
“kau?, dari sekian banyak orang di sini, mengapa kau melakukannya?.” Ucap Yang Huian dengan nada meninggi saat melihat orang yang seharusnya tidak melakukannya, malah bertindak seperti itu.
Orang itu adalah Liang Wei, Liang Wei berjalan dengan santai ke arah Yang Huian.
Di saat Liang Wei sudah sampai di dekat Yang Huian, ia segera menarik tangan Yang Huian lalu menatapnya dengan serius.
Semua orang menahan napas dan memelototi Liang Wei yang bertindak sembarangan memegang tangan seorang bangsawan.
Liang Wei lalu memajukan kepalanya dan mendekatkan bibirnya ketelinga Yang Huian.
“hey jangan lakukan hal itu di sini.” Ucap Kaisar Huifang, namun terlihat dia menahan senyum untuk menjaga wibawanya.
Liang Wei tidak menghiraukan mereka semua, ia tetap melakukan apa yang ia mau.
Liang Wei membisikkan sesuatu yang membuat Yang Huian membelalakkan mata.
“apakah itu benar?.” ucap Yang Huian dengan suara lirih setelah mendengar bisikan Liang Wei.
Liang Wei dengan raut wajah seriusnya menanggapi dengan sebuah anggukan.
“baiklah, aku akan diam!.” Ucap Yang Huian dengan keringat dingin dan tubuh gemetaran.
Liang Wei membisikkan sesuatu tentang orang – orang yang sebelumnya telah mengincar mereka, karena alasan itu juga, Ia tidak ingin Yang Huian secara tidak sengaja mengungkap rahasia tentang berita kebohongan yang ia rancang sebelumnya.
Berniat membuat cerita sesuai versinya sendiri, Liang Wei berbicara menggantikan Yang Huian.
“hey Tua Bangka sekalian!, karena kejadian setelah itu hanya aku yang tahu, maka aku akan mengambil alih untuk melanjutkan cerita tentang kejadian itu.” ucap Liang Wei dengan suara lantang.
Perkataan tidak sopan itu membuat Para Pejabat Kekaisaran jadi geram, mereka memelototi Liang Wei dengan raut wajah penuh amarah.
“bocah, kau sudah melewati batas!, aku akan menghukummu!.” Salah seorang Pejabat Kekaisaran bernama Xie Jian tidak dapat lagi menahan kesabarannya.
Xie Jian melompat dengan cepat kearah Liang Wei, aura pendekar tingkat tinggi tahap awal bocor dari tubuhnya.
“tinju pembeku.”
Sebuah tinjuan dengan konsentrasi tenaga dalam yang tinggi ia arahkan ke wajah Liang Wei, Liang Wei hanya diam dengan wajah datar tidak bergeming sedikitpun.
“hmmm inikah orang yang telah menyelamatkan Tuan Putri dan rekannya, kelihatannya hanyalah sebuah bualan.” Batin Xie Jian yang meremehkan Liang Wei.
Xie Jian adalah salah satu dari Para Pejabat Kekaisaran yang tidak percaya, bahwa bocah di depannya adalah orang yang telah yang telah menyelamatkan Yang Huian dan rekannya.
__ADS_1
Melihat Liang Wei yang tidak bergeming, Xie Jian tersenyum. Ia berpikir bahwa Liang Wei sudah ketakutan dan tidak bisa menggerakkan tubuhnya.
Namun di saat Jarak tinju Xie Jian dan wajah Liang Wei tinggal 3 jari, Liang Wei secara tiba - tiba menghilang dari hadapannya, sehingga membuat ia hanya meninju udara kosong.
Dari belakang tubuh Xie Jian, Liang Wei muncul kembali, sambil menyilangkan kedua tangan ia hanya berdiri santai tanpa melakukan hal apapun.
“Kakek lamban, apa yang kau lakukan di situ?.” Ucap Liang Wei yang membelakangi tubuh Xie Jian.
“apaaa???.” Kaisar Huifang sekali lagi berdiri dari singgasanannya di saat baru saja ia duduk.
Sama dengan Kaisar Huifang, Para Pejabat Kekaisaran juga tidak mempercayai mata mereka, mereka pun jadi mematung karena sangat kaget.
Apa yang mereka saksikan adalah Liang Wei menghilang dan muncul kembali dalam satu kedipan mata, mereka bahkan tidak melihat pergerakan dari kaki Liang Wei, ataupun melihat satu bagian yang bergerak dari tubuh Liang Wei.
Akhirnya mereka mengerti, paham, dan percaya bahwa cerita yang disampaikan Yang Huian bukanlah sebuah bualan.
Liang Wei memang sengaja melakukan hal itu agar mereka bungkam, ia bisa saja menghindar atau melompat kebelakang, namun itu terlihat tidak kuat.
