
Arfan dan Andreas kini sudah tiba di depan kediaman mereka lagi, mereka turun dari mobil dan Andreas langsung menghampiri Arfan
"Dre, awas saja kalau kau sampai mempermalukanku lagi di depan gadis itu, aku tidak akan mengampuni mu" ucap Arfan sambil sedikit mendorong bahu adiknya
Andreas malah menertawakan kakaknya yang baper "Ya elah kak, kakak sendiri yang mempermalukan diri kakak, kenapa jadi menyalahkan ku" ucap Andreas
"Tapi kamu juga tidak perlu menjabarkan semuanya tentang ku kepada Nadira kan, tolong jaga image ku sedikit di depannya" ucap Arfan
"Iya Iya maaf, tapi menurutku tipe gadis seperti Nadira itu suka pria yang apa adanya, jadi tidak perlu lah jaga jaga image segala macem" ucap Andreas
"Kau ini benar-benar," ucap Arfan kesal sambil mendorong lagi bahu Andreas
Setelah itu mereka segera memasuki rumah
Di ruang makan
"Kak, apa kamu tidak kasihan pada gadis itu, bukan kah kakinya lumpuh itu di sebabkan oleh kecelakaan?, apa kamu tidak ada niat untuk membawanya berobat?" tanya Andreas
"Bukannya Aku tidak kepikiran, tapi aku masih memikirkan alasan untuk mebawanya berobat, dia masih menganggap kita orang asing, tentunya dia tidak akan semudah itu percaya pada kita," ucap Arfan
"Kurasa begitu" ucap Andreas
.
…
Keesokan paginya Arfan dan Andreas berangkat ke kantor seperti biasanya, dengan bersetelan formal yang gagah seperti biasanya,
Andreas membawa mobil ke jalanan yang melewati gerai Nadira, meskipun sebenarnya jalan itu sedikit memutar untuk sampai ke kantor mereka, tapi Arfan selalu ingin melihat gadis itu sebelum dia ke kantor
Namun kali ini Arfan harus kecewa karena Nadira ternyata tidak terlihat membuka gerainya pagi ini, meski mereka sudah menunggunya hingga hampir Satu jam di pinggir jalan depan gerai itu
"Kuraa Nadira tidak akan membuka gerainya" ucap Andreas
"Kira kira Kenapa gadis itu tidak membuka gerainya, apa dia sakit?" ucap Arfan
"Mungkin saja, apa kau tau rumah Nadira?" tanya Andreas
"Aku tidak pernah berkunjung ke rumahnya selama Aku mengenalnya, dia punya ibu yang sedikit menyebalkan, jadi aku mana bisa main kerumahnya kan" ucap Arfan
"Begitukah, ya sudah, lain kali saja kita cari rumahnya, kita sudah telat ke kantor" ucap Arfan
__ADS_1
"Y sudah, kita pergi" ucap Arfan
.
.
Sesampainya di kantor, Arfan sedikit lesu karena tidak melihat Nadira di pagi ini,
"Pagi pak" sapa beberapa staf yang kebetulan berpapasan dengan mereka di lobi
"Pagi" ucap Arfan yang berjalan berdampingan masuk ke kantor dengan Andreas
Mereka langsung menuju ke meja resepsionis
"Pagi pak direktur", sapa 3 wanita resepsionis itu serempak
"Pagi, Apa pihak dari Anggera land sudah datang?" tanya Andreas pada salah satu resepsionis
"Sudah pak, mereka sudah datang beberapa menit lalu, mereka duduk di Kursi tunggu di sebelah sana?" ucap Salah satu Resepsionis menunjuk ke sofa tunggu
Arfan pun melihatnya sekilas,
"Baiklah, suruh mereka segera keruangan meeting di lantai atas" ucap Andreas
Arfan dan Andreas segera bergegas ke pintu lift Ceo untuk menuju ruangan meraka yang berada di lantai paling atas
Setibanya di Atas, Arfan langsung menghampiri meja Bela "Apa berkas kontrak dengan pihak Anggera land sudah kamu urus?" tanya Arfan
"Sudah pak, silahkan diperiksa lagi, takutnya ada poin yang kurang atau salah" ucap Bela, sambil menyerahkan sebuah berkas di tanganya
"Baiklah" ucap Arfan menerimanya
Dan mereka segera masuk keruangan direktur utama terlebih dulu untuk melihat berkas perjanjian yang akan mereka bahas nantinya
Setelah dirasa tidak ada yang kurang, mereka berdua segera pergi keruangan meeting
