Reinkarnasi Kaisar Siluman

Reinkarnasi Kaisar Siluman
Setelah Ujian


__ADS_3

“uhhukk”


Liang Wei memuntahkan seteguk darah.


“kau!” mata Liang Wei membelalak melihat telapak tangan Lin Lixue sudah berada di dadanya.


Liang Wei tidak  mengerti kenapa Lin Lixue melakukan itu, ia ingin bertanya pada Lin Lixue, namun penglihatannya jadi gelap dan tumbang tidak sadarkan diri saat itu juga.


“hey peserta Lin mengapa kau melakukan itu?.”


Lin Lixue tidak menanggapi perkataan Chuang Li, ia hanya terus tersenyum tanpa menyipitkan mata, ia merentangkan tangannya dan menatap langit.


“hahahahaha”


ia tiba – tiba tertawa dengan keras, Chuang Li yang berada di dekat Lin Lixue entah mengapa merasa merinding.


Namun ditengah tawa kerasnya itu, ia memuntahkan seteguk darah, lalu penglihatannya jadi kabur dan ia pingsan.


Semua orang termasuk Kaisar Aiguo mematung menyaksikan kejadian itu, sangat aneh dan langka melihat gadis kecil tertawa keras seakan merasa senang telah melukai seseorang.


“cepat berikan pertolongan pertama!, jangan hanya diam, bodoh!.” Seseorang di antara penonton menyadarkan semua orang yang mematung.


Mendengar teriakan itu, Chuang Li segera membawa mereka berdua ke ruang perawatan untuk diperiksa dan diobati.


Setelah perginya Chuang Li membawa Liang Wei dan Lin Lixue.


“bukankah ini waktu yang tepat untuk melakukannya.”


“jangan terlalu naïf, itu sangat mudah ditebak, hal yang mudah ditebak kemungkinan besar tidak akan berhasil.”


Mereka adalah dua pria misterius dengan jubah berwarna hitam yang sama.


--


Kaisar Aiguo berniat menjenguk Liang Wei dan Lin Lixue.


Terlihat Kaisar Aiguo berjalan menuju ruang perawatan diiringi 4 Petinggi Perguruan Beladiri Xijing dan Jenderal Ding.


Rombongan itu berjalan dengan santai dan berbincang – bincang, namun ketika mereka sudah dekat dari bangunan tempat Liang Wei dan Lin Lixue berada, mereka melihat sosok yang mencurigakan.


Seorang dengan jubah hitam, wajahnya tertutup oleh tudung di kepalanya, ia melihat kekiri dan kekanan, setelah ia merasa sudah aman, ia melangkahkan kakinya berniat untuk memasuki bangunan itu.


“siapa kau?.” Tapi Jenderal Ding menghalau jalan orang mencurigakan itu sebelum ia masuk ke bangunan tempat Liang Wei dan Li Lixue.


“cih” gumam orang mencurigakan itu.


“tuktuktuktuk” terdengar banyak suara langkah kaki.


Suara langkah kaki itu berasal dari Para Petinggi Perguruan Beladiri Xijing beserta Kaisar Aiguo yang berlari.


Dalam waktu yang singkat mereka sudah mengepung pria mencurigakan itu dari segala arah.

__ADS_1


“kau sudah terkepung, lebih baik kau menyerah!.” Ucap kakek bernama Hong Bingwen,


Hong Bingwen adalah Ketua Tertinggi Perguruan Beladiri Xijing, Ketua Tertinggi bisa disetarakan dengan Patriark dalam sebuah Sekte.


“aku datang ke sini bukan untuk niat jahat.” Ucap Pria mencurigakan itu.


“aku tidak pernah melihat orang jahat yang mengakui kejahatannya!.” teriak Jenderal Ding lalu menyerang Pria mencurigakan itu dengan tombak panjang berwarna emas ditangannya.


Jenderal Ding melakukan gerakan menusuk mengincar perut Pria mencurigakan itu.


Melihat serangan datang padanya, Pria mencurigakan itu hanya menggeser tubuhnya sedikit.


Gerakan yang ia lakukan berhasil membuatnya terhindar dari tusukan tombak Jenderal Ding.


Ia kemudian menjepit tombak Jenderal Ding di antara ketiaknya.


Jenderal Ding berusaha menarik kembali tombaknya, namun sebuah energi kejut yang menyengat tangannya tanpa ia duga muncul dari tombaknya, sehingga tangannya secara reflek lepas dari tombak itu.


Energi kejut itu berasal dari tenaga dalam Pria Misterius yang  dialirkan pada tombak Jenderal Ding.


Tombak milik Jenderal Ding sekarang berada di tangan Pria misterius itu.


Jenderal Ding kaget, ia melompat 5 langkah kebelakang sambil memegangi tangannya yang terkena sengatan tadi.


“berhati – hatilah dia bukan seorang amatir.” Kata Jenderal Ding, memperingati yang lain.


“bisakah kita hentiikan ini!.” Ucap Pria Misterius itu lalu membuat Tombak milik Jenderal Ding menghilang secara tiba – tiba.


