Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
21+


__ADS_3

(⚠ Area dewasa, lewati jika kurang berkenan ⚠🙏)



Arfan tidak main main dengan ucapannya, dia benar-benar membawa Nadira masuk ke ruangan kamar mandi yang ukurannya terbilang cukup luas untuk sebuah ukuran kamar mandi, dia menurunkan Nadira tepat di depan bathub


Arfan langsung membuka keran untuk mengisi betap itu dengan air hangat, dan tidak lupa menuangkan sabunya juga


"Kamu beneran mau memandikan ku?,, seperti anak kecil saja" ucap Nadira tersenyum


"Bukanya kamu memang ingin mandi, aku hanya bilang bisa bantu, ya barangkali ada sesuatu yang susah untuk kamu bersihkan sendiri, dan aku siap membantumu," ucap Arfan datar


"Baiklah, terserah" Nadira tidak segan untuk membuka pakaiannya satu persatu di depan Arfan, pikirnya toh Arfan juga sudah melihat semuanya, jadi untuk apa malu malu lagi,,


Arfan hanya berdiri dan memperhatikan Nadira yang melepas pakaiannya dengan tersenyum, tubuh Nadira yang mulus pun perlahan mulai nampak, dan Arfan sedikit menelan ludah saat memperhatikan tiap lekuknya, itu termasuk pemandangan yang sangat indah menurut nya,


Dan Nadira hanya menyisakan 2 penutup terakhirnya, kemudian langsung masuk ke betap meskipun airnya masih dangkal, dan dia langsung terduduk di sana dengan memainkan air yang mulai berbusa


"Hey, kamu curang, kenapa itu tidak di lepas juga" ucap Arfan yang merasa pemandangan nya kurang sempurna


"Tidak ah, nanti kamu malah ingin melakukan nya di sini lagi, itu pamali tau" ucap Nadira


"Aku tau itu, tenang saja" ucap Arfan, dia sekilas melihat renda kupu kupu di segitiga Nadira, entah kenapa dia merasa lucu dan malah senyum senyum melihatnya


"Kenapa senyum senyum, apa ada yang lucu dariku?" tanya Nadira bingung


"Tidak, aku hanya melihat ada Kupu kupu saja di sana" ucap Arfan


Nadira sontak meutup nya dengan kedua tangan, "Kenapa memangnya kalau gambar kupu-kupu??, ini lucu menurutku" ucap Nadira


"Memangnya siapa yang bilang tidak lucu, itu lucu" ucap Arfan terkekeh


"Tapi lucu mu berbeda dengan lucu ku, itu seperti kamu mengoloku, buktinya kamu tertawa seperti itu" ucap Nadira


"Iya Iya baik, aku tidak tertawa lagi, itu memang bagus dan lucu,, kalau ada orang yang bilang itu tidak lucu, aku akan memukuli nya" ucap Arfan

__ADS_1


"Perkataan mu Tidak masuk akal" ucap Nadira


"Apanya yang tidak masuk akal?" Tanya Arfan


"Ya mana ada orang lain yang akan melihat kupu-kupu yang ku pakai ini, karena hanya kamu saja yang bisa melihatnya kan,, memangnya aku tukang pamer CD di catwalk apa, kalau jalan jalan ke pantai juga aku tidak pernah pakai ini" ucap Nadira


"Ya ya benar juga, memang tidak masuk akal,, tunggu tunggu,, apa kamu suka berpenampilan seperti ini jika jalan jalan ke pantai??" tanya Arfan


"Tidak lah, urat Maluku masih belum putus, jadi aku tidak berani jika hanya mengenakan bikini di luar" ucap Nadira


Arfan langsung menghela nafas nya, "Hhhhh,, syukurlah, aku rasanya tidak akan rela jika ada orang lain yang melihatmu seperti ini" ucap Arfan,


Dia juga segera melepas pakaiannya dan langsung menapakan postur proporsionalnya,, tubuhnya lumayan berotot dengan perut yang sixpack,, dia juga menyisakan penutup terakhirnya seperti Nadira


Nadira sedikit terpana melihat dada bidang dan perut sixpack Arfan yang di depannya sekarang, menurut nya itu seksi,, meski itu bukan yang pertama kali Nadira melihatnya, tapi jarang jarang dia memperhatikan perawakn Arfan itu dengan teliti, apa lagi kalau dia sedang di buat melayang oleh Arfan, mana sempat dia memperhatikan keadaan sekitarnya


