Reinkarnasi Kaisar Siluman

Reinkarnasi Kaisar Siluman
Bukan Masalah Kecil


__ADS_3

Di rumah Tabib..


Yang Huian, serta tiga yang lainnya sudah sadarkan diri.


“kita harus bagaimana sekarang?, sepertinya tidak akan ada tempat aman.” Ucap Liu Changhai membuka pembahasan.


“kita pulihkan diri terlebih dahulu.” Ming Hao ikut dalam pembahasan.


“ini akan butuh waktu yang lama.” Chuang Li juga berpendapat.


Mereka semua bingung mencari solusi atas masalah mereka hadapi, mereka harus membawa Yang Huian dengan selamat sampai ke Ibukota Kekaisaran Yang.


Sepanjang perjalanan selalu saja ada musuh yang mencoba menghalangi mereka.


“sejak awal aku sudah tahu perjalanan ini tidak akan mulus, tapi tidak kusangka akan sesulit ini.” ucap Chuang Li.


Tiga orang lainnya menganggukkan kepala sependapat, karena perjalanan sebelum – sebelumnya juga memang ada gangguan dalam perjalanan, tapi tidak separah yang mereka alami sekarang.


Adanya campur tangan Klan Pembunuh Bayaran Shé Tóu adalah sebuah fakta bahwa ini adalah masalah yang sangat serius.


Chuang Li dan yang lainnya memikirkan hal yang sama, tentang siapa sebenarnya pihak yang berada dibalik semua itu, dan apa tujuannya.


“hal yang paling membuatku bingung adalah mereka menginginkan kita dalam keadaan hidup.”


Hal yang Chuang Li maksud adalah mereka (dalang di balik masalah itu)  bahkan menggunakan Klan Pembunuh Bayaran tidak seperti seharusnya.


Shé Tóu yang seharusnya disewa untuk membunuh, malah disewa untuk membawa mereka hidup – hidup.


“aku dengar mereka menerima ribuan emas untuk melakukan hal yang bertentangan dengan kemauan mereka.” Liu Changhai mengucapkan apa yang ia dengar dari Pembunuh Bayaran itu.


“namun apa kau tidak merasa ada hal yang aneh, mengapa mereka bisa setuju begitu saja?. Bisa saja mereka menolak permintaan itu.” itulah hal yang sebenarnya Chuang Li pertanyakan.


Mata Ming Hao dan yang lainnya sedikit membulat mendengar perkataan Chuang Li, hal yang Chuang Li katakan benar – benar tepat, untuk pembunuh bayaran sekelas Shé Tóu, tidak cukup hanya dengan ribuan emas untuk membuat mereka menerima misi itu.


Memikirkan jawaban yang tepat, Akhirnya mereka diam dalam bingungnya masing – masing.


Di saat mereka sedang sibuk dalam pikiran masing – masing, terlihat seseorang membuka pintu ruangan itu.


“si*l, mereka ada dimana – mana.” Liang Wei dan Lin Lixue masuk ke ruangan setelah setengah hari memantau keadaan di luar.


“cepat atau lambat mereka akan menemukan kita.” Ucap Chuang Li dengan raut wajah serius.

__ADS_1


Liu Changhai, Ming Hao, dan Yang Huian melelan ludah dengan kasar mendengar perkataan Chuang Li, perkataan itu tidak ada salahnya sama sekali.


“apa yang harus kita lakukan?.” Liu Changhai sungguh frustasi tidak bisa menemukan solusi, hingga menjambak rambutnya sendiri.


Tiga orang terluka dengan parah, untuk menyembuhkan luka itu, butuh waktu setidaknya sebulan, sementara musuh mereka pasti tidak akan memberi waktu selama itu.


Di sisi lain, jika ketiga orang yang terluka memaksakan diri melakukan perjalanan, maka itu hanya akan menghambat perjalanan.


“kita akan  bergerak di malam hari.” Sebuah solusi yang diucapkan Liang Wei benar – benar tidak masuk di akal mereka.


“kau pikir mereka akan mengendorkan penjagaan di malam hari?, kau  mestinya sudah tahu cara mereka bekerja.” Benar kata Chuang Li, para musuh justru malah meningkatkan penjagaannya di dalam kegelapan malam yang sepi.


Ming Hao sependapat dengan Chuang Li, ia paham betul maksud perkataan Chuang Li.


“dia benar, kau harus ingat bahwa mereka adalah pendekar hitam, justru akan agresif di malam hari, dan kau juga tidak akan bisa selalu menggunakan teknikmu itu selama perjalanan.” Ucap Ming Hao kepada Liang Wei.


