
“kakak, apakah kita akan melawan mereka semua?.” Tanya Liu Changhai.
“apakah kita dalam keadaan bisa memilih?.” Bentak Ming Hao mendengar pertanyaan bodoh Liu Changhai.
Tanpa basa – basi para pembunuh bayaran menyerang mereka bertiga.
“sial mereka terlalu banyak.” Ucap Chuang Li.
Sebuah serangan pedang datang dari sisi kanan, dengan segera Chuang Li menangkisnya, dan hampir dalam waktu yang sama, pedang dari orang lain datang menyasar ke kakinya.
Dengan cepat Chuang Li melompat, saat ia melompat, sudah ada pembunuh bayaran lain yang menunggunya melakukan itu.
Tidak hanya satu, namun 5 sekaligus, pembunuh bayaran itu segera menggerakkan pedangnya untuk menebas Chuang Li yang sedang berada di udara.
Di luar dugaan kelima orang itu, Chuang Li yang seharusnya tidak dapat mengelak lagi, malah berputar di udara dan menangkis seluruh serangan yang datang padanya.
Gerakan berputar yang Chuang Li lakukan untuk menangkis, juga ia lakukan untuk menyerang balik.
Kelima orang yang menyerang Chuang Li kaget, meskipun pedang Chuang Li tidak berhasil mengenainya, tapi hembusan angin akibat putaran tubuh Chuang Li berhasil membuat mereka terhempas jauh.
Masing – masing dari mereka terhempas menabrak pembunuh bayaran lain atau menabrak dinding hingga retak.
“selain pengguna ilusi, ternyata dia pengguna elemen angin. jangan berikan jarak, terus lakukan serangan jarak dekat!.” Perintah Shé Yan.
Mendengar perintah itu, Para pembunuh bayaran datang berbondong – bondong memberikan serangan pada Chuang Li.
Sekitar lebih dari 20 orang pembunuh bayaran datang menyerangnya.
“cihh, kalian terlalu meremehkanku.” Ucap Chuang Li, lalu membocorkan aura pendekar tingkat tinggi tahap akhir.
20 orang yang datang menyerangnya segera menghentikan langkahnya karena merasakan firasat buruk dari aura itu.
“hey kita sepertinya bukan tandingannya.” Ucap salah seorang pembunuh bayaran, nyalinya sedikit menciut karena merasakan aura Chuang Li.
“tenang, aku ada bersama kalian!.” Ucap Shé Yan, lalu melompat dengan batu yang ia buat sebagai tumpuannya, batu itu memberikan tolakan pada kakinya sehingga ia bisa melompat jauh.
Ia terbang akibat tolakan batu itu, seketika ia tiba di depan para pembunuh bayaran.
“boom” suara kakinya saat mendarat di lantai, seluruh lantai yang terbuat dari tanah jadi hancur, terlihat jejak kakinya pada lantai itu.
Ia kemudian membocorkan aura pendekar hitam tingkat tinggi tahap puncak.
Kini Shé Yan memimpin para pembunuh bayaran yang lain untuk menyerang Chuang Li, ia tersenyum seolah mendapat mainan baru.
Sambil memasang kuda – kuda, Shé Yan merentangkan kedua tangannya lalu menutup mata, tidak lama setelah itu, tanah bergetar seperti gempa.
“si*l, dia adalah musuh alami bagi para pengguna elemen angin.” Batin Chuang Li sambil mempertahankan keseimbangannya akbat tanah yang bergetar.
Saat gempa kecil itu terjadi, tanah di belakang Shé Yan terangkat hingga melayang di udara, tanah itu memadat lalu menjadi serpihan – serpihan batu kecil yang terlihat tajam.
__ADS_1
Serpihan – serpihan batu kecil berjumlah ribuan itu adalah dari batu yang sangat keras.
Tangan Shé Yan yang sebelumnya ia rentangkan, segera ia gerakkan ke atas, dan bersamaan dengan itu, serpihan – serpihan batu kecil itu melayang ke udara yang lebih tinggi.
“Hujan Kematian.” Gumam Shé Yan, lalu menganyunkan tangannya kedepan.
Seketika serpihan – serpihan batu itu menghujani orang yang berada di bawahnya.
“gawat.” Ucap Chuang Li.
“Hao, Changhai, cepat cari tempat berlindung.” ucap Chuang Li lalu mencoba berlari dari jangkauan hujan batu yang akan segera datang padanya.
Ming Hao dan Liu Changhai juga mencoba berlari.
“hujan serpihan batu itu memiliki jangkauan sejauh 10 langkah, sedikit lagi kita akan aman.” ucap Chuang Li sambil terus berlari dengan cepat.
Ming Hao dan Liu Changhai berkeringat dingin melihat ribuan serpihan batu akan segera menghantam tubuhnya, namun mereka tidak menyerah, karena sebentar lagi mereka akan berada di luar jangkauan hujan mengerikan itu.
“sedikit lagi.” Ucap Ming Hao yang terus berlari.
Namun tiba – tiba, kaki Ming Hao terkunci oleh batu yang sangat padat. Seperti sebuah pasung yang menghalangi gerakan kedua kakinya, ia akhirnya jatuh tersungkur.
Ia melihat kekiri dan kekanan, Liu Changhai dan Chuang Li mengalami hal yang sama.
