Reinkarnasi Kaisar Siluman

Reinkarnasi Kaisar Siluman
Kesepakatan Zhang Bingjie dan Cao Pi


__ADS_3

Zhang Bingjie menarik kembali auranya.  itu membuat Shé Dú dan Cao Pi bernapas lega.


Sedangkan untuk Lu Bian dia biasa – biasa saja, dia beruntung Zhang Bingjie tidak mengarahkan aura itu padanya.


“kau masih ingat tujuanku berada di sini, bukan?.” Zhang Bingjie mengucapkannya dengan datar, ucapan itu ditujukan kepada Cao Pi.


CaoPi sedikit tersentak, namun kembali tenang dan mejawabnya.


“tentu, aku masih ingat.” Cao Pi dengan raut wajah serius, lalu berjalan ke kursi dan duduk.


Zhang Bingjie sebelumnya sepakat bergabung di dalam aliansi pendekar hitam dengan sebuah kesepakatan, kesepakatan itu hanyalah Zhang Bingjie dan Cao Pi yang tahu.


“lalu, apakah kau sudah mendapatkannya?.” Ucap Zhang Bingjie.


“aku belum mendapatkan petunjuk apa – apa, tapi tenang saja aku sudah menggerakkan anak buahku di segala penjuru.” ucap Cao Pi.


Lu Bian dan Shé Dú bingung mendengar pembahasan itu.


“tentang apa ini?, aku tidak mengerti pembahasan kalian.” Tanya Lu Bian sambil berjalan, lalu duduk di  satu kursi  diantara sepuluh kursi yang masih kosong.


Raut wajah Lu Bian juga menjadi serius,  ia menunggu jawaban atas pertanyaanya itu, karena menurutnya itu cukup penting.


“apakah aku boleh mengatakan tentang kesepakatan itu kepada mereka?.” Tanya Cao Pi kepada Zhang Bingjie, Cao Pi tidak ingin membahasnya tanpa persetujuan dari Zhang Bingjie.


Zhang Bingjie hanya diam untuk beberapa saat seperti tengah berpikir, dan kemudian ia menganggukkan kepala sebagai pertanda bahwa ia tidak keberatan jika Cao Pi memberitahu mereka.


“Senior Zhang bergabung dengan aliansