Reinkarnasi Kaisar Siluman

Reinkarnasi Kaisar Siluman
Zhang Bingjie


__ADS_3

“jadi kapan kita akan memulainya.” Tanya Shé Dú, tanpa basa basi.


“setelah  kekuatan kita cukup, kita akan melakukan serangan besar – besaran.”


“itu terdengar menarik.” Shé Dú sependapat dan menyukai ide itu.


“tetapi pertama – tama kita harus mendengarkan pendapat teman kita terlebih dahulu.” Ucap Cao Pi, lalu seseorang masuk di Gua besar itu.


Orang itu mengenakan pakaian berwarna putih, tidak seperti para pendekar aliran hitam pada umumnya.


“ohh aku baru tahu ada musuh yang menjadi teman, selamat datang Patriark Sekte Pedang Jiwa.” Ucap Shé Dú menyambut rekannya, ternyata memang rekan yang dimaksud bukanlah pendekar aliran hitam.


“aku adalah pemain lama di tempat ini, kau lah yang baru tahu.” Ucap Lu Bian dengan santai.


“oh jadi seperti itu, jadi apa saja pencapaianmu?.” Sindir Shé Dú kepada Lu Bian.


“hmmm pencapaianku adalah tidak menjadi memalukan seperti kelompok yang menyebut diri mereka pembunuh bayaran, tapi malah dibunuh oleh musuh.” Sindir balik Lu Bian.


“kau!!.” Shé Dú merasa tersinggung dengan ucapan itu.


“hey bisakah kalian mengakrabkan diri, kita berada di pihak yang sama.” Cao Pi menengahi.


Shé Dú dan Lu Bian akhirnya diam karena teguran itu.


“lalu bagaimana menurutmu Lu BIan?.” Tanya Cao Pi.


“aku juga setuju dengan idemu, kita bisa menunggu hingga kekuatan cukup dan melakukan penyerangan.”


Hal yang ingin Lu Bian sampaikan adalah lebih baik menyerang dengan kekuatan penuh daripada menyerang dengan terburu – terburu dan akhirnya kalah.


“sebentar lagi kita akan siap, kita hanya tinggal memanggil beberapa sekte lagi .” ucap Cao Pi memberikan informasi penting.


“bagaimana kalau sebelum itu, kita melakukan hal yang menarik?.” usul Shé Dú dengan antusias.


Lu Bian dan Cao Pi penasaran dengan perkataan Shé Dú.


“katakan.” Cao Pi bertanya karena cukup tertarik.


“kita lemahkan kekuatan mereka.” Shé Dú menjawabnya dengan singkat.


“bagaimana caranya?.” Cao Pi cukup heran dengan perkataan itu.


“aku akan turun tangan, kau lihat saja bagaimana aku melakukannya.” Ucap Shé Dú dengan sombong dan percaya diri.

__ADS_1


 


 


“apa kau yakin tidak akan terbunuh seperti  rekanmu?.” Lagi lagi Lu Bian menyindirnya.


“aku tadi sudah memilih diam, dan kau memulainya lagi.” Itu yang ia katakan dan Shé Dú melompat ke arah Lu Bian karena amarah yang sudah tidak tertahan.


“bagus, majulah, aku tidak takut.” Lu Bian sudah menghunuskan pedang dari sarungnya, ia sejak awal tidak suka pada Shé Dú, maka dari itu ia ingin menghabisinya secepat mungkin.


“oh tidak, sudah terlambat untuk melerai mereka.” Ucap Cao Pi yang terlambat menghentikan pertarungan itu.


Akhirnya kedua orang itu saling menyerang dengan teknik terkuat yang mereka miliki.


“Taring Racun.”


“Pedang Angin Melayang.”


Aura mereka keluar dari tubuh masing – masing, aura pendekar tingkat tertinggi tahap menengah.


Seketika ruangan jadi sangat sesak karena benturan kedua aura yang berimbang itu.


Cao Pi berniat keluar dari Gua itu dan membiarkan mereka saling membunuh, begitulah cara mereka menyelesaikan masalah.


Cao Pi pun berjalan dengan santainya, dan ia sampai dengan cepat di dekat jalan keluar gua itu, ia pun segera melangkahkan kaki untuk keluar.


“apa yang terjadi ?.” ucap Cao Pi.


Lalu dia menoleh kebelakang melihat apa yang membuat keduanya bisa terlempar keluar gua seperti kerikil yang ringan.


“Zhang Bingjie?. Sejak kapan kau berada di situ?.” Ucap Cao Pi, ia sungguh kaget melihat orang yang menjadi penyebab kedua orang itu terlempar keluar.


