Reinkarnasi Kaisar Siluman

Reinkarnasi Kaisar Siluman
Pendekar Aliran Hitam Tidak Menduganya


__ADS_3

“Jangan ada yang keluar dari Aula ini,” Xiao Feng melarang siapapun meninggalkan tempatnya, “Ulurkan Jari dimana cincin ruang kalian terpasang!”


Mereka semua bingung mendengar perintah mendadak Xiao Feng yang baru saja kembali dari  gudang harta.


Mereka mulai menerka dalam hati tentang apa maksudnya. Mereka memikirkan hal yang sama ‘Mereka ingin memastikan siapa pelakunya’


Xiao Feng berjalan sambil mengedarkan kesadaran spiritualnya, berfokus pada semua cincin ruang di jari para bawahannya.


Saat mereka sedang sibuk dan berfokus pada urusannya, 5 orang tiba – tiba muncul dan menyeringai, tanpa basa – basi, kelima orang itu menghajar orang – orang terlemah yang ada di dalam Aula itu.


“Bagaimana bisa, kalian berada di sini?” Xiao Feng menghentikan kegiatannya dan memasang kuda – kuda, begitupun Para Pendekar Aliran Hitam yang lain. Hanya para Bangsawan yang berdiri ketakutan.


“Hahaha, kami memang berencana datang hari ini!” Liang Ye tertawa terbahak – bahak melihat raut wajah bodoh Xiao Feng yang kaget. Empat leluhur yang ikut bersama Liang Ye juga ikut tertawa.


Beberapa saat setelah itu, ledakan demi ledakan terdengar dari belakang Istana yang telah manjadi medan perang.


Sebelumnya…


Di Pertemuan Darurat


“Begini rencanya. Saat aku menyusup, aku akan menugaskan beberapa orang untuk  menandai tempat itu, dan hanya para Leluhur akan berteleportasi.”


Liang Wei akan secara khusus menandai sebuah titik di Istana Kekaisaran Yang, sehingga saat seseorang menggunakan batu teleportasi, maka ia akan berpindah ke tempat yang ditandai.


“Mengapa kita hanya memindahkan 5 leluhur dan tidak mengirim seluruh pasukan?” Yin Aiguo bingung tentang pernyataan Liang Wei.


“Pertama, aku yakin kristal teleportasi kita terbatas. Kedua, Kita hanya butuh 5 Pendekar Mutlak untuk berhadapan dengan 5 Pendekar dengan tingkat yang sama dengan musuh. Ketiga, mengenai pasukan, untuk apa kita membawa seluruh pasukan, jika kita bisa menggunakan pasukan dari Kekaisaran Yang.”


Mereka selalu berfokus memikirkan cara untuk mengirim pasukan, tetapi lupa fakta bahwa Kekaisaran Yang juga punya banyak pasukan. Mereka malu karena melupakan hal penting itu.


“Kau ada benarnya, nak,” kata Kaisar Aiguo, “lalu apa yang kita lakukan setelah itu?”


“Aku akan membuat kekacauan untuk mengalihkan perhatian mereka. Di waktu yang sama Para leluhur akan datang dan menyelamatkan Kaisar Huifang,”


“Para sekutu akan bergerak setelah Kaisar Huifang diselamatkan, dan ‘Boom!’ kita lakukan serangan dadakan,” kata Liang Wei sambil menyeringai.


“Baiklah kita lakukan seperti itu!” Kaisar Aiguo dan seluruh bawahannya setuju.


Kembali ke Aula kekaisaran Yang


“Sialan!, berarti semua kekacauan selama dua hari ini untuk mengalihkan perhatian kami?” Cao Pi yang selalu licik bahkan tertipu.


“Hahaha, lihatlah kebodohanmu, kau sudah tahu jawabannya, tapi masih tetap bertanya!” Yin Anguo tertawa terbahak – bahak.

__ADS_1


Di luar Istana Kekaisaran, Para pendekar Aliran Putih yang dibawa Yang Huian telah datang,  dan bertarung dengan musuh..


Sebelumnya..


“Kumpulkan Para Pendekar Aliran Putih dalam tiga hari. Aku yakin kau bisa, karena kau tahu di mana persembunyian mereka. Di waktu yang sama, keselamatan Kaisar Huifang akan ku jamin, jadi jangan khawatir!” Liang Wei memberi perintah dan jaminan kepada Yang Huian.


“Itu perkara mudah, aku bisa melakukan apapun asalkan kau benar – benar bisa menjamin keselamatan Ibuku.”


“Baiklah, kita lakukan seperti itu!”


Para pendekar Aliran putih dan Aliran Hitam bertarung sengit, tetapi bisa terlihat bahwa Pendekar Aliran Putih lebih unggul. Bukan jumlah, tapi kekuatan.


Wossh!


Liang Wei muncul di dekat Yang Huian “Kau melakukan tugasmu dengan baik,” puji Liang Wei.


“Kau juga!” Yang Huian tersenyum saat melihat ada Ibunya di dekat Liang Wei.


“Bu, kau tidak apa – apa, kan,” Yang Huian menyapa ibunya dengan khawatir.


“Mereka tidak bisa mengambil banyak dariku, aku bersyukur karena menantuku datang menolong dengan cepat, hahahah,” Kaisar Huifang tertawa lantang sembari terus menghajar Pendekar Aliran Hitam yang menyasar tubuhnya dengan pedang.