Arfan juga segera masuk ke bathub itu dan duduk menghadap pada Nadira


Nadira langsung tersadar, "Hey,,, kenapa kamu ikut masuk juga,?" ucap Nadira


"Baiklah, terserah kamu, tapi ingat, jangan menginginkan nya di sini" ucap Nadira


"Iya Iya," ucap Arfan


Perlahan air hangat dengan busa busa sabun pun mulai merendam tubuh mereka berdua, dan Arfan masih penasaran dengan apa yang tertutupi dari Nadira


"Kamu lepas saja ini" ucap Arfan meraih penutup bukit salju Nadira


"Tidak mau, aku takut kamu membuatnya jadi macan tutul lagi" ucap Nadira asal


"Oke, aku tidak akan membuat tanda lagi di sana kalau kamu tidak menyukainya" ucap Arfan, dia yang tidak sabar ingin melihatnya langsung merangkul Nadira untuk melepas pengait di punggungnya


"Heeey, kamu sudah janji tidak akan melakukannya di sini kan" ucap Nadira sedikit mendorong Arfan,


Namun Arfan tetap dengan aksi nya dan berhasil melepas nya

__ADS_1


Nadira langsung menutup dua bukit saljunya itu dengan telapak tangan


"Ih kamu mh,, tidak bisa di percaya" ucap Nadira


Arfan Hanya tersenyum memperhatikan Nadira yang menutupi dadanya itu, dan sebagai pria, Arfan tidak bisa menyembunyikan keinginannya meskipun di kondisi seperti itu, dia meraih tengkuk Nadira dan dengan cepat mencium bibir Nadira


Meski Nadira sedikit kaget karena serangan tiba tiba itu, tapi dia juga tidak menolaknya,


Dan seperti biasanya, kalau Arfan sudah memulainya, Nadira tidak bisa berkutik, dan dengan mudahnya tangan Arfan bisa menyingkirkan telapak tangan Nadira yang menutupi dadanya, dan dia bisa dengan mudah memainkan dua bukit kenyal itu dengan tetap mencium Nadira


Perlahan tangan Arfan turun ke bawah melintasi perut rata Nadira


Sontak tangan Nadira langsung menahanya dan melepas ciumannya "Sudah ku bilang jangan di sini" bisik Nadira


Tapi Arfan seolah tidak mendengar apa apa, dia langsung mencium daun Telinga Nadira dan sukses mebuatnya kegelian,


Dan sekali lagi tangan Nadira mengalah dan membiarkan tangan Arfan terus turun dan menyusup ke area tersembunyi


Sementara ciuman Arfan terus menggerayangi leher Nadira dan kemudian ke bukit saljunya itu


Nadira tidak mampu menolak lagi dan hanya membiarkan Arfan terus bermain dengan areanya, hingga Nadira juga tak mampu menahan rangsangan dari Arfan dan menginginkan nya, dia mengangkat wajah Arfan dengan dua tangannya dan mencium bibirnya lagi sekilas


"Lakukan lah" bisiknya dengan nafas yang mulai memburu


Arfan malah tersenyum ringan "Aku baru pemanasan sebentar, juga tidak boleh di sini kan" ucap Arfan


"Tapi aku..."


Arfan tidak memberikan kesempatan untuk Nadira bicara,, karena dia langsung mencium nya lagi, dia tau kalau Nadira sudah menginginkannya sekarang, jadi Arfan langsung mengangkat tubuh Nadira dari air dan membawanya ke shower untuk membersihkan sisa sabun mereka,


Mereka tetap berpagutan di bawah guyuran air shower itu


Setelah mereka bersih,, Arfan meraih handuk yang tersedia untuk mengeringkan Nadira, dan kemudian membungkus Nadira yang sudah tidak mau lepas darinya itu,


Arfan mengangkat Nadira lagi dan segera membopongnya untuk membawanya ke tempat tidur, dan mereka pun melanjutkan permainan mereka di sana

__ADS_1


Malam panjang pun mereka lalui lagi dengan penuh cinta yang tercipta dari hasrat mereka berdua, dan itu selalu membuat keduanya merasa seperti melayang ke langit ke tujuh setiap kali mencapai puncaknya


__ADS_2