Reinkarnasi Kaisar Siluman

Reinkarnasi Kaisar Siluman
Misi yang Sulit


__ADS_3

Di Perguruan Beladiri Xijing, di lapangan luas yang berada di tengah – tengah bangunan yang mengelilinginya, di depan lapangan itu ada sebuah panggung.


Para murid berbaris dengan rapi, menunggu Para Petinggi Perguruan Beladiri Xijing datang.


“untuk apa mereka memanggil kita semua?.”


“entahlah, aku juga tidak tahu.”


“ku harap ini adalah hal yang baik.”


Para murid bingung mengapa mereka disuruh berkumpul di tempat itu, hingga beberapa saat kemudian, para petinggi terlihat berjalan dengan santai menaiki panggung.


“akhirnya mereka datang juga.” Pikir para murid.


Para Petinggi berjumlah 5 orang, mereka semua berdiri dengan rapi, terlihat satu orang maju dan mulai berbicara.


“kalian pasti bertanya – tanya tentang  kenapa kalian dipanggil ke sini.” Ucap Hong Bingwen.


“ini adalah mengenai nilai kontribusi, sebuah misi besar.” Lanjutnya.


Para murid bersemangat mendengar tentang ‘misi besar’ , pasalnya tahun ajaran baru saja dimulai lagi, semua nilai mereka diatur ulang ke angka nol.


Mereka berpikir untuk mengambil misi itu, apa lagi itu adalah misi besar, tentu mereka tidak akan menyia – nyiakan kesempatan itu.


Terlihat persaingan yang jelas dari tatapan tajam mereka yang melihat kekiri dan kanan kepada rival masing – masing.


Mereka saling menatap tajam karena tahu misi itu hanya akan diberi untuk beberapa orang saja.


“benar!, seperti yang kalian pikirkan, kami hanya membutuhkan 2 orang untuk misi besar ini.” Hong Bingwen dapat mengetahuinya setelah memperhatikan gerak – gerik para murid.


“apa?. Bukannya itu terlalu sedikit, Ketua tertinggi?.” Protes salah seorang dari para murid.


“misi kali ini adalah mengawal Putri Kaisar Kekaisaran Yang, saat ini dia berada di Kekaisaran ini, dan esok pagi ia akan beranjak.”


Mendengar perkataan Hong Bingwen, para murid entah kenapa jadi kesal.


“lagi – lagi misi itu.”


“kenapa Perguruan Beladiri selalu menerima itu sebagai misi besar.”


“walaupun itu misi besar, tapi aku akan mundur dari misi itu!.”


“aku harus mundur dari misi itu, aku tidak tahan dengan sifat sombong Putri itu!.”


Banyak murid yang mengeluhkan misi itu dalam hati, mereka semua sudah tahu apa misi itu, tiap tahun Perguruan Beladiri mengadakanya, namun hanya sedikit yang berminat mengambilnya.


Adapun Murid yang telah mengambil misi itu, juga tidak ingin mengambilnya lagi, mereka menceritakan pengalamannya tentang misi itu, dan semua cerita itu kebanyakan hanya tentang seberapa sombong Putri Kaisar Tetangga itu.


Para murid sudah mendengar semua cerita itu, akhirnya mereka yang awalnya antusias jadi lesu seperti bunga yang tidak pernah disiram.

__ADS_1


“bukankah tadi kalian bersemangat?.” Hong Bingwen bertanya kepada para murid sambil mengernyitkan dahi.


Para murid hanya diam dan mengalihkan pandangan menghindari kontak mata dengan Hong Bingwen.


Hong Bingwen kemudian menatap salah satu murid terbaik, murid dengan peringkat 100 di Perguruan Beladiri Xijing.


“karena murid – murid dengan peringkat yang lebih tinggi darimu sedang menjalankan misi, bagaimana Yin Shang, apa kau bersedia?.”


Para murid mengalihkan pandangannya kepada murid yang dimaksud.


“apakah menurutmu pangeran Yin akan mengambil misi ini.”


“aku rasa iyaa, Karena dia memiliki hati yang besar.”


“kau benar, dia pasti mampu mengatasi misi itu.”


Yin Shang adalah Putra ketiga dari Kaisar Aiguo, dia dikenal sebagai orang yang baik dan kuat. Kekuatannya pun sudah sampai pada tingkat pemula tahap awal di umurnya yang baru 19 tahun, dia adalah seorang yang jenius.


Namun satu hal yang tidak mereka tahu tentang Yin Shang.


“akulah yang menceritakan tentang kesombongan Putri itu, untuk apa aku mengambil misi itu lagi.” Batin Yin Shang dengan panik.


