Reinkarnasi Kaisar Siluman

Reinkarnasi Kaisar Siluman
Pertarungan di Kekaisaran Yang


__ADS_3

“Kau!?.” Cao Pi benar – benar marah.


Liang Wei tertawa, saat melihat Cao Pi mengalirkan tenaga dalam di kakinya untuk mencoba menyembuhkan dan menumbuhkannya lagi, tetapi tidak berhasil.


“Sialan kau bocah. Apa yang kau lakukan pada kakiku,” bentak Cao Pi saat melihat kakinya yang tidak berhenti meneteskan darah.


“Aku hanya menebasnya, bukankah kau melihatnya sendiri?” nada suara Liang Wei sudah jelas mengejak Cao Pi.


“Bangs*t!” aura Cao Pi meledak “Kau akan menerima amarahku!”


Ia kemudian menelan sebuah pil, setelah menelannya  kekuatannya bertambah dan berlipatganda. Kekuatannya mencapai Pendekar Mutlak tahap awal.


“Pil terlarang?” Mata Liang Wei membelalak.


Dalam sekejap Cao Pi dapat mengimbangi kecepatan Liang Wei, ia terus berpindah ruang dengan cepat. Orang biasa akan melihatnya seperti kilat yang muncul secara acak.


Sebuah tebasan yang datang entah darimana, berhasil menggores lengan Liang Wei.


“Kau boleh juga, tua licik,” kata Liang Wei sedikit menggertakkan gigi.


“Apa kau sudah mulai kesulitan?” Cao Pi balik mengejek Liang Wei.


“Tidak juga,” kata Liang Wei tidak ingin terporovokasi.


Cao Pi lagi – lagi melakukan perpindahan ruang dengan sangat cepat. Saat itu sebuah tebasan ditujukan ke bahu Liang Wei, dan Liang Wei bergerak kekiri, tetapi di samping kirinya sudah ada pedang Cao Pi yang muncul dari ruang kosong.


‘Kena kau, bocah!’ pikir Cao Pi.


“Kekuatanmu meningkat, tetapi tidak dengan otakmu!” terlihat seperti tebasan itu berhasil, tetapi sebuah bayangan menelan pedang Cao Pi, di waktu yang sama Cao Pi merasakan dingin di punggungnya.


“Sial,” umpat Cao Pi, saat ia menyadari bahwa punggungnya sudah tertebas oleh pedangnya sendiri.


Pedang Cao Pi menembus Ruang dan muncul di depan Liang Wei, lalu di pindahkan lagi dengan teknik  bayangan Liang Wei ke belakang punggungnya sendiri.


“Bukankah  teknik kita sangat cocok, kau terus berpindah ruang, aku terus bermain bayangan!” Liang Wei menertawai kebodohan Cao Pi.


Cao Pi tak hentinya mengumpat untuk melampiaskan kekesalannya, lalu ia sekali lagi berpindah ruang. Kali ini, ia muncul dari atas kepala Liang Wei, pedangnya di tusukkan ke bawah menyasar ubun – ubun Liang Wei.


Liang Wei menggerakkan pedangnya di atas kepala tanpa menoleh, pedang Liang Wei mengenai bilah pedang Cao Pi dan mengubah arah pedang Cao Pi yang semula lurus kebawah menjadi miring beberapa derajat, sehingga Pedang itu tak jadi mencancap di kepala Liang Wei.

__ADS_1


‘Apa? ini juga tidak berhasil?’ Cao Pi kaget dalam hatinya, sehingga tidak menyadari Liang Wei yang muncul di atas kepalanya.


Liang Wei menggerakkan kakinya dari atas kebawah seperti cangkul, tumitnya tepat mengena di pucuk kepala Cao Pi.


“Begitu cara menyerang pucuk kepala yang benar!” Liang Wei seakan mengajari Cao Pi, padahal sedang mengejeknya.


Cao Pi meluncur kebawah bagai meteor, tubuhnya membuat lubang yang cukup dalam di tanah. Sambil menahan sakit di sekujur tubuhnya, Cao Pi bangkit dengan menggunakan pedang seperti tongkat.


“Aku tidak peduli. Aku harus menang,” kata Cao Pi yang menghapus darah dari sudut bibirnya.


Ia kemudian mengeluarkan dua pil yang sama seperti sebelumnya, dan menelannya sekaligus. Kekuatannya meningkat lagi sampai Pendekar Mutlak Tahap Akhir.


Aura yang menggetarkan tanah, keluar dari tubuh Cao Pi. Aura itu seperti petir berwarna hitam yang menghancurkan sekitarnya, matanya berubah merah dan gigi – gigi taring muncul memberikan kesan menyeramkan.


“Bocah, kau harus mati,” kata Cao Pi dengan dingin.


Dan setelah mengatakannya ia muncul di depan Liang Wei, lalu menebaskan pedangnya.


Liang Wei menangkisnya, tetapi tubuhnya terpental karena kekuatan Cao Pi jauh lebih besar. Liang Wei berakhir menabrak sebuah pohon dan menumbangkannya.


Tubuh Liang Wei jatuh ketanah dengan kasar, ia memuntahkan seteguk darah. “Dia sangat licik dan nekat!”