Bagaimana tidak, keduanya merupakan orang – orang terkuat di Benua, dan mereka terlempar dengan mudah.


Ia juga tahu bahwa Zhang Binjie adalah orang yang kuat dan menyeramkan, tapi ia tidak menyangka bahwa orang itu akan sangat kuat, itu lebih dari yang dia ekspektasikan.


Zhang Bingjie adalah Pendekar Aliran Hitam pengembara yang tidak ingin bergabung dengan sekte manapun, ia sangat misterius karena tidak ada yang tahu asal usulnya.


Zhang Bingjie juga dikenal dengan julukan ‘Si ramah yang dingin’ .


Julukan itu ia dapat karena wajahnya yang terlihat ramah dan tidak menakutkan, tapi sifat aslinya sangat kejam dan tidak memiliki belas kasih sedikitpun.


Ia tidak pernah berbasa – basi dalam menghadapi lawannya, ia akan membunuh siapapun yang mengusiknya, pedang berat yang ia miliki dapat menghempaskan lebih dari puluhan orang dalam sekali ayun.

__ADS_1


Belum lagi jika dia sudah meledakkan auranya, maka tidak ada satupun yang bisa bernapas lega saat berada di dekatnya.


Begitu besar kekuatan yang dimiliki olehnya,  hingga Cao Pi pun mengakuinya.


“seperti yang dirumorkan, tidak salah lagi, dia adalah Pendekar terkuat di Benua Tian saat ini.” Batin Cao Pi sambil menelan ludah dengan kasar.


Zhang Bingjie tidak menjawab pertanyaan Cao Pi, ia kemudian duduk di kursi kosong yang ada.


“Jika sekali lagi ada satu orang dari aliansi ini yang membuat masalah, aku akan langsung menghabisinya tanpa ampun.”


Zhang Bingjie menggunakan tenaga dalam ketika berbicara, sehingga walaupun ia mengucapkannya dengan liriih, suara itu tetap akan terdengar jelas di telinga mereka.


Shé Dú berlari memasuki gua itu, ia tidak terima dirinya dipermalukan oleh Zhang Bingjie.


“Taring Racun.”


Tenaga dalam berubah menyerupai ular berwarna ungu berputar di seluruh tubuh Shé Dú , bentuk perubahan tenaga dalam itu ia sebut Taring Racun.


Shé Dú membocorkan auranya untuk menandingi Zhang Bingjie, meskipun satu tahap di bawahnya, ia tidak gentar sama sekali.


ia pun menyerang Zhang Binjie dengan pedangnya. Ujung pedangnya mengeluarkan tenaga dalam menyerupai kepala ular, sehingga membuat serangannya semakin kuat.


Zhang Bingjie hanya duduk di tempatnya tanpa bergerak satu jari pun, Namun hal yang terjadi selanjutnya membuat Shé Dú dan Cao Pi kaget setengah mati.


Zhang Bingjie membocorkan auranya, namun kali ini aura itu tidak  seperti sebelumnya.


Shé Dú langsung berhenti menyerang, memegang lehernya dan berlutut karena tidak mampu menahan tekanan aura itu, Cao Pi pun jadi sesak napas karena aura itu.


“ini bukan lagi aura pendekar tertinggi.” Ucap Cao Pi yang merasakan tekanan itu.


“kau tahu mengapa aku mengembara?.” Ucap Zhang Binjie lalu memberi jeda pada kata - katanya.


Cao Pi dan Shé Dú menelan ludah dengan kasar mendengar ucapan itu.


“karena aku berharap ada yang bisa mengalahkanku.” Lanjut Zhang Binjie.


“dan aku belum pernah menemui satupun orang mendekati kekuatanku, termasuk kalian.” Ucap Zhang Bingjie kepada Shé Dú.


Tidak menunjukkan raut wajah apapun, sangat datar raut wajahnya, namun setiap kata entah mengapa membuat Cao Pi dan Shé Dú merinding.


“Senior aku tidak  akan melakukannya lagi.” Lu Bian memasuki gua itu, dan mencari muka pada Zhang Bingjie.


Ia sudah tahu seberapa mengerikannya Zhang Bingjie, makanya dia tidak pernah berani menentangnya.

__ADS_1


Setelah mengucapkan hal itu, Lu Bian mengalihkan padangannya pada Shé Dú yang berlutut karena tidak sanggup menahan tekanan itu, dan ia menunjukkan senyum mengejek kepadanya.


“kau lah ular yang sebenarnya.” Batin Shé Dú melihat tingkah Lu Bian.


__ADS_2