Reinkarnasi Kaisar Siluman

Reinkarnasi Kaisar Siluman
Informasi dari Chuang Li


__ADS_3

H-1 Sebelum Keberangkatan Liang Wei…


“Hey nak!, bangunlah!.” Matahari belum menampakkan dirinya, seseorang sudah datang mengetuk pintu Kamar Liang Wei.


Seorang Pendekar bisa saja tidak tidur selama berhari - hari, tapi bagi beberapa Pendekar, tidur itu sangat nyaman, sama seperti Liang Wei.


“Sial, siapa yang mengganggu waktu santaiku yang sangat berharga?.”


Liang Wei bangun dengan mata mengantuk, di saat yang sama ia menjambak rambutnya dengan kesal.


Liang Wei turun dari tempat tidur dan melangkahkan kaki dengan berat menuju pintu.


“Aku sudah pulang, aku dengar besok kau akan pergi untuk misi besar?.”


Orang itu adalah Chuang Li yang baru pulang dari misinya, ia adalah penguji dalam seleksi murid baru Perguruan Beladiri sebelumnya.


Ia juga orang yang bersama Liang Wei menjalankan misi mengawal Yang Huian atau Putri Kaisar Yang.


Liang Wei tidak begitu menyukai watak dari orang itu, karena orang tua itu seringkali jail dan mencampuri urusannya.


“Kau menganggu tidurku, dasar orang tua tak berguna.” Liang Wei tidak sopan sama sekali kepada gurunya itu.


Entah mengapa Liang Wei tak ingin melihat wajah yang mengesalkan itu di pagi hari.


“Apa kau berharap yang mengetuk pintumu adalah istrimu yang bermarga Lin itu?, hahaha, sayang sekali itu tidak akan terwujud, kau tahu kenapa?, karena ini adalah asrama murid laki - laki.” Gurau Chuang Li dengan tawa yang tak ia tahan – tahan.


Liang Wei memijat pelipisnya, ia heran kenapa orang itu tertawa dengan mulut yang bisa menelan lalat, baginya itu tidak lucu sama sekali.


Selain itu, suara tawa itu menganggu murid lain yang masih beristirahat di kamarnya, semua orang mengeluh dan ingin menghajar orang yang melakukannya, tapi mereka tidak bisa karena orang itu adalah gurunya sendiri.


Liang Wei menghela napas sebelum berbicara “Apakah kau datang hanya untuk mengatakan hal tidak berguna itu?.”


Siapapun tidak akan mengharapkan tidur paginya diganggu hanya untuk hal yang tidak penting.


“Iya.” Singkat saja jawaban Chuang Li, dalam waktu singkat juga Liang Wei menutup pintunya kembali.


“Hey nak, tadi aku cuma bergurau!.” Chuang Li menggedor – gedor pintu Liang Wei.


Liang Wei awalnya tidak menghiraukannnya, karena ia pikir lama – kelamaan Chuang Li akan menyerah.


Tapi saat Liang Wei berbaring di tempat tidurnya dan mencoba kembali untuk tidur, Chuang Li masih belum berhenti menggedor – gedor pintu itu, akhirnya karena merasa terganggu, ia kembali membuka pintu.


“Cepat katakan!, jangan membuang waktuku, aku sangat sibuk.” Sibuk bersantai maksud Liang Wei.

__ADS_1


“Aku punya Informasi penting yang ku dapat dari Kekaisara Yang.” Raut Wajah Chuang Li jadi serius.


“Masuklah!.” Liang Wei mempersilahkan Chuang Li masuk ke ruangannya.


Saat Chuang Li memasuki Ruangan Liang Wei, ia tidak melihat murid lain, Liang Wei tinggal sendiri di Kamarnya, berbeda dengan murid lain yang memiliki teman sekamar lebih dari  2 orang.


“Kau hanya sendiri?.” Tanya Chuang Li saat duduk di kursi yang telah disediakan oleh Liang Wei.


“Kau kan tahu, aku adalah murid baru, mari kita buang basa basinya dan kembali ke pembahasan.” Jawab Liang Wei yang sedang duduk di tempat tidurnya.


Liang Wei tidak ingin buang – buang waktu, ia berpikir harus mendengarkan informasi itu secepat mungkin.


Alasannya adalah perubahan informasi juga bisa menyebabkan perubahan rencana, jika informasi berubah di saat – saat genting, maka ia tidak akan memiliki waktu cukup mengubah rencana atau merancang rencana dari awal.


Chuang Li tahu mengapa Liang Wei sangat tidak sabar, maka dari itu ia berbicara langsung pada intinya.


“Menurut mata – mata yang berada di sekitar Kekaisaran Yang…..”


Chuang Li menjelaskan bahwa mereka Para Pendekar Aliran Hitam telah menyekap Kaisar Huifang dengan tujuan yang belum jelas.


