Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
Tidak Terduga


__ADS_3

Andreas yang sengaja menggoda kakaknya itupun langsung tersenyum saat Arfan terlihat kesal


"Baiklah aku akan serius sekarang, menurutku, sedari awal rencana mu itu memang terlalu beresiko untuk mu yang masih dalam tahap mendekati Nadira, secara Yovi itu ibu tiri Nadira, dan untuk tau jawaban dari pertanyaan mu itu,, coba kamu bayangkan saja jika kamu jadi Nadira, apa kamu mau berhubungan dengan bekas selingkuhan ibu tirimu??" tanya Andreas


"Kurasa jawabannya tidak, aku tidak mempertimbangkan itu dari awal, tapi mau bagaimana lagi, aku sudah setengah jalan, bukti dari pernyataan pernyataan Yovi yang ku rekam mungkin masih belum cukup untuk membuat Edgar bisa membuang Yovi, aku masih perlu bukti yang lebih gila lagi supaya Edgar benar-benar bisa mencapakan Yovi, dan setelah itu berhasil, aku juga ingin segera mengakhiri sandiwara yang memuakan ini" ucap Arfan


"Ya, teruskan saja jika menurut mu itu perlu, juga Nadira sekarang sudah terlanjur tau juga kan, jika menjelaskan sekarang juga pasti hanya akan di anggap bualan atau sekedar angin lalu oleh Nadira, toh juga kalian memang belum ada hubungan apapun, jadi itu tidak akan mempengaruhi apapun,, tapi jika kau sudah berhasil dengan rencana mu, kurasa penjelasan mu akan lebih bisa di terima Nadira nantinya, dan mungkin dia akan menghargai usahamu itu" ucap Andreas


"Baiklah, dukungan itu yang memang ku butuhkan darimu, thanks" ucap Arfan


"Sudah seharusnya aku mensupport setiap perjuanganmu kan, karena kau juga begitu padaku" ucap Andreas


Perkataan dari Andreas itu pun berhasil membuat tekad Arfan bulat kembali , dan itu membuat nya bisa sedikit tenang untuk melakukan sandiwara nya lagi meskipun sudah di ketahui Nadira


Dan Arfan juga bisa terfokus kembali ke pekerjaan kantornya lagi


.



Keesokan paginya di kediaman Andreas,, dia bangun pagi pagi sekali, dia membersihkan diri dan berganti pakaian dengan setelan yang terbaik menurutnya, dan dia menyemprotkan parfum maskulin hampir di seluruh tubuhnya, dia ingin terlihat sempurna di depan wanita yang sudah sangat di rindukannya,


Karena hari ini dia akan menjemput Arumi yang sudah menyelesaikan setudinya dari negri kanguru, dan dia tidak ingin melewatkan kesempatan ini dengan sia sia, dia tidak mau menunda lagi untuk segera melamar gadis pujaannya itu


Setelah semua persiapan nya selesai Andreas segera pergi ke kamar Arfan, dan langsung saja memasuki kamarnya yang tidak terkunci itu


"Ya ampun, kau masih tidur saja, ayo cepat bangun, apa kau lupa hari ini aku mengajakmu menjemput Arumi?" tanya Andreas yang langsung naik ke tempat tidur Arfan dan mengganggunya


Arfan pun sedikit menggeliat karena Andreas mengganggu tidurnya, dan dia perlahan membuka matanya, dia langsung memperhatikan jam yang terpajang di dinding kamarnya, dan melihat waktu masih menunjukkan pukul 6 kurang seperempat


"Ini masih pagi Dre, memangnya kapan dia akan sampai ke bandara?" Tanya Arfan yang enggan untuk bangun dari kasur empuknya itu


Andreas terdiam sejenak dan mencoba memperkirakan waktu penerbangan Arumi dari Sydney ke Indonesia,

__ADS_1


"Mungkin sekitar jam 9 dia sampai ke bandara kota J" ucap Andreas


"Apa kamu lihat masih jam berapa sekarang??" tanya Arfan


"Ayolah kak, Kamu pikir kota J itu cuma lima langkah dari sini apa, kita harus berangkat lebih awal, aku ingin jadi orang pertama yang menyambut kepulangan nya itu, cepatlah bangun, aku mohon" ucap Andreas


"Iya Iya baiklah" ucap Arfan dengan malas beranjak dari tempat tidurnya dan langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya,


Setelah itu Arfan berganti pakaian dengan hanya bersetelan kasual, dia mengunakan celana jeans standar dan kaos putih yang di balut jaket hitam polos


"Ayo berangkat" ucap Arfan setelah dia merasa siap


Andreas yang tadinya terfokus ke layar ponselnya mulai memperhatikan penampilan kakaknya dari ujung rambut sampai ujung kaki


"Apa kakak yakin akan berpenampilan seperti ini" tanya Andreas yang duduk di tempat tidur Arfan dengan memegang gawai nya