“Kaisar barbar, Ini bukan waktu yang tepat untuk bercanda!” Liang Wei kesal, mereka sedang dikeroyok musuh dan Kaisar Huifang masih sempat bercanda.


“Aku sudah selesai di sini, ada kepala yang minta untuk ditanggalkan olehku!” Liang Wei memiliki urusan dengan salah satu Petinggi Pendekar Aliran Hitam.


Liang Wei menghilang dan muncul di penjara bawah tanah “Kalian telah melakukan tugas dengan baik, ambil batu teleportasi ini!” Liang Wei memberikan batu teleportasi agar ketiga murid dapat berpindah langsung ke tempat yang telah ditandai olehnya.


“Terima kasih,senior!”


--


Lin Lixue, Chuang Li, Xie Jian berlari dan terus menyapu Pendekar Aliran Hitam yang berjaga di sekitar Istana. Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk menghabisi seperempat dari jumlah musuh. Teknik ilusi Chuang Li sangat efektif menghadapi banyak musuh.


Di belakang Istana, pasukan Pendekar Aliran putih dipimpin oleh Jenderal Kekaisaran Yang, Yang Guo, terus menggempur pertahanan musuh, “Ini adalah mahakarya!” lautan api di belakang Istana terus memacu semangat Sang Jenderal.


--


Di Aula  Kekaisaran..


Xiao Feng dan Liang Ye bertarung sengit, sedangkan ke empat Pendekar Mutlak lainnya masih saling melempar aura.


Boom!

__ADS_1


Aula itu mulai runtuh akibat benturan aura Para Pendekar itu. “Kelihatannya tempat ini tidak cocok untuk pertarungan kita,” ucap Liang Ye.


10 Pendekar Mutlak itu berpindah lokasi di atas langit. Di atas langit mereka terlihat seperti bintang jatuh dengan warna yang berbeda.


Kembali ke Aula Kekaisaran..


“Cao Pi, kepalamu adalah milikku!” Liang Wei muncul dari bayangan di dekat Cao Pi dengan satu pedang Kaisar Siluman di tangan kanannya.


“Ternyata ini ulahmu, bocah,” jerit Cao Pi yang melompat, lalu menghilang di ruang kosong.


Teknik perpindahan Ruang itu adalah teknik yang ia gunakan untuk membunuh Liang Yi, ayah Liang Wei.


“Amatir!” Liang Wei mendengus meremehkan Cao Pi.


Cao Pi yang baru saja muncul dari ruang kosong di belakangnya, langsung ia  tendang dengan tumit hingga terpental jauh. Tubuh Cao Pi membentur, menghancurkan dinding dan masih terus terhempas di udara, lalu meluncur berakhir mendarat di dekat gerbang Kekaisaran.


Liang Wei muncul dari bayangan Cao Pi, Cao Pi menggunakan pedangnya untuk menusuk Liang Wei, tetapi Liang Wei dengan mudah menangkisnya dan memberi tendangan pada wajah Cao Pi.


Cao Pi terlempar sekali lagi. Sebelum tubuhnya menyentuh tanah, Liang Wei sudah muncul di atas tanah dan menggunakan tendangannya untuk membuat Cao Pi terpental sekali lagi.


“Aku akan memperpanjang penderitaanmu,” kata Liang Wei menyeringai sambil tetawa keras, saat melihat tubuh Cao Pi terhempas ke udara.


“Tidak semudah itu, bocah!” Cao Pi melayang di udara, tertawa penuh kemenangan.


“Tetapi itu memang mudah!” Liang Wei terbang ke udara sehingga membuat Cao Pi berhenti tertawa, karena tidak menduganya.


Dalam sekejap Liang Wei sudah berada kurang dari semeter di depan Cao Pi.


Sebuah tebasan, Liang Wei tujukan pada kaki Cao Pi. Cao Pi terbang ke samping menghindarinya, lalu ia membalas dengan sebuah tebasan silang, pedang itu menembus ruang dan muncul langsung dari belakang Liang Wei, ia bermaksud menggunakan cara kotor.


Tetapi Liang Wei menyadari trik itu, ia hanya menggeser sedikit tubuhya kekiri, dan tebasan Pedang Cao Pi seperti kilatan cahaya yang hampir mengenai dirinya sendiri, sehingga Cao Pi juga menghindar ke kiri.


“Bocah, kau cukup pandai untuk menghadapi trik itu. Padahal teknik itu adalah teknik yang kugunakan untuk membunuh ayahmu,” Provokasi Cao Pi


“Seorang Pendekar tidak bertarung dengan mulut besarnya,” ejek Liang Wei.


‘Ketamakan memakan jiwa’


Sebuah pedang besar muncul dari dekat kaki Cao Pi. Saat malam tiba, Liang Wei bisa memunculkan pedangnya dimanapun bahkan di udara.


“Arkhhh” kaki Cao Pi tepotong seperti tahu yang terpotong dengan mudah, darahnya tidak berhenti mengalir.


“Aku akan membuat tumpukan tubuh manusia dari tubuhmu!” Suara dingin Liang Wei membuat siapapun merinding.

__ADS_1


“Kau!?.” Cao Pi benar – benar marah.


__ADS_2