Reinkarnasi Kaisar Siluman

Reinkarnasi Kaisar Siluman
Harta Jarahan yang Hilang


__ADS_3

Keesokan harinya..


Para Pendekar Aliran Hitam telah mengganti lebih dari seribu  pasukan yang berjaga setiap sudut Ibukota. Orang – orang yang mereka utus lebih kuat daripada sebelumnya.


Rata – rata kekuatan mereka berada di rana Pendekar tingkat tinggi tahap akhir, satu rana lebih tinggi daripada kekuatan rata – rata orang - orang sebelumnya.


Xu Xiaosi mengirim orang – orang yang lebih kuat untuk berjaga – jaga bilamana ada kejadian seperti hari kemarin.


“Aku yakin kita sudah siap dengan segala kemungkinan terburuk.” Xu Xiaosi tersenyum puas saat berkeliling Ibukota melihat aktivitas bawahannya.


Para bawahannya sibuk mengumpulkan barang jarahan dan tawanan dari rumah – rumah di Ibukota maupun dari luar Ibukota, mereka mengumpulkan barang jarahan karena suka memperkaya diri.


Sedangkan, tawanan dimanfaatkan sebagai tumbal untuk meningkatkan kekuatan, atau untuk kepuasan pribadinya sendiri.


“Tuan, sepertinya hari ini sudah semuanya!.” Ucap salah seorang bawahannya saat hari sudah menjelang petang.


“Bagus!.”


Xu Xiaosi kembali ke Istana…


Malam sudah tiba saat Xu Xiaosi juga tiba di Istana.


“Bagaimana keadaan Ibukota?.” Xu Xiaosi disambut oleh Xiao Feng dengan pertanyaan tentang perkembangan di Ibukota.


“Semua berjalan lancar, dan tidak ada pengganggu!.”


Mendengar ucapan Xu Xiaosi, Xiao Feng mengangguk puas. Jika demikian, berarti fenomena kemarin itu hanyalah akal – akalan musuhnya untuk mengelabui mereka dan mereka tidak perlu khawatir tentang hal itu.


“Ternyata mereka benar – benar cuma menggertak!.” Xiao Feng menyeringai, Ia tidak menyangka Pendekar Aliran Putih juga bisa menggunakan cara kotor hanya untuk mengelabui mereka.


“Mereka tidak lebih dari sekumpulan orang bodoh yang juga bodoh dalam menggertak!.” Cao Pi menambahkan.


Seluruh ruangan kembali riuh akibat suara tawa mereka.


Malam hari itu mereka hendak membicarakan tentang rencana penyerangan ke Kekaisaran Yin yang akan mereka lakukan 4 hari lagi.


“Sepertinya persiapan sudah matang, kita sudah mengumpulkan seluruh pasukan terkuat!.”

__ADS_1


Tiba – tiba saja seorang Penjaga Istana menerobos saat mereka baru saja memulai pertemuan itu.


“Ada apa?, apakah mereka menyerang lagi?.” Kali ini Xiao Feng cukup tenang dan memberikan orang itu kesempatan untuk berbicara.


“Tuan, bukan itu, tapi seluruh harta di gudang penyimpanan, habis tak tersisa!.”


“Apa?.” Tetapi ketenangannya itu tidak bertahan lama, ia jadi geram setelah mendengar hal itu.


Xiao Feng bukan satu – satunya yang geram, Para Petinggi dan Para Bangsawan juga merasakan hal yang sama, tetapi yang paling marah adalah Xu Xiaosi.


“Omong kosong apalagi ini?, sial!, siapa yang melakukannya?.”


Xu Xiaosi berdiri dari tempat duduknya sambil mengepalkan tangan, karena ia seharian itu sudah memastikan bahwa tidak ada hal yang mencurigakan di Ibukota.


“Tuan Xu, apakah kau telah memastikan tidak ada yang mencurigakan?, ataukah kau sudah memastikan bahwa kau sudah berhasil mencuri semua harta jarahan itu?.” salah seorang bangsawan yang bernama Yang Kang, menuduh Xu Xiaosi sebagai pengkhianat.


“Aku bisa memastikan bahwa Tuan Xu tidak akan melakukan itu… bisa saja orang yang menuduhnya adalah pelaku yang sebenarnya.” Salah seorang bangsawan lainnya yang bernama Yang Lok membela Xu Xiaosi dan balik menuduh Yang Kang sebagai pelaku sebenarnya.


Para Bangsawan itu saling menjatuhkan satu sama lain, karena salah satu dari mereka akan menduduki Singgasana Kaisar saat Para Pendekar Aliran Hitam itu pergi menyerang Kekaisaran Yin.


“Yang Lok, mengapa kau membelanya, apakah kau komplotannya?.”


“Xu Xiaosi adalah tangan kananku, jangan libatkan dia dalam perebutan tahta kalian!.”