"Kamu yang ingin menemui Gadismu kan?, apa aku juga harus searapih dirimu?, nanti malah gadis pujaan mu itu akan tertarik padaku, secara aku lebih tampan darimu" ucap Arfan Asal


"Sialan,, Siapa bilang kau lebih tampan dariku, kita buktikan saja, lihat saja nanti, aku masih akan mengalahkan ketampananmu meskipun berpenampilanku seperti dirimu, tunggu sebentar,, aku juga akan berpenampilan seperti mu, supaya kau percaya," ucap Andreas


"Tidak tidak, kau sudah meragukan ketampanan ku, aku tidak terima itu" ucap Andreas segera beranjak untuk mengganti kemejanya dengan kaos polos biasa saja


Dan setelah mereka sama sama berpenampilan kasual, mereka pun segera pergi dengan Ferrari merah milik Andreas


.



Setelah Beberapa jam perjalanan, mereka pun sudah berada di kota J, Andreas langsung mencari buket bunga dan sepasang cincin untuk dia sematkan di jari Arumi saat nanti dia sudah menyatakan perasaannya,


Setelah dia mendapatkan keduanya, dia segera memacu Ferrari merahnya lagi menuju ke bandara kota J itu dengan perasaan berdebar debar


Hampir 4 tahun mereka terpisah oleh jarak, Andreas sudah membayangkan kalau Arumi yang sekarang pasti lebih cantik daripada sebelumnya, dia sering melihat wajah Arumi di akun pribadinya, tapi itu pasti akan jauh berbeda jika dia melihatnya Secara langsung, gadis polos semasa sekolahnya itu pastinya sekarang sudah lebih dewasa, itu yang ada di bayangan Andreas

__ADS_1


Namun hal yang tak terduga menimpa mobil Andreas yang tiba tiba saja mogok saat Andreas memacunya, padahal mereka sudah hampir sampai ke bandara kota J


"Ini kenapa mobil pake mogok segala lagi, haduh, tidak tau apa aku sedang buru buru,, Ayolah nyala" gumam Andreas sambil mencoba terus menghidupkan mesin mobilnya


"Mungkin ada masalah dengan mesinya" ucap Arfan yang di samping kursi Andreas


"Tidak mungkin, aku rutin memeriksa kondisi mesinya," ucap Andreas


Arfan pun mencoba memperhatikan mobil Andreas itu, dan tatapanya langsung mengarah ke penanda bahan bakar yang ternya ada di level paling bawah, "Mau sampai besok juga kau tidak akan bisa menyalakan mobil mu, lihat ini, bahan bakarnya habis, apa kau tidak kepikiran mengisinya tadi??" ucap Arfan


"Asataga, bagaimana aku bisa melupakan hal sepenting ini, aku benar-benar terlalu bersemangat untuk pergi, lantas, bagaimana sekarang, kurasa tempat bahan bakar cukup jauh dari sini" ucap Andreas sambil memperhatikan ponselnya untuk mencari lokasi tempat pengisian bahan bakar terdekat, dan benar saja jaraknya sedikit jauh dari tempatnya sekarang


"Apa kita akan mendorong mobilmu?" tanya Arfan Asal


"Itu tidak mungkin, aku akan terlambat sampai bandara kalau harus mendorong mobilku, ya sudah, mobil tinggal saja dulu di sini, nanti aku panggil truk towing untuk mengambil mobilku, sekarang kita cari taksi saja untuk ke bandara" ucap Andreas


"Baiklah, terserah padamu" ucap Arfan


Merek pun segera turun dari mobil mewah Andreas dan segera mencari taksi di sekitaran jalanan itu, namun beberapa a saat mencari dia tidak kunjung menemukanya, dan dia sana Andreas hanya bisa menemukan driver ojol


Tanpa pikir panjang, merekapun pergi ke bandara dengan menggunakan jasa ojol itu saja


Dan akhirnya mereka segera tiba di depan bandara internasional kota J, Andreas dan Arfan langsung turun dari motor yang mengangkut mereka masing-masing, dan membayar tarif sesuai perjanjian, karena mereka menggunakan jasa tanpa aplikasi


"Terima kasih bang" ucap Andreas sambil menyerahkan helm yang digunakannya pada sang driver


"Sama sama pak" ucap Sang driver


Andreas segera berbalik dan langsung memperhatikan area luar bandara yang cukup ramai dengan orang yang berlalu lalang,


Dan tatapanya langsung terfokus saat Andreas melihat sesosok wanita berparas cantik dengan rambut pirangnya, dia berdiri dengan beberapa orang di luar area bandara dengan koper besar yang teronggok di depan Mereka


Wanita itu juga terlihat blangsung menatap ke arah Andreas yang baru saja turun dari ojeknya,

__ADS_1


Perasaan Andreas pun jadi tidak karuan setelah memastikan kalau gadis itu lah yang ingin di temuinya, namun sayang dia terlambat untuk jadi orang pertama yang menyambut kepulangan Arumi, karena pihak keluarganya dari kota B sudah sampai lebih dulu


__ADS_2