
Para pembunuh bayaran yang lain termasuk Shé Yan, jadi ketakutan melihat kemarahan Shé Huo.
“aku.” Ucap seseorang yang tiba – tiba muncul, dan mengagetkan para pembunuh bayaran.
Orang itu menggunakan jubah hitam dengan tudung yang menutupi kepalanya, dengan tubuh mungilnya ia berdiri tegap di tengah ruangan itu seolah tidak mengenal rasa takut.
“siapa kau?.” Teriak Shé Huo, amarahnya memuncak di saat orang yang telah membuat ia marah muncul di depannya.
“tidak penting, yang penting adalah aku sudah menggali kuburanmu di tempat sampah yang berada di luar.” Balas orang itu dengan sombong, orang itu adalah Liang Wei.
--
Sebelumnya..
Liang Wei berada di dalam kurungan batu, ia sudah mengetahui trik apa yang akan mereka lakukan.
Di saat Shé Yan melempar sesuatu yang berasap, ia langsung menahan napas.
Dalam keadaan gelap itu, ia juga menutup hidung dan mulut Lin Lixue yang berada di dekatnya.
Lin Lixue langsung mengerti maksud tindakan Liang Wei, ia pun tidak merontah atau menolak itu.
“apa ini?, Liang Wei lakukan sesuatu!.”
Di saat Yang Huian meminta pertolongan, Liang Wei hanya diam, ia berpikir bahwa rencananya akan gagal jika membiarkan Yang Huian tetap sadar.
“Langkah Kegelapan.”
Menyadari Yang Huian sudah tidak sadarkan diri, Liang Wei segera menggunakan tekniknya dan memasuki bayangannya bersama Lin Lixue dan Yang Huian, Mereka bertiga muncul di sebuah gang sempit yang sangat gelap, karena tidak sedang bulan purnama.
“tunggu di sini, aku akan membawa yang lain.” Ucap Liang Wei, lalu menghilang di dalam kegelapan, tanpa menunggu persetujuan Lin Lixue.
Ia kembali masuk kedalam kurungan batu sebelumnya, tidak melakukan apapun selain memperhatikan keadaan di luar.
Ia juga sudah menduga bahwa Shé Yan akan mengurung Chuang Li dan yang lain, karena Liang Wei tahu bahwa mereka menginginkan Chuang Li dan yang lain dalam keadaan hidup. Ia bisa mendapat kesimpulan itu dari pemikirannya sendiri.
Jika memang para pembunuh bayaran ingin membunuh ketiga rekannya, maka mereka sudah pasti melakukannya sejak awal, dengan jumlah orang dan kekuatan yang mereka miliki, untuk mewujudkan hal itu, bukanlah hal yang sulit.
Liang Wei sangat yakin bahwa Chuang Li dan yang lain akan tetap hidup, sehingga Liang Wei hanya diam dan tidak menolong ketiga rekannya itu.
Sambil menunggu Shé Yan melakukan apa yang ia tunggu, Liang Wei mengganti pakaiannya dengan jubah serba hitam dan tudung di kepala.
Sesuai dengan dugaan Liang Wei, beberapa saat kemudian, Shé Yan akhirnya mengurung ketiga rekan Liang Wei dan melakukan trik yang sama, seperti yang Shé Yan lakukan pada Yang Huian.
Untuk menghindari kecurigaan, Liang Wei membiarkan asap itu membuat Chuang Li dan yang lain tertidur.
Di saat suara Chuang Li dan yang lain sudah tidak terdengar, pertanda mereka sudah tertidur, Liang Wei segera melakukan aksinya.
“langkah kegelapan.”
Ia menghilang ke dalam kegelapan kurungan itu, dan muncul di dalam kurungan Chuang Li dan yang lain.
Dengan teknik yang sama, Liang Wei segera membawa mereka bertiga ke tempat Lin Lixue berada.
__ADS_1
“woosh” Liang Wei datang membawa Chuang Li, Ming Hao, dan Liu Changhai yang terluka parah.