Liang Wei sebelumnya sudah menceritakan bagaimana ia menyelamatkan mereka dengan tekniknya.


“aku memang mau menghadapi mereka secara langsung.” perkataan yang keluar dari mulut Liang Wei membuat orang yang mendengarnya jadi bingung.


“apa kau gila?.” Ucap Yang Huian, ia sudah tidak bisa menahan mulutnya untuk berbicara.


“jika cara waras dapat menyelamatkan kita, maka sejak awal aku sudah melakukannya!.” Bentak Liang Wei.


“aku punya rencana, dan aku tidak  butuh persetujuan kalian!. Lagipula kalian hanya perlu diam dan menyaksikan.” Ucap Liang Wei tidak kalah sengit, lalu beranjak dari duduknya, berniat keluar dari ruangan itu bersama Lin Lixue.


Sebelum Liang Wei menyentuh gagang pintu, Yang Huian datang mencegahnya.


“kita belum selesai bicara!.” Ucapnya sambil merentangkan tangan menghalangi jalan Liang Wei.


Ia sangat kesal dengan sikap Liang Wei yang melakukan segala hal semaunya.


“apa lagi yang ingin kau katakan?.” ucap Liang Wei dengan wajah datar.


“kalian rakyat jelata yang tidak berharga, sudah sewajarnya mati karena ku, namun aku tidak menerima kegagalan karena ide bodohmu itu!.” Yang Huian akhirnya menunjukkan sifat angkuhnya.


“kau benar, nyawa mereka tidak berharga, dan bagiku kau sama tidak berharganya seperti mereka!.” Ucap Liang Wei dengan santai.


“apakah kau menyeratarakan aku dengan rakyat jelata yang nyawanya tidak berharga itu.” ucap Yang Huian dengan sangat kesal.


“plaak” tanpa diduga, Liang Wei menampar Yang Huian.

__ADS_1


Chuang Li dan yang lainnya membelalakkan mata sangat keget melihat keberanian Liang Wei.


“kau!, aku adalah Tuan Putri Kekaisaran Yang!” bentak Yang Huian sambil memegang pipinya, ia benar - benar tidak bisa menerima penghinaan itu. Seorang bangsawan yang ditampar oleh rakyat jelata adalah sebuah penghinaan besar.


“kau harus tahu, akar masalah dari semua ini adalah kau, jadi lebih baik kau diam saja, atau aku sendiri yang akan membawa kepalamu kepada mereka!.” Ucap Liang Wei dengan dingin, diiringi sebuah tatapan tajam.


Ancaman Liang Wei membuat Yang Huian merinding, ia jadi terdiam mematung. Ia tahu bahwa Liang Wei bersungguh – sungguh dengan kata – katanya, karena ia sudah menyaksikan sendiri bagaimana cara Liang Wei menghajar dan menyiksa para musuhnya.


Yang Huian sekilas membayangkan dirinya berada di posisi musuh yang sebelumnya Liang Wei siksa dengan kejam dan tanpa ampun.


Seketika lutut Yang Huian bergetar hebat, sampai – sampai tak dapat menahan beban tubuhnya lagi, dan ia terjatuh di lantai.


Wajah Yang Huian jadi pucat, dan ia menghindari tatapan mata Liang Wei.


“minggir kau!” Liang Wei tidak Yang Huian yang ketakutan, ia justru menyuruhnya menyingkir.


Tanpa berpikir lagi Yang Huian segera menyingkir dari jalan keluar ruangan itu.


“dia benar – benar berani.” Batin Chuang Li, ia berkeringat dingin, berpikir jika tindakan Liang Wei bisa membuat konflik antar Kekaisaran.


Akhirnya Liang Wei meninggalkan ruangan itu dengan Lin Lixue yang mengikuti dibelakangnya.


Di saat Liang Wei sudah tidak terlihat, Chuang Li segera mengatakan sesuatu pada Yang Huian.


“Tuan Putri, ia memang selalu seperti itu, maafkanlah dia.” Ucapnya dengan sedikit membukkukan punggung.


Yang Huian hanya terdiam tidak menyahut perkataan Chuang Li.


--


Di malam hari yang gelap tanpa purnama.


Liang Wei dan Lin Lixue mengendap – ngendap di tengah kegelapan malam.


Mereka berdua memasuki sebuah bangunan kosong yang tak berpenghuni.


“apa kau sudah siap?.” Tanya Liang Wei dengan serius kepada Lin Lixue.


Lin Lixue dengan wajah malu – malu mengangguk sebagai tanda bahwa ia sudah siap.


 

__ADS_1


 


__ADS_2