
Liang Wei pun berjalan sambil terus memegang tangan Lin Lixue tanpa mempedulikan wajahnya yang sudah memerah seperti tomat.
Sepanjang perjalanan, Liang Wei tidak mengucapkan sepatah katapun, ia hanya terus menarik tangan Lin Lixue tanpa tahu tujuannya kemana.
Liang Wei baru berhenti berjalan ketika mendapat restoran yang mewah, ia segera membawa Lin Lixue kedalam restoran itu.
Mencari tempat yang kosong selama beberapa saat dan ia pun mendapatkan satu – satunya tempat kosong di pojok ruangan.
Mereka berdua beruntung karena mendapat tempat terakhir, orang - orang yang datang setelah Liang Wei harus rela mengantri di luar restoran itu.
Liang Wei segera mengambil tempat, ia melepaskan pegangan tangannya pada Lin Lixue, lalu duduk di kursi.
“pesanlah makanan apapun yang kau suka.” Ucap Liang Wei kepada Lin Lixue.
Liang Wei datang ketempat itu untuk menenangkan diri, sebelumnya ia sangat kesal kepada orang – orang di istana.
Mereka pun memesan makanan masing – masing dan menunggu pesanan datang.
“jika sudah makan, kita lebih baik pergi dari kota ini.” Entah mengapa Liang Wei tidak betah di Ibukota Kekaisaran Yang itu. Lin Lixue hanya mengangguk setuju.
Tak butuh waktu yang lama, pesanan pun datang, Liang Wei segera memegang sumpit dan menyantap makanannya. Lin Lixue pun melakukan hal yang sama.
--
Di Kekaisaran Yin…
Kaisar Aiguo dan 2 Petinggi Perguruan Beladiri Xijing melakukan rapat tertutup, mereka melakukan itu hanya bertiga karena 2 orang lainnya sedang bertugas di Perguruan Beladiri Xijing.
“Yang Mulia, pergerakan Pendekar Aliran hitam semakin terlihat dengan jelas, mereka telah menyebarkan mata – mata dimana – mana.” Ucap Zhi Qiang yang menggunakan topeng, ia merupakan ketua regu pengintai dari Perguruan Beladiri Xijing.
“aku tahu Benua ini tidak sedang baik – baik saja.” Kaisar Aiguo sangat paham kondisi Benua Tian saat ini, jika sudah seperti itu, maka cepat atau lambat akan terjadi perang besar - besaran.
“belum lagi masalah para bangsa siluman yang selalu menghantui kita.”
Hong Bingwen sangat cemas pada satu hal itu, karena ia sendiri pernah berhadapan langsung dengan mereka, dan ia kalah telak.
“kita harus fokus pada satu hal dulu, mengatasi pendekar hitam adalah prioritas utama saat ini.” Kaisar Aiguo mengerti kekhawatiran Hong Bingwen, namun untuk menyelesaikan semua masalah, mereka harus memprioritaskan untuk mengatasi satu masalah terlebih dahulu.
“maaf Yang Mulia.” Kekhawatiran Hong Bingwen yang berlebihan membuat Ia sejenak tidak dapat berpikir jernih.
Kaisar Aiguo memaklumi hal itu, keadaan tertekan bisa membuat siapapun melupakan cara berpikir yang tenang.
“lalu siapa saja mereka?.” Kaisar Aiguo bertanya kepada Zhi Qiang.
__ADS_1
“kami mendapati sekte Serigala hitam di dalam aliansi itu, sekte itu di pimpin oleh Cao Pi.” Informasi yang Zhi Qiang dapatkan dari hasil pengintaian selama berhari – hari.
“hmmm pria ular itu ternyata berada di balik semua ini.” ucap Hong Bingwen, sejak dulu mereka adalah musuh bebuyutan.
“lalu, apa ada hal lain terkait pergerakan mereka?.” Kaisar Aiguo masih menanyakan tentang topik yang sama.
“kami masih mencari informasi itu, namun ada satu informasi penting yang baru – baru kami dapat.” ucap Zhi Qiang.
“katakan informasi itu.” Kaisar Aiguo sedikit penasaran.
“mereka baru – baru ini menjalin kerjasama dengan Klan Pembunuh Bayaran Shé Tóu.” Ucap Zhi Qiang.
“apaaa?.” Kaisar Aiguo dan Hong Bingwen sangat kaget mendengar informasi itu.
“mereka sangat berbahaya, terutama patriak klan mereka.” Hong Bingwen pernah bertarung sekali dengan patriark Klan Pembunuh Bayaran Shé Tóu, dan ia dibuat sangat kesulitan.
“ini sungguh sulit.” Pikir mereka.
Satu keputusan saja akan sangat menentukan kemenangan mereka, dan setitik kesalahan saja dapat membuat mereka kalah.