“segera cari pertolongan untuk mereka, aku akan kembali untuk menghadapi para pembunuh bayaran itu.” Ucap Liang Wei, lalu bergegas pergi.
Namun belum sempat Liang Wei pergi, Lin Lixue sudah memegang tangannya untuk mencegahnya pergi.
“saat ini, aku memang tidak lebih kuat daripada pemimpin mereka, tapi aku bisa mengalahkannya tanpa menjadi lebih kuat darinya.” Ucap Liang Wei sambil melepaskan genggaman Lin Lixue dengan paksa, lalu menghilang di dalam kegelapan.
Ia kembali muncul di saat Shé Huo sudah menyadari bahwa ia dan rekannya sudah tidak berada di dalam kurungan batu itu.
--
“tidak penting, yang penting adalah aku sudah menggali kuburanmu di tempat sampah yang berada di luar.” Ucap Liang Wei dengan sombong.
Mendengar ucapan sombong itu, Shé Huo semakin tidak bisa menahan amarahnya.
“dengan tubuh kecilnya, ia tidak akan bisa berbuat apa – apa, cepat habisi dia!” perintah Shé Huo kepada para pembunuh bayaran.
Terlihat sangat berlebihan, hanya untuk menghabisi satu musuh, mereka menyerang secara bersamaan, namun begitulah cara kerja mereka.
Para pembunuh bayaran berbondong – bondong berlari dari segala penjuru untuk menyerang Liang Wei, bahkan Shé Yan juga ikut menyerang.
“Hujan Kematian.” Gumam Shé Yan, dia melakukan gerakan dan teknik yang sama seperti sebelumnya, teknik yang membuat Chuang Li, Ming Hao, dan Liu Changhai tidak berdaya.
Shé Huo yang memberi mereka perintah pun tidak tinggal diam, ia ikut berlari di belakang mereka, terlihat ia menyiapkan tinjunya.
Sembari berlari, Shé Huo merentangkan kedua tangannya kesamping kiri dan kanan.
Muncul sebuah api dari tengah perutnya, lalu api itu melingkari tubuhnya seperti ular, dan akhirnya berhenti ketika sudah berada di ujung tinju Shé Huo.
“boom boom boom”
Teknik Shé Yan terlebih dahulu menghujani Liang Wei, hujan serpihan – serpihan batu tajam itu datang dengan kecepatan yang lebih tinggi daripada sebelumnya, sehingga tekniknya berakhir dalam waktu yang singkat.
Meski lebih singkat, namun itu lebih kuat daripada sebelumnya, Shé Yan meyakini serangan itu sepenuhnya akan berhasil membuat banyak lubang di tubuh Liang Wei.
Di saat teknik yang dilakukan Shé Yan berakhir, debu bertebaran dan asap muncul akibat tekniknya itu.
Meski jarak pandang terhalang karena asap, namun itu tidak menghalangi langkah para pembunuh bayaran untuk memberikan serangan susulan kepada Liang Wei, mereka serentak berlari menerobos asap itu.
Tidak puas dengan serangan sebelumnya, Shé Yan juga berlari menerobos asap itu, ia ingin ikut andil menghabisi Liang Wei secara langsung.
“matilah kau!!!” teriak mereka.
“woosh” akhirnya semua serangan mendarat di tempat tujuannya.
Di dalam asap yang membuat mereka sulit untuk melihat, Para pembunuh bayaran tersenyum puas saat merasakan pedangnya berhasil menusuk tubuh seseorang.
“biar kuberi serangan penghabisan!.” Ucap Shé Huo, ia datang dari belakang, terlihat sinar merah menerangi asap yang lebat.
Para pembunuh bayaran kemudian menyingkir dan mereka memberikan ruang untuk Shé Huo melakukan serangannya.
“dengan serangan ini, tubuhmu akan menjadi abu.” Batin Shé Huo.
__ADS_1
“Taring Ular Api.” Gumam Shé Huo, dan secara bersamaan kedua tinjunya menghantam tubuh musuhnya.
