Reinkarnasi Kaisar Siluman

Reinkarnasi Kaisar Siluman
Kecepatan Liang Wei


__ADS_3

“Apa kau sedang melawak?.” Ucap Wei Min dengan nada meninggi.


Tatapan Wei Min memindai Liang Wei yang baru saja turun dari kuda bersama Lin Lixue.


“Aku bahkan tidak dapat merasakan tenaga dalam dari tubuhnya!.” Setelah melihat Liang Wei dari atas ke bawah, pada akhirnya ia tidak menemukan alasan mengapa Zhi Qiang berkata bahwa bocah di depannya itu adalah solusi untuk masalah yang mereka hadapi saat ini.


Zhi Qiang hanya menggelengkan kepala, namun perlakuan yang diberikan Wei Min adalah hal wajar, ia juga memikirkan hal yang sama saat pertama kali melihat Liang Wei di ujian tahap ke 2 penerimaan murid baru Perguruan Beladiri.


Liang Wei saat itu membuat Zhi Qiang kagum, bahkan secara tidak langsung Liang Wei membuka matanya dan memberinya pelajaran, bahwa tidak selamanya yang terlihat lemah sejatinya akan lemah, maka dari itu ia tidak akan menilai dalam sekali pandang lagi, terutama kepada musuh.


Karena alasan itu jugalah  Zhi Qiang berhati - hati dan memastikan kekuatan Kilat Malam terlebih dahulu sebelum mencari cara yang tepat untuk menangkapnya.


“Dia bahkan berusaha terlihat seperti bocah walaupun usianya sudah tua.” Wei Min masih terus mengeluh, bahkan ia sampai menuduh Liang Wei memalsukan usianya karena mendengar suara berat Liang Wei.


Liang Wei menunjukkan raut wajah datar, namun di dalam hatinya tidak.


“Aku memang sudah berumur lebih dari seratus ribu tahun, maka dari itu bocah sepertimu tidak sepantasnya berlaku tidak sopan padaku.” Ingin rasanya Liang Wei mengatakan itu, jika dibandingkan umur Wei Min dengan umurnya di kehidupan sebelumnya, maka Wei Min akan terlihat seperti bayi kecil baginya.


“Siapa kakek keriput jelek ini?\, bahkan lipatan p*nt*tku lebih indah daripada wajahnya.” Memilih tak mengatakan hal yang ada di dalam batinnya\, namun karena merasa tersinggung akhirnya Liang Wei mengucapkan sesuatu berdasarkan apa yang ia lihat di depannya.


“Apa kau ingin mati!.” Wei Min melotot karena  merasa sangat direndahkan, sudah banyak urat muncul di dahinya, pertanda bahwa ia sudah naik pitam.


Dengan sikap pemarah yang dimiliki oleh temannya itu, Zhi Qiang sudah bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya.


“huft baru saja ku ingatkan bahwa kemarahan tidak akan menyelesaikan masalah.” Batin Zhi Qiang.


“Para murid menyingkir.” Perintah Zhi Qiang, para murid langsung bubar dari tempat itu, dan mencari lokasi bagus untuk menonton pertunjukan yang sebentar lagi akan diadakan.


“Bocah yang malang!.” Begitulah pikir mereka, bahkan murid Perguruan Beladiri berpikir demikian.


“Gadis aneh, menjauhlah!.” Liang Wei juga tahu apa yang akan dilakukan oleh Wei Min, ia pun menyuruh Lin Lixue menyingkir, Lin Lixue langsung menurut dan pergi ke tempat yang aman sambil menarik kuda di dekatnya.


Zhi Qiang menghela napas dengan berat, ia sadar pertarungan tidak akan terelakkan lagi, karena masing – masing pihak terlihat tidak mau mengalah sama sekali.

__ADS_1


Kendati demikian Zhi Qiang membiarkannya, ia tidak mencegah Wei Min melakukan apa yang ia mau ataupun menegur Liang Wei, karena ia tahu bahwa sebentar lagi Wei Min akan mengerti maksud dari perkataannya sebelumnya.


Seperti yang Zhi Qiang duga, tanpa pandang bulu, tanpa pandang umur, dan tanpa basa basi Wei Min langsung terbang ke arah Liang Wei dengan tombaknya.


Aura pendekar tingkat tertinggi tahap awal meledak dari tubuh Wei Min, kelihatannya ia tidak main – main.


Liang Wei hanya terlihat diam sambil menyilangkan kedua tangan di dada, bahkan ia sempat menguap  melihat Wei Min terbang ke arahnya, ia sungguh malas menghadapi orang yang mudah marah seperti Wei Min, meskipun ia juga sama.


“Kau bocah yang sungguh kurang ajar!.” Wei Min yang terbang dengan kecepatan tinggi kearah Liang Wei menunjukkan raut wajah yang tidak enak dipandang, itu semua karena ia melihat Liang Wei secara langsung meremehkannya dengan bahasa tubuh yang ia tunjukkan.


Hanya dalam dua tarikan napas Wei Min telah tiba 2 langkah di depan Liang Wei, namun Liang Wei masih belum bergerak walau satu jari pun dari tempatnya.


Wei Min tersenyum sinis. “aku yakin dia mematung karena terlalu ketakutan.” Begitulah pikirnya.


Tombak yang ia arahkan ke perut Liang Wei tinggal 5 jari dari tujuannya, ia semakin yakin tombak itu akan berhasil menembus tubuh Liang Wei.


“matilah kau bocah si*lan!!!.” Teriak Wei  Min.


Namun dalam waktu kurang dari satu kedipan mata, Liang Wei sudah bergerak 2 langkah kekiri dan mengapit tombak  itu dengan lengan kanannya.


“Tangan kegelapan.”


Tangan Liang Wei masuk kedalam elemen kegelapan di balik jubahnya, dan muncul dari bayangan Wei Min, tangan itu segera menangkap kaki Wei Min.


Wei Min tidak menyadari tangan itu sudah menangkap satu kakinya hingga ia kehilangan keseimbangan dan hendak jatuh tersungkur.


Liang Wei yang melihat Wei Min terjatuh segera melepaskan tombak yang ia apit dengan lengannya, ia pun langsung menyambut kepala Wei Min yang hendak menyentuh tanah dengan sebuah tendangan kaki yang ia beri konsentrasi tenaga dalam yang tinggi.


“buuk.” Berkat itu, Wei Min tidak jadi mendarat di tanah, ia langsung dipaksa berdiri kembali saking kerasnya tendangan yang mengenai kepalanya itu.


“arrggght.” Keluh Wei Min, beberapa gigi tertanggal dari tempatnya.


We Min Ingin memberikan perlawanan, namun ia tidak bisa mengimbangi gerakan Liang Wei yang terlalu cepat baginya.

__ADS_1


Baru saja Wei Min mencoba meraih keseimbangannya kembali, Liang Wei sudah muncul di belakangnya dan mengeluarkan satu Pedang Kaisar Siluman,  namun ia tidak melepaskan pedang itu dari sarungnya agar Wei Min bisa tetap hidup.


Liang Wei memutar tubuh searah jarum jam sambil menekuk kedua lutut dan pedang di tangan kanannya ia arahkan ke betis Wei Min.


“Kraak.” Serangan itu berhasil mengenai betis Wei Min, sesuatu yang retak di dalamnya membuat Wei Min kehilangan keseimbangan sekali lagi.


Tidak dapat berdiri dengan benar, Wei Min mengeratkan pegangan tombak di tangannya dan hendak terbang  agar dapat memberikan serangan dari langit.


Namun tindakannya itu tidak luput dari mata tajam Liang Wei, Liang Wei menangkap kaki Wei Min dan membantingnya ke tanah.


Sekali lagi, belum sempat ia jatuh ke tanah, tangan Liang Wei sudah terlebih dahulu muncul dari balik bayangannya dan memberikan pukulan telak pada perutnya.


“uhhuk.” Wei Min memuntahkan seteguk darah.


Ia dipaksa kembali berdiri, dan Liang Wei langsung menyambutnya dengan sebuah tinjuan tangan  kiri yang mendarat tepat di belakang kepala.


Wei Min merasa pusing karena  pukulan itu, pukulan yang mengandung elemen kegelapan, memang bertujuan untuk mengacaukan tenaga dalam melalui kepala.


Wei Min terus mengeluh karena tak hentinya terkena serangan cepat Liang Wei, ia bahkan belum sempat berkedip dan Liang Wei sudah melakukan serangan selanjutnya.


Liang Wei melakukan gerakan jungkir  balik kedepan tanpa menyentuh tanah  dan setelah berputar sekali di udara ia menebaskan pedangnya ke bahu Wei Min.


Semua terjadi begitu cepat, gerakan Liang Wei sangat brutal, kelihatan tidak berpola dan bergerak memutar tubuh sesukanya sehingga sulit ditebak.


“Kraak.” Retakan tulang terdengar jelas, dan itu terlihat sudah berada di tempat yang tidak semestinya.


Meski sudah berusaha menahan diri, namun teknik Liang Wei memang dikhususkan untuk membunuh, jadi jika Liang Wei menahan diri, tetap saja lawannya akan merasa hampir mati.


Para murid yang sebelumnya meremehkan Liang Wei jadi merinding dan reflek menutup mata karena tak sanggup melihat adegan tulang bahu yang bergeser ke tempat yang tidak seharusnya, dan setelah itu Wei Min tak sadarkan diri.


“hey nak, kau terlalu keras padanya!.” Tegur Zhi Qiang yang dari tadi hanya menonton mereka berdua, ia segera memberi isyarat kepada para murid untuk menolong  Wei Min, dan mereka segera membawa pergi Wei Min untuk diobati.


Tidak mempedulikan teguran itu, Liang Wei hanya menghela napas dan membalikkan tubuhnya, melangkahkan kaki berniat beranjak dari tempat itu.

__ADS_1


Namun Zhi Qiang datang dari belakang memegang bahunya “Aku membutuhkan bantuanmu nak!.” Seketika mata Zhi Qiang jadi serius setelah mengucapkan permintaan itu.


“beritahu aku secara rinci!.” Raut wajah Liang Wei tiba – tiba juga berubah serius, ia sudah menunggu Zhi Qiang mengatakan itu.


__ADS_2