Reinkarnasi Kaisar Siluman

Reinkarnasi Kaisar Siluman
Hari Keberangkatan ke Kekaisaran Yang


__ADS_3

Hari keberangkatan Liang Wei…


Seorang gadis dan 2 laki laki sedang berdiri di dekat gerbang masuk Ibukota Xijing.


“Senior Wei terlalu lama!.”


Gadis berumur 20 tahun yang bernama Xiao Ba itu mulai mengeluhkan tentang seseorang yang belum datang, kedua orang lainnya hanya diam, walaupun dalam hati juga mereka merasa demikian.


Sebelumnya, Liang Wei memberitahukan kepada mereka untuk bertemu Pagi hari di depan Gerbang Ibukota, tetapi orang yang mengatakannya belum datang bahkan setelah 3 jam dari waktu yang dijanjikan.


“Setelah dipikir – pikir bukannya itu kabar baik?, jika dia tidak datang berarti kita tidak perlu melakukan perjalanan dengannya!.”


Pemuda pesimis yang bernama Da Ru itu memotivasi dirinya yang tidak bisa menerima kenyataan tentang akan dilaksanakannya misi itu.


Kedua orang lainnya hanya menggelengkan kepala mendengar ucapan yang mustahil terjadi, hanya dengan terlambatnya Liang Wei bukan berarti ia tidak akan datang dan misi itu dibatalkan.


“Kau dan khayalanmu yang terlalu tinggi!.”


Omel pemuda berumur 23 tahun bernama Ting Zhe kepada pemuda yang seumuran dengannya.


Xiao Ba menoleh kedua rekannya dengan wajah penuh penasaran “Apakah kalian tidak takut kepada senior Wei?.”


Pertanyaan tak terduga itu muncul begitu saja dari mulut Xiao Ba.


Walau tak dipertanyakan jawabannya sudah diketahui dari cara mereka memanggil Liang Wei.


Ketiga remaja itu nyatanya memiliki umur 2 lebih dari kali lipat daripada umur Liang Wei, tetapi tak satupun yang berani memanggilnya junior.


Secara tidak langsung ketiga orang itu telah mengakui kekuatannya dan takut padanya.


Itulah aturan dunia itu, dalam dunia Pendekar, umur bukanlah sesuatu untuk menentukan senioritas, melainkan kekuatan.


Dan mereka bertiga mengerti betul tentang hal itu.


Da Ru dan Ting Ze tiba – tiba bergidik dan kedinginan saat Xiao Ba membahas itu.


“Xiao Ba, Apakah kau bercanda dengan pertanyaanmu?, melihatnya saja aku sudah merinding.”


Da Ru bahkan tak sadar lututnya bergetar hanya dengan mengingatnya.


Xiao Ba tidak bercanda dengan pertanyaanya, dia hanya penasaran tentang siapa yang paling pengecut di antara mereka, dan dengan itu ia sudah tahu bahwa dialah yang paling berani.


Dengan suara yang mengandung kesombongan Xiao Ba berkata “Kalian berdua pengecut, Senior Wei tidaklah menakutkan, bahkan tidak lama dia akan tergila – gila olehku.”


Xiao Ba mengibaskan rambutnya yang hitam dan panjang ke belakang telinganya.


Paras Xiao Ba memanglah cantik, ia akan jadi sempurna tanpa percaya dirinya yang terlalu berlebihan.

__ADS_1


“Seperti biasa Kau cukup percaya diri.” Ting Zhe cukup kesal dengannya, ia tidak memuji tapi mengejeknya.


Jika Da Ru orang yang pesimis maka Xiao Ba adalah orang yang berkebalikan dengannya, bahkan terlalu berlebihan pada aspek optimisnya.


“Kita lihat saja nanti!.” Percaya diri Xiao Ba bukannya berkurang, malah semakin bertambah setelah dikritik oleh Ting Zhe yang memang memiliki watak yang suka mengomel.


Ketiga orang itu adalah murid - murid terlemah di Perguruan Beladiri Xijing.


Orang – orang yang lebih kuat selalu menindas mereka sampai membuat ketiganya saling mengenal satu sama lain.


Nasib Ketiganya selalu sial, mereka dijadikan kambing hitam saat penyeleksian murid untuk misi besar itu, padahal sejak awal mereka tak berniat mengikuti misi itu, meski insiden hari itu tidak pernah terjadi.


Para murid perudung telah mendorong, menendang, dan melempar ketiganya naik ke atas panggung.


Melawan para murid perudung itu berarti akan ditindas, menolak Liang Wei bisa saja mendapat kematian.


Mereka tentu memilih  ditindas daripada mati, akhirnya, mereka bertiga tidak bisa apa – apa selain menerimanya.


“Kalian sudah tiba?.”


Di tengah pembahasan ketiganya, Liang Wei datang tanpa angin, aura, dan suara seperti biasa.


