
‘Gawat, Dia menggunakan Jimat Terlarang untuk meningkatkan kekuatannya secara drastis!.’
Jimat terlarang adalah suatu benda yang bisa memaksa potensi kekuatan seseorang hingga ke batasnya.
Tetapi, setelah digunakan akan memberikan dampak buruk bagi tubuh ataupun dantian penggunannya.
Dampak buruknya antara lain tulang – tulang yang retak dan hancur, serta dantian bisa mengalami kerusakan secara permanen.
Zhou Wen mendapatkan peningkatan kekuatan hingga pada rana Pendekar tingkat tertinggi tahap awal, berarti ia sudah setara dengan Liang Wei.
Boom!
“Bukankah kau terlalu menganggapku remeh, junior?.”
Aura Hitam keluar dari tubuh Zhou Wen disertai mata yang berubah warna menjadi merah.
Dalam hati, ia kesal karena di pedangnya tidak ada bercak darah, itu berarti ia tidak berhasil membunuh Liang Wei.
Liang Wei terlempar jauh kebelakang. Hingga menabrak bangunan di dekat lapangan itu.
Dinding bangunan yang berbahan dasar kayu, hancur akibat dihantam tubuh Liang Wei, tubuh Liang Wei menembus bangunan itu dengan kasar dan terjatuh dalam posisi telentang.
Liang Wei bisa merasakan sedikit sakit pada tubuhnya, beruntung pada detik – detik terakhir ia mengalirkan tenaga dalam, sehingga lukanya tidak fatal.
Sebelumnya, Liang Wei tidak merasakan niat membunuh dari Zhou Wen.
Baru setelah Zhou Wen mengaktifkan jimat itu, ia mulai merasakannya. Berarti jimat itu yang memberikan Zhou Wen rasa haus darah.
Liang Wei menyeringai ‘Sudah lama aku tidak merasakan ini!.’ Matanya hitamnya berubah keunguan. Zhou Wen mungkin telah menginjak ekor seekor singa.
Dia bangkit dan menepuk – nepuk pakaiannya yang berwarna hitam, di saat yang sama, luka – luka pada tubuhnya menguap begitu saja.
‘Kita lihat, sampai mana kau bisa bertahan’ mata keunguannya bersinar di hari yang baru menginjak awal malam itu.
Suatu kesalahan besar melawan Liang Wei saat kegelapan datang. Liang Wei bisa meningkatkan kekuatan fisiknya berkali - kali dengan elemen kegelapan yang banyak.
Liang Wei menghilang dari tempatnya, ia muncul tepat di dekat Zhou Wen.
Mata Zhou Wen membelalak, ia benar – benar tidak menduga bahwa Liang Wei bisa datang tanpa suara, aura, dan angin seperti pembunuh senyap.
“Apa?, sejak kapa…” belum sempat Zhou Wen menyelesaikan ucapannya, Liang Wei sudah memegangi dan menariknya lengannya.
Argghhtt!
Zhou Wen menjatuhkan diri dan berguling di tanah bersama Jerit kesakitannya yang mulai terdengar dan menggema di lapangan itu.
Semua murid yang menyaksikan itu, merinding dan menatap ngeri pada lengan Zhou Wen yang putus setelah Liang Wei remukkan dan tarik bagai lengan mainan.
“Berani sekali kau menggunakan jimat telarang di depanku, sekarang akan ku perpanjang penderitaanmu!.”
__ADS_1
Liang Wei murka, dia tidak akan membiarkan Zhou Wen mati dengan mudah sebelum ia menyiksanya sepuas hati.
Di atas atap salah satu gedung di dekat lapangan…
“Itulah mengapa aku tidak pernah mengganggunya saat ia menunjukkan mata itu.” Jing Mao merinding melihat Liang Wei dari kejauhan.
Di Aula Kekaisaran…
“Aura ini?.” Kaisar Aiguo, dan para Leluhur merasakan aura dari seorang Pendekar Aliran Hitam.
“Cukup Aku dan Leluhur Liang yang pergi, dia hanya satu orang.”
Para Leluhur mengangguk setuju, Kaisar Aiguo dan Liang Ye pun menuju ke tempat di mana aura itu berasal.
Kembali ke Liang Wei….
Liang Wei berjalan secara perlahan ke arah Zhou Wen yang masih berguling karena kesakitan.
Liang Wei menginjak lutut Zhou Wen seakan menginjak telur.
Krakk!
Arrrghtt!
Lututnya hancur dengan mudah, diiringi suara memilukan yang semakin keras terdengar dan menggema, Zhou Wen menderita rasa sakit yang lebih parah daripada sebelumnya.
“Nak, apa yang kau lakukan padanya?.”
