Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
Kebersamaan


__ADS_3

Nadira pun seakan menikmati perjalanan dengan motor tua itu, dia tidak merasa risih dengan angin yang menerpa wajahnya dan sedikit menerbangkan rambutnya, dia juga tidak terganggu dengan kebisingan yang di hasilkan oleh motor Arfan itu,


"Lebih cepat lagi Paman, apa hanya segini tenaga motor mu?" ucap Nadira dari belakang Arfan


"Apa kamu yakin?" tanya Arfan yang memang menjalankan motornya itu dengan kecepatan sedang


"Iya tentu saja?" ucap Nadira


"Baiklah kalau kau menantang ku," ucap Arfan, dia pun segera menarik gas motornya itu lebih dalam lagi, dan tentu saja kecepatan laju motornya pun bertambah lebih cepat dari sebelumnya di jalanan yang sedikit sepi itu


"Nah,, ini baru seru,, huuuuuuuuu" triak Nadira seraya melepas pegangan nya dan merentangkan tangannya di udara untuk merasakan desiran angin yang melewati jari jemarinya


"Hey, Dira,,, kamu pegangan, nanti kamu jatuh", teriak Arfan yang merasa khawatir dengan aksi Nadira itu


"Iya" Nadira pun kembali berpegangan ke pinggang Arfan lagi, "Rasanya seperti bernostalgia ke beberapa tahun lalu, saat semuanya masih baik baik saja" ucap Nadira


"Begitukah,?, apa kamu merindukannya?" tanya Arfan


"Ya, sedikit" ucap Nadira


"Aku harap keluargamu bisa utuh kembali" ucap Arfan


"Rasanya Itu sudah tidak mungkin lagi Paman" ucap Nadira


Arfan pun hanya tersenyum, dia memang tidak bisa menjanjikan apapun pada Nadira soal keluarga nya, karena urusan keluarga Nadira, hanya dia sendiri yang bisa memutuskan akan di perbaiki atau tidak, walaupun Yovi benar-benar berpisah dari Edgar


Setelah Beberapa saat Arfan berakselerasi si jalanan dengan motor tua nya, mereka pun akhirnya tiba di sebuah taman musik yang ada Kota B, taman asri yang masih di penuhi pohon-pohon rindang di sekelilingnya


Perlahan Nadira pun Turun dari motor Arfan, "Sudah sampai" ucap Nadira


"Kenapa kita kesini?" tanya Arfan


"Ini tempat persembunyian ku kalau aku bolos sekolah dengan sindi dulu" ucap Nadira yang langsung tertawa kecil


"Kamu suka bolos sekolah?,, Nakal sekali" ucap Arfan


"Ya kadang kadang kalau mood ku lagi buruk, aku suka kesini buat menenangkan pikiranku" ucap Nadira, diapun segera melangkahkan kakinya masuk ke taman itu,


Arfan pun segera turun dari motornya dan mengikuti langkah Nadira di belakangnya


Setelah mereka masuk, Nadira pun mencari tempat duduk yang nyaman untuk nya, dan Arfan juga duduk tidak jauh dari Nadira


"Paman, sebelumnya aku mau minta maaf soal uang yang tempo hari Paman pinjamkan padaku, aku belum bisa menggantinya sekarang" ucap Nadira

__ADS_1


"Jangan terlalu di pikiran, aku juga Nemu uang itu" ucap Arfan datar


"Sungguh??, aku memang sudah menduganya dari awal," ucap Nadira tersenyum,


"O yah Paman, terimakasih juga karena paman sudah mempertemukan ku dengan Pak Andreas sebelumnya, semenjak itu, rasanya keberuntungan sudah sedikit berpihak padaku, banyak hal baik yang menghampiri ku Paman, termasuk kesembuhan kakiku ini, yang entah yayasan mana yang sudah membiayai operasi kakiku ini, solnya aku tidak bertemu sama sekali dengan pihaknya" ucap Nadira


"Syukurlah kalau kamu merasa begitu, kamu memang sepantasnya mendapat keberuntungan, karena Kamu memang gadis yang baik Dira" ucap Arfan


"Ya, aku sangat bersyukur, O yah Paman, aku belum tau nama mu, siapa nama paman sebenarnya?" tanya Nadira


"Aku, aku, aku Ardan, yah, panggil saja aku Ardan" ucap Arfan sedikit tergagap


"Baiklah Paman Ardan, sekarang aku tidak penasaran lagi dengan namamu,, tapi rasanya namamu itu mengingatkanku pada seseorang" ucap Nadira