Saat Liang Wei berusaha untuk berdiri, Cao Pi sudah muncul di depannya, lalu menendang perutnya, sehingga ia terhempas menabrak beberapa rumah yang terbuat dari kayu. Tubuh Liang Wei masih terus terhempas, hingga membuat lima rumah berlubang, dan berakhir pada rumah keenam.


Tubuh Liang Wei mendarat kasar di dalam rumah itu, lalu berguling dan menabrak dinding.


Cao Pi muncul dihadapannya saat ia masih mengeluh kesakitan. “Mati!” pedang diarahkan ke leher Liang Wei.


--


“Kita lihat siapa yang terkuat!” Xiao Feng meledakkan auranya.


“Begitulah seharusnya,” kata Liang Ye, lalu melakukan hal yang sama.


Mereka berdua sama – sama Pendekar Mutlak Tahap Akhir. Jadi, mereka menggunakan cara pendekar untuk membuktikan siapa yang terkuat.


Dua kilatan cahaya berwarna putih dan hitam bebenturan di atas langit. Pedang Liang Ye yang melayang berbenturan dengan Pedang Xiao Feng yang besar.


Mereka kemudian mengambil jarak, lalu kembali terbang melancarkan sebuah serangan.

__ADS_1


Liang Ye mengerakkan telunjuknya dari atas ke bawah, pedang yang melayang itu melakukan tebasan ke arah bahu Xiao Feng, tetapi Xiao Feng dengan mudah  menangkisnya.


Xiao Feng memutar tubuhnya dan mengayunkan pedang secara horizontal, serangan itu bertujuan untuk mengenai perut Liang Ye. Liang Ye sedikit membungkuk, punggungnya sedikit kebelakang beberapa jari, sehingga pedang itu hanya mengenai udara kosong.


Di saat yang sama, Liang Ye menggerakkan tangannya dari bawah ke atas, Pedangnya terbang dari bawah Xiao Feng, lalu menyasar bagian vitalnya. Tetapi Xiao Feng masih bisa menghindar dengan cara terbang satu meter kebelakang .


“Hey, kau Pendekar Aliran Putih. bagaimana bisa kau bermain seperti seorang pengecut,” kata Xiao Feng geram.


“Kalau barangmu terluka maka kita bisa menyimpukan siapa dari kita yang pengecut,” balas Liang Ye dengan sebuah ejekan.


--


Di Aula  Kekaisaran..


“Mari kita melarikan diri. Biarkan orang – orang bodoh itu bertarung dan saling membunuh satu sama lain!” Yang Kang mengajak para Bangsawan melarikan diri.


Para Bangsawan langsung setuju. meskipun mereka adalah musuh, tetapi mereka sama – sama licik dan pengecut, jadi bisa menyatukan tujuan untuk melarikan diri dari tempat itu.


Masing – masing dari mereka mengeluarkan kristal teleportasi. Mereka sudah menyiapkannya jauh – jauh hari untuk berjaga – jaga untuk kejadian seperti itu.


“Aku bisa membayangkan bagaimana wajah kesal orang – orang bodoh itu, saat melihat kita tidak ada di sini,” kata Yang Lok menyeringai sambil menatap kristal teleportasinya.


Saat mereka ingin mengaktifkan kristal teleportasinnya, Kaisar Huifang datang dan menebaskan pedangnya, sehingga kristal teleportasi itu terbelah dua dengan rapi.


“Kalian bisa bermimpi seperti yang kalian mau, tetapi kenyataan akan terus datang mengkhianati mimpi itu!” Kaisar Huifang menertawakan wajah merah kesal para Bangsawan itu.


“Dasar Jal***!” Yang Kang begitu kesal\, begitu pula Yang Lok dan Bangsawan yang lain.


Kaisar Huifang mendengus, lalu terbang rendah di atas lantai menuju ke Yang Kang dan Yang Lok.


Kekuatan Kaisar Huifang dan para Bangsawan itu bagai langit dan bumi, mereka harus bekerja sama untuk mengalahkan Kaisar Huifang. Tetapi, Kaisar Huifang sangat cerdas. Ia menyerang mereka satu persatu sehingga tidak bisa menyatukan kekuatan.


Yang Kang terkena tebasan pedang milik Kaisar Huifang dan mati seketika, sedangkan Yang Lok masih bisa menghindarinya.


“Sialan ka…” belum sempat Yang Lok menyelesaikan ucapannya, Kaisar Huifang sudah memenggalnya, sehingga kepalanya bergelinding di tanah dengan mata melotot.


“Mari kita lanjutkan, Para Pembelot sekalian!” suaranya membuat para bangsawan itu membeku dan ketakutan. Kaisar Huifang kembali bergerak dan mengayunkan pedangnya, tanpa ampun, memberi hukuman kepada para Bangsawan itu.


Dari luar Aula itu, dapat terdengar jeritan dan teriakan pilu memekakkan telinga. tetapi itu tidak berlangsung lama, karena dalam waktu singkat teriakan – teriakan itu menjadi hening setelah Kaisar Huifang keluar dari Aula itu dengan bermandikan darah.

__ADS_1


__ADS_2