Reinkarnasi Kaisar Siluman

Reinkarnasi Kaisar Siluman
Aturan Main


__ADS_3

Perguruan Beladiri adalah sekolah beladiri yang didirikan oleh Kekaisaran sebagai bentuk gerakan memperkuat kekuatan tempurnya.


Perguruan Beladiri terbesar yang dimiliki Kekaisaran Yin adalah Perguruan beladiri Xijing yang berada di Ibukota.


Sedangkan Perguruan Beladiri lainnya berada di beberapa wilayah yang di duduki oleh Raja. Raja adalah penguasa wilayah di bawah Kaisar.


Hal yang melatarbelakangi Kekaisaran mendirikan Perguruan Beladiri adalah Invasi Bangsa Siluman di masa lalu.


Pada masa itu, Kekaisaran menyadari betapa pentingnya memperkuat kekuatan tempur, pihak Kekaisaran kala itu hanya bergantung pada kekuatan tempur dari sekte – sekte yang ada.


Walaupun kekuatan Militer Kekaisaran sudah cukup kuat, namun tidak bisa dibandingkan dengan kekuatan tempur suatu sekte, terutama sekte besar.


Tidak ingin terus bergantung pada kekuatan sekte, akhirnya Kekaisaran memutuskan membuat suatu wadah untuk memperkuat kekuatan tempur secara mandiri, dan demikian terbentuknya Perguruan Beladiri sebagai wadah yang dimaksud tadi.


beberapa tahun sejak terbentuknya Perguruan Beladiri, Kekuatan tempur Kekaisaran meningkat secara pesat.


hingga pada era saat ini, Perguruan Beladiri terus berkembang menjadi lebih kuat dan lebih besar lagi.


Perguruan Beladiri kini menjadi kekuatan non-militer terkuat yang dimiliki oleh Kekaisaran.


Berkali – berkali serangan datang dari sekte aliran hitam, namun dengan besarnya kekuatan Perguruan Beladiri, serangan tersebut dapat diatasi dengan mudah.


Walaupun kalah, namun sekte - sekte aliran hitam tidaklah bodoh, belajar dari pengalaman berabad - abad, sekte aliran hitam tidak menampakkan diri sampai sekarang karena tengah membentuk aliansi sesama pendekar hitam dengan tujuan menguasai seluruh benua.


Kabar itu tidak dianggap enteng oleh Pihak Kekaisaran, Pihak Kekaisaran terus memperkuat kekuatan tempurnya.


Salah satu tindakan memperkuat kekuatan tempur yang dilakukan oleh Kekaisaran adalah seleksi penerimaan murid baru Perguruan Beladiri.


--


Di Ruang tunggu Perguruan Beladiri Xijing. Ruangan yang luas, tanpa kursi dan meja.


Para peserta ujian terlihat duduk bersila. Raut wajah para peserta sangat tegang. Mereka sangat gugup karena seleksi akan dimulai sebentar lagi.


Di antara banyaknya peserta yang tegang di ruangan itu, Liang Wei dengan santainya tertidur seperti bayi di lantai tanpa alas.


Liang Wei juga awalnya duduk, namun lama – kelamaan Ia merasa bosan, akhirnya ia memutuskan untuk tidur.


“wah aku iri padanya, bagaimana bisa ia tertidur dengan lelap dalam keadaan seperti ini.” Ucap seorang gadis berumur 15 tahun melihat Liang Wei.


“kau benar, kak Xie Lan. tapi dia cukup menggemaskan, lihatlah wajahnya sangat tampan untuk seorang bocah berumur 7 tahun.” sahut seorang gadis berumur 10 tahun.


“aku pun berpikir demikian, Xie Niu.” Ucap gadis bernama Xie Lan kepada gadis berumur 10 tahun itu.

__ADS_1


Kedua gadis cantik itu sangat iri pada Liang Wei yang sangat santai, sedangkan mereka merasa sangat gugup. Mereka juga kagum dengan ketampanan Liang Wei.


“tapi, sepertinya kita harus berhenti melihat kesana.” Ucap Xie Niu yang tiba – tiba membelalakkan matanya, lalu menunduk dengan wajah pucat.


“kenapa?.” Tanya Xie Lan. Xie Lan sedikit heran mengapa Xie Niu tiba – tiba pucat.


“lihat gadis kecil di dekatnya.” Jawab Xie Niu yang masih menunduk.


Xie Lan pun mengalihkan pandangannya pada seorang gadis kecil di dekat Liang Wei, dan ketika Xie Lan melihat gadis kecil itu, ia reflek membuang muka sambil membelalakkan matanya, wajahnya menjadi pucat pasih, tatapan dari gadis kecil itu sangat mengintimidasinya.


“sekarang aku tahu bagaimana rasanya melihat hantu.” bisik Xie Lan sedikit gemetaran kepada Xie Niu.


“dia lebih muda dari kita berdua, tapi tatapannya membuat kita terintimidasi. Aku punya firasat buruk tentang itu.” Bisik Xie Niu.


Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk tidak lagi memperhatikan Liang Wei.


beberapa saat kemudian.


“wooosh” seseorang tiba – tiba saja muncul di depan para peserta ujian.


“perhatian para peserta, sebelum seleksi dimulai, aku Chuang Li akan menjelaskan beberapa hal penting yang perlu kalian perhatikan”


“hal pertama, ujian seleksi akan di adakan 2 tahap. Tahap 1 adalah ujian kekuatan fisik, tahap 2 adalah pertarungan 1 lawan 1 antar peserta.”


“hal kedua yang mesti kalian perhatikan adalah aturan yang harus kalian patuhi selama ujian berlangsung.”


“sampai disini apakah ada yang ingin bertanya?.”


Salah seorang dari peserta mengangkat tangannnya.


“baiklah silahkan.” Ucap Chuang Li mempersilahkan peserta itu untuk bertanya.


“jika apapun diperbolehkan selain membunuh, apakah berbuat curang dibolehkan?.” Pertanyaan yang diajukan mewakili rasa bingung para peserta.


“betul, berbuat curang diperbolehkan.” Jawab Chuang Li.


“mengapa demikian?.” Tanya peseta itu lagi.


“dalam perang, apakah ada kata curang?.” jawaban yang Cukup sederhana namun sulit dimengerti.


“tentu saja tidak ada, tapi apa hubungannya dengan ujian ini?.” ucap peserta itu karena tidak mengerti jawaban yang diberikan oleh Chuang Li.


“karena kau belum mengerti, ku ganti pertanyaanya.” Ucap Chuang Li memberi sedikit jeda.

__ADS_1


“jika ada peserta yang berbuat curang, tapi kau tidak diizinkan melaporkannya, apa yang akan kau lakukan?.” Pertanyaan itu jelas membuat mereka semua semakin bingung.


Chuang Li memberikan waktu para peserta untuk memikirkan jawabannya. dan dalam beberapa saat, para peserta diam memikirkan jawabannya.


ruangan yang di isi ribuan orang itu jadi sunyi, suasana menjadi lebih tegang, karena belum ada satupun orang yang memberikan jawaban.


Hingga dalam waktu yang lama masih belum ada jawaban,


Chuang Li sedikit kecewa karena tidak ada yang bisa menjawabnya.


ketika ia sedang memperhatikan raut wajah tegang para peserta, pandangannya tidak sengaja jatuh pada seorang bocah yang terlihat sedang tidur dengan pulas.


Urat di dahi Chuang Li muncul dengan tegas melihat perlakuan tidak sopan itu, ia merasa benar – benar tidak dihormati.


“hey kau yang tertidur di sanaaa ! ! ! .” teriaknya dengan memberikan tenaga dalam pada suaranya.


Karena sebelumnya suasana sunyi, suara keras yang tiba – tiba itu membuat para peserta jadi kaget setengah mati.


Akhirnya karena suara keras Chuang Li, bocah itu juga terbangun.


“siapa namamu, bocah?.” Ucapnya dengan geram.


“Liang Wei.” Jawab bocah itu dengan santai.


Mendengar nada bicara Liang Wei yang sangat santai, ia menjadi semakin kesal.


“Peserta Liang, jawablah pertanyaan tadi.” Ucap Chuang Li dengan nada yang meninggi.


“hufft, jika aku berhadapan dengan orang yang berbuat curang, aku hanya akan menghancurkan orang itu, tentu saja untuk menghancurkannya aku butuh strategi.” Ucap Liang Wei dengan suara seraknya yang khas.


tentu saja Liang Wei sangat berpengalaman dalam hal itu, di kehidupan sebelumnya musuh berkali – kali berusaha mengelabuhinya dengan cara yang licik, namun ia hancurkan semuanya sebelum itu terjadi, siapa yang bisa berbuat licik kepada si raja licik.


Chuang Li tidak menduga bahwa Liang Wei akan memberikan jawaban yang ia mau, meskipun ia kesal, tapi ia terpaksa harus mengakui bahwa jawaban Liang Wei benar.


“bagus, walaupun kau tidak sopan, setidaknya kau cerdas.” Ucapnya walaupun enggan mengatakannya.


“kalau begitu, aku akan melanjutkan tidurku.” ucap Liang Wei tanpa ekspresi, lalu kembali tidur seolah berada dirumahnya.


Semua orang merasa jengkel pada Liang Wei, tapi tidak ada yang berani menegurnya, karena jawaban yang diberikan Liang Wei nyatanya berhasil membuka pikiran mereka.


Bahkan Chuang Li yang sangat kesal memilih untuk  tidak menegurnya lagi, dengan raut wajah yang masih kesal, ia membatin “waktu ku akan terbuang percuma jika meladeni bocah menyebalkan itu.”


“baiklah karena kalian sudah mengerti, kita akan mulai ujian seleksi tahap pertama.”

__ADS_1


 


 


__ADS_2