Biasanya Pendekar Aliran Hitam akan membunuh tanpa ragu, tapi kali ini mereka membiarkan pemimpin Kekaisaran Yang itu tetap hidup dan menyekapnya.


Beberapa orang berpendapat bahwa mereka sedang memancing para Pendekar Aliran Putih, termasuk sekte – sekte besar yang berada di Kekaisaran Yang.


“…Begitulah, Bagaimana pendapatmu?.” Chuang Li menutup penjelasannya dan menanyakan pendapat Liang Wei.


Liang Wei tentang beberapa kemungkinan.


Pertama, bisa saja ada benda mereka cari dan hanya Kaisar Huifang yang tahu di mana keberadaan benda itu, sehingga mereka masih membiarkannya tetap hidup.


Kedua, itu adalah hal yang mereka lakukan untuk menekan pergerakan para Pendekar Aliran Hitam di Kekaisaran Yang.


Selain itu, bisa saja itu adalah jebakan, tetapi bagi Liang Wei, meksipun itu adalah jebakan, ia harus tetap menolong Kaisar Huifang.


“Menurutku, apapun alasan mereka menyekap Kaisar Huifang, kita harus tetap menyelamatkannya tanpa kesalahan, karena bisa saja membebaskan Kaisar Huifang adalah kunci kemenangan kita!.”


Chuang Li mengangguk setuju dengan perkataan Liang Wei.


“Lalu, apakah kau sudah punya rencana, nak?.”


Tentu saja rencana yang dimaksud adalah rencana untuk menyelamatkan Kaisar Huifang.


Sampai saat ini Chuang Li masih belum menemukan caranya, sehingga ia bertanya ke semua orang, termasuk Liang Wei.

__ADS_1


“Kita baru bisa membuat rencana setelah berhasil menyusup di Istana Kekaisaran Yang.”


Liang Wei berniat mendapatkan informasi penting terlebih dahulu sebelum menyusun rencana penyelamatan Kaisar Huifang.


Informasi tentang peta, denah Istana Kekaisaran Yang, jumlah musuh atau informasi sekecil apapun bisa memperbesar kemungkinan keberhasilan rencananya.


“Kau ada benarnya nak, kita harus bertindak secara hati – hati.” Chuang Li setuju dengan Liang Wei.


Nyawa Kaisar Huifang menjadi taruhan jadi tidak boleh melakukannya dengan ceroboh.


“Ada satu lagi informasi!.” Chuang Li hampir lupa tentang itu.


“Katakan!.”


“Tidak ada keluarga Kerajaan yang tersisa selain Kaisar Huifang dan Putrinya, Kaisar Huifang disekap, tetapi Putrinya masih belum di temukan sampai sekarang.”


Mata Liang Wei tak sadar membelalak, lalu, beberapa saat kemudian dia tersenyum.


“Ada apa dengan raut wajahmu?, mengapa kau malah senang?.”


Informasi tentang belum ditemukannya Putri Kaisar bukanlah kabar baik, maka dari itu Chuang Li bingung mengartikan raut wajah itu.


Bisa saja Putri Kaisar itu dalam bahaya karena diincar oleh para Pendekar Aliran Hitam, atau bisa saja dia sekarat di suatu tempat yang  tak diketahui.


“Mereka tidak akan memburu Putri Kaisar.” Itulah pendapat Liang Wei tentang belum ditemukannya Putri Kaisar.


Chuang Li meragukan itu “Kenapa kau bisa begitu yakin?.”


“Kau meremehkan keahlian Pendekar Aliran Hitam dalam memburu sesuatu.”


Pendekar Aliran Hitam tidak akan melepaskan sesuatu yang dianggap buruannya,  jika Putri Kaisar adalah buruannya, maka dalam waktu singkat, mereka akan dengan mudah menemukannya, lalu menyekapnya di tempat yang sama dengan Kaisar Huifang.


Mata Chuang Li membulat “Benar juga, mengapa aku baru menyadarinya?.”


Chuang Li hanya berfokus pada kemungkinan Putri Kaisar diincar, bukan fokus pada alasan mengapa dia diincar. Itulah sebabnya ia baru menyadarinya.


“Kalau begitu, apa yang harus kita lakukan?.”


Maksud pertanyaan Chuang Li adalah apakah masih perlu mencari Putri Kaisar yang bernama Yang Huian itu.


“Menemukan Putri Kaisar adalah dalam daftar prioritas nomor satu dalam rencana kita.”


Dari kata – kata itu, bisa diketahui bahwa ada semacam siasat yang terpikirkan olehnya.

__ADS_1


Chuang Li tidak tahu detail rencana Liang Wei, tapi ia hanya mengangguk dan tak menanyakannya, karena Liang Wei akan memberitahukannya sendiri sesaat sebelum menjalankan misi.


__ADS_2