
Setelah menyelesaikan urusanya di toilet, Arfan segera kembali ke acara Edgar lagi dan bergabung kembali dengan yang lainya,
Sementara Nadira tidak kembali ke acara lagi dan langsung mengurung dirinya di kamar pribadinya
Saat Arfan dan lainya sedang mengobrol tentang suasana persta,, tiba tiba si Ken menghampiri Sindi "Sindi, apa kau melihat Nadira?" tanya Ken
"Tidak, bukankah dia bersama mu tadi?" tanya Sindi
"Iya, tapi dia pamit ke kamar mandi tadi, tapi belum kembali, ku kira dia bersama mu" ucap Ken
Arfan menatap lekat pria yang bernama Ken itu, dia memang tidak sepenuhnya rela jika Nadira dengannya, jadi dia memasang tampang tidak suka pada pria yang tiba tiba saja hadir di tengah-tengah Nadira dan dirinya itu,
"Tidak, dia tidak menemuiku lagi,, kamu tanyakan saja pada om dan tante" ucap Sindi
"Baiklah, aku akan tanya ke mereka" Ken segera pergi untuk mencari Nadira lagi, dan hanya bertatapan dengan Arfan sekilas
...°°°...
Sementara di sisi lain Nadira masih menangis di atas tempat tidurnya dengan memeluk bantal,, dan tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya, 'Tok'tok'tok' Nadira langsung menghapus air matanya lagi
'tok'tok'tok' "Kak, apa kau ada di dalam?" tanya Gio
Nadira bergegas membuka pintu kamar nya dan melihat kalau yang ada di depan pintu vkamar nya adalah Gio dan Ken
"Nadira, kamu kenapa?, apa kamu menangis?" tanya Ken
"Ken, kamu menunggu jawaban dari ku kan?,, aku akan menjawabnya sekarang,, aku tidak bisa kembali padamu lagi, jadi ku harap kau tidak perlu datang lagi padaku" ucap Nadira
"Kenapa Dira?, apa selama beberapa hari ini aku belum cukup meyakinkan mu?, katakan lah apa yang harus ku lakukan supaya kau percaya kalau aku tidak akan pergi lagi darimu" ucap Ken
"Tidak ada, aku hanya baru sadar, kalau cinta ku untuk mu itu sudah sirnah semenjak kau pergi dan menghancurkannya dulu, jika kau menganggap hubungan kita yang dulu itu belum benar-benar berakhir, maka akan ku katakan padamu sekarang, aku mengakhirinya hari ini, dan detik ini juga, Jadi ku harap kau tidak perlu kembali lagi di kehidupan ku, terima kasih sudah menyadarkan ku kalau aku memang orang yang bodoh, yang masih saja mempertimbangkan pria yang jelas-jelas sudah menolehkan luka padaku" ucap Nadira, dia langsung menutup pintu kamar nya lagi dan mengunci dirinya lagi di dalam kamar
Ken langsung mengetuk pintu kamar Nadira "Nadira aku mohon, beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya lagi, aku yakin cintamu itu masih ada untuk ku, aku mohon" ucap Ken dengan terus mengetuk pintu kamar Nadira
Tapi Nadira tidak membukanya lagi meski Ken terus membujuk dan mengetuk pintunya
...°°°...
__ADS_1
Sementara di luar, Acara sudah memasuki penghunjungnya para tamu juga sudah mulai berpamitan
Tapi Arfan belum melihat Nadira lagi di acara itu, dan akhirnya dia juga segera pamit untuk pulang pada Edgar
Di luar Arfan Andreas Sindi dan Arumi berkumpul lagi,
"Kak Arfan, apa kau bertemu dengan Nadira tadi?" tanya Sindi
"Hanya Sebentar" ucap Arfan
"Apa dia bilang sesuatu padamu?" tanya Sindi
"Tidak, aku hanya berpapasan dengannya sekilas" ucap Arfan
"Oh," ucap Sindi tidak berniat memperpanjang
Mereka segera naik ke mobil masing-masing lagi dan kemudian pergi dari kediaman Edgar , dan di antar kembali ke tempat masing-masing
.
.
