
Setibanya Arfan dan Nadira di depan sebuah fakultas kota B, Nadira langsung turun dari motor Arfan dan langsung membuka helmnya, Nadira juga merapihkan rambutnya
"Sampai juga akhirnya" ucap Nadira tersenyum
"Tentu saja sampai, kalau kamu yang mengendarai nya, aku ragu bisa sampai sekarang" ucap Arfan
"Iya, jadi malu aku" ucap Nadira nyengir
"Aku tidak mengijinkan mu untuk memakai motor ini untuk pulang, jadi motor ini biar aku bawa ke kantor saja,, nanti pak Darto yang jemput kamu, biar sekalian dengan Dinda juga" ucap Arfan
"Baiklah" ucap Nadira
"Apa perlu aku mengantarmu masuk?" tanya Arfan
"Tidak perlu, aku tunggu Sindi datang saja di sini" ucap Nadira
"Oh, Baiklah, kalau begitu aku juga tunggu di sini, supaya tidak ada yang menggoda mu" ucap Arfan
"Ya baiklah", Nadira kembali bersandar di jok motor Arfan untuk menunggu Sindi yang belum terlihat batang hidung nya,
Tidak lama ada beberapa wanita turun dari sebuah mobil yang terparkir tidak jauh dari motor Arfan, dan mereka berjalan melintas kehadapan Nadira dan Arfan dengan obrolan mereka , dan sekilas salah satu dari mereka melirik Nadira
"Hey, lihat siapa yang kembali ke kampus ini, bukan kah itu Nadira yang setahun lalu berhenti kuliah? di sainganmu kan Vio" ucapnya pelan
Wanita yang di panggil Vio itu sontak melirik pada Nadira dan memutar badannya memghadap pada Nadira dan Arfan dengan melipat tangannya di depan, "Wah wah, lihatlah,, siapa yang kembali, bukan kah ini anak yang sok pintar dan So cantik itu??" ucap Violin
"Iya, apa dia sekarang sudah di akui Oleh ayahnya, atau dia jadi simpanan om om supaya dia bisa kuliah lagi di sini?" ucap salah satu yang lainya
"Siapa priamu ini, apa dia yang memelihara mu sekarang Nadira?,, hmm,, tampangnya sih keren, tapi Sayang cuma pake motor butut doang, ha ha ha" Violin berucap dan menertawakan
"Ternyata mulut menyebalkan mu masih belum berubah juga,, aku pikir jika anak dosen seperti mu akan lulus lebih cepat dari fakultas ini, tapi seperti nya aku salah, kamu pasti akan jadi mahasiswi abadi kampus ini,,, orang bilang otakmu hanya sebesar biji salak kan??" ucap Nadira balas mengolok
Arfan langsung mengusap wajahnya, dia tidak menyangka kalau di dunia wanita juga bisa saling mengolok seperti itu
__ADS_1
"Apa kamu bilang, beraninya kau mengatakan itu padaku," ucap Violin berdecak kesal
"Ya ya, kalau kamu marah berarti kabar itu memang benar" ucap Nadira
"Menyebalkan, awas saja kau, aku pastikankan kau tidak akan bisa tenang jika kuliah di sini lagi" ucap Violin, dia langsung berlalu dari hadapan Nadira dengan kesal
"Aku tidak menyangka, ternyata kau pandai mengolok orang juga, jangan begitu, itu jelek" ucap Arfan
"Kamu tidak akan mengerti, jika aku hanya diam seperti sebelumnya, itu hanya akan membuat gadis itu menganggapku orang lemah,, aku sekarang tidak ingin diam saja seperti sebelumnya, aku tidak mau di rendahkan mereka lagi, dan kurasa kamu tidak akan paham duniaku" ucap Nadira
"Aku memang tidak paham, tapi aku suka kamu yang cengeng dan baik" ucap Arfan
"Kamu harus masuk ke duniaku, baru akan tau rasanya di rendahkan itu seperti apa" ucap Nadira dingin
Arfan tau kalau Nadira sedang kesal sekarang, jadi dia tidak berniat memperpanjang percakapannya, salah salah dia yang akan membuat Nadira merasa kesal
Tidak lama ada seorang gadis lain melintas, namun kali ini dia menyapa Nadira "Hey, Nadira, kamu kuliah lagi di sini kah?,, Sudah lama tidak ketemu" sapa Gadis berponi antik itu dengan berjalan ke arah Nadira
"Aku tunggu Sindi di dalam ya, kamu sudah boleh pergi ke kantor,, hati-hati di jalan ya,,, dah" ucap Nadira melambaikan tangan dan kemudian melangkah pergi dengan Fani untuk masuk ke kampus nya
Arfan juga hanya mengangkat satu tangannya dan melihat Nadira yang melangkah masuk dengan gadis itu, dia yakin kalau wanita berponi itu adalah teman baik Nadira
"Aku tidak perlu masuk kedunimu untuk mengerti keadaan mu kan, aku hanya perlu bertindak di dunia ku untuk memastikan kau tenang menikmati duniamu" ucap Arfan,
Dia kemudian mengambil ponselnya dan mencaritahu nomor rektor kampus, setelah dapat dia segera menghubungi rektor di universitas itu untuk mencaritahu siapa gadis yang bersinggungan dengan Nadira barusan dan meminta bantuan untuk melakukan sesuatu padanya
Setelah selesai,, Arfan juga beranjak masuk ke universitas Nadira
...°°°...
Di sisi lain, Violin sedang mengumpat dengan teman temannya "Sialan Si Nadira itu, berani sekali dia sekarang mengataiku otak kecil, memangnya siapa dia , aku akan mengadukannya ke ayahku nanti, lihat saja," ucap Violin
"Iya, padahal sebelumnya dia selalu diam saja, mungkin sekarang dia sudah di akui lagi oleh ayahnya, makannya dia jadi berani gitu, denger denger ayahnya kan orang kaya juga" ucap salah satu temannya
__ADS_1
"Bodo amat mau ayahnya orang kaya atau orang penting di luar sana, tapi di sini aku yang putri dosen senior yang lebih segalanya dari dia di kampus ini, jadi aku tidak terima di katai seperti ini olehnya" ucap Violin
"Nona Violin" tiba tiba terdengar suara yang memanggilnya dari arah belakang
Sontak Violin dan teman-teman yang sedang berjalan di lorong kampus pun menoleh "Siapa kamu??,,,,, Oh, kamu teman kencan Nadira yang tadi ya, ada apa kamu mencariku?", tanya Violin
"Aku ingin kau meminta maaf pada Nadira" ucap Arfan tenang
"Minta maaf pada Nadira??,,hhh,, Tidak mungkin" ucap Violin memutar mata malas
"Kalau begitu kau akan menyesal" ucap Arfan
"Aku tidak pernah menyesali apa yang ku lakukan, dan aku sarankan mending Anda cari wanita lain yang lebih baik dari Nadira, anda terlalu tampan, mending kau jalan denganku saja, secara aku lebih cantik dari Nadira kan, Iya gak girls??" ucap Violin
"Sudah pasti" ucap tiga teman wanitanya
"Tapi aku tidak berminat, dan kamu tetap harus minta maaf pada Nadira" ucap Arfan
"Kalau aku tidak mau memang nya Kamu bisa apa padaku di kampus ini, kalau kau berani bertindak kasar padaku, aku pastikan kamu akan di pukuli ramai ramai oleh mahasiswa di kampus ini" ucap Violin
"Aku tidak akan kasar padamu, tapi aku yakin sebentar lagi ada yang akan memarahimu" ucap Arfan
"Siapa yang berani......" ucapan Violin terhenti saat ada panggilan di ponselnya, jadi dia langsung mengankatnya
"Hallo ayah, ada apa?" tanya Violin
📲"Apa kamu menyinggung seseorang bernama Nadira Pagi ini?, hah?" tanya yang di sebrang telpon dengan nada marah
"Iya, memangnya kenapa yah??" tanya violin
📲"Kamu harus segera minta maaf padanya, kalau tidak,, ayah akan menghukumu Nanti, apa kamu tau, gara gara kamu menyinggung dia, rektor sampai mengancam akan mengeluarkan ayah dari kampus ini, lain kali, kamu lihat latar belakangnya dulu sebelum kamu menyingung orang lain, jangan kamu menyinggung orang dengan latar belakang dan punya kedudukan sosial yang tinggi, mengerti, sekarang juga kamu harus minta maaf padanya, atau kamu akan menyesal" ucap Yang di sebrang telpon dengan nada tinggi
"I Iya pah, aku aku akan minta maaf padanya" ucap Violin dengan gemetaran, karena baru kali ini dia mendengar ayahnya marah besar padanya
__ADS_1