Reinkarnasi Kaisar Siluman

Reinkarnasi Kaisar Siluman
Pendekar Hitam Tak Butuh Negoisasi


__ADS_3

Di luar gerbang Ibukota


“booom”


Dua orang terpental ke arah yang berbeda. Namun keduanya sama – sama meluncur dari atas langit dan menghantam tanah dengan keras, menghasilkan lubang yang cukup dalam.


Kedua orang yang kini berpenampilan berantakan itu bangkit hampir bersamaan dengan lutut yang agak gemetaran karena kelelahan.


Dengan napas yang memburu mereka memberikan tatapan permusuhan yang sangat kuat.


“Kau boleh juga Serigala tua, tapi sia – sia kau meningkatkan kekuatan, karena sebentar lagi kau akan berkakhir di tanganku.” Ucap Hong Bingwen sambil memegangi lengan kiri yang terluka akibat pedang Cao Pi.


“cuih!, sejujurnya kau tidak ada  apa – apanya!.” Cao Pi juga memegangi lengan kirinya, mereka berkali – kali melayangkan serangan dan mengalami luka yang sama, pertanda bahwa mereka berimbang.


Hong Bingwen dan Cao Pi sama – sama baru saja berada di rana Pendekar Tingkat Tertinggi Tahap Puncak.


“Kalau aku tidak ada  apa – apanya, maka mengapa kau harus mengalami kegagalan selama ratusan tahun.” ledek Hong Bingwen kepada Cao Pi. Memang benar bahwa pendekar hitam terutama sekte Serigala Hitam yang di pimpin oleh Cao Pi selalu saja gagal selama ratusan tahun.


Meskipun marah mendengar ledekan itu, namun Cao Pi tetap tenang, karena ia selalu mendengarnya setiap bertarung dengan Hong Bingwen. “Teruslah bergonggong, Namun hari ini kemenangan ada ditanganku!.” Ucap Cao Pi dengan dingin, diiringi tatapan yang dapat menusuk.


“Ini sudah pertarungan kita yang ke-120 dan kau selalu mengatakan hal yang sama!, apakah kau juga akan melakukan hal yang sama seperti sebelumnya?, melarikan diri?.” Balas Hong Bingwen tak kalah sengit, dengan senyuman meremehkan nan angkuh berhasil membuat wajah Cao Pi memerah karena geram.


“Bang*at.” Cao Pi terbang dengan kecepatan tinggi bagai kilatan cahaya ke arah Hong Bingwen. “Serigala Hitam Penerkam!.” Gumamnya, lalu pedangnya di kelilingi aura berwarna hitam.


“Baiklah kita akhiri ini!.” Hong Bingwen melakukan hal yang sama. “Pedang Api.” Gumamnya dan pedangnya seperti terbakar api merah membara.


--


“Mustahil!, mengapa tiba – tiba mereka menjadi lebih kuat!.” Liang Ye dan ke-empat rekannya terjatuh di tanah dengan keras, terlihat banyak luka tercetak di tubuh mereka masing masing.


“Hahaha, kalian manusia Benua Dalam tak akan bisa menandingi kami!.” Suara bergema dari atas langit, terlihat seseorang menunduk menatap mereka berlima sambil menyilangkan kedua tangan di dada, ia adalah Xiao Dan yang merupakan rekan Zhang Bingjie.


Ke-empat musuh yang lainnya hanya diam dengan tatapan merendahkan.


Yin Angúo memegang perutnya yang terluka dan berusaha berdiri dengan lututnya yang gemetaran karena lelah, ia mendongakkan kepala menatap tajam orang yang tadi berbicara. “Darimana kalian berasal?, dan apa tujuan kalian?!.” Hanya ingin memastikan bahwa mereka masih berasal dari tempat yang sama dengannya.


“Kalian pasti mengira bahwa ujung dunia ini hanya sebatas hutan hampa itu, bukan?.” Xiao Dan menyeringai menatap Yin Angúo, sudah pasti perkataannya itu membuat lawan bicaranya jadi bingung. Tersirat bahwa memang Xiao Dan dan rekannya bukan berasal dari daratan Tian (Benua Tian).

__ADS_1


“Mengenai tujuan kami, kalian pasti tahu, di mana kalian menyembunyikan kitab hitam itu? .” Lanjutnya dengan intonasi suara yang dapat membuat bulu kuduk merinding.


Yin Angúo dan ke empat rekannya tak dapat memahami maksud perkataan musuhnya, dan itu Ada dua hal.


Pertama : daratan di setelah Hutan Hampa.


Hutan Hampa adalah wilayah yang melingkar dan mengelilingi Benua Tian, perjalanan menuju hutan itu melewati samudera terlebih dahulu. Tak peduli siang atau malam, hutan itu tetap saja malam karena kegelapan yang menyelimutinya.


Hutan yang penuh kabut hitam itu adalah  hutan yang tidak terjelajahi, bukan karena tak ada yang mau mencoba menjelajahinya, namun karena  seseorang tak dapat menggunakan tenaga dalam sama sekali ketika berada di dalamnya.


Tanpa tenaga dalam, sangat beresiko menghadapi bahaya di dalam hutan itu, bahaya dari hewan spiritual yang sangat buas, belum lagi aura mencekam yang keluar setiap saat dari hutan itu dapat membuat tekanan mental dan merusak jiwa.


