Reinkarnasi Kaisar Siluman

Reinkarnasi Kaisar Siluman
Ujian Tahap Pertama


__ADS_3

“baiklah, karena kalian sudah mengerti, kita akan mulai ujian seleksi tahap pertama.” Ucap Chuang Li dengan suara lantang dan ekspresi serius.


“ujian seleksi tahap pertama akan diadakan 10 sesi, tiap sesi diisi 100 hingga 150 orang peserta, ujiannya cukup mudah, kalian hanya harus mempertahankan kuda – kuda selama 2 jam di ruangan khusus yang disediakan panitia.” Lanjut Chuang Li sambil tersenyum penuh makna.


Para peserta sangat senang mendengar bahwa mereka hanya harus mempertahankan kuda – kuda selama 2 jam.


tapi senyuman yang nampak di wajah Chuang Li  membuat mereka mendapatkan firasat buruk.


“baiklah, siapa 100 orang di antara kalian yang ingin mencoba duluan?.” Tanya Chuang Li yang masih mempertahankan senyum mencurigakannya.


Walaupun mereka curiga melihat senyum Chuang Li, tapi tetap saja mereka penasaran mengapa ujian pertama hanya menahan kuda – kuda, bukankah itu adalah hal mudah bagi mereka, karena itu adalah dasar dari segala dasar dalam beladiri.


Satu persatu dari mereka berdiri, hingga jumlah mereka sudah melebihi 100 orang.


mereka berdiri menandakan ketersediaannya mencoba ujian itu, Nampak senyuman sombong terukir di wajah masing – masing dari mereka, mereka menganggap ujian itu hanyalah sebuah lelucon.


Mereka pun berjalan dengan angkuhnya berniat memasuki ruangan yang dimaksud Chuang Li, ruangan tersebut berada tepat di samping ruang tunggu para peserta, ruangan tersebut juga tersambung langsung dengan ruang tunggu peserta, hanya dipisahkan oleh sebuah pintu.


Sebelum mereka masuk di ruangan itu, mereka menoleh terlebih dahulu kepada peserta yang ada di belakang mereka.


“aku duluan, para pecundang.” Ucap salah seorang dari mereka dengan senyuman mengejek diikuti yang lainnya.


Para peserta yang masih duduk mengumpat dalam hati mendengar perkataan itu, jelas ia dengan sengaja memprovokasi peserta lainnya.


Setelah mengucapkan itu, mereka masuk satu persatu melewati pintu ruangan, dan setelah orang terakhir dari mereka masuk, ruangan tersebut langsung tertutup tapi hanya dengan sebuah tirai berwarna putih.


Para peserta sangat penasaran karena ruangan itu terlihat memiliki pintu, tapi kenapa panitia malah menggunakan tirai sebagai penutupnya, tirai itu bahkan dapat terbuka jika tertiup oleh angin.


bukankah jika tirainya terbuka, para peserta yang belum ujian akan di untungkan, karena mereka dapat menyaksikan ujian apa yang sebenarnya dilakukan para peserta di dalam ruangan itu, sama halnya panitia membiarkan mereka menyontek.


“hey menurutmu, kenapa mereka melakukannya?.” Tanya Xie Lan kepada Xie Niu.


“entahlah kak, aku juga penasaran.” Jawab Xie Niu memang tidak tahu apa – apa tentang itu.


Kedua gadis itu dan hampir semua peserta mempertanyakan hal yang sama.


Hanya satu orang yang mengetahuinya, namun enggan mengungkapkan apa yang ia ketahui.


“menarik, tapi itu belum cukup untuk mengejutkanku.” Batin Liang Wei yang masih terlihat tidur dengan nyenyak, namun seluruh inderanya masih siaga dan terjaga.

__ADS_1


dengan inderanya yang sensitif dia dapat mengetahui rahasia dibalik ruangan itu.


Ujian sudah berjalan 10 menit, namun masih belum ada apapun yang terjadi.


Semua peserta mulai berpikir bahwa ujian itu memanglah mudah atau sengaja dipermudah.


Para peserta mulai bersemangat, sebuah senyuman terukir di wajah mereka, mereka mulai melupakan kekhawatiran dan kegugupan mereka.


Melihat para peserta yang terlihat bersemangat, Chuang Li berusaha keras menahan diri untuk tidak tertawa, namun semakin lama semakin jelas bahwa ia akan tertawa.


Beberapa peserta menyadari perubahan raut wajah Chuang Li.


“sepertinya penguji kita kali ini kurang waras.” ucap salah seorang peserta kepada peserta lain.


“mungkin itulah alasan mengapa ujian tahap pertama ini sangat mudah.” Sahut peserta lain dengan tertawa lirih.


