Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
Kehadiran Masa Lalu


__ADS_3

Sindi terus memapah Nadira untuk masuk kedalam ruangan kafe, dan begitu mereka masuk ke ruangan


Nadira sedikit heran karena di dalamnya terlihat ada beberapa dekorasi yang seperti nya memang kafe itu di dekor untuk sebuah acara


Dan tiba-tiba 🎉 'Duarrr' duarrr' suara ledakan dari party popper yang di bawa oleh salah seorang rekanya langsung mengagetkan Nadira, sontak diapun menjerit dan menggandeng tangan Sindi karean kaget "Aaaaw"


Dari ledakan itu pun timbul hujan kertas kecil warna warni, tapi Nadira masih belum mengerti apa yang sedang terjadi


Dan tiba-tiba Sindi langsung memeluk sahabatnya itu seraya berkata "Selamat ulang tahun sahabatku sayang, semoga kamu semakin dewasa dan apa yang di cita cita kan olehmu semuanya terkabul di tahun ini, pokonya doaku yang baik baik untuk mu" ucap Sindi


Nadira sedikit merenung, dan dia baru ingat kalau memang hari ulang tahunya itu jatuh di hari ini "Terima kasih Sindi, kau memang sahabat terbaikku, aku bahkan lupa kalau hari ini aku ulang tahun,, tapi kamu mengingatnya" ucap Nadira dengan mata berkaca-kaca


Nadira benar-benar tidak mengingat hari ulang tahunya ini, mungkin itu karena akhir akhir ini dia banyak masalahyang menyita perhatian nya


Nadira perlahan melepaskan pelukanya dari Sindi, "Apa kamu yang mempersiapkan ini sendirian?" tanya Nadira dengan memegangi tangan Sindi


"Bukan sih, ada seseorang yang mempersiapkan ini untukmu" ucap Sindi


"Siapa??, Apa dia Arfan?, kenapa aku tidak melihatnya? dimana dia sekarang?" tanya Nadira


"Bukan, dia seseorang yang lain, dia ....."


Tiba tiba terdengar ada suara seorang pria yang menyanyikan lagu ulang tahun untuk Nadira, Seorang pria tampan yang berperawakan lumayan tinggi,, dia keluar dari salah satu ruangan yang ada di dalam kafe dengan membawa sebuah kue ulang tahun yang berukuran sedang di tanganya, di atas kue itu juga bertengger dua buah lilin yang berbentuk angka 21 dan seuntai tulisan 'Hapyy brithday Nadira'


Pria itu langsung menghampiri Nadira yang mati kutu saat melihat kehadiran nya, dia pun kini berdiri tepat berhadapan dengan Nadira


"Selamat ulah tahun Nadira" ucap Pria itu


Sontak Nadira langsung menjatuhkan air matanya "Kenapa??,, kenapa kamu kembali?" tanya Nadira seraya menatap lekat wajah pria pertama yang sangat di cintainya itu


"Aku kembali hanya untuk mu Nadira" ucap pria itu


"Tapi kenapa harus sekarang?, kenapa tidak dari dulu?, dan kenapa selama ini kau tidak pernah memberiku kabar sedikit pun, apa kau tau, kau sudah menghancurkan perasaanku" ucap Nadira


"Aku minta maaf Nadira, aku benar-benar minta maaf, dan aku sekarang kembali untuk menebus semua kesalahan ku itu padamu" ucap Ken


"Omong kosong" ucap Nadira, dia langsung berbalik dan menerobos orang orang untuk pergi dari tempat itu, dan dia segera melangkah keluar dari pintu kafe

__ADS_1


Melihat Reaksi dari Nadira Ken langsung memberikan kue ulang tahunya pada Sindi dan mengejar Nadira keluar


Ken Langsung menangkap tangan Nadira saat Nadira akan pergi,


Nadira juga langsung mengehentikan langkahnya yang tergesa-gesa itu


Ken menarik tangan Nadira perlahan dan membuatnya menghadap ke arahnya, dia langsung meraih kedua tangannya Nadira dan berlutut di hadapannya


"Nadira, aku mohon, berikan aku satu kesempatan lagi untuk memperbaiki semuanya, kita mulai lagi semuanya dari awal,, aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi Nadira, aku janji akan terus berada di samping mu, apa kamu bersedia??" tanya Ken


Nadira hanya menundukkan pandangannya dengan air mata yang terus berjatuhan ke lantai dari pipinya, mungkin itu sesuatu yang sangat berat untuk Nadira putuskan, di sisi lain dia memang masih mengenang masa indah bersama Ken, dan di lubuk hatinya yang paling dalam dia juga masih ingin melanjutkan masa masa itu,


