Reinkarnasi Kaisar Siluman

Reinkarnasi Kaisar Siluman
Kilat Malam


__ADS_3

Di malam bulan purnama di kota Xijing.


“Itu dia!, cepat kejar!.” Zhi Qiang dan para murid Perguruan Beladiri berlari di atas atap rumah mengejar seseorang yang mengenakan pakaian serba hitam dengan  topeng menutupi mulut dan hidungnya.


Sudah satu minggu sejak orang itu membuat masalah di Ibukota Kekaisaran Yin, dia selalu melakukan pembunuhan di malam hari yang sunyi, di saat semua orang sudah tidak terjaga.


Korbannya adalah Murid – murid Perguruan Beladiri Xijing, dan murid – murid dari Sekte Dao Barat yang berada di ibukota.


Sekte Dao Barat adalah sekte yang menggunakan tombak sebagai senjata utamanya, lokasi sekte itu berada tidak jauh dari Perguruan Beladiri Xijing di Pusat Kota.


Semua korban selalu ditemukan mati mengenaskan dengan kondisi yang sama, organ dalam korban selalu dicuri, dan selalu saja yang dicuri adalah jantung.


Tidak ada yang tahu pasti apa tujuan orang itu melakukan perbuatan sadis itu.


Namun Para Petinggi Perguruan Beladiri dan para tetua sekte, menduga bahwa ia adalah salah satu bagian dari Aliansi Para Pendekar Hitam yang dikirim untuk melemahkan kekuatan tempur Kekaisaran.


Kendati demikian, itu hanyalah dugaan semata yang belum dipastikan kebenaranya. Itu baru bisa dipastikan ketika orang itu sudah tertangkap.


Namun belum ada yang berhasil menangkapnya walau sudah diincar selama seminggu, dia sangat cepat dan tak terkejar di malam hari.


Bisa dipastikan ia memiliki ilmu meringankan diri yang sangat tinggi, karena alasan itu, Para penduduk Ibukota menjulukinya ‘Kilat Malam’.


“Kilat Malam, ini adalah hari sialmu!.” Seseorang terbang dan langsung mendarat di depan Kilat Malam untuk memblokir jalur pelariannya


Dia adalah Tetua Agung Sekte Dao barat, seorang kakek bernama Wei Min yang mengenakan jubah serba Coklat.


“Apa kalian pikir berhasil mengepungku berarti berhasil  menangkapku?.” dengan suara serak, Kilat Malam mengucapkannya dengan sangat angkuh, dia sangat percaya bahwa mereka tidak akan pernah bisa menangkapnya.


“Kau hanya menggertak!, lihatlah, kami sudah berada di segala penjuru!.” Zhi Qiang datang bersama para murid Perguruan Beladiri dan Sekte.


Para murid langsung mengelilingi Kilat Malam dan menutup jalur Pelariannya dari segala penjuru.


Hal itu benar – benar membuat mereka yakin, bahwa hari ini mereka akan berhasil menangkap Kilat Malam.


“Apa hanya ini saja?.” Meski kalah jumlah, Kilat Malam meremehkan puluhan pendekar itu.


Perkataan itu membuat para Pendekar yang mengepungnya jadi geram.

__ADS_1


“Tangkap dia sekarang juga!.” Zhi Qiang memberi perintah karena tidak ingin berlama – lama, ia yakin bahwa Kilat Malam hanya berusaha mengulur waktu agar menemukan cara melarikan diri.


Para murid melompat ke arah Kilat Malam dari segala penjuru, Kilat Malam mengeluarkan sebuah Tombak Panjang yang memiliki ujung seperti sabit.


“hati – hati saat mendekatinya.” Wei Min memberi peringatan pada muridnya.


sesama pengguna tombak, ia tahu bahwa tombak panjang seperti itu digunakan agar musuh tidak dapat mendekati penggunanya di jarak tertentu.


Kilat Malam berputar 360 derajat sambil mengayunkan tombak panjangnya, para murid melompat tinggi  untuk menghindari tombak panjang itu.


Mereka berpikir  bahwa Kilat Malam hanya akan berputar sekali, sehingga mereka menyiapkan serangan masing – masing saat berada di udara.


Namun Kilat Malam masih belum berhenti memutar tubuhnya, akhirnya para murid yang tak bisa terbang, terkena pukulan tombak itu sebelum kakinya menginjak atap rumah.


Hanya ada 5 dari 20 murid yang tidak terkena serangan itu, ke 5 murid itu adalah pendekar tingkat tertinggi tahap awal, dengan tingkat kekuatan itu berarti mereka bisa terbang,


Wei Min datang mengayunkan tombaknya secara vertikal, tombak miliknya menghantam tombak panjang milik Kilat Malam, sehingga dengan terpaksa Kilat Malam berhenti memutar tubuhnya.


Diwaktu yang hampir sama, Zhi Qiang pun mendukung dari belakang dengan pedangnya.