“booom” kedua tinju api itu tepat sasaran mengenai perut dan dadanya, sehingga ia terlempar menghantam dinding di sudut ruangan dengan tubuhnya yang sudah hangus.
“hahahahhaha” Shé Huo tertawa dengan keras, diikuti oleh para pembunuh bayaran yang lain.
Suara tertawa mereka bergema di ruangan itu, mereka sangat puas karena telah berhasil menghabisi orang yang telah membuat pemimpin mereka marah.
Akhirnya setelah beberapa saat, asap itu menghilang, terlihat di sudut ruangan, seseorang terbaring lemah dengan tubuh hangus dan pedang yang menancap di seluruh tubuhnya.
Ia terlihat muntah darah berkali – kali, dada dan perutnya sebagian sudah menjadi abu akibat tinju Api Shé Huo.
“ke-kenapa kalian malah menyerangku?.” Ucap orang itu dengan suara lemah.
Para pembunuh bayaran termasuk Shé Huo, membelalakkan mata melihat orang itu.
“Shé Yan!.” teriak Shé Huo, dan ia segera berlari menuju orang yang terbaring lemah itu.
“bagaimana bisa?.” Batin para pembunuh bayaran.
Melihat orang yang terluka adalah Shé Yan, Para pembunuh bayaran jadi bingung, karena mereka sebelumnya sudah sangat yakin bahwa mereka telah berhasil menghabisi musuhnya.
Namun mereka tidak tahu bahwa yang sebenarnya terjadi adalah...
Pada saat serangan pertama, Liang Wei dengan sengaja terdiam membiarkan serangan itu datang padanya, untuk membuat mereka berpikir bahwa serangan itu berhasil.
Tepat di detik – detik akhir sebelum serpihan – serpihan batu tajam itu mengenainya, ia baru bergerak dengan cepat masuk ke dalam bayangannya dengan teknik miliknya.
Liang Wei sejak awal berniat mengganti posisinya dengan Shé Yan, dan rencana itu semakin mudah terwujud, ketika Shé Yan juga ikut masuk ke dalam asap yang membuatnya kesulitan melihat.
Sebagai pengguna elemen kegelapan, Liang Wei tentu sangat mudah bergerak di tempat yang bahkan tidak ada cahayanya sedikitpun.
di saat yang tepat, Liang Wei muncul dari bayangan Shé Yan, lalu membuat Shé Yan masuk ke dalam bayangannya.
Di saat Shé Yan masuk ke dalam bayangan itu, saat itu juga ia telah menggantikan posisi Liang Wei.
“Shé Yan!.” Ucap Shé Huo, dan ia segera berlari menuju orang yang terbaring lemah itu.
Berlari secepat kilat, seketika Shé Huo sudah tiba di tempat Shé Yan berada, ia kemudian duduk dan segera mengalirkan tenaga dalam untuk menyembuhkan lukanya.
“percuma.” Gumam Shé Yan yang merasa hidupnya sudah tidak lama lagi.
Benar – benar percuma, baru beberapa saat ia mengalirkan tenaga dalam, detak jantung Shé Yan sudah berhenti.
“hahahaha ternyata seorang penjahat juga bisa melakukan pertunjukan sandiwara yang menyedihkan.” Tiba – tiba suara Liang Wei terdengar di telinga para pembunuh bayaran, termasuk Shé Huo.
Tidak ada wujud yang nampak, hanya suara serak yang menggema, meskipun tidak lantang, tapi suara itu terdengar sangat dekat di telinga mereka.
Bahkan terdengar seperti seseorang berbisik langsung di telinga mereka masing - masing, sehingga mereka tidak bisa menentukan dari arah mana suara itu datang.
“kalian mengusikku di malam hari yang penuh kegelapan ini, tanpa sadar kalian sudah mengambil antrian di neraka.” Suara Liang Wei lagi – lagi menggema, membuat bulu kuduk mereka berdiri.
__ADS_1