Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
Pgykr 14


__ADS_3

Edgar pun terus menggerutu pada petugas kemanan yang menggiringnya hingga dia masuk kembali ke dalam mobilnya


"Lihat saja, akan ku buat perhitungan dengan petugas petugas itu Nanti" ucap Edgar berdecak kesal


"Sekarang bagaimana pak" tanya sang sekretaris yang ada di sebelahnya


"Aku tidak tau apa alasan Pak Andreas tiba tiba saja membatalkan rencana yang sudah di bicarakan sejak lama ini, pasti ada sesuatu hal yang terjadi yang aku tidak tau, kalau tidak, mana mungkin dia membatalkan nya begitu saja" ucap Edgar


"Apa mungkin ini ada hubungannya dengan putrimu yang lumpuh itu??" tanya Yola sekretaris nya


"Apa maksudmu?, aku tidak mengerti" ucap Edgar


"Putrimu mengenal pak Andreas kan??, dan bisa jadi nona Nadira lah yang jadi penyebab Pak Andreas membatalkan kerja samanya dengan perusahaan kita" ucap Yola berpendapat


"Bagaiman bisa putriku mengenal pemimpin dari perusahaan Ednan grup ini, itu tidak mungkin, dia hanya bekerja jadi penjaga counter ponsel kecil di sekitaran tempat tinggal ibu nya" ucap Edgar


"Saya tidak tau, Tapi kemarin ada akun karyawan kita yang mengunggah foto kebersamaan Putri bapak dengan pak Andreas di sosial media nya, dan kebetulan kemarin saya melihatnya,,,, sebentar, mungkin fotonya belum di hapus", Yola pun segera mencari foto yang di maksud di sosial media pribadi nya "Nah ini dia pak fotonya, ini baru di unggah kemarin siang" ucap Yola


Yola pun memperlihatkan sebuah gambar di ponselnya waktu Nadira berfoto dengan Andreas dan Arfan waktu mereka makan siang kemarin, dan yang mengunggah nya tidak lain adalah Sindi teman dekat Nadira yang masih bekerja di kantor ayahnya


"Benar benar, tidak ibunya tidak anaknya hanya membuat ku repot saja" gumam Edgar


"Jadi bagaimana sekarang pak?" tanya Yola


"Kita harus menemui Nadira untuk menanyakan masalah ini" ucap Edgar


...°°°°...


Sementara di sisi lain Nadira nampak sedikit suntuk di gerai ponsel tempatnya bekerja, selain karena tidak ada pembeli yang sedang dia layani, itu juga karena Arfan yang tidak mengindahkan permintaan nya untuk menunggunya di pos depan, dan malah menghilang lagi entah kemana


"Dasar Paman, aku kan belum mengembalikan uangmu," lirih Nadira sambil mencoret-coret bolpen di sebuah buku di depannya, entah karena dia tidak fokus atau apa, buku yang di coretnya itu adalah catatan laporan pembelian di gerai nya, dan begitu dia sadar dia pun sedikit tersentak

__ADS_1


"Haahh,, Ya ampun, kenapa aku melakukan ini, dasar teledor, kalau gini harus nulis ulang lagi, hhhh malas sekali" gumamnya heboh sendiri


Tidak lama sebuah mobil pun menepi di pinggir jalanan di depan gerainya, dan turunlah sosok pria paruh baya dan seorang wanita berambut panjang yang di ikat


Edgar segera melangkahkan kakinya menuju ke gerai Nadira


Nadira pun tidak terlalu memperhatikan itu Karena dia sedang menulis ulang laporan dari kertas yang sudah di coret-coret nya tadi


"Nadira, ada yang perlu ku bicarakan denganmu" ucap Edgar


Sontak Nadira pun mendongak untuk meliahat siapa yang berbicara padanya itu, dan ternyata itu adalah ayahnya


"Untuk apa anda kemari, apa Anda mau menertawakan kondisi ku dengan ibu sekarang" ucap Nadira ketus, dengan pandangan meremehkan,, semenjak ayahnya bercerai dengan Narita karena ingin menikah dengan Yovi, hubungan mereka memang jadi tidak terlalu baik


"Apa seperti itu kamu berbicara dengan ayahmu?" ucap Edgar


"Ayah macam apa yang tidak pernah memperdulikan anaknya, apa kau pantas masih mengakui sebagai ayahku" ucap Nadira