Bagaimana tidak, musuh datang dari segala penjuru, jika mereka tidak membuat strategi yang tepat, maka mereka akan dikalahkan dengan mudah.
“ada satu lagi berita yang sangat mengejutkan, berita itu datang dari Kerajaan Yuan, tepatnya di kota Wen.” Zhi Qiang mulai mengutarakan salah satu peristiwa paling besar dalam beberapa hari itu.
“salah satu pemimpin Klan Pembunuh Bayaran Shé Tóu telah mati di kota itu.” ucap Zhi Qiang, walaupun ia memakai topeng, namun bisa terlihat jelas senyuman di balik topengnya.
“apaaa? Kalau begitu, itu adalah berita baik.” Kaisar Aiguo sangat senang mendengar berita itu, berarti kekuatan musuh akan berkurang signifikan karena salah satu kepalanya telah ditanggalkan.
“dan yang melakukannya adalah murid kita Liang Wei.” Ucapan Zhi Qiang selanjutnya membuat Hong Bingwen dan Kaisar Aiguo berdiri dari tempat duduknya.
Mata mereka melotot dan mulut mereka terbuka dengan sangat lebar.
“kalau begitu dia akan mendapatkan nilai kontribusi 10 kali lipat dari yang seharusnya.” Ucap Hong Bingwen dengan mata yang masih melotot.
Ia sungguh sulit percaya tentang informasi itu, jika orang lain yang mengatakannya mungkin dia sudah menghajar orang yang mengatakan hal itu.
Namun informasi berasal dari Zhi Qiang yang merupakan seorang ahli dalam mencari suatu informasi hingga ke akarnya.
“tentu dia pantas mendapatkannya, selain itu Lin Lixue juga ikut membantu rencana Liang Wei, jadi kau jangan melupakannya.” Ucap Zhi Qiang, tentu dia tidak ingin pilih kasih dalam memberi informasi.
“meskipun murid baru kita hanya 2 orang, tapi mereka sangat jenius.” Kaisar Aiguo memuji Liang Wei dan Lin Lixue, di waktu yang sama ia juga merasa sangat bangga.
“ada satu lagi informasi tentang mereka berdua yang harus kalian tahu, namun lebih baik kalian tanyakan kepada mereka secara langsung nanti, karena aku juga tidak tahu secara rinci.” Ucap Zhi Qiang.
__ADS_1
“baru kali ini kau kesulitan menggali informasi.” Hong Bingwen cukup heran karena itu adalah hal yang tidak biasanya.
“itu karena kejadian itu sangat membingungkan mata – mata yang berada di lapangan!.” Zhi Qiang merasa tersindir dengan ucapan Hong Bingwen.
“baiklah kita akan mencari tahu di saat ia tiba.” Kaisar Aiguo menengahi mereka berdua.
Zhi Qiang akhirnya menenangkan diri, ia mengendalikan diri karena berada di dalam rapat penting.
“seharusnya dia sudah dalam perjalanan pulang.” Ucap Hong Bingwen sambil tersenyum.
“apakah kau tidak lupa memberikan surat itu padanya?.” Kaisar Aiguo menanyakan hal penting.
“aku sudah memberinya pada Chuang Li tepat seperti perintah anda Yang Mulia.” Jawab Hong Bingwen terhadap pertanyaan Kaisar Aiguo.
“sekte itu sungguh penghianat besar Kekaisaran Yang.” Ucap Kaisar Aiguo.
--
“hatchiiiih” Liang Wei tiba tiba bersin.
“lagi – lagi aku mengalaminya. Ada apa ini? Apakah harus memeriksakan diri ke tabib.” batin Liang Wei yang sedang berada di atas kuda yang sama dengan Lin Lixue.
“maafkan aku, gadis aneh.” Ucap Liang Wei yang tidak sengaja bersin di belakang kepala Lin Lixue.
Ia melakukan perjalanan pulang berdua dengan Lin Lixue, dan memilih meninggalkan Chuang Li yang kelihatannya memiliki urusan di Kekaisaran Yang.
--
“aku punya sesuatu untuk disampaikan Yang Mulia!.” ucap Chuang lalu berlutut dan mengulurkan sebuah gulungan kertas.
Chuang Li sebenarnya diutus oleh Kaisar Aiguo untuk menyampaikan pesan kepada Kaisar Huifang.
Karena informasi yang sangat rahasia, Chuang Li tidak pernah memberitahu misi itu kepada siapapun, termasuk Liang Wei.
Kaisar Huifang pun menyuruh Prajurit Istana membawa surat itu ke tangannya, dan dengan cepat satu prajurit menyanggupinya.
Saat gulungan itu berada di tangannya, Kaisar Huifang langsung membuka untuk membacanya.
“apaaa?.” Kaisar Huifang tidak sadar telah berteriak setelah membaca surat itu.
__ADS_1