“oh tidak, matilah kita.” Ucap Ming Hao dengan wajah yang semakin pucat.
“boooom boom boom”
“aaaarggghtt” teriakan memilukan ketiganya terdengar dengan jelas, dikala merasakan sakit yang amat luar biasa, karena serpihan batu itu menembus kulit lengan dan kaki mereka.
“shossh” tidak dalam waktu yang lama, serangan itu berhenti, menghasilkan ruangan yang penuh debu dan asap yang menghalangi jarak pandang.
Beberapa saat kemudian, asap dan debu itu menghilang, memperlihatkan tiga orang yang dalam keadaan penuh luka di kaki dan lengannya.
Darah mengucur dari kulit mereka yang berlubang akibat serpihan batu yang menembusnya.
“kenapa kau tidak membunuh kami saja!” teriak Ming Hao dengan raut wajah marah sambil menahan sakit akibat lukanya.
“meski tidak cocok dengan kami, namun karena bayaran yang besar, kami mengabulkan permintaan pelanggan kami yang menginginkan kalian hidup – hidup.” Ucap Shé Yan sambil memasang wajah tidak puas.
Shé Huo dan Shé Yan tentu ingin memenuhi rasa haus darahnya, namun rasa haus darah itu terpaksa tertunda karena bayaran besar yang ia dapat.
“tapi kalian tenang saja, di saat pelanggan kami sudah mendapatkan apa yang ia mau, kami akan mengakhiri kalian tanpa ragu, dan sebagai bentuk penghargaan, kami akan meminum darah kalian untuk berpesta.” Ucap Shé Yan sambil tersenyum tanpa menyipitkan mata, dan menjilat bibirnya.
“bang*at, kalian benar – benar iblis!.” teriak Liu Changhai mengumpati keduanya.
“hahahhaha, itu membuat kami tersanjung.” Ucap Shé Yan sambil tertawa mengejek.
“hahahaha” tawa itu diikuti oleh para pembunuh bayaran yang lain.
__ADS_1
Ruangan itu kini menggema akibat suara tawa puluhhan pembunuh bayaran yang lantang.
Suara tawa itu baru berhenti ketika Shé Huo berbicara.
“segera lakukan!.” perintah Shé Huo kepada Shé Yan.
Shé Yan menganggukkan kepala lalu mengurung mereka bertiga ke dalam batu yang seperti mangkuk terbalik.
Kurungan itu sama seperti kurungan Yang Huian, dan Shé Yan juga melakukan hal yang sama seperti sebelumnya, melempar sesuatu yang mengeluarkan asap melalui celah kurungan itu, dengan tujuan membuat mereka tertidur.
Di dalam kurungan itu terdengar suara tiga orang yang terus – menerus mengumpati orang yang berada di luar kurungan batu.
Pembunuh bayaran yang berada di luar kurungan itu hanya menertawakan umpatan Chuang Li dan yang lainnya.
Beberapa saat kemudian, tidak lagi terdengar suara teriakan atau umpatan di dalam kurungan itu, hal itu mendadakan bahwa ketiganya sudah tidak sadarkan diri.
“bersiap membawa mereka ke markas kita!.” Perintah Shé Huo kepada para pembunuh bayaran yang lain.
“baik tuan.” Ucap para pembunuh bayaran secara serentak, Shé Huo memang adalah salah satu di antara 3 pemimpin mereka, jadi mereka akan selalu menuruti perintah Shé Huo.
“Shé Yan, bukalah jalan keluar, aku ingin menghirup udara segar.”
Shé Yan pun menuruti perintahnya, meski pada kenyataannya mereka adalah sepupu.
Shé Yan mengangguk mengerti, ia segera menggerakkan tangan dari atas kebawah, seketika batu yang mengalangi pintu keluar segera menyatu dengan tanah dan menghilang begitu saja.
Melihat Shé Yan mengerjakan sesuatu dengan baik, Shé Huo sangat senang hingga memujinya.
“kerja bagus!, bukalah juga kurungan itu, dan bawa para tawanan, aku akan menunggu kalian di luar.” Ucap Shé Huo sambil berjalan dengan santai berniat meninggalkan ruangan itu.
“tuan! Ini gawat!.” Namun baru tiga kali kakinya melangkah, suara pembunuh bayaran yang lain membuat ia menghentikan langkahnya.
“ada apa?.” Ucap Shé Huo.
“mereka tidak ada!” ucap pembunuh bayaran itu dengan lutut gemetaran.
“apa??” ucap Shé Huo, lalu berlari ketempat kurungan Chuang Li dan yang lainnya berada.
Saat ia tiba, betapa kesalnya ia, ketika tidak mendapat Chuang Li dan yang lainnya di tempat itu.
“buka kurungan yang satunya.” Teriak Shé Huo dengan dingin.
Shé Yan segera menuruti perintahnya, Shé Yan melakukan gerakan yang sama dan kurungan itu menghilang juga.
“si*l!!!!, siapa yang melakukan ini!!!.” teriak Shé Huo yang tidak dapat menahan amarahnya, ketika melihat Yang Huian dan yang lainnya tidak ada di tempat yang seharusnya.
Para pembunuh bayaran yang lain termasuk Shé Yan, jadi ketakutan melihat kemarahan Shé Huo.
“aku.” Ucap seseorang yang tiba – tiba muncul, dan mengagetkan para pembunuh bayaran.
__ADS_1