Reinkarnasi Kaisar Siluman

Reinkarnasi Kaisar Siluman
Memeriksa Para Bawahan Kaisar


__ADS_3

Pagi hari masih belum menunjukkan matahari, namun Liang Wei sudah mendatangi Kaisar Aiguo.


“Kumis Uban, aku akan berangkat 3 hari lagi.” Liang Wei berbicara tentang perjalanan ke Kekaisaran Yang.


Liang Wei berpikir bahwa beberapa persiapan telah matang, tinggal menunggu Hong Bingwen menyeleksi orang – orangnya untuk ikut dengan Liang Wei.


Sebelumnya, di Pertemuan Darurat….


Setelah rencana A dan B telah selesai disepakati, kini mereka membahas tentang cara mendapatkan Informasi dari musuh.


“Kita harus satu langkah di depan mereka, kita harus harus tahu tujuan mereka sebelum memutuskan untuk bertindak.”


“Cucuku, perkataanmu memang mudah, tapi menurutku itu tidak semudah mewujudkannya.”


“Jika mereka punya mata – mata, maka kita juga harus memilikinya, aku sendiri yang akan turun tangan dengan beberapa murid Perguruan Beladiri.”


Para murid adalah wajah baru yang tidak akan dikenali oleh para musuh dengan mudah, maka dari itu kemungkinan untuk berhasil lebih besar.


“Aku menolak ide itu!.” Liang Ye berdiri dari kursinya dan menjadi orang pertama yang menolak gagasan itu dengan keras.


Ada juga beberapa orang yang sama seperti Liang Ye, antara lain Hong Bingwen, Kaisar Aiguo, dan Jenderal Ding.


Para Leluhur yang lainnya tidak memihak siapapun atau netral.


Sedangkan sisanya setuju pada ide yang disampaikan oleh Liang Wei.


“Lalu, apakah kakek bisa mengusulkan cara yang lebih baik?.”


Liang Ye terdiam setelah mendengar itu, namun beberapa saat dia kembali dengan argumennya.


“Apa saja yang penting bukan ide yang beresiko seperti itu!.” Liang Ye meninggikan nada suaranya.


Sangat jelas bahwa itu merupakan bentuk kekhawatiran seorang kakek kepada cucunya.


Ia tidak ingin pertemuannya selama beberapa hari dengan cucunya adalah hari terakhir cucunya hidup.


Liang Ye sudah cukup terpukul setelah kehilangan Liang Yi, ia tidak ingin hal yang sama terjadi kepada Liang Wei.


“Rencana yang kemungkinan besar berhasil, juga memiliki resiko yang besar!, ini adalah Perang, kita tidak bisa menghindari korban.”


Liang Wei menegaskan kata – kata yang memang kenyataannya seperti itu.


Liang Ye  menghela napas, ia berpikir jika Liang Wei memang seyakin itu, berarti dia memiliki beberapa cara untuk lolos dari musuh.


Ia hampir lupa tingkat kekuatan Liang Wei, dengan itu berkurang sudah kekhawatirannya.


“Tapi, kau harus berjanji untuk kembali hidup – hidup!.”


Liang Ye meminta persetujuan pada janji itu, Liang Wei mengangguk setuju.


Kembali ke 2 hari setelahnya…


“Lalu, bagaimana dengan rencana kita sebelumnya?.” Yang dimaksud adalah memeriksa para bawahannya.


“Mari kita lakukan rencana itu siang ini!.”


Kaisar Aiguo memegang kumis berubannya dan berpikir beberapa saat sebelum menjawab.


“Baiklah!.”


--


Siang Hari telah tiba…


Di Aula Kekaisaran, semua orang kecuali yang pernah menghadiri pertemuan darurat sebelumnya sudah ada di situ.

__ADS_1


Orang – orang yang mengikuti pertemuan darurat sudah dianggap bersih oleh Liang Wei.


Kali ini yang menghadiri rapat adalah orang – orang yang belum pernah Liang Wei temui sebelumnya.