"Sungguh??, siapa dia?" tanya Arfan


"Sudahlah, itu tidak penting, dia hanya pria menyebalkan saja" ucap Nadira


'Teg', Arfan sadar pasti yang di maksud Nadira itu adalah dirinya,


"Apa dia pernah menyakitimu?" tanya Arfan


"Ya tidak juga sih, dia sebenarnya baik, hanya saja dia,, dia sedikit menyebalkan saja" ucap Nadira


"Tidak perlu Paman, biarkan saja, karena sebenarnya tidak ada yang Salah dengan apapun jalan yang di pilihnya, termasuk jika dia mendekati istri muda dari ayahku, karena itu memang haknya, dan yang Salah sebenarnya masih ada di diriku" ucap Nadira


"Jadi maksudmu kamu menyukainya?" tanya Arfan


"Ti tidak Begitu juga, aku hanya sempat care saja padanya, tapi dia malah menyukai wanita yang tidak kusukai, otomatis aku jadi tidak suka padanya" ucap Nadira


Arfan pun langsung tersenyum saat dia mendengar jawaban Nadira, dan Arfan tau kalau intinya Nadira memang peduli padanya,, "Baiklah aku sangat memahami itu" ucap Arfan


.


Mereka duduk duduk di taman itu hingga sampai seharian, suasana taman juga kebetulan sedikit sepi, dan hanya sesekali ada orang yang mampir untuk duduk sebentar, mereka di sana ngobrol ngalor ngidul, dan sesekali mereka membeli makana dari pedagang yang lewat dipinggir jalan


Dan tidak terasa hari pun mulai beranjak siang, Nadira dan Arfan sekarang sedang menyantap makanan dari pedagang yang kebetulan lewat lagi


"Aduuh, panas" lirih Nadira yang memakan makanan yang baru saja di sajikan itu


"Makanya tunggu dingin dulu, tidak sabaran kamu" ucap Arfan


"Iya nih, aku laper soalnya paman, aku tidak sempat sarapan tadi" ucap Nadira sambil mesem

__ADS_1


Dan saat Nadira sedang menikmati makanannya, tiba tiba ponselnya berdering, Nadira pun melihat ponselnya, dan segera mengangakat nya "Hallo, ada apa menelponku?" tanya Nadira


📲"Kamu di mana Nadi?, kenapa kamu hari ini tidak masuk kantor, apa kamu sakit sayang?" tanya Sindi dari sebrang Telpon


"Tidak, aku baik baik saja, aku hanya ada urusan saja hari ini, jadi tidak bisa pergi ke kantor" ucap Nadira


📲"Syukurlah kalau begitu, aku kira kamu sakit Nadi, o yah, sekarang kamu di mana?, apa kamu sudah makan?" tanya Sindi


"Ini aku lagi makan, dan kamu hanya menggangguku" ucap Nadira


📲"O Iya maaf maaf, kalau gitu lanjutkan saja makanmu dulu" ucap Sindi


"Ya Sudah aku matikan dulu,, daah" ucap Nadira, diapun segera mengakhiri panggilan Sindi


Setelah Nadira menutup telponnya, kini giliran Arfan yang mendapat panggilan telepon, dia melihatnya dan itu Andreas yang menelpon,


"Dira, aku angkat dulu telpon" ucap Arfan yang langsung beranjak dari duduknya dan menyimpan mangkuk makanannya


"Lho mau kemana?, kenapa tidak di sini saja angkat telponya paman?" tanya Nadira


"Di sini sinyalnya kurang bagus, aku mau cari dulu kesebelah sana" ucap Arfan beralasan,


"Oh ya Sudah"


Arfan pun segera beranjak dari hadapan Nadira, dan berjalan sedikit menjauh dari tempat Nadira duduk, dan langsung mengangkat panggilan Andreas


"Ada apa dre?" tanya Arfan


📲"Kak, kamu di mana sekarang, aku menungumu dari tadi di kantor, apa ada masalah dengan Nadira?" tanya Andreas


"Tida tidak ada apa apa, dia hanya mengajaku bolos kerja hari ini" Jawab Arfan


📲"Astaga, kau seperti anak ABG saja, kak kau harus segera kembali ke kantor, ini penting" ucap Andreas


"Kau mengganggu saja, memangnya ada apa, apa tidak bisa dibicarakan lewat Telpon?" tanya Arfan


📲"Tidak bisa, ini soal Arumi, dia melamar kerja di perusahaan kita hari ini, jadi kembalilah ke kantor" ucap Andreas


"Kau benar-benar mengganggu kebersamaan ku saja, Baiklah, aku akan keasana setelah mengantar Nadira pulang," ucap Arfan


📲"Baiklah, aku tunggu, jangan lama lama" ucap Andreas


"Iya" ucap Arfan, dia pun segera mengakhiri panggilan nya

__ADS_1


__ADS_2