Reinkarnasi Kaisar Siluman

Reinkarnasi Kaisar Siluman
Alasan Lin Lixue


__ADS_3

Lin Lixue yang sudah sadarkan diri masih dalam keadaan berbaring, ia memiringkan tubuhnya sembari terus menatap wajah Liang Wei dari samping.


Tatapan Lin Lixue kepada Liang Wei seperti biasa adalah tatapan tajam.


Dalam waktu yang lama Liang Wei tidak juga sadarkan diri.


Hingga beberapa menit kemudian. Liang Wei yang dari tadi tertidur tiba – tiba membuka matanya, pemandangan pertama yang Ia lihat adalah langit – langit ruangan itu.


“ah aku kira tadi aku sudah mati.” Gumam Liang Wei.


“apa yang dilakukan gadis kecil itu padaku tadi?.” Liang Wei masih bergumam sendiri.


Liang Wei memeriksa dada sebelah kirinya, dan Ia mendapati dirinya tidak terluka sedikitpun, padahal tadi jelas – jelas Lin Lixue menyerangnya tepat di bagian itu, ia bahkan muntah darah.


Meskipun heran tapi Liang Wei memilih tidak lagi memikirkan hal itu.


“yang lebih penting, dimana semua orang?.” Gumam Liang lalu mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan mencari orang lain.


“dan dimana gadis kecil itu beraaaa-astagaaa!!!.” Tatapan dari Lin Lixue membuat Liang Wei kaget saat ia menoleh kesamping.


“semestinya aku tidak kaget lagi.” Batin Liang Wei dengan wajah datar.


“hey kau bisakah kau hentikan tatapan itu, aku belum pernah melihat ekspresi lain dari wajahmu selain datar dan tatapan tajam itu, bisakah kau sedikit tersenyum.” Liang Wei tiba – tiba mengomeli Lin Lixue.


Lin Lixue diam lalu menutup matanya, lalu membukanya kembali, saat ia membuka matanya, ia tersenyum. Namun senyuman itu bukannya membuat Liang Wei tenang, tapi malah membuat ia  tegang dan menahan napas.


Lin Lixue tersenyum tanpa menyipitkan matanya, sehingga terlihat seperti seseorang yang akan  melakukan pembunuhan berantai.


“ya ampun, apa kau bercanda? Itu yang kau maksud tersenyum?.” Batin Liang Wei mengeluh.


“lupakan saja tentang hal yang tadi ku katakan.” Liang Wei memilih menyerah pada sikap Lin Lixue.


Tentu saja akibat perkataan itu, dia langsung mendapatkan tatapan yang lebih tajam daripada yang sebelumnya, tapi Liang Wei hanya diam tidak menanggapinya dan membalikkan tubuhnya membelakangi Lin Lixue.


Liang Wei cukup penasaran alasan Lin Lixue menyerangnya tadi, tapi Ia sedang malas bertanya karena ia tahu bahwa Lin Lixue hanya akan bungkam.


Beberapa menit kemudian, terdengar suara seperti siulan yang halus, suara itu berasal dari Lin Lixue yang sudah tertidur.


Liang Wei yang merasa penasaran membalikkan badannya, saat Liang Wei membalikkan badannya ia menyaksikan hal yang tidak biasa ia saksikan.


“ternyata ia sangat cantik tanpa tatapan tajam itu.” ucap Liang Wei, kata – kata itu tidak sengaja keluar dari mulutnya ketika menatap wajah cantik gadis kecil itu.

__ADS_1


Liang Wei tersenyum – senyum sendiri, tapi tidak lama dia menyadari kelakuannya yang tidak biasa.


“ada apa denganku?, apa - apaan ucapan memalukan tadi?, ini tidak benar, ini tidak pernah terjadi!, mungkin yang terjadi hanyalah aku kelelahan sehingga hal – hal kecil bisa membuatku seperti tadi.” batin Liang Wei cukup frustasi karena hal itu.


“buuukkkkk” suara pintu dibanting berhasil mengagetkan Liang Wei dan membangunkan Lin Lixue.


Lin Lixue yang baru terbangun tidak sengaja melakukan kontak mata dengan Liang Wei, dengan cepat ia mengalihkan pandangannya, lalu membalikkan badannya membelakangi Liang Wei.


“hey hey hey sepertinya dia membenciku.” Batin Liang Wei agak kesal.


“bagaimana kondisimu nak?.” Orang yang membanting pintu itu masuk ke ruangan tanpa rasa bersalah.


“ayahanda guru, aku baik - baik saja. dan kau tidak perlu membanting pintunya jika masuk ruangan ini.” Keluh Liang Wei.


“itu karena aku tadi mendengar seseorang mengagumi kecantikan gadis yang berada di ruangan ini.”


