Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
Oma


__ADS_3

Arumi Nampak sedikit kecewa karena Arfan menolak memberikan nomor kontak padanya, padahal dia yakin kalau dirinya sudah cantik maksimal, dan mampu membuat siapa saja terpana melihatnya, namun nyatanya itu ternyata tidak cukup mampu untuk meluluhkan pria yang ada di hadapannya


"Oh, Baiklah tidak apa kalau Anda tidak mau memberikannya, klau begitu saya permisi pak Arfan" ucap Arumi yang segera berdiri dari duduknya


"Iya silahkan" ucap Arfan


Arumi pun sejenak menatap wajah calon bos nya itu, kemudian melirik Andreas dan langsung memalingkan wajahnya, diapun segera berlalu dari hadapan Arfan dan Andreas yang masih berdiri di belakang kursi tempat Arumi duduk


"Seharusnya aku yang di segani Arumi, bukan dirimu kak" ucap Andreas merasa sedikit iri pada Arfan


"Tenang saja, aku tidak akan tertarik pada Gadismu itu, tapi kenapa kau sekarang masih di sini,, kenapa tidak mengejar nya?" tanya Arfan


"Benar juga,, aku tidak kepikiran" ucap Andreas segera bergegas untuk mengejar Arumi keluar ruangan


Arfan langsung mengelengkan kepalanya karena merasa heran dengan Adiknya itu, tapi dia juga tidak bisa menyangkal kalau memang cinta itu terkadang mampu membutakan mata dan menuli kan telinga,,


"Dre Dre, apa ini belum cukup membuktikan kalau dia itu tidak jauh berbeda dengan Yovi" gumamnya


...°°...


Sementara itu Andreas langsung mengejar Arumi yang kini sudah masuk ke dalam Lift, Andreas dengan tergesa masuk ke pintu lift yang hendak tertutup


"Maaf, aku juga akan turun" ucap Andreas yang masuk ke dalam lift


Arumi pun menatap Andreas yang baru saja masuk kedalam lift itu dengan tatapan dingin,, dan kebetulan di dalam lift itu hanya ada mereka berdua saja


"Kenapa aku harus bertemu lagi dengan mu di sini??" tanya Arumi


"Itu artinya takdir memang mempertemukan kita, Rum, aku sudah menunggumu cukup lama, tapi kenapa kamu seakan enggan untuk bertemu dengan ku?" tanya Andreas


"Dre, sudah cukup ya, aku tidak ingin ada hubungan apapun lagi denganmu, bahkan jika itu hanya hubungan pertemanan, ku harap kau mengerti, aku yang sekarang bukan aku yang dulu, aku tidak ingin bersama dengan pria rendahan seperti mu, nderstand??" ucap Arumi


"Jadi apa benar, Rumi yang ku kenal dulu itu sudah tidak ada di Rumi yang sekarang?" tanya Andreas


"Anggap saja begitu dre, aku yang sekarang tidak sepolos dulu lagi, jadi lebih baik kau menjauhlah dariku, setidaknya itu bisa sedikit meringankan beban ku" ucap Arumi

__ADS_1


"Kenapa Rum?, apa pendidikan di luar sana yang sudah merubahnya?" tanya Andreas


"Dre, aku tidak ingin munafik, aku menginginkan laki laki yang bisa menjamin kehidupan ku, jika aku bersamamu, maka semua pengorbananku untuk dapat gelar di universitas ternama itu akan sia sia saja, jadi jangan pernah berpikir kalau kita bisa bersama seperti dulu" ucap Arumi


"Oh,, kupikir kita bisa seperti dulu untuk seterusnya,, kupikir Arumi yang dulu tidak akan pernah berubah, tapi sepertinya akueang sudah terlalu berharap lebih" ucap Andreas


"Kalau kau memang menyadari itu, segeralah pergi dari kehidupanku, anggap saja kalau kebersamaan kita dulu itu hanyalah kebodohan" ucap Arumi


"Baiklah,, kuharap kau tidak akan menyesali keputusan mu hari ini" ucap Andreas,


Diapun segera menekan tombol lift, dan segera keluar setelah pintu lift yang di naikinya itu terbuka,


"Menyesal?, kurasa tidak akan pernah" gumam Arumi


...°°...