Penilaian dan perkiraaan Liang Wei tidaklah salah, karena setelah ia melakukan itu, semua Pejabat Jadi terdiam.
Liang Wei sangat yakin, jika mereka sudah percaya pada cerita Yang Huian, maka pasti ada sedikit ketakutan dari hati mereka kepadanya.
Liang Wei menduga Mereka akan berpikir “jika ia mampu membunuh salah satu pemimpin Shé Tóu, maka ia juga akan mampu membunuh mereka yang nyatanya lebih lemah daripada salah satu pemimpin Shé Tóu itu.”
“hey kenapa kalian semua jadi diam?, ini tidak seru, lebih baik kalian memprovokasiku lagi, agar aku punya alasan untuk menghabisi kalian!.” Ucap Liang Wei dengan dingin, dengan sengaja menakut – nakuti mereka.
Setelah mendengar ancaman itu, Sebagian besar dari mereka jadi sangat ketakutan dengan lututnya yang gemetar, mereka bahkan tidak berani lagi memberikan tatapan tajam dan malah menghindari kontak mata dengan Liang Wei.
“hey tau Bangka lamban, katakan siapa namamu?.” Ucap Liang Wei kepada Xie Jian.
Xie Jian yang mematung tiba – tiba tersadar dan bulu kuduknya merinding mendengar suara Liang Wei yang ditujukan kepadanya.
“a-aku Xie Jian tuan muda.” Ucap Xie Jian dengan sopan.
Liang Wei kemudian memegang punggung Xie Jian dan secara tiba – tiba Liang Wei membawanya kembali ketempatnya ia berada semula, tempat dimana Para Pejabat Kekaisaran berdiri.
Setelah melakukan itu, Liang Wei kembali ke tempatnya semula dengan cara yang sama.
“apaaa?.” Kaisar Huifang kembali berteriak sendiri karena kaget.
“ibu kenapa kau seperti tidak memiliki wibawa sebagai Kaisar?.” Ucap Yang Huian.
__ADS_1
“ehem.” Kaisar Huifang berdehem dan kembali serius agar terlihat lebih berwibawa.
“itu sudah terlambat.” Batin Yang Huian dengan wajah datar.
Liang Wei tidak menghiraukan Kaisar Huifang yang kaget, ia hanya fokus pada hal yang ia lakukan.
“daripada melanjutkan ceritaku, lebih baik aku menceritakan hal lain, apa kalian setuju?.” Ucap Liang Wei menatap tajam Para Pejabat Kekaisaran.
Entah mengapa dengan sangat mudahnya Para Pejabat Kekaisaran langsung mengangguk setuju dengan perkataan Liang Wei.
“aku ingin bercerita sesuatu yang sangat lucu bagiku.” Ucap Liang Wei dengan dingin lalu memberi jeda pada perkataanya.
Tidak ada yang berani mencela ucapannya, mereka semua hanya bungkam membiarkan Liang Wei berbicara.
“aku ingin bercerita tentang tikus jelek yang telah membuat kami kesulitan dalam perjalanan kami, tikus jelek itu sekarang sedang berdiri di dalam ruangan ini dengan tubuh gemetaran.”
Ucapan Liang Wei sontak membuat Para Pejabat Kekaisaran dan Kaisar Huifang jadi kaget.
Jika memang dalang yang menyewa para perampok dan pembunuh bayaran, benar – benar ada di ruangan itu, maka bisa dipastikan bahwa orang itu adalah penghianat besar.
“hey nak, apakah yang kau katakan barusan adalah hal yang sebenarnya?.” Ucap Kaisar Huifang dengan serius, ia tentu ingin membersihkan para penghianat dari istana yang merupakan duri dalam daging baginya.
Liang Wei mengalihkan pandangannya dari Para Pejabat dan menatap ke arah Kaisar Huifang, lalu menjawab pertanyaan itu.
“aku tidak pernah berhohong, bahkan saat aku mengatakan ingin membunuh Para Tua Bangka itu.” ucap Liang Wei sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah Para Pejabat Kekaisaran tanpa menoleh.
Para Pejabat Kekasaran jadi gemetaran mendengar perkataan Liang Wei.
“lalu, dimana pelakunya?.” Ucap Kaisar Huifang dengan lantang karena amarah yang memuncak.
ia masih sulit untuk percaya bahwa ada penghianat di antara Pejabat Kekaisaran yang telah ia percayai selama bertahun tahun.
Kaisar Huifang sendiri yang memilih mereka untuk duduk di jabatan itu, sehingga selain marah, ia juga menyalahkan diri sendiri karena tidak mengetahuinya dari awal.
Kaisar Huifang berpikir bahwa ini semua adalah kesalahan dirinya sendiri yang membiarkan penghianat berkeliaran di dalam istana.
Liang Wei kemudian menghilang dan muncul kembali di dekat salah seorang Pejabat Kekaisaran.
__ADS_1