Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
Pencarian


__ADS_3

Arfan dengan cepat mengendarai mobilnya untuk pergi ke tempat yang di beritahu kan sindi, kabar Nadira hilang membuat dia merasa sangat panik meski di belum tau penyebabnya,


Arfan yang mengendarai dengan pikiran tidak tenang sampai beberapa kali hampir menabrak orang yang menyebrang jalan,, karena dia memacu mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi


.


Sesampainya di tempat kejadian, Arfan langsung turun dari mobil dan dengan cepat menghampiri Sindi yang masih di kerumuni orang orang,


Sementara Ken hanya duduk di trotoar seolah tidak mempercayai kejadian itu terjadi di depan matanya sendiri


Arfan menerobos kerumunan orang dan berjongkok di hadapan Sindi "Sindi,, apa yang terjadi, kemana Nadira??" tanya Arfan yang menghampiri Sindi yang masih terduduk dan menangis di trotoar jalan


Tapi Sindi yang di tanya tidak menjawabnya, dia malah menangis semakin keras lagi


"Ade ini bilang kalau Satu temanya itu hanyut ke sungai pak" ucap salah seorang yang mengerumuni Sindi dan Arfan


"Apa???, Nadira hanyut??!!" Arfan langsung menoleh ke arah sungai yang airnya berlarian deras,, yang tidak jauh dari tempatnya sekarang "Ini tidak mungkin, Nadira!!!" Arfan bangkit dan langsung melepas jas kantornya


"Nadiraaaa," teriak Arfan, dia mendekat ke arah jembatan, dan mencoba menaiki pagar pembatas dan berniat turun untuk mencari Nadira di sungai, akal sehatnya benar-benar hilang di kala tau istri yang sangat di cintainya itu terseret air sungai


"Aku harus mencarinya" ucap Arfan


Saat dia sudah siap meloncat, Beberapa orang di belakangnya langsung menariknya kebelakang dan memegangi Arfan, "Pak Anda jangan bodoh, air sungainya sangat deras,, bisa Isa Anda jga terseret pak" ucap salah seorang dari mereka


Sindi juga langsung memegangi Arfan yang masih berusaha bangkit


"Kak, kak Arfan mau apa??, apa Kakak sudah gila, apa dengan meloncat kesana kakak bisa menemukan Nadira??, belum tentu kak!!!, itu malah akan memperburuk keadaan" ucap Sindi


"Lepaskan aku Sindi, apa kau tidak kasian pada Nadira, mungkin dia terombang ambing di sana , aku harus menolong nya Sind, haruss!!!,, biarkan aku loncat," ucap Arfan,e ncoba tetus berontak dari orang-orang yang menahnya


'Plaaaakk' tiba tiba sebuah tamparan dari Sindi mendarat tepat di pipi Arfan


"Kakak jangan bodoh, aku tau kakak khawatir, aku tau kakak cemas,, tapi meloncat untuk menyelamatkan Nadira itu tindakan konyol kak,, berpikir lah yang jernih" ucap Sindi sedikit meninggikan nada suaranya dengan tetap menangis

__ADS_1


Tamparan dari Sindi itu sukses membuat akal sehat Arfan berfungsi kembali, diapun akhirnya menjatuhkan air matanya, bukan karena sakitnya tamparan Sindi, tapi dia membayangkan keadaan Nadira sekarang yang mungkin sedang terombang ambing di tengah derasnya air sungai


Tangis Arfan pun tidak bisa dia bendung lagi, namun dia tidak mengeluarkan suara tangisan, melainkan air mata yang sangat deras mengucur dari matanya "Nadiraaa,," Arfan menundukan pandanganya ke bawah, dan dia hanya bisa memukul mukul lantai trotoar sekuat tenaganya karena dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk nya sekarang


.


Saat dia mulai tenang, Arfan menoleh pada Sindi "Kenapa ini bisa sampai terjadi Sind??" tanya Afan


"Ada yang menabrak motor Nadira Kak, aku sedikit beruntung masih bisa menghindar, sementara Nadira terjatuh ke saluran air dan terseret ke sungai, itu kata Ken yang melihat nya" ucap Sindi


"Ken??, dimana dia sekarang, pasti dia yang menyebabkan semua ini terjadi" ucap Arfan bangkit dan langsung mencari cari keberadaan Ken


"Ken, dimana kau??" teriak Arfan


Sindi langsung mengikuti Arfan di belakangnya


Saat Arfan melihat keberadaan Ken,, dia menghampirinya dan langsung mencengkram kerah bajunya dengan kasar, dia bahkan langsung memukulnya wajah nya tanpa banyak bicara


'Habuuukkkk', "Arghhhhh,, kenapa kau memukulku??" tanya Ken yang merasakan sakit


"Kak sudah kak, hentikan, tidak ada gunanya kalian berkelahi" ucap Sindi mencoba melerai Arfan yang terus memukuli Ken untuk melampiaskan emosinya