Sebuah ayunan pedang horizontal ia lancarkan, berniat untuk memberikan lebih dari luka gores pada tubuh bagian bawah Kilat Malam.


Kilat Malam tersenyum dibalik topengnnya, tanpa mereka duga Kilat Malam bisa terbang.


Di udara, Kilat Malam lagi – lagi melakukan putaran tubuh diiringi tombaknya yang juga mengikuti gerakan tubuhnya.


Dengan trik yang sama seperti sebelumnnya, ia berhasil membuat tubuh para murid yang berjumlah 5 orang itu terpental jauh.


Zhi Qiang dan Wei Min kaget melihat itu, mereka tidak menyangka bahwa hanya dengan  satu trik, Kilat Malam sudah bisa  mengirim para muridnya terbang menghantam bangunan di sekitar tempat itu.


“Si*l, dia pendekar tingkat tertinggi juga.” Ucap Wei Min yang melihat Kilat Malam berada di atas langit, ia segera terbang untuk menghadapi Kilat Malam di udara.


Zhi Qiang melakukan hal yang sama, ia terbang dengan kecepatan tinggi ke arah Kilat Malam “tidak akan kubiarkan kau lolos.” Ucapnya.


Kilat Malam mengarahkan tombaknya kebawah, tepatnya ke arah Wei Min dan Zhi Qiang datang.


“Hukuman Langit Hitam.” Gumam Kilat Malam, dan tubuhnya meluncur kebawah dengan sangat cepat dan  tajam. saking cepatnya, ia terlihat seperti benda langit yang jatuh dan terbakar.

__ADS_1


“Kau kira serangan itu bisa mengalahkan kami?.” Wei Min sangat percaya diri bisa menghancurkan serangan itu.


“Tombak Angin .” Teriak Wei Min, dan tenaga dalamnya berubah bentuk  menjadi angin yang mengelilingi tombaknya, angin itu menambah kecepatan dan kekuatan tusukan tombaknya.


Zhi Qiang tidak tiinggal diam, Ketua Regu pengintai Perguruan Beladiri Xijing itu juga menyiapkan teknik terkuatnya.


“Pedang Es Tajam.” Gumam Zhi Qiang, dan muncul titik – titik air yang kemudian membeku menjadi es tajam di ujung pedangnya.


Mereka berdua berniat mengakhiri nyawa Kilat Malam dengan tusukan pedang dan tombaknya, Wei Min pun sangat yakin bisa melakukannya.


Zhi Qiang dan Wei Min terbang dengan kecepatan tinggi kearah langit, dan Kilat Malam datang dari arah sebaliknya.


“mati kau!.” Teriak mereka berdua dengan kompak.


Namun Kilat Malam memiringkan sedikit tubuhnya dan meluncur kebawah melewati mereka berdua.


Saat Kilat Malam berpapasan di udara dengan Wei Min dan Zhi Qiang ia melakukan kontak mata bergantian dengan keduanya.


Bisa terlihat dengan jelas tatapan mengejek dari Kilat Malam.


Zhi Qiang dan Wei Min sudah terlanjur melepaskan tekniknya, tidak sempat lagi membatalkannya, sehingga mereka hanya terus terbang ke atas langit mengenai udara kosong.


Kilat Malam yang meluncur kebawah segera mendarat di atap rumah, ia pun melompat turun kebawah, mendaratkan kakinya di tanah dan melarikan diri melalui  gang sempit yang tidak terkena sinar bulan purnama di malam itu.


“s*aal!, dia menipu kita!.” Saat berada di ketinggian langit, Wei min berteriak dan mengumpat karena kesal telah dibodohi oleh Kilat Malam.


Zhi Qiang pun juga kesal, namun segera ia memasang raut wajah serius.


“ternyata benar, Kilat Malam adalah salah satu dari mereka.” gumam Zhi Qiang melihat robekan kain berwarna hitam di genggaman tangannya.


“ada apa?.” Tanya Wei Min yang mendengar gumamam itu  dan melihat tatapan Zhi Qiang yang menajam.


Zhi Qiang pun menjelaskan kepada Wei Min, bahwa sejak awal ia memang  mengincar lengan pakaian Kilat Malam. ia mengeluarkan teknik terkuatnya agar Kilat Malam terkecoh.


Saat Zhi Qiang merobek lengan pakaian Kilat Malam, meskipun hanya sekilas namun ia dapat melihat dengan jelas bahwa di lengan Kilat Malam terdapat tato kepala ular kobra.


“bang*at, Shé Tóu !!!.” umpatan dan teriakan Wei Min terdengar sekali lagi setelah mendengar penjelasan Zhi Qiang.

__ADS_1


Karena Kilat Hitam sudah diketahui berasal dari Klan Pembunuh Bayaran Shé Tóu.


Maka bisa mereka simpulkan bahwa ia benar – benar kiriman Aliansi Para Pendekar Hitam, karena Shé Tóu adalah salah satu anggota dari Aliansi jahat itu.


__ADS_2