Reinkarnasi Kaisar Siluman

Reinkarnasi Kaisar Siluman
Ujian Tahap Kedua


__ADS_3

Ujian tahap kedua di Perguruan Beladiri Xijijng selalu diadakan dengan cara yang sama, yaitu dengan adu kekuatan atau pertarungan 1 lawan 1 antar peserta.


Pertarungan dilakukan di arena pertandingan Perguruan Beladiri Xijing. Pertarungan itu disaksikan oleh Para Petinggi Perguruan Beladiri Xijing, tamu kehormatan, bahkan Kaisar Kekaisaran Yin, Yin Aiguo.


Tingkat kekuatan Kaisar Aiguo adalah pendekar tingkat tertinggi tahap puncak. Kekuatan itu sudah cukup untuk meluluhlantakkan satu kerajaan.


Kaisar  Aiguo mengenakan jubah Kaisar kebanggaanya, Jubah berwarna merah dengan gambar naga berwarna emas.


kumisnya yang sudah tidak berwarna hitam lagi tidak mengurangi kewibawaannya.


Kaisar Aiguo saat itu duduk di sebuah kursi dengan ukiran naga, kursi kehormatan seorang Kaisar, dengan senyum yang merekah ia menikmati antusiasme rakyatnya untuk menyaksikan pertandingan yang sebentar lagi akan di mulai.


“para hadirin aku Chuang Li, aku adalah wasit sekaligus penguji pada ujian tahap pertama dan tahap kedua ini.”


“baiklah kita sambut para peserta yang lolos di tahap ini.” Ucap Chuang Li dengan meriah.


“wooooooooooohhhhhhh” teriak para penonton memeriahkan suasana, mereka sudah tidak sabar ingin menyaksikan pertandingan itu.


“aku yakin muridku akan memenangkan pertandingan ini.”


“kau salah, anakku yang akan memenangkannya.”


Perdebatan pun tak  terelakkan, Masing – masing dari mereka menjagokan murid atau anaknya.


Perdebatan itu juga terjadi di sekitar kursi tamu kehormatan yang berada di sisi barat tribun.


“aku yakin Ding Bang yang akan memenangkan ini.” Ucap seseorang di dekat Kaisar Aiguo, dia adalah Jenderal Ding An, ayah dari Ding Bang.


“belum tentu, aku Lu Bian Patriak Sekte Pedang Jiwa mengunggulkan murid baru terbaikku Xie Lan.” Ucap Patriark Sekte Pedang Jiwa yang berada di samping Jenderal Ding.


“ho ho gadis kecil itu tidak akan bisa melawan Ding Bang yang kuat, aku sudah melatihnya dengan keras.” Ucap Jenderal Ding sambil membusungkan dada dengan sombong.


“otak otot tidak selalu memenangkan pertarungan.” Sindir Lu Bian.


“ingatlah bahwa kalian saat ini berada di dekat Kaisar.” Ucap Patriark Perguruan Beladiri Xijing yang bernama Hong Bingwen.


Akhirnya mereka berdua diam karena teguran itu, namun tatapan mata mereka masih sengit, mereka saling menatap dengan tajam dan mengumpat dalam hati.


Di antara para peserta yang menonton, Hong Cheung telihat duduk di kursi penonton biasa, ia dengan santainya menikmati perdebatan tadi.


“kalian semua salah, karena aku bisa merasakan anakku sedang berjalan menuju arena pertandingan itu.” Pikir Hong Cheung dengan senyum lebar.

__ADS_1


Tidak lama setelah itu, Terbukti benar apa yang dipikirkan Hong Cheung, terlihat para peserta berjalan kaki dengan santai, tidak sampai berapa lama tibalah para peserta itu di atas arena pertandingan.


peserta yang berdiri di arena pertandingan saat itu hanyalah 2 orang, dan 2 orang itu adalah bocah dan gadis kecil berumur 7 tahun, mereka berdua adalah Liang Wei dan Lin Lixue.


Lin Lixue masih konsisten dengan wajah datar tanpa ekpresinya, dan Liang Wei juga masih konsisten dengan wajah arogannya.


para penonton belum menyadari ada kejanggalan, mereka berpikir mungkin peserta lain masih berjalan menuju ke atas panggung.


Tapi setelah beberapa lama, peserta lain tidak kunjung terlihat, hal ini lantas membuat mereka para penonton kebingungan.


“mereka berdua adalah peserta yang lolos pada ujian sebelumnya, dan mereka berhak mengikuti ujian tahap kedua atau  terakhir ini.” Ucap Chuang Li menyadarkan mereka dari kebingungannya.


“apa?.”


Tidak ada satupun dari mereka yang puas melihat hanya 2 orang yang lolos dari ujian tahap pertama.


“mana peserta yang lain?.” Teriak Jenderal Ding yang melihat kejanggalan itu.


“bukankah sudah kubilang hanya ini peserta yang lolos.” Jawab Chuang Li dengan santai.