“dimana?, aku tidak melihat orang itu.” ucap Liang Wei dengan wajah datar.


“pendengaran pendekar tingkat tertinggi sungguh menyebalkan, ah ini benar - benar memalukan!.” Batin Liang Wei, rasanya ingin sembunyi karena malu.


“baiklah  - baiklah.” Ucap Hong Cheung dengan wajah datar juga.


tapi dalam batin Hong Cheung berkata “hanya kau dan gadis itu yang berada di ruangan ini, memang kau pembohong yang amatir.”


“apakah maksudmu dia adalah anakmu?.” Tanya Hong Bingwen kepada Hong Cheung sambil menatap Liang Wei.


Hong Cheung hanya mengangguk menanggapi pertanyaan Hong Bingwen.


“aku adalah  adik dari kakek jelek itu, namaku Hong Bingwen.” Ucap Hong Bingwen menjelaskan kepada Liang Wei sambil menunjuk Hong Cheung.


Hong Cheung cukup kesal mendengar ucapan Hong Bingwen, tapi ia hanya diam, ia ingin memberikan kesempatan mereka berdua untuk berbicara terlebih dahulu.


“ahh aku tadi melihat paman duduk di dekat kakek berkumis uban, sepertinya paman juga salah satu petinggi.” Liang Wei mengingat kehadiran Hong BIngwen saat itu.


“benar, lebih tepatnya pemimpin dari para petinggi di Perguruan Beladiri Xijing.” Ucap Hong Bingwen membusungkan dada dengan bangga.


“kau terlihat bangga, tapi bukannya sebelumnnya kau mengeluh saat kuberi posisi itu.” perkataan dari Hong Cheung berhasil membuat Hong Bingwen malu setengah mati.


“bocah, kau tidak apa – apa kan?.” tiba – tiba Kaisar Aiguo memasuki ruangan dan menyapa Liang Wei.


“kakek berkumis uban?, mengapa kau ada di sini?.”

__ADS_1


“tentu saja aku ingin menjengukmu.”


“kau Kaisar yang kurang kerjaan.”


“hahahhahaha”


Mereka berdua bercakap – cakap dengan santai dan tertawa bersama seolah sudah lama kenal.


“yang mulia, apakah tidak apa – apa membiarkan ia berbicara santai kepada anda?.” Hong Bingwen bertanya karena sedikit merasa aneh dengan keduanya.


“jika aku tidak mempermasalahkannya untuk apa kau permasalahkan.” Jawaban Kaisar Aiguo cukup sederhana namun tidak biasa.


Jawaban itu terpaksa membuat Hong Bingwen setuju dan terdiam, baginya ucapan seorang pemimpin kekaisaran adalah sebuah titah.


“lalu bagaimana dengan kondisi gadis kecil itu?.” Kaisar Aiguo bertanya kepada Liang Wei


“entahlah, mungkin dia tidak enak badan, lihat saja telinganya memerah.” Jawab Liang Wei sambil menoleh ke Lin Lixue yang membelakanginya.


Telinga Lin Lixue sedikit bergoyang mendengar ucapan Liang Wei, setelah itu telinganya makin memerah, Lin Lixue lalu menutup kepalanya dengan selimut.


Kaisar Aiguo tersenyum melihatnya, ia cukup memahami kenapa telinga Lin Lixue memerah.


“aku jadi ingat dulu, saat aku masih muda.” Batin Kaisar Aiguo.


“baiklah sepertinya aku sudah cukup lama mengganggu waktu istirahat kalian.” Ucap Kaisar Aiguo.


“aku akan kembali ke istana, ingatlah berkunjung.” Lanjut Kaisar Aiguo.


Liang Wei hanya mengangguk menanggapinya, Kaisar Aiguo pun berjalan keluar dari ruangan itu, ia menuju ke istana bersama Jenderal Ding yang sudah dari tadi menunggunya di depan ruangan bersama para Petinggi Perguruan Beladiri Xijing yang lain.


“nak, kami juga akan keluar sebentar.”


Hong Cheung dan Hong Bingwen juga keluar mengikuti Kaisar Aiguo dan yang lain.


Setelah mereka semua meninggalkan ruangan…


“apa kau akan terus diam dan tidak mau berbicara?, bukankah kau harus memberitahuku alasan mengapa kau melakukan serangan itu?.” akhirnya Liang Wei mempertanyakan hal itu.


Liang Wei tidak mendapat jawaban apapun, ia kemudian menoleh pada Lin Lixue yang masih bersembunyi di balik selimutnya.


“aku tahu kau bisa mendengarnya, tidak usah berpura – pura tertidur.”

__ADS_1


Lin Lixue pun membuka selimutnya dan menatap Liang Wei dengan serius.


“sepertinya, kali ini dia akan mengucapkan sesuatu.” Batin Liang Wei.


__ADS_2