Dan beberapa orang di sana juga membantu Sindi melerai mereka


"Kak aku mohon berhenti, dia bisa mati kalau kakak pukul terus" ucap Sindi


"Lepaskan Sind, akan ku buat dia mati sekalian" ucap Arfan emosi


Ken pun tergeletak tak berdaya karena di pukuli Arfan habis habisan, tapi dia masih bisa bicara, "Bukan aku yang menyebabkan dia jatuh, ada mobil yang sepertinya sengaja mengincar Nadira,, uhukk uhuk" ucap Ken dengan terbatuk-batuk


"Omong kosong,, kau pasti melakukan ini karena Nadira tidak mau kembali padamu kan?" ucap Arfan masih mencoba meronta dari genggaman orang orang yang menahnya


"Kak, yang di bilang Ken itu benar, ada sebuah mobil Van hitam yang menabrak motor Nadira, dan itu bukan Ken" ucap Sindi

__ADS_1


"Kamu tidak perlu membelanya Sind, akan kuhabisi dia" ucap Arfan


Emosi Arfan terus meledak ledak, dan dia mencoba untuk lepas, tapi tiba tiba Dinda datang karena dia juga di beritahu Sindi juga sebelumnya


Dinda langsung memeluk Arfan dengan erat untuk menenangkan kakaknya yang emosi itu "Kak, hentikan, jangan berantem lagi, Dinda mohon," ucap Dinda dengan menangis juga


Seketika hati Arfan yang terbakar amarah pun jadi sedikit dingin, dia pun mengatur lagi nafasnya untuk memenangkan dirinya


Arfan membalas pelukan Dinda "Kak Nadira di tabrak seseorang Dind, kakak tidak terima ini" ucap Arfan sedikit menurun kan nada bicaranya


"Dinda tau, tapi kakak juga jangan seperti ini, Dinda takut" ucap Dinda


Arfan sedikit bisa meredam emosi nya itu karena Dinda, tapi bukan berarti Dinda juga bisa menghilangkan rasa takut dirinya akan kehilangan Nadira


.



Keesokan paginya, debit air di sungai itu sudah kembali normal, hingga pencarian pun mulai bisa di lakukan oleh Arfan dan tim SAR, mereka menyusuri aliran sungai itu dengan beberapa perahu karet, Andreas juga ikut serta untuk menemani Arfan mencari Nadira


Meskipun kemungkinannya sangat kecil untuk Nadira bisa selamat menurut nya, tapi Arfan tidak berkecil hati untuk mencarinya,, dia bertekad ingin terus mencari sampai dia bisa menemukannya, dia berharap ada keajaiban yang bisa membuat Nadira selamat


Mereka terus menyisir setiap lika liku sungai itu hingga seharian penuh, bahkan mereka menempuh jarak hingga belasan kilometer jauhnya dari titik awal pencarian mereka,


Hingga hari beranjak gelap, pencarian mereka belum membuahlan hasil apa pun, dan tim juga berniat menyudahi pencarian Nadira hari itu, karena akan susah menemukan sesuatu di suangai dengan keadaan yanh gelap dan minimnya penerangan, dan mereka berniat melanjutkan pencarian besok pagi


"Kak, kita cari lagi besok pagi, ya, tim SAR juga sudah bersiap untuk beristirahat,, kita juga cari tempat istirahat untuk malam ini di sekitar Sini, ya?" ucap Andreas


"Istirahat katamu?, aku kau pikir aku bisa beristirahat dengan tenang sebelum menemukan Nadira???, aku akan mencarinya sendiri,, aku yakin dia sedang kedinginan sekarang, dan mungkin dia juga kelaparan, mana mungkin aku bisa beristirahat" ucap Arfan


Andreas hanya tersenyum pilu, dia juga berpikir begitu, tapi logikanya mengatakan kemungkinan Nadira merasakan itu sangat kecil, mengingat arus air di sungai saat hujan itu sangatlah deras, dan pastinya itu cukup ganas


"Kak, mungkin kakak Ipar sekarang sudah di tolong oleh seseorang, jadi kalau pun kita tetap mencarinya di sungai, kita tidak akan menemukan nya, berdoa saja, semoga kakak ipar baik baik saja sekarang" ucap Andreas

__ADS_1


Arfan hanya terdiam, dia memang belum siap dengan kemungkinan terburuk nya, jadi dia membenarkan ucapan Andreas itu dalam hatinya "Baiklah, kita cari besok lagi" ucap Arfan


Mereka pun segera beranjak naik dari perahu karet mereka, dan berniat mencari tempat untuk menginap di sekitar sana supaya besok bisa memulai pencarian lagi dari sana


__ADS_2