"Rekening apa??, semenjak aku keluar dari Rumah sakit aku tidak pernah melihat rekening ku lagi, kartunya juga kau yang ambil kan?" ucap Nadira


"Benarkah??, tapi ayah menitipkan tasmu pada Yovi untuk menyerahkannya padamu waktu kamu keluar dari rumah sakit, apa kamu tidak menerima nya?" tanya Edgar


"Jadi kau mempercayakan barangku pada wanita itu, itu sama saja dengan bohong" ucap Nadira


"Ya ampun, kenapa jadi seperti ini, baik ayah akan mengganti semua uang bulanan mu itu, tapi ayah mau tanya satu hal padamu, apa kau mengenal pak Andreas dari perusahaan Ednaninternasional_grup?" tanya Edgar


"Memangnya kenapa kalau aku mengenalnya??" tanya Nadira acuh tak acuh


"Apa kamu juga yang meminta dia untuk membatalkan kerja samanya dengan perusahaan ayah?" tanya Edgar


Nadira pun sedikit merenung, dia bertemu dengan Andreas baru sekali, itu pun tidak pernah berbicara soal perusahaan ayahnyabatau apa pun tentang keluarganya

__ADS_1


"Kalau iya memangnya kenapa?" ucap Nadira tanpa pikir panjang


"Kamu,,!!!," Edgar ingin marah, tapi dia segera menahanya, dan menghela nafasnya, karena dia merasa akan sanagt sulit untuk mencari lagi perusahaan yang bisa mengeluarkan dana besar untuk mega proyek nya seperti perusahaan Andreas,


Jadi dia tidak ingin mempersulitnya dengan memarahi Nadira, dia berpikir harus membujuk Nadira supaya Andreas bisa di ajak kerjasama lagi, dia juga berpikir kalau Nadira bisa mebuat Andreas membatalkan nya, tentu dia juga bisa membutnya melanjutkanya kembali


"Ayolah sayang, jangan seperti itu pada ayah, ayah mohon,,, ayah akan mengabulkan apapun permintaan mu jika Andreas mau melanjutkan lagi kerjasama nya dengan ayah," ucap Edgar


Nadira pun merenung kembali, kini diapun terjebak akibat perkataannya yang tidak dipikirkan nya terlebih dulu itu, 'Mana mungkin aku bisa membujuk Andreas, ini sama sekali tidak ada hubungannya denganku kan??, tapi ini kesempatan bagus untuk aku bisa minta kerja lagi di kantor papah' batinya bermonolog, adapun masalah Andreas dia akan memikirkan nya lagi nanti


"Baik, aku akan coba bicara pada pak Andreas, tapi aku ingin bekerja lagi di perusahaan ayah nantinya" ucap Nadira


"Apa itu permintaan mu?, itu mudah saja, kamu bisa mulai kerja lagi di kantor papah kapan pun kamu ingin memulai nya, tapi kamu harus pastikan kalau pak Andreas melanjutkan kerjasama nya lagi, Ya" ucap Edgar manis


"Baik, akan ku urus itu nanti" ucap Nadira


"Kalau gitu papah sekarang pergi dulu, papah tunggu kamu di kantor, kamu hubungi saja papah kapan kamu mau mulai kerja lagi" ucap Edgar


"Baik, akan kuhubungi papah nanti" ucap Nadira


Edgar Dan sekretarisnya pun segera beranjak pergi dari hadapan Nadira


Dan seperginya ayahnya, nadira pun sedikit kebingungan "Bagaimana ini, aku belum terlalu akrab dengan pak Andreas kan, bagaimana bisa aku membicarakan masalah ini,, Baiklah, tidak ada salahnya di coba kan" ucap Nadira


Nadira pun segera menghubungi nomor Andreas yang di dapat nya kemarin itu


Begitu panggilannya tersambung, hatinya pun merasa berdebar cukup kencang


📲 "Hallo, Ada apa?" tanya Andreas yang tau kalau itu Nadira yang menelponnya


"Maaf, apa aku mengganggu waktu mu" tanya Nadira

__ADS_1


📲" Tidak aku tidak terlalu sibuk, apa ada yang bisa kubantu?" tanya Andreas


__ADS_2