Andreas pun segera naik kembali ke ruangan Arfan dengan raut wajah kecewa


"Aku menebak pasti kau di abaikan lagi oleh gadis mu itu kan?" tanya Arfan yang melihat Adiknya masuk dengan wajah murung


Andreas tidak menjawabnya dan hanya menyunggingkan senyum pahit ke arah Arfan


"Mungkin kau benar, dia sudah bukan dia yang dulu lagi" ucap Andreas, diapun segera mendudukkan dirinya di kursi nya lagi


"Aku sudah melihat itu dari awal, tapi kurasa hatimu memang di tutupi kabut Dre," ucap Arfan


"Aku hanya berpikir ingin membalas semua hal yang pernah dia berikan padaku dulu, kebaikannya, pengertiannya, dan pengorbanan nya untuk ku, apakah itu suatu yang salah?" tanya Andreas


"Dre, buka matamu lebih lebar lagi, jika dia yang sekarang bukan dia yang dulu, kau tidak berhutang Budi apapun padanya, jadi jangan memaksakan sesuatu yang bukan takdir mu, segencar apapun kau mencoba mendapatkan, itu hanya akan menghasilkan kekecewaan" ucap Arfan


Andreas pun hanya tersenyum rumit karena dia tidak tau entah harus seperti apa dia menyikapi kenyataannya itu, itu pun mebuat semangat kerjanya menurun


.


__ADS_1


Setelah jam kantor selesai, Arfan dan Andreas segera bersiap untuk segera pulang, namun tiba tiba saja ponsel Andreas bergetar tanda panggilan masuk


Andreas yang suntuk pun melihat ponselnya dan kemudian mengangkat panggilan nya "Hallo,, ada apa Oma?" tanya Andreas


📲"Oma ingin bicara pada kakakmu,, bukan kah dia sudah sembuh sekarang?, tapi kenapa dia belum mengunjungi oma?, apa dia lupa pada Oma nya ini?" tanya seorang wanita tua dari sebrang Telpon dengan suara yang berat


"Tanyakan saja pada orangnya, sebentar," Andreas melirik Arfan yang bersiap untuk pulang "Kak, Oma ingin bicara padamu" ucap Andreas mengulurkan Ponselnya pada Arfan


"Oma?" Arfan pun segera menerima ponsel Andreas dan segera menaruhnya di telinga


"Hallo Oma, apa kabarmu di sana?, apa kau sehat?" tanya Arfan


📲"Oma sehat sehat saja Arfan, apa kamu tidak mau mengunjungi omamu ini?,, oma sudah rindu padamu" ucap oma Laura


"Iya maaf oma, aku bukanya tidak ingat, hanya saja ada banyak hal di sini yang harus ku urus semenjak kesembuhanku, aku akan mengunjungi mu akhir pekan ini" ucap Arfan


📲"Apa kamu tidak mau pulang sekarang, besok Dinda merayakan ulang tahunnya yang ke 16, kamu Sudah 3 kali berturut-turut melewatkan hari ulang tahun Dinda, apa kali ini kau juga akan melewatkan nya lagi?" tanya nenek Laura


"Benarkah?, tentu saja tidak Oma,, kalau begitu aku akan pulang hari ini juga" ucap Arfan


📲"Baguslah,, tapi Jangan lupa bawa calon mu itu untuk bertemu oma ya, Oma mau melihat seperti apa wanita yang sudah meluluhkan hatimu itu" ucap Oma Laura


"Calon??,, Oma, aku belum punya calon" ucap Arfan


📲"Kamu jangan bohongi oma, Andreas sudah menceritakan semuanya tentang calonmu itu pada oma, dan oma ingin segera bertemu dengannya, jadi bawa dia secepatnya, mungpung oma masih ada di dunia ini" ucap oma Laura


Arfan pun langsung menoleh pada Andreas, dia tidak habis pikir kenapa Andreas harus meberitahu omanya tentang Nadira, padahal mereka belum punya hubungan yang cukup jelas


Andreas pun langsung memalingkan wajahnya dan pura pura tidak mendengar apa apa


"Baiklah, tapi aku tidak janji bisa membawanya nanti" ucap Arfan


📲"Apa kamu tidak mau memberi oma kesempatan untuk melihat calon istrimu itu, oma sudah tua Arfan, mungkin besok atau lusa Oma sudah tidak ada lagi di dunia ini" ucap oma Laura


"Jangan bilang begitu oma, Baiklah, aku janji akan membawanya bertemu oma Nanti" ucap Arfan tidak bisa menolak karena omanya sudah bicara seperti itu

__ADS_1


📲"Baguslah, kalau begitu oma tunggu kalian ya," ucap oma Laura


"Baik oma, kami akan datang" ucap Arfan


__ADS_2