Keesokan harinya Arfan melakukan aktivitas nya seperti biasanya, bangun pagi, olah raga, sarapan, dan kemudian berangkat ke kantor, dia kembali memfokuskan dirinya untuk mengurusi pekerjaan nya lagi
Sampai sampai waktu benar-benar terasa begitu cepat berlalu, dan saat dia menoleh jam di tanganya hari ternyata sudah beranjak siang
Dan saat dia akan melanjutkan pekerjaan nya lagi, ponsel yang dia taruh di atas mejanya tiba tiba berbunyi tanda panggilan masuk, dia Melihat nomornya dan itu ternyata Sindi yang menelpon, jadi Arfan langsung mengangkat sambunganya
"Hallo, kenapa kamu menelpon ke nomor ku, apa kau tidak takut pacar mu marah??" tanya Arfan
📲"Iya maaf, aku sudah mengganggu di jam kerja, aku mau bertanya soal Nadira, apa dia ada di tempat mu?" tanya Sindi
"Tidak ada,m ana mungkin dia kesini kan?, memangnya kenapa?" tanya Arfan
📲"Dia tidak masuk kerja hari ini, pak Edgar juga menanyakan Nadi padaku, dia bilang dia juga tidak ada di rumah, jadi aku pikir dia datang ke tempat mu" ucap Sindi
"Begitukah?" Arfan langsung teringat soal tangisan Nadira semalam, dan dia berpikir pasti Nadira sedang ada masalah, "Aku akan mencarinya, kalau dia ada masalah, pasti dia akan ke taman musik kan?" ucap Arfan
__ADS_1
📲"Iya, mudah mudahan dia ada di sana, maaf ya, aku jadi merepotkanmu", ucap Sindi
"Tidak papa" ucap Arfan
Arfan segera mengakhiri panggilan dan kemudian beranjak dari duduknya "Dre aku keluar dulu sebentar" ucap Arfan pada Andreas yang masih fokus di mejanya
"Mau Kemana kak?" tanya Andreas
"Nadira minggat, dan kurasa dia ada di suatu tempat, dia mungkin butuh teman" ucap Arfan
"Oh, ya sudah" ucap Andreas
Arfan segera pergi dari ruangan nya, dan segera turun dari lanata teratas gedung itu, dia segera ke mobilnya dan mengendarainya untuk pergi ke taman musik, sebab dia mengira Nadira ada di sana
Namun Arfan ternyata tidak menemukan Nadira di sana, jadi dia mencoba mencarinya lagi ke tempat tinggal ibunya yang sebelumnya
Dia memarkirkan mobilnya di pinggir jalan di depan gerai tempat dulu dia bertemu Nadira, dia turun dan bergegas untuk masuk ke gang rumah Narita, Namun saat dia melewati pos tua, dia samar samar mendengar suara isak tangis dari dalam pos itu, Arfan mencoba mengintip dari kaca transparan untuk Melihat kedalam nya, dan itu ternyata Nadira yang menangis di sana
'Astaga, kenapa dia menangis di sini, apa dia menunggu Pamannya itu?' pikir Arfan
Arfan berfikir mungkin Nadira menungu Paman gila untuk menceritakan masalahnya yang tidak bisa dia ungkapkan padanya, dan dia segera kembali ke mobilnya lagi,
Nadira juga belum sempat melihatnya,
Arfan membuka laci mobilnya untuk mencari sesuatu, dan dia menemukan kumis dan jenggot palsunya ada di sana,
Jadi Arfan langsung memakainya, dan melepas jas kantor dan dasinya, tidak lupa mengganti sepatu nya dengan sandal
Dia hanya menyisakan kemeja putih dan celana hitamnya saja, kemudian dia kembali ke pos itu lagi
"Apa kau tidak bisa mencari tempat lain untuk menangis?" tanya Arfan dari arah pintu masuk pos
Sontak Nadira langsung menoleh dengan sisa Air matanya, dan melihat sosok yang ingin dia temui "Paman???,,,, pamaaan" Nadira langsung bangkit dan langsung saja memeluk Paman gilanya itu
Arfan sedikit kaget dengan Nadira yang tiba tiba memeluknya, ini mungkin kali pertama Nadira memeluknya selama Arfan mengenalnya
Meski dia sekarang berpenampilan tidak sesederhana biasanya, tapi Nadira sepertinya tidak memperhatikan itu
__ADS_1
"Paman, aku tidak tau harus mencarimu kemana, aku tidak tau harus bercerita pada siapa masalahku, aku tidak tau" ucap Nadira seraya menumpahkan air matanya di dada Arfan
Arfan membalas pelukan Nadira itu "Paman sudah di sini kan, jadi kamu jangan menangis lagi" ucap Arfan dengan menepuk nepuk punggung gadis lugu itu