Kaisar Aiguo telah mengumumkan bahwa rapat itu diadakan untuk memberitahu rencana pada pertemuan darurat sebelumnya kepada orang – orang yang belum menghadirinya.


Tidak ada yang curiga dengan alasan itu, karena Kaisar Aiguo beralasan bahwa semua informasi harus didengarkan langsung dari mulutnya agar tidak informasi tidak bocor.


“Baiklah kita mulai sekarang.” Setelah memastikan semua bawahannya telah hadir, Kaisar Aiguo memulai rapat itu.


Liang Wei juga berada di situ bersama Liang Ye dan Jenderal Ding.


Kehadiran Liang Wei tidak juga dicurigai, karena semua orang sudah tahu bahwa dia adalah cucu dari Leluhur Liang.


Liang Wei tidak akan berbicara dan berargumen, tetapi Liang Ye menggantikannya.


Liang Wei akan memberitahu Liang Ye apa yang harus ia katakan melalui telepati.


“Sebelum kita masuk pada pembahasan inti, mari kita dengarkan informasi yang Leluhur Liang dapat dari musuh.”


Kaisar Aiguo langsung memberi Liang Ye kesempatan untuk berbicara.


Liang Ye sudah tahu apa yang harus ia katakan, Liang Wei setiap saat berbicara melalui telepati padanya.


“Terima kasih kepada Yang Mulia, karena telah memberikan saya kesempatan untuk berbicara.”


Liang Ye membuka kata – katanya dengan basa basi, lalu, langsung pada intinya.


“Kami telah memastikan, bahwa otak dari semua masalah (perang) telah melarikan diri ke Kekaisaran Yang.”


“Diketahui bahwa orang itu bernama Cao Pi, dia begitu licik.”


“Menurut informasi yang kami dapat dari mata – mata , Cao Pi akan menggunakan pengikutnya untuk menguras tenaga kita, dan setelah kita sudah lemah ia akan datang menyerang dan mengalahkan kita dengan mudah.”


Kata – kata yang Liang Ye sampaikan persis seperti yang Liang Wei rancang.


Liang Wei tahu bahwa pria yang telah ia kelabui pasti akan memperingati para musuh yang menyamar sebagai bawahan Kaisar.


Jika dugaan Liang Wei benar, maka orang – orang yang menyamar itu akan meninggalkan Kekaisaran malam nanti. tetapi, Liang Wei tidak akan membiarkan itu terjadi.


Setelah mendengar kata – kata Liang Ye, ada beberapa orang yang bereaksi secara berlebihan.


“Apa?.”


Liang Wei tahu apa yang ada dalam pikiran mereka, mereka pasti tidak menyangka bahwa kata – kata yang keluar dari mulut Liang Ye akan sama dengan apa yang mereka dengar dari orang yang telah Liang Wei kelabui.


Liang Wei mulai mendeteksi beberapa niat membunuh, niat membunuh itu muncul saat seseorang berpikir untuk membunuh.


Ruangan itu mulai riuh, orang – orang mulai ribut membahasnya.


“Tenanglah para bawahanku sekalian!.” Kaisar Aiguo menegur mereka agar tidak ribut lagi.


Tak berapa lama setelah itu, para bawahan Kaisar Aiguo tenang.


Kaisar Aiguo menganggukkan kepala kepada Liang Ye, pertanda untuk melanjutkan perkataanya.


“Ancaman dari Cao Pi sangatlah besar, maka dari itu kami menyediakan sesuatu untuk melindungi kalian semua.”


Liang Ye mengeluarkan satu wadah kecil yang berisi sebutir pil.


“Di dalam wadah kecil ini terdapat sebutir pil yang bisa meningkatkan kekuatan kalian sebanyak 3 rana sekaligus secara permanen.”


Semua orang jadi kaget, jika meningkatkan beberapa tahap, mereka pasti akan langsung percaya, tapi ini adalah rana, sangat sulit mempercayai bahwa itu ada.


Liang Ye sudah diberitahu Liang Wei bahwa mereka tidak akan langsung percaya pada kata – katanya tanpa bukti. Maka dari itu Liang Wei sudah mengaturnya.

