah tua, dia sudah tidak mampu memberiku kepuasan Fan, aku benar-benar tidak bahagia dengan dia fan" ucap Yovi sambil menitikan Air matanya
__ADS_1
"Maaf, apa pun alasanmu, aku tidak bisa mencintai wanita yang bersuami" ucap Arfan
Yovi pun langsung meraih tangan Arfan "Apa kamu akan mencintaiku lagi jika aku sudah berpisah dari Edgar??" tanya Yovi
"Mungkin" ucap Arfan
"Kalau begitu beri aku waktu untuk bercerai dengan Edgar, dan setelah itu kita akan bersama sama lagi seperti dulu" ucap Yovi
"Baiklah, Aku akan menunggumu" ucap Arfan
Yovi pun langsung tersenyum senang mendengarnya "Terimakasih ya sayang, kamu masih mau menerima ku lagi" ucap Yovi dengan tetap memegangi tangan Arfan di atas meja
"Sama sama" ucap Arfan tersenyum ke arah Yovi
Tidak lama makanan mereka pun datang, dan mereka pun segera menyantapnya bersama
…
Setelah Arfan dan Yovi selesai dengan makan siang mereka, mereka pun segera Keluar dari cafe itu dengan Yovi yang menggandeng erat tangan Arfan, dan terus menempel kan benda besar miliknya yang selalu sukses membuat laki laki manapun terpikat padanya
"Iya sayang, tapi nanti malam kita ketemuan lagi ya, soalnya aku masih rindu padamu" ucap Yovi
"Iya, kamu tinggal beritahu saja tempatnya" ucap Arfan
"Baiklah, sampai ketemu nanti malam ya," ucap Yovi
"Iya, tapi tolong lepaskan tanganku dulu, aku tidak bisa naik ke mobilku jika kau terus memegangnya" ucap Arfan merasa sedikit risih dengan Yovi
Yovi pun langsung melepaskan gegamanya pada tangan Arfan,, "Oh iya maaf Sayang, aku lupa," ucap Yovi
Arfan pun segera masuk ke mobilnya,
"Dah sayang, muach, jangn lupa nanti malam ya" ucap Yovi sambil sedikit melambaykan tangan dari jendela mobil Arfan
"Iya" ucap Arfan,
Setelah itu Arfan pun segera melajukan mobilnya dan pergi meninggalkan tempat itu
__ADS_1
Yovi juga segera naik ke mobil nya,, "Sudah kuduga, Arfan memang masih mencintai gue, sekarang kamu sudah kaya raya Arfan, jadi aku mau kamu jadi milikku lagi, aku juga sudah bosan tidur dengan pria yang sudah bau tanah itu, tapi aku tidak akan berpisah denganya begitu saja, aku harus mendapatkan sesuatu dulu,, aku harus menguasai hartanya dulu, baru aku tinggalkn Edgar, Ahahahah, itu rencana yang bagus" ucap Yovi langsung tertawa senang, kemudian diapun segera melajukan mobilnya dan segera pergi meninggalkan Kafe itu
...°°°°...
Sementara Arfan langsung kembali ke kantornya lagi setelah dia makan siang bersama Yovi, diapun kembali duduk di kursi kepemimpinan nya lagi
Tidak lama Andreas juga menyusulnya masuk keruangan Ceo, "Apa makan Siangnya menyenangkan?" sindir Andreas
"Ya lumayan, ada rasa mual dan serasa ingin muntah saat aku makan di hadapan wanita itu" ucap Arfan
"Kenapa kau tidak muntah saja di wajanya" ucap Andreas
"Aku ingin melakukan nya, tapi mungkin lain kali saja lah" ucap Arfan
"Baiklah, akan ku tulis itu di memo, nanti kukirimkan ke ponsel mu supaya kau tidak lupa" ucap Andreas yang langsung mendudukkan dirinya di kursi dan tersenyum ke arah Arfan
Arfan pun hanya tersenyum saja menanggapinya, kemudian melanjutkan pekerjaannya lagi
.
…
Setelah jam kantornya selesai, Arfan dan Andreas pulang dengan mobil masing masing, Arfan seperti biasa memilih jalan yang melewati pos tua yang sebelumnya pernah di tempati oleh nya, itu supaya dia bisa melihat Nadira yang baru pulang kerja dari kantor ayahnya,
Setelah Beberapa saat menunggu, Nadira pun terlihat turun dari sebuah mobil Taksi, dan diapun langsung mengarahkan kan langkahnya ke pos tua yang tidak jauh dari mobil Arfan yang terparkir,
Kalau itu mubil Andreas, Nadira pasti tau karena dia sedikit hafal mobil Andreas, tapi kalau mobil Arfan dia memang belum mengetahuinya, jadi dia pun tidak terlalu memperhatikan mobil Arfan
Nadira pun langsung menengok ke dalam pos itu, berharap ada seorang paman yang menunggunya di sana, tapi dia tidak melihat siapa pun lagi di dalampos tua itu, Raut wajah kecewa pun langsung terlihat di wajah cantik Nadira
"Paman pembohong, katanya mau sering kemari untuk menemuiku" gumam Nadira
Arfan pun hanya memperhatikan Nadira dari dalam mobilnya, dan mendengarkan gerutunya itu sambil sedikit melamun,,
Arfan pun segera mencari perlatan samarannya di dalam laci mobilnya, namun dia tidak menemukan peralatannya itu "A iya, wig nya aku taruh di di mobil Andreas, Sial" gerutu Arfan sambil menutup lacinya lagi dengan sedikit kasar
Arfan sedikit merasa kecewa juga karena tidak bisa keluar menemui Nadira,,, ingin sekali rasanya dia menghampirinya sebagai Paman gila dan menampung curhatannya lagi, tapi sayangnya dia harus menahan keinginannya itu, karena peralatan yang selalu dia gunakan sebagai Paman gila dia simpan di dalam mobil Andreas, bukan di mobilnya
__ADS_1