Kaisar Aiguo dan Liang Ye muncul di belakang Liang Wei, Kaisar Aiguo kaget karena tidak percaya melihat perbuatan Liang Wei yang melukai murid Perguruan Beladiri.
Liang Wei menoleh menatap Kaisar Aiguo di belakangnya.
“Jangan ikut campur, ini adalah urusanku!.”
Ucapan Liang Wei menjadi dingin, mata keunguan Liang Wei yang bersinar di malam hari membuat Kaisar Aiguo dan Liang Ye mematung.
Entah mengapa mata itu menciptakan ketakutan kepada kedua orang terkuat di Kekaisaran Yin itu.
‘Kenapa tubuhku gemetaran menatap mata anak ini’ mereka berdua memikirkan hal yang sama.
“Cucuku, apa yang mengganggumu?, beritahu kepadaku!.”
Meski ada perasaan takut, tapi Liang Ye memberanikan diri bertanya.
“Dia menggunakan jimat terlarang!.”
Satu alasan itu saja sudah berhasil membuat Kaisar Aiguo dan Liang Ye murka.
“Apa?.”
__ADS_1
Wajah Liang Ye merah karena marah, begitupun Kaisar Aiguo.
Liang Ye berjalan mendekati Zhou Wen untuk memastikan kebenarannya.
“Ini benar – benar jimat terlarang!.”
Liang Ye tidak sadar mengucapkannya dengan lantang, sehingga semua murid yang masih berada di pinggir lapangan dapat mendengarnya dengan jelas, termasuk Xie Nuo yang saat Itu berada di atas panggung dalam keadaan mematung.
“Apa? , senior Zhou Wen menggunakan Jimat terlarang?.”
Mereka semua tidak percaya dengan pendengarannya, bahkan ada yang berkali – kali menanyai teman di dekatnya.
Namun tetap saja para murid itu mendapat jawaban yang sama dari teman di dekatnya, berarti memang hal yang mereka dengar dari Liang Ye adalah kebenaran.
Jimat terlarang, dari namanya pun siapapun sudah tahu bahwa itu adalah hal yang tidak boleh digunakan atau dilarang keras menggunakannya.
Jimat terlarang adalah aib bagi seorang Pendekar Aliran Putih, karena biasanya yang menggunakan itu adalah Pendekar Aliran Hitam.
Jika seseorang menggunakannya, maka secara tidak langsung, ia telah membuang identitasnya sebagai seorang Pendekar Aliran Putih.
Itu adalah perbuatan yang tidak patut dan sangat dikutuk oleh segala pihak, bahkan pihak Kekaisaran memiliki aturan tertulis tentang hukuman bagi orang yang menggunakannya, yaitu hukuman eksekusi mati.
Jadi, sejak Zhou Wen menyentuh benda terlarang itu, sejak saat itu juga jangka hidup Zhou Wen ditentukan.
Kembali ke Liang Ye..
Melihat reaksi Liang Ye, Kaisar Aiguo juga berjalan mendekati Zhou Wen untuk memastikan dengan mata kepalanya sendiri.
Setelah memastikannya sendiri, Kaisar Aiguo mengepalkan tangannya menunjukkan kemarahan.
“Para murid mohon kembali ke ruangan masing – masing, jangan membocorkan hal yang kalian lihat di sini kepada orang lain.”
“Jika kalian berani membocorkannya, maka Kekaisaran tanpa ragu akan mengecap kalian sebagi pengkhianat, dan tentu saja kematian adalah hukuman yang akan kami jatuhkan.”
Setelah Kaisar Aiguo mengumumkan hal itu kepada para murid, para murid pergi meninggalkan tempat itu dengan penuh rasa takut.
“Apa yang akan Yang Mulia lakukan sekarang?.” Tanya Liang Ye kepada Kaisar Aiguo, ia jelas bertanya untuk memastikan hukuman Zhou Wen.
“Kita serahkan saja kepada Liang Wei!.”
Kaisar Aiguo mengucapkan itu sambil melirik Liang Wei yang masih berdiri tanpa mengalihkan pandangan dari Zhou Wen yang menderita kesakitan.
Liang Ye paham maksud dari perkataan Kaisar Aiguo, ia pun juga setuju, tiada ampun bagi seorang pengguna Jimat Terlarang.
Keduanya saling menganggukkan kepala sebelum menghilang dari tempat itu.
Setelah kedua orang itu pergi dari tempat itu, suara tangis dan jeritan semakin keras terdengar dan menggema di sepanjang malam yang senyap itu.
Para murid yang kamarnya tidak jauh dari tempat itu hanya menutup telinga dan berpura – pura tidak mendengarnya.
__ADS_1