Yin Shang lah yang pernah menjalankan misi itu tanpa sepengetahuan murid lain, itu pun karena paksaan ayahnya, sebagai Pangeran tentu ia tahu sifat dari Putri Kaisar tetangga itu. karena kesal, akhirnya ia bergosip siang malam tentang keburukan Putri itu.


“Yin Shang kenapa wajahmu pucat?.” Tanya Hong  Bingwen.


“ahh tidak apa – apa, aku hanya sedikit tidak enak badan.” Ucap Yin Shang.


saat ia mengalihkan pandangannya dari Hong Bingwen, matanya tidak sengaja tertuju pada dua orang murid yang berdiri di barisan yang berbeda dengan murid lain.


“2 orang, ahahaha ini sangat cocok.” Batin Yin Shang sambil tersenyum seperti menemukan harta karun.


“Ketua Tertinggi, kenapa kita tidak memberi misi itu kepada 2 murid baru kita, bukankah misi itu baik untuk menambah pengalaman mereka.” Usul Yin Shang sambil tersenyum penuh makna.


Hong Bingwen terdiam sejenak sambil sedikit berpikir, ia kemudian tersenyum lalu mengalihkan pandangannya pada Liang Wei yang terlihat menguap karena bosan.


“hey nak apa kau siap mengambil misi itu?.” Tanya Hong Bingwen kepada Liang Wei.


“paman, apakah itu misi yang mudah?.” Ucap Liang Wei dengan nada datar.


“benar nak, itu misi yang mudah.” Hong Bingwen cukup bersemangat, dia berharap banyak kepada Liang Wei.


Namun itu harapan itu tak selalu sesuai dengan kenyataan.


“kalau begitu jangan berikan padaku, aku hanya ingin misi yang sulit.” Ucap Liang Wei acuh tak acuh.


Sepertinya Hong Bingwen salah taktik untuk menarik minatnya, namun Hong Bingwen tetap tidak menyerah.


“maksudku, misi itu akan jadi mudah jika dilakukan oleh orang yang kuat, itu sebenarnya misi yang sangat sulit, itulah mengapa disebut misi besar.”

__ADS_1


“benarkah?.” Ucap Liang Wei mulai antusias.


“benar.” Jawab Hong Bingwen.


“aku harus jadi kuat secepatnya, mungkin misi sulit ini akan membantuku.” Batin Liang Wei.


“kalau begitu aku akan mengambilnya.” Ucap Liang Wei.


Hong Bingwen tersenyum puas, ia kemudian mengalihkan pandangan pada gadis kecil yang berdiri di dekat Liang Wei, gadis kecil itu hanya mengangguk.


Hong Bingwen tahu bahwa sejak awal Lin Lixue selalu menjadi ekor Liang Wei, jika Liang Wei ikut, maka dia juga akan ikut.


“baiklah kedua murid baru akan menjalankan misi besar itu.” Hong Bingwen mengumumkannya kepada para murid.


Para murid bernapas lega dan senang. satu orang yang paling senang adalah Yin Shang, namun ia menahan diri untuk tidak berselebrasi.


--


Di kedalaman hutan, di dalam sebuah gua yang luas, gua yang gelap, hanya penerangan pelita minim yang menyinari gua itu.


10 orang duduk kursi  masing – masing yang mengelilingi sebuah meja bundar.


“apa kau sudah mengirimkan pesan kepadanya?.” Tanya Dai Yu.


“sudah, kita hanya tinggal menunggu apakah dia mau bergabung dengan kita atau tidak.” Jawab Cao Pi.


“bagaimana jika dia tidak mau?.” Dai Yu sedikit ragu.


“aku yakin dia mau, karena sejak awal dia memilki tujuan yang sama dengan kita.” Ucap Cao Pi sambil tersenyum tanpa menyipitkan mata.


9 orang lainnya juga tersenyum seperti Cao Pi.


tidak lama setelah setelah itu, terlihat merpati pengirim pesan terbang masuk ke gua itu.


Cao Pi mengangkat tangannya, dan merpati itu mendarat tepat di tangannya.


Cao Pi kemudian meraih kertas tergulung yang diikat pada kaki merpati itu. ia membuka kertas tergulung yang merupakan surat.


“hahahhahahaha”


Seketika ia tertawa dengan keras setelah membaca surat itu, melihat Cao Pi yang tiba – tiba tertawa 9 orang lainnya mengerti dan bisa menebak apa isi surat itu.


mereka akhirnya ikut tertawa, aura hitam dari tubuh mereka bocor, aura itu menutupi sinar pelita yang minim, akhirnya seluruh gua yang gelap itu semakin gelap.


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2