Tapi di sisi lain, Nadira juga sudah memberikan harapannya pada Arfan, dan itu membuat hatinya dilema sekarang


"Baiklah jika kamu tidak bisa menjawabnya sekarang, kamu bisa menjawabnya nanti,, sekarang kita kedalam lagi, ya, aku sudah menyiapkan banyak hal untuk mu" ucap Ken, dia pun berdiri dan menggandeng Nadira untuk masuk kedalam kafe lagi


Sementara di sisi lain, 2 pasang mata juga menyaksikan kejadian itu dari dalam sebuah mobil, Arfan dan Andreas yang baru saja tiba tidak menyangka kalau mereka harus melihat kejadian yang di luar perkiraan nya itu


"Kak, kau harus memukuli pria itu, apa dia tidak tau kalau Nadira pacarmu, seenaknya saja dia berlutut di hadapannya" ucap Andreas


Sementara Arfan hanya terus memperhatikan Nadira yang masuk dengan pria tampan yang tidak di kenalnya itu "Kita mending pastikan dulu siapa pria itu" ucap Arfan, dia segera membuka pintu mobil dan kemudian turun


"Kak Arfan, kak Andreas?, kalian kesini juga?" tanya Sindi


"Aku baru ingat kalau hari ini ulang tahun Nadira kan,, jadi aku mencarinya" ucap Arfan


"Tapi, tapi Nadira, dia..."


"Siapa pria yang bersamanya itu?" tanya Arfan


"Dia,, dia....." ucapan Sindi terpotong potong karena dia merasa ragu untuk mengatakannya


"Bicara saja, tidak perlu ragu begitu" ucap Arfan


"Dia adalah Ken, cinta pertama Nadira yang pernah ku ceritakan padamu" ucap Sindi


"Begitukah?, bukan kah dia sudah meninggalkan Nadira tanpa kejelasan?, kenapa dia kembali?" tanya Arfan masih dengan ekspresi tenang

__ADS_1


"Aku juga tidak tau, dia bilang dia kembali ke kota B ini sudah dari seminggu yang lalu," ucap Sindi dengan wajah khawatir, dia takut Arfan akan marah padanya atau Nadira


Arfan langsung terdiam saat mendengar nya, dia tau dari cerita Sindi kalau pria yang bernama Ken itu memang cinta pertama Nadira, dan Nadira sangat mencintainya


"Ini tidak bisa di biarakan kak, aku akan kedalam untuk menghajar pria itu" ucap Andreas sedikit emosional, dia bisa sedikit paham apa yang di rasakan Arfan saat ini


Namu Arfan langsung menahan Andreas "Tidak perlu kau lakukan itu, kita mending pergi saja" ucap Arfan


"Pergi???,, Tapi kak, Nadira sekarang adalh pacarmu, apa kau yakin akan membiarkannya dengan pria lain" ucap Andreas


"Aku memang ingin marah, aku juga ingin memukulnya,, tapi aku tidak ingin mengganggu acara Nadira," Arfan kemudian menoleh pada Sind "Sindi, aku titip ini saja padamu, tolong kau berikan pada Nadira nanti" uca Arfan mengeluarkan kotak cincin dari sakunya, dan memberikanya pada Sindi


Sindi juga langsung menerimanya, "Bebaik kak" ucap Sindi sedikit gugup


"Dre, kita pergi saja sekarang" ucap Arfan


"Apa kau yakin kak?" tanya Andreas


Afan hanya tersenyum pilu, dan kemudian berbalik dan masuk ke mobil lagi


"Ya Tuhan, kenapa ini selalu terjadi pada kakaku" ucap Andreas


"Maaf kak, aku tidak bisa mencegah hal ini" ucap Sindi


"Ini bukan salahmu,, kalau begitu aku pergi dulu, tolong berikan ini juga pada Nadira" ucap Andreas menyerahkan Hadiah yang di bawanya juga pada Sindi


"Baik, terima kasih" ucap Sindi


Andreas langsung menyusul kakaknya masuk ke dalam mobilnya, dia langsung melihat kearah Arfan yang hanya diam tanpa ekspresi,,


"Kak, percayalah, Nadira tidak mungkin menerima laki laki itu, kau lebih pantas bersama Nadira dari pada dia" ucap Andreas mencoba menguatkan kakanya


"Dre, kau tidak perlu menghibur ku, aku tidak papa" ucap Arfan, menyembunyikan perasaan yang sebenarnya sedikit menyesakan dadanya


"Apa kau yakin tidak papa?" tanya Andreas


"Aku baik baik saja, kita mending kembali ke kantor lagi" ucap Arfan

__ADS_1


"Baiklah" ucap Andreas, diapun menghidupkan mesin mobilnya lagi, dan segera meninggalakan tempat itu


...~°~...


__ADS_2