__ADS_1


Liang Ye memberikan sebutir pil kepada Liang Wei, sebutir pil itu sebenarnya pil biasa yang tidak ada efeknya sama sekali.


Liang Wei menelannya secara langsung dan tanpa trik apapun. Setelah itu ia menempelkan satu tangannya di atas alat untuk mendeteksi tingkat kekuatan yang telah Liang Ye keluarkan.


Alat pendeteksi berbentuk kayu sebesar lengan itu mengeluarkan lima garis cahaya, yang berarti Liang Wei telah berada di rana Pendekar tingkat tertinggi.


“APAAA???.”


Kali ini semua orang berdiri dari tempat duduknya termasuk Kaisar Aiguo yang sebenarnya hanya berpura – pura kaget.


Liang Wei berhasil mengelabui mereka, anak seumuran Liang Wei rata - rata hanya berada pada rana pendekar tingkat dasar tahap menengah.


Sehingga tidak akan ada yang menduga bahwa sedari awal Liang Wei memang sudah berada pada rana itu.


“Apakah alat itu sudah rusak?.” Tapi ada beberapa dari mereka yang masih sedikit meragukannya.


“Silahkan kau periksa!.” Liang Ye melempar alatnya kepada orang itu.


Orang itu menangkap alat pendeteksi rana itu dan langsung mencobanya. Mata orang itu langsung membelalak “Alat ini tidak rusak!.”


Beberapa mata serakah mulai menatap tempat pil kecil yang berada di atas meja Liang Ye.


“Satu pil per-orang. Cucuku akan membagikan pil yang sejenis kepada kalian.”


Liang Wei mengeluarkan dua wadah besar pil dari balik jubahnya. Jumlah pil di dalamnya sudah disesuaikan dengan jumlah semua bawahan Kaisar Aiguo.


Liang Wei mulai membagikan pil itu satu persatu kepada semua orang.


Setelah Liang Wei selesai, Liang Ye melanjutkan perkataanya kembali.


“Sekarang sudah ada satu pil di tangan kalian, silahkan kalian telan sebelum efektifitasnya berkurang.”


Mereka tahu pil yang sudah berada di luar wadahnya pasti akan berkurang efektifitasnya.


Tidak ingin pil itu sia – sia, mereka langsung menelannya tanpa ragu.


Beberapa saat setelah itu, mereka tidak merasakan perubahan apapun, tidak ada peningkatan atau sejenisnya.


“Leluhur, mengapa tidak terjadi apa – apa?.”


“Benarkah?.” Liang Ye menaikkan satu alisnya.


“Benar lelu…” beberapa orang langsung terbatuk dan memuntahkan darah, sedangkan satu orang jadi lumpuh.


Melihat orang di dekatnya meregang nyawa, beberapa orang mulai panik.


“Apa yang terjadi?, apakah leluhur meracuni kami?.”


“Kami mohon, cepat berikan penawarnya!.”


Ruangan itu mulai riuh karena teriakan – teriakan orang yang meminta pertolongan kepada Liang Ye.


“Tenanglah, aku pastikan,  kalian tidak kuracuni, aku hanya meracuni para pengkhianat.”


Para bawahan Kaisar Aiguo menoleh kepada orang – orang yang telah mati dan 1 orang yang lumpuh.


Wajah orang – orang itu perlahan berubah menjadi wajah orang lain.


Sebelumnya, Liang Wei telah menandai beberapa orang yang ia deteksi sebagai pengkhianat.


2 wadah pil di tangan Liang Wei adalah berisi dua jenis pil yang berbeda, di wadah satu adalah pil yang mengandung racun, sedangkan yang lainnya adalah pil biasa seperti yang ia telan.


Liang Wei memberikan pil yang mengandung racun hanya kepada orang – orang yang ia tandai, kemudian memberikan satu pil khusus untuk membuat 1 orang lumpuh.


Satu orang yang dibiarkan hidup itu, tentu saja akan diinterogasi pihak Kekaisaran.

__ADS_1


__ADS_2