Sepasang mata keunguan Liang Wei yang bersinar di malam itu masih teringat dengan jelas di benak mereka bertiga, walaupun mata itu sudah kembali normal.


“Se-senior Wei, ka-kami tidak sedang membahasmu!.” Da Ru mengacau dengan kegugupannya.


Kedua rekannya hanya bisa merutukinya dalam hati ‘Sialan kau Da Ru’


Liang Wei menaikkan satu alisnya “Aku bahkan belum bertanya tentang itu.”


Ia hanya pura – pura tidak tahu, karena ia sudah berada di belakang ketiga orang itu sejak 10 menit kebelakang.


Keringat ketiga murid itu tiba –tiba mengucur deras. Mereka takut menyinggung Liang Wei.


“Hey nak kau jangan menindas mereka!.” Chuang Li datang bersama Lin Lixue.


“Oh kau datang juga Tua tak berguna?.” Liang Wei dengan santai mengucapkannya.


‘Apa? Tua tak berguna?’


Ketiga murid itu berpikir hal yang sama, Chuang Li adalah orang yang mereka kenal sebagai sosok yang menakutkan, tetapi Liang Wei memanggilnya dengan cara yang sangat tidak sopan seperti itu.


‘Senior Wei bahkan menindas Guru Li’ pikir mereka bertiga, dan itu menambah kadar ketakutan mereka kepada Liang Wei.


“Kau hanya menyapaku? , dan kau tidak menyapanya?.”  Chuang Li menyenggol perut Liang Wei dengan sikunya dan mengedipkan matanya dengan nakal.


‘Apa?’

__ADS_1


Chuang Li bagi ketiga murid itu adalah Pendekar ahli ilusi yang tak akan ragu memberikan mimpi buruk kepada musuhnya.


Mimpi buruk yang dimaksud adalah mimpi buruk yang sesungguhnya dengan teknik ilusi Chuang Li.


Mereka bertiga pernah merasakan mimpi buruk dihujam 1000 pedang, dan itu membuat mereka tidak pernah bermain – main dengan Chuang Li.


Dengan gambaran Chuang Li diingatan ketiga murid itu, mereka tidak pernah berpikir akan melihat sisi Chuang Li yang seperti itu hingga beberapa detik yang lalu.


Liang Wei mengerutkan dahinya “Siapa yang harus kusapa?.”


Chuang Li memukul ringan lengan Liang Wei “Tentu saja istrimu!.”


‘Apa? Orang menyeramkan itu bisa memiliki pasangan?’


Ketiga murid itu sudah berkali – kali kaget, mulut mereka tak sadar menganga untuk waktu yang lama seperti kuda nil.


“Aku kira siapa.” Liang Wei menatap datar Chuang Li yang selalu menggodanya.


“Xue’ er, jangan hiraukan perkataanya.”


Bagaimana bisa Lin Lixue tidak menghiraukannya, dalam hatinya sudah bagai musim semi, hanya saja dia bersembunyi di wajahnya yang seperti musim dingin seperti biasanya.


Tetapi, meski sudah berusaha menyembunyikannya, tetap saja rona pipinya yang seperti musim panas membuat orang – orang tahu bahwa ia adalah orang yang sedang jatuh cinta.


Sedangkan, ketiga murid yang melihat reaksi Lin Lixue, menjadi bagai musim gugur.


‘Sial’


Hanya satu kata dalam pikiran mereka untuk mengekspresikan kesendirian di hati. Mereka sudah kalah telak dari Liang Wei dalam berbagai aspek, kini mereka harus menerima kenyataan kalah dalam aspek percintaan.


“Kenapa kalian bertiga menangis?.” Chuang Li bertanya kepada ketiga murid itu.


“Kami baik – baik saja Guru Li.” Da Ru mengisap ingus kentalnya yang hampir menetes.


Ketiga murid itu langsung bertingkah seolah tidak merasakan apa – apa walaupun sedang merasa apa – apa.


“Mari kita buang basa basinya!.” Liang Wei tak ingin buang – buang waktu.


Chuang Li mengerti itu dan langsung mengeluarkan kristal teleportasi, kristal itu akan memindahkan mereka ke perbatasan Kekaisaran Yang.


Chuang Li bisa saja mengarahkan mereka langsung ke Ibukota Kekaisaran Yang, tetapi ia khawatir musuh memiliki sistematis untuk mendeteksi mereka.


Maka dari itu, Chuang Li memilih berteleportasi hanya sampai di perbatasan dan melakukan perjalanan normal saat memasuki wilayah Kakaisaran Yang.


“Jangan lepaskan pegangan tangan kalian.”


Syarat agar mereka berpindah di tempat yang sama adalah tetap saling bersentuhan.

__ADS_1


Woosh!


Di detik – detik terakhir, Jing Mao melompat dan menyentuh tumit Liang Wei di titik buta orang – orang itu.


__ADS_2