Berdasarkan alasan itu, Yin Angúo sangat paham bahwa hutan itu adalah wilayah terlarang dan terkutuk, sehingga tak ada orang bodoh yang berani memasukinya.


“Apa mereka membual?.” Pikirnya. Sangat tidak masuk akal untuk seorang pendekar sekedar menjejakkan kaki, apalagi sampai melewati hutan itu, bukankah itu sama saja dengan mengantarkan nyawa.


Namun .. “Tapi jika mereka tidak membual, mungkin masalah ini tak akan sesederhana yang kupikirkan.” juga sangat masuk akal ada daratan setelah wilayah hutan itu.


Memikirkanya membuat Yin Angúo berkeringat dingin, karena menghadapi 5 orang dari mereka saja sudah membuat ia jadi kesulitan, apalagi harus menghadapi musuh yang lebih banyak dari daratan di balik hutan itu.


“Aku tidak boleh pesimis.” Ia mengesampingkan hal itu lalu memikirkan poin kedua : Kitab Hitam. seumur hidup, ia tak pernah sekalipun mendengar tentang kitab itu.


“Sepertinya kitab itu sangat penting bagi mereka, kalau begitu akan sangat berbahaya membiarkan mereka memilikinya.” Batin Yin Angúo, meskipun ia tidak tahu rupa dan kegunaan kitab itu, namun ia tak ingin kitab itu berada di tangan orang yang tak bijak.


Tapi setelah mempertimbangkan beberapa hal, Yin Angúo angkat bicara, dan apa yang ia katakan berhasil membuat rekannya marah “Bagaimana jika kita bernegoisasi?.”


“Apa yang kau pikirkan?!!!.”


“Apa kau gila Kaisar si*lan?!!.” Liang Ye yang paling keras memberikan penolakan.


Bukan tanpa alasan Yin Angúo meminta negoisasi, berdasarkan perkataan yang di tuturkan Xiao Dan, dapat disimpulkan bahwa biarpun mereka berada di perahu yang sama dengan aliansi para pendekar hitam, namun mereka tidak memiliki ambisi yang sama, ambisi untuk menguasai wilayah Benua Tian.


“Apa kau yakin kitab yang kau maksud ada di tempat ini?.” Suara Xiao Dan menggema di kepala Zhang Bingjie.


Xiao Dan datang bersama rekannya dengan token teleportasi setelah diberitahu oleh Zhang Bingjie perihal keberadaan kitab itu.


Tanpa menoleh ke arah Xiao Dan “Aku telah lama berada di sini dan tak kembali ke tempat asalku hanya untuk kitab itu, jadi kau tidak perlu ragu!.” Balas Zhang Bingjie dan suaranya menggema di kepala Xiao Dan.

__ADS_1


Kaisar Siluman juga pernah memberikan terror di tempat asal Zhang Bingjie dan rekannya, tak ada yang memungkiri Kaisar Siluman sebagai sosok terkuat, semua teknik yang dimiliki Kaisar Siluman sangatlah mematikan. mengetahui teknik - teknik mematikan itu telah dituangkan kedalam sebuah kitab, Zhang Bingjie bertekad memilikinya,  lebih tepatnya ia yakin jika berhasil memilikinya maka dunia akan takluk padanya.


“Aku bahkan pernah bersandiwara menjadi murid seorang manusia dari benua ini.” Ucapnya lagi pada Xiao Dan.


“Orang yang menulis Kitab itu?.”


“Iya.”


“Lalu, darimana kau tahu bahwa ia menulisnya?.”


“Aku tidak sengaja melihatnya saat invasi Bangsa Siluman di Benua ini, karena penasaran akhirnya aku mengikutinya secara diam – diam. dari atap rumahnya aku melihat hal yang membuatku tercengang, dengan ingatan kuatnya ia menulis  semua gerakan dan teknik Kaisar Siluman ke dalam sebuah kitab. Aku ingin merebutnya, maka dari itu aku mendatanginya dengan alasan ingin menjadi muridnya.”


“Kenapa kau tidak mengambilnya dengan paksa?, bukankah itu tidaklah sulit?.”


“Apa kau dungu?. Dia bisa saja memusnahkannya saat menyadari niatku, dan jika sudah begitu maka aku akan membuang peluang emasku.”


“Jadi begitu, lalu mengapa kau tidak memiliki kitab hitam itu sekarang, bukankah kau sudah membunuh orang itu?.”


“Ia telah terlebih dahulu menyerahkan kitab itu kepada orang lain.”


Mereka berdua mengakhiri pembicaraannya. lalu beralih kepada Liang Ye yang masih berdebat dengan Yin Angúo.


“Seorang Pendekar hitam tak butuh negoisasi, semua bisa kami miliki dengan kekuatan!.” Zhang Bingjie mengucapkannya sambil tersenyum ramah seolah tidak mengucapkan sesuatu yang jahat.


Dan tak lama setelah itu terdengar ledakan seperti gunung berapi yang meledak.


 


 


“booom.”


 


 


Tak ada yang dapat dilihat kecuali debu di sepanjang daerah itu.

__ADS_1


 


 


__ADS_2