Tapi tidak lama setelah pembicaraan mereka.


“hentikaaaaan, argghhhtt, tidak, tidak, tidaaaak ! ! ! .”


“menjauh kalian! , arhhgtt .”


“oh tidak! , tangankuuu!.”


Hingga kejadian selanjutnya membuat wajah para peserta di ruang tunggu menjadi pucat.


“to-long a-aku.”


Terlihat salah seorang peserta dari ruangan itu keluar, namun tidak dengan berjalan, melainkan merangkak menggunakan satu tangannya untuk bergerak sejengkal demi sejengkal, karena tangan yang satunya sudah tidak terlihat berada di tempatnya.


seluruh tubuhnya bermandikan darah, kakinya masih terlihat utuh, namun lututnya terlihat bengkok ke arah yang tidak seharusnya.


namun pemandangan menyeramkan itu tidaklah berakhir, tirai ruangan secara tidak sengaja terbuka oleh tiupan angin akibat sebuah kekuatan dari dalam ruangan itu.


Mata para peserta membelalak menyaksikan kejadian di dalam ruangan itu, wajah mereka bertambah pucat dan menjadi pucat pasih,  sebagian dari mereka berpikir untuk pulang karena ketakutan.


Sebagian lagi, mematung tidak percaya dengan apa yang mereka saksikan.


Apa yang mereka saksikan adalah 3 ekor hewan spiritual berbadan besar sedang membantai para peserta yang berada di dalam ruangan itu.

__ADS_1


Semburan darah mulai terlihat dimana – dimana, semburan darah itu bahkan membuat tirai yang awalnya berwarna putih itu menjadi merah.


3 ekor hewan spiritual itu adalah singa dengan dua titik cahaya di dahinya, dan matanya berwarna merah.


Ciri – ciri tersebut menandakan bahwa ketiganya memiliki kekuatan yang setara dengan pendekar tingkat pemula tahap puncak.


Sangat tidak sebanding dengan rata – rata peserta yang hanya memiliki kekuatan tingkat dasar tahap menengah.


Tentu dengan perbedaan tingkat kekuatan yang jauh itu, mereka sedikitpun tidak akan sanggup memberi perlawanan.


“hahahahaha kalian pasti beripikir bahwa ujian ini akan mudah.” Ucap Chuang Li sambil tertawa keras.


Para peserta yang sebelumnya mengejek Chuang Li, kini menyadari alasan mengapa tadi Chuang Li  terlihat tertawa sendiri.


Dan satu lagi fakta yang mereka baru sadari, dan itu berasal dari perkataan Chuang Li selanjutnya.


“aku lupa mengatakan bahwa semakin lama kalian berada di ruangan itu, maka semakin kuat tekanannya.” Kata Chuang Li sambil menyeringai.


“dan jika lutut kalian tidak sanggup menahan tekanan itu, atau lutut kalian bergetar dengan gerakan sekecil apapun, kucing – kucing besar itu akan memberikan kalian hukuman, hahaha.” Lanjutnya lalu tertawa seperti seorang penjahat.


“ter-ternyata ini maksud penguji menggunakan tirai itu, agar kita dapat menyaksikan pembantaian yang terjadi di dalam.” salah seorang dari peserta mengucapkan itu dengan seluruh badan gemetaran .


Bulu kuduk peserta lain berdiri mendengar perkataan itu, mereka menelan ludah dengan kasar, keringat dingin mulai mengucur di dahi mereka, dalam sekejap mereka menjadi lebih gugup daripada yang sebelumnya.


“aku ingin pulang saja!.” Teriak salah seorang peserta dengan wajah kesal, lalu beranjak dari tempatnya, ia berniat menuju pintu  keluar, tindakannya itu dibiarkan saja oleh Chuang Li.


namun ketika tangan peserta itu telah meraih gagang pintu, tiba – tiba dari gagang pintu itu muncul elemen petir yang dengan ganas menyetrum tubuhnya hingga hangus, ia mati seketika, sebagian tubuhnya sudah menjadi abu.


Mata para peserta membulat menyaksikan itu, mereka dibuat merinding sekali lagi.


“aah satu lagi, kalian tidak boleh meninggalkan ruangan selama ujian ini berlangsung.” Ucap Chuang Li dengan senyuman tanpa menyipitkan mata.


Ucapan itu membuat mereka bertambah takut dan semakin putus asa.


jika mereka masuk ke ruangan itu, mereka akan tersiksa dan kemungkinan besar nyawa mereka akan hilang.


Dan jika mereka hendak meninggalkan ruangan itu, maka nyawa mereka sudah pasti hilang.


Tidak ada lagi jalan mundur bagi mereka, mereka hanya bisa memilih maju.

__ADS_1


 


 


__ADS_2