“kami tidak butuh penjelasanmu.” Aura pendekar tingkat tertinggi tahap puncak meledak, kali ini Kaisar Aiguo yang melakukan serangan dengan Pedang Besarnya.


Pedang besar milik Kaisar Aiguo terlihat sangat berat, namun itu tidak mempengaruhi kecepatannya sebagai seorang pendekar tingkat tertinggi.


Pedang Besar Kaisar Aiguo diayunkan dari atas ke bawah mengincar kepala Pria Misterius.


Ia berniat membelah Pria Misterius itu dan mengakhirinya dengan cepat.


Pria Misterius merasakan ledakan aura dari Kaisar Aiguo tidak tinggal diam, ia juga meledakkan aura Pendekar tingkat tertinggi tahap awal, walaupun ia 2 tahap di bawah tingkat kekuatan Kaisar, namun kecepatan yang ia miliki melampaui tingkat kekuatannya.


Pria Misterius itu menghilang dari pandangan Kaisar Aiguo, Pedang Besar Kaisar Aiguo menghantam tanah, tanah itu menjadi berlubang.


Kaisar Aiguo tidak percaya Pria Misterius berhasil menghindari serangannya.


Pria misterius yang tadi menghilang tiba – tiba muncul di Belakang Kaisar Aiguo, Pria misterius itu berniat melumpuhkan pergerakan Kaisar Aiguo.


Namun sebelum ia melakukan aksinya, Hong Bingwen datang berniat meninjunya.


Pria misterius menyadari hal itu, ia menarik kerah jubah Kaisar Aiguo, dan menggunakan Kaisar sebagai tameng.


Hong Bingwen hampir tidak sempat menghentikan serangannya. Ia mengumpat dalam hati karena kelicikan pria itu.


Kaisar Aiguo yang dijadikan tameng tentu merasa kesal, ia melepaskan pedang besarnya lalu menarik tangan pria misterius yang ada pada kerah jubahnya, dengan cepat ia membanting tubuh pria misterius itu.

__ADS_1


“dduuuk” tubuh pria misterius itu menghantam tanah.


“sudah berakhir!”


Hong Bingwen melepaskan pedang dari sarungnya berniat melakukan serangan penutup,  ia melakukan gerakan tebasan yang sangat cepat, pedangnya mengeluarkan kekuatan api yang ganas.


“Api Pembakar Kebencian”


Hong Bingwen tersenyum kala pedangnya hanya berjarak setengah langkah lagi dari tubuh Pria Misterius yang terbaring.


Namun sebelum ia mengenai tubuh Pria misterius, ia membelokkan arah serangannya, sehingga serangannya tidak mengenai pria misterius itu.


“hey kenapa kau tidak mengakhirinya bodoh!.” Teriak Jenderal Ding.


“aku mengenalnya.” Ucap Hong Bingwen melihat tudung yang menutupi wajah Pria misterius itu terbuka.


“kakak, apakah itu kau?.” Ucap Hong Bingwen kepada Pria Misterius.


“ahhh Bing er, kau rupanya.” ucap Pria Misterius dengan canggung.


“mengapa tadi kau tidak bilang bahwa itu kau?.” Tanya Hong Bingwen kepada Pria misterius, sambil membantunya berdiri.


“bukankah itu karena kalian yang tidak memberiku kesempatan!.” ucap Pria Misterius yang dibantu Hong Bingwen berdiri sambil menatap Jenderal Ding dan yang lainnya secara bergantian dengan kesal.


Mereka semua merasa malu karena tindakan mereka tadi.


“maafkan kami. Hahahha.” Hong Bingwen menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia benar – benar malu.


“darimana saja kau kakak?, semua orang mengira kau sudah mati.” Hong Bingwen bertanya pada Pria Misterius itu, matanya terlihat sedikit berkaca – kaca.


“hufft suasana hatinya cepat sekali berubah, inilah sebabnya aku tidak langsung menampakkan diri tadi.” Batin Pria Misterius.


“Ketua Tertinggi, siapa dia?.” tanya Jenderal Ding di samping Hong Bingwen.


“dia adalah Hong Cheung, kakak kandungku, seharusnya dialah Ketua Tertinggi Perguruan Beladiri ini, namun ia mengalihkan semua tanggung jawab itu padaku.” Ucap Hong Bingwen cukup kesal mengingat kejadian itu.


“Soal itu nanti kita bahas, ayo kita masuk saja dulu, aku ingin segera menjenguk anakku.” Ucap Hong Cheung tidak ingin berlama – lama di situ.


“haaaaa???” perkataan itu membuat Hong Bingwen heran.


--


Di dalam ruangan tempat Liang Wei dan Lin Lixue berada…


Liang Wei dan Lin Lixue telah diobati, Liang  Wei beristirahat di sebuah ranjang yang bersebelahan dengan ranjang Lin Lixue.


Liang Wei masih belum sadarkan diri, sementara Lin Lixue sudah sadarkan diri tidak lama setelah ia tiba di tempat itu.


Lin Lixue yang sudah sadarkan diri masih dalam keadaan berbaring, ia memiringkan tubuhnya sembari terus menatap wajah Liang Wei dari samping.


 

__ADS_1


 


__ADS_2