Reinkarnasi Kaisar Siluman

Reinkarnasi Kaisar Siluman
Shé Tóu


__ADS_3

“booom”  tiba – tiba sebuah ledakan terdengar, membuat semua orang panik meninggalkan ruangan itu.


“Tuan Putri!.” Teriak Liu Changhai yang melihat dari mana asal ledakan itu.


ledakan itu menghasilkan asap yang mengisi seluruh ruangan, sehingga menghalangi jarak pandang.


Jarak pandang yang terhalang, membuat para tamu penginapan jadi panik, dan semakin panik lagi di saat semua jalan keluar tertutup oleh benda yang sangat keras.


“apa ini?, kenapa sangat keras?.” Ucap salah seorang yang mencoba menyelamatkan diri, ia berusaha menghancurkan benda itu dengan pedangnya, tapi sekeras apapun ia berusaha, benda itu tidak bergeming sedikitpun.


Beberapa saat kemudian, asap itu perlahan menghilang, dan terlihat 2 orang dengan pakaian serba hitam tanpa lengan.


Pakaian yang mereka kenakan itu memperlihatkan lengan mereka yang kekar dan tato kepala cobra berwarna hitam.


“siapa kalian?, cepat lepaskan orang yang berada di dalam batu itu!.” teriak Liu Changhai.


Mereka berdua tidak mempedulikan Liu Changhai. Mereka hanya berbincang satu sama lain.


“Shé Huo, kita apakan tikus di dalam kurungan ini?.” Ucap salah satu dari 2 orang itu, ia menyekap Yang Huian, Lin Lixue, dan Liang Wei di dalam sebuah kurungan dari batu yang berbentuk mangkok terbalik.


Orang itu juga yang telah menutup semua jalan keluar dari ruangan itu dengan elemen batu, Elemen batu adalah elemen tanah pada tingkat yang lebih tinggi.


“Shé Yan, biarkan saja mereka bertiga di dalam, sementara kita di sini bersenang – senang sebelum membawa mereka.” Jawab Shé Huo sambil menunjukkan senyum tanpa menyipitkan mata.


Shé Huo adalah seseorang dengan wajah seram dan  tubuh besar dan tinggi.


“lepaskan aku!, apa kalian tahu siapa aku!, jika ibu ku tahu, kalian akan dibunuh!” ancam Yang Huian dari dalam kurungan batu itu.


“lakukan sesuatu pada tikus berisik di dalam!.” ucap Shé Huo yang merasa terganggu.


Shé Yan mengangguk mengerti, ia membuat lubang kecil di atas kurungan batu itu, lalu melempar sesuatu yang mengeluarkan asap ke dalamnya.


“apa ini?, Liang Wei lakukan sesuatu!.” Ucap Yang Huian melihat asap memasuki ruangan itu.


Namun tidak ada respon dari Liang Wei.


“oh tidak, dia pingsan akibat serangan pertama tadi.” Batin Yang Huian.


“uuhuk uhhuk” dan akhirnya suaranya tidak terdengar lagi setelah batuk beberapa kali.


“apa yang kau lakukan?.” Teriak Liu Changhai.


“aku hanya membuat mereka tertidur, tapi apakah kau bisa menebak mereka masih bisa bangun atau tidak?.” Ucap Shé Yan sambil tersenyum penuh makna.

__ADS_1


“bang*at.” Kesabaran Liu Changhai sudah habis, ia menghunuskan pedang dari sarungnya, namun sebelum ia menyerang, Ming Hao datang mencegahnya.


“Changhai, kita tidak boleh ceroboh.” bisik Ming Hao sambil memegangi lengannya.


“tapi, mereka telah melakukan sesuatu pada Tuan Putri!.” Ucap Liu Changhai dengan wajah kesal.


“aku bisa merasakan Tuan Putri masih baik – baik saja.” Ucap Ming Hao.


“ ‘masih baik – baik saja’ nya itu hanya sementara.” Ucap Liu Changhai dengan nada meninggi.


“aku tahu, tapi kita harus menunggu waktu yang tepat, agar keselamatan Tuan Putri lebih terjamin, apakah kau tahu siapa mereka?.” Ucap Ming Hao berusaha membujuk Liu Changhai.


Mendengar ucapan Ming Hao, Liu Changhai mencoba memperhatikan Shé Huo dan Shé Yan.


“tato kepala ular cobra?, bukankah tato itu ….” ucap Liu Changhai dengan mata membelalak.


Sebelum ia melanjutkan perkataanya, salah seorang tamu penginapan sudah mendahuluinya.


“Shé Tóu.” Ucapnya dengan bulu kuduk yang berdiri, karena mengenali siapa para pemilik tato itu.


Mendengar kata ‘Shé Tóu’, wajah para tamu penginapan jadi pucat.


Shé Tóu adalah klan pembunuh bayaran terbesar di seluruh benua, mereka selalu berhasil menjalankan misi pembunuhannya.


Selain itu, mereka juga tidak pernah meninggalkan satu saksi pun dalam tiap misi pembunuhannya, dengan kata lain, mereka akan langsung menghabisi seluruh saksi di tempat.


Kalaupun ada yang berhasil melarikan diri, para pembunuh bayaran yang lain akan mengincar saksi yang melarikan diri itu, mereka baru berhenti ketika nyawa saksi itu juga berhenti.


“oh tidak!, nasib buruk telah menimpa kita semua.” Ucap seseorang, ia sampai terjatuh, lututnya gemetaran akibat ketakutan.


“toloong!!!, siapapun yang ada di luar, kumohon selamatkan kami!.” Ucap tamu penginapan yang lain sambil memukul batu yang menutupi pintu keluar.


Berbagai reaksi mulai ditunjukkan oleh para tamu penginapan, kebanyakan dari mereka ketakutan hingga putus asa, namun di antara orang yang ketakutan, ada juga yang berniat memberikan perlawanan.


“kalian jangan takut, lihat baik –baik! mereka hanya berdua!.” Ucap salah seorang dari mereka.


“benar, kita bisa mengalahkan mereka jika bersatu!.” Ucap yang lain menimpali.


“hahahaha” tiba – tiba terdengar suara banyak orang tertawa.


Para Tamu penginapan secara reflek melihat ke arah dimana suara itu berasal.


Suara itu berasal dari para tamu penginapan lain yang berada di dekat mereka.

__ADS_1


“apakah ini semacam ilusi untuk membuat para tamu penginapan gila?.” Ucap salah seorang tamu penginapan yang melihat orang – orang itu tertawa.


Para Tamu penginapan jadi bingung, salah satu dari mereka merasa kesal, hingga memarahi orang - orang yang tiba – tiba tertawa.


“di saat seperti ini!, kenapa kalian malah terta…”


“woooshh” pedang menebas lehernya.


Kata – katanya belum selesai, namun hidupnya sudah diselesaikan oleh orang di dekatnya.


“siapa bilang kami hanya berdua,hahahahaha.” ucap Shé Huo, lalu tertawa dengan keras.


“aaaa” para tamu wanita berteriak histeris melihat kejadian itu, dan para tamu penginapan yang lain segera berlari mencoba menyelamatkan diri.


Tapi sungguh celaka, mereka tak terselamatkan dan tidak ada yang bisa menyelamatkan mereka.


Kejadian itu serentak terjadi dalam waktu yang sangat cepat, dalam waktu kurang dari 2 tarikan napas, genangan darah sudah memenuhi ruangan itu.


Mereka bahkan belum sempat memohon untuk nyawa mereka, namun kepala mereka sudah tertanggal dari tempatnya.


Para tamu penginapan yang berjumlah sekitar 30 orang sudah terbantai habis, termasuk Para prajurit yang ikut bersama Yang Huian.


Kini hanya menyisakan Chuang Li, Ming Hao dan Liu Changhai di ruangan itu, mereka berhasil selamat dengan membunuh orang yang berusaha membunuhnya.


Namun nasib ketiganya sepertinya sudah berada di ujung tanduk, karena lebih dari 60 orang pembunuh bayaran sudah mengepungnya.


Rata – rata mereka berada pada tingkat mahir tahap awal, setara dengan Liu Changhai dan Ming Hao.


Hanya Chuang Li yang berada pada tingkat tertinggi tahap puncak yang kemungkinan bisa menghadapi mereka, namun tetap saja, mereka terlalu banyak untuk Chuang Li.


Memasang kuda – kuda masing masing, mereka bertiga berdiri saling membelakangi menjaga titik buta satu sama lain.


“ini sungguh si*l.” ucap Chuang Li.


“seharusnya aku lebih waspada tadi.” Batin Chuang Li. Ia tidak menduga serangan itu akan datang, kini ia menyesali keteledorannya.


Chuang Li ingin melakukan ilusi, namun musuh berada di segala sisi, sehingga menyulitkan ia melancarkan aksinya.


“kakak, apakah kita akan melawan mereka semua?.” Tanya Liu Changhai.


“apakah kita dalam keadaan bisa memilih?.” Bentak Ming Hao mendengar pertanyaan bodoh Liu Changhai.


 

__ADS_1


 


__ADS_2