Arfan duduk di kursi ujung, sementara Andreas duduk di kursi paling sudut yang dekat dengan Arfan, sementara Bela di sudut Lain Arfan
"Baiklah, selamat datang di kantor kami, Pak Andreas sudah memberikan wewenang nya kepada saya untuk memimpin pertemuan kali ini, karena sekarang sayalah direktur utama di perusahaan Ednaninternasional _grup ini " ucap Arfan melakukan pembukaan, diapun mulai menyisir satu persatu wajah orang yang duduk di kursi ruangan itu dengan pandangan nya
Arfan memperhatikan pria paruh baya dengan stelan jas kotak kotak dan rambut putih yang duduk di Kursi ujung, yang tepat bersebrangan lurus denganya, dia memastikan kalau pria itulah yang pernah di Pukulinya saat pria itu menikah dengan Yovi, tapi dia tidak menemukan wajah Yovi di antara beberapa orang yang ikut dengan Edgar hari ini
__ADS_1
Sementara Edgar mungkin sudah tidak ingat dengan kejadian pemukulan yang di lakukan Arfan di pernikahan nya beberapa tahun lalu itu,
"O yah, saya belum memperkenalkan diri saya, mungkin kalian belum tau sipa saya di sini,, saya Arfan Ednan, kakak tertua dari Andreas, dan silahkan perkenalkan diri kalian masing masing supaya saya bisa lebih mengenal kalian" ucap Arfan
Dan orang yang pertama menyahutnya adalah Edgar "Saya Edgar Anggera, saya sebagai pemimpin dari Anggera land, senang bisa bertatap muka dengan anda pak Arfan" ucap Edgar
Dan kemudian yang lainya juga memperkenalkan diri mereka masing masing
Setelah Beberapa staf lain memperkenalkan diri mereka, ada staf terakhir yang memperkenalkan dirinya, dan itu sedikit di luar dugaan Arfan
"Saya Nadira Anggera, saya sebagai staf kantor di Anggera_land" ucap Nadira
Sketika Tatapan Arfan langsung terfokus pada gadis cantik yang memperkenalkan dirinya itu,
Dan itu adalah Nadira, dia sekarang terlihat menggunakan setelan formal paduan putih hitam yang elegan, dengan riasan simpel dan rambut di sanggul kecil, sekilas Arfan tidak menyangka kalau itu Nadira sang penjaga konter, dia juga tidak sadar sebelumnya kalau ada sebuah tongkat yang bersandar di dekat kursi Nadira
"Mohon maaf, apa bisa di ulang lagi nona Nadira?" ucap Arfan
Nadira langsung menatap kesal pada Arfan, padahal dia jelas jelas sudah tau namanya itu, tapi malah di minta mengulangnya lagi
"Saya Nadira Anggera, saya sebagai staf kantor di Anggera land, salam kenal" ucap Nadira
Arfan langsung tersenyum mendengar nama itu di sebut lagi oleh pemiliknya "Baiklah, kita langsung mulai saja pembahasannya" ucap Arfan
Dia segera membuka beberapa berkas yang di sodorkan bela, dan segera memulai pembahasan materi soal kerja sama perusahaan mereka itu
.
…
Setelah hampir 2 jam pertemuan, mereka sudah selesai membahas visi misi dari kedua belah pihak, dan setelah itu mereka segera menandatangani surat kontrak untuk mengesahkan kerjasama mereka, dan meeting itu pun segera di bubarkan arfan
Edgar dan beberapa stafnya segera beranjak dari kursinya masing-masing
Arfan juga segera bangkit dari duduknya untuk mengejar langkah Nadira tentunya,
Setelah berada di luar ruangan meeting, Edgar dengan sengaja menunggu Arfan dan Andreas menghampiri nya
"Pak Arfan, terimakasih atas kerja sama ini, Saya ingin mengundang kalian untuk makan malam di kediaman saya, ya supaya bisa mempererat hubungan kerja sama kita,, saya harap anda punya waktu luang di akhir pekan ini" ucap Edgar
"Tentu saja kami punya waktu, kami pasti akan berkunjung ke kediaman Anda" ucap Arfan dengan tersenyum
__ADS_1
"Baguslah, Saya akan sangat menunggu kedatangan kalian itu" ucap Edgar