Suara dingin mengiringi setiap ucapan yang keluar dari mulut Xiao Feng yang saat itu berdiri dengan tatapan tajam


Ia sangat mempercayai  Xu Xiaosi, karena sudah mengenalnya sejak lama, selain sebagai tangan kanan dan rekan, ia juga adalah temannya sejak kecil.


“Ma-maafkan kami, Tuan!.” Mereka bersamaan mengucap maaf dan belutut di lantai.


Xiao Feng menarik auranya kembali membuat para Bangsawan itu menarik napas pendek dan dalam. dan setelah itu tidak ada lagi yang berbicara atau menuduh sembarangan, semua orang kembali duduk dan bungkam.


Cao Pi yang masih santai di kursinya, berbicara dengan sebuah pendapat yang sangat masuk akal dan meyakinkan “Tuan, sepertinya musuh sedang mencoba membuat kita saling mencurigai.”


“Tapi, aku tak melihat satupun musuh seharian ini saat berada di Ibukota!.” Xu Xiaosi yakin dengan hal itu, Ia telah mengawasi kota itu dengan teliti selama seharian, tidak ada yang luput dari matanya.


“Lalu, bagaimana barang itu bisa hilang jika bukan musuh yang mengambilnya?, apakah Tuan berpikir ada pengkhianat di antara kita? Ataukah barang itu hilang dengan sendirinya?.”

__ADS_1


Cao Pi masih pada pendapat awalnya terlepas dari bagaimana cara musuh melakukannya.


Xiao Feng menghentakkan kakinya di lantai dan lantai itu hancur, ia berkata dengan dingin “Berhenti berdebat!, mari kita periksa saja!, kalian semua tetap berada di sini dan lanjutkan pertemuan ini tanpaku dan dua orang ini!.”


“Baik Tuan.” Mereka menelangkupkan tangan sambil membungkukkan sedikit badannya.


Xiao Feng, Xu Xiaosi, dan Cao Pi pergi memeriksa Gudang itu…


Saat mereka tiba di gudang yang dimaksud, mereka langsung memeriksa sekitarnya. memang benar, tak ada yang tersisa di gudang itu, tempat itu bersih seakan tak pernah dijadikan penyimpanan barang. Selain itu, tidak ada jejak musuh sama sekali di tempat itu, hanya ada bekas aura Pendekar Aliran Hitam yang sama seperti mereka.


Cao Pi mengerutkan keningnya, baru setelah memeriksa tempat itu, ia mengubah pendapatnya. “Sepertinya memang ada pengkhianat!.”


“Kau benar, aku tidak  merasakan jejak Pendekar Aliran Putih di tempat ini, semua jejak aura yang kurasakan hanyalah jejak aura Pendekar Aliran Hitam.” Xu Xiaosi  mengangguk membenarkan pendapat Cao Pi.


“Lalu, siapa kira – kira yang melakukannya?.” Xiao Feng yang berdiri sambil menyilangkan tangan di depan dada, melempar pertanyaan untuk mendengar pendapat mereka berdua.


“Sepertinya salah satu bawahan kita!.”


Xu Xiaosi berpikir seperti itu karena tidak melihat orang lain di Gudang itu selain bawahannya selama seharian itu.


“Atau, bawahan pelaku yang sebenarnya?.”


Cao Pi sependapat dengan Xu Xiaosi tentang salah seorang bawahan yang melakukan pencurian itu, tapi ia berpendapat bahwa bawahan itu tidaklah bergerak atas inisiatifnya, melainkan atas perintah pengkhianat yang sebenarnya.


“Siapa yang kalian curigai!?.” Xiao Feng langsung saja pada intinya  tanpa berbasa basi.


Ia adalah pemimpin Para Pendekar Aliran Hitam, dan orang yang paling benci pada seorang pengkhianat, maka dari itu, ia tidak akan membiarkan orang itu berlama – lama dengan nyawanya.


“Mungkin salah seorang Bangsawan itu?.”


Xu Xiaosi cukup beralasan, Bangsawan itu adalah orang – orang yang serakah, jadi bisa saja mereka nekat melakukannya demi memperkaya diri sendiri.


“Aku rasa bukan, lebih masuk akal jika salah seorang pemimpin sekte yang merupakan Petinggi.”


Cao Pi berbeda pendapat dengan Xu Xiaosi, baginya, meski Para Bangsawan itu serakah, tetapi mereka tidak akan melakukannya, karena itu terlalu bodoh dan nekat, Selain itu, mereka bisa mendapatkan banyak harta, saat salah seorang dari mereka menjadi Kaisar.


Lebih masuk akal jika salah seorang petinggi yang melakukannya, karena mereka membutuhkan harta untuk mengembangkan sektenya.

__ADS_1


“Kita harus memeriksa cincin ruang mereka!.” Xiao Feng tidak ingin berbicara terlalu lama, lebih baik mereka langsung memastikan pelakunya dengan sebuah bukti.


__ADS_2