“apa kau bercanda?, satu dari mereka bahkan tidak memiliki tenaga dalam, dan yang satunya lagi hanya tingkat dasar tahap awal, kekuatan mereka bahkan tidak seujung kuku jari anakku.” Jenderal Ding tidak percaya tidak percaya dengan kenyataan itu.


Para penonton juga melakukan protes, sehingga arena pertandigan menjadi sangat ramai seperti pasar.


Salah satu dari mereka yang datang dari jauh adalah Lu Bian, dia berasal dari Sekte Pedang Jiwa dari Kekaisaran Yang.


“hey aku sudah datang jauh – jauh untuk menyaksikan pertandingan muridku, dan kau memperlakukanku seperti ini.” Lu Bian marah, terlihat wajahnya menjadi merah dan urat didahinya muncul.


“Tanyakan saja pada mereka.” Chuang Li menunjuk ke tribun timur tempat para peserta yang gagal pada ujian tahap pertama.


Para penonton pun reflek mengalihkan pandangannya ke arah yang ditunjuk oleh Chuang Li. Beberapa dari mereka akhirnya melihat orang yang mereka kenal.


“Ding Bang cepat jelaskan apa yang terjadi ! .” Teriak Jenderal Ding.


Ding Bang menghela napas, kemudian naik ke atas arena pertarungan dan mulai menjelaskan kejadiannya.


“begini ceritanya….” Ding Bang menceritakan tentang apa yang terjadi pada ujian tahap pertama dari awal hingga akhir tanpa dikurangi atau ditambahkan.


Reaksi para penonton mendengarkan cerita itu kadang – kadang membelalakkan matanya karena kaget, terkadang mereka ingin muntah mendengarkan penggambaran kejadian itu.


terkadang mereka marah, dan ingin menyerang Chuang Li, namun setelah mendengar semua cerita dengan lengkap dan rinci, mereka akhirnya mengerti mengapa para peserta itu tidak lolos.

__ADS_1


“begitulah ceritanya, ayah. Jadi aku mohon berhentilah protes, kami tidak ingin lebih malu daripada ini.”


Meskipun Ding Bang awalnya juga keras kepala dan protes pada keputusan Chuang Li, tapi dia tidaklah buta pada kenyataan bahwa itu sepenuhnya adalah kesalahan diri sendiri.


Jika saja ia lebih berani, mungkin ia akan lolos, saat itu ia baru menyadari betapa pengecutnya dirinya.


Apa yang Ding Bang rasakan, juga dirasakan oleh peserta lain yang gagal pada ujian tahap pertama.


“berterimakasihlah padaku bocah.” bisik Ding Bang kepada Liang Wei, meskipun dia menaruh dendam pada Liang Wei, tapi dia sebenarnya tidaklah jahat.


Liang Wei hanya diam tidak menanggapinnya.


Ding Bang melihat Liang Wei tidak menggapinya hanya menggelengkan kepala kemudian kembali ke kursi penonton.


Jenderal Ding, Lu Bian dan para penonton yang lain masih ingin protes, namun mereka urungkan setelah mendengar cerita Ding Bang.


Mereka semua hanya menghela napas panjang, dan akhirnya menerima kenyataan meskipun enggan.


“bukankah sudah kubilang.” Pikir Hong Cheung sambil tersenyum seolah telah memenangkan sebuah perjudian.


“baiklah sepertinya tidak ada lagi masalah, kalau begitu silahkan kalian berdua memperkenalkan diri.” Ucap Ding Bang lalu mengarahkan pandangannya pada Liang Wei dan Lin Lixue.


“aku adalah Lin Lixue.” Dengan wajah datar, Lin Lixue memperkenalkan diri, suaranya terdengar sangat lembut.


“ah suara gadis kecil itu membuatku seperti berada di taman bunga yang sangat indah.” Kata Salah seorang penonton mengomentari suara lembut Lin Lixue.


Setelah Lin Lixue, akhirnya tiba saat bagi Liang Wei untuk memperkenalkan diri.


Ia pun mendongakkan kepalanya lalu melihat kekiri dan kanan, memandang wajah para penonton.


“aku adalah Liang Wei.” Dengan wajahnya yang arogan, ia memperkenalkan diri dengan suara seraknya yang khas.


Transisi suara dari lembut ke serak membuat bagi yang mendengarnya merasa aneh, tidak terkecuali Kaisar Aiguo.


“ini kejadian yang langka, setelah mendengar suara surga, aku bisa mendengar suara neraka.” Kaisar Aiguo mengomentari suara Liang Wei.


Walaupun itu diucapkan dengan lirih, tapi dapat didengar dengan jelas oleh Liang Wei.


“siapa kau pak tua berkumis uban yang mengomentari suaraku.” Teriak Liang Wei kepada Kaisar Aiguo.


Hong Cheung menepuk jidatnya melihat tindakan tak tau diri Liang Wei.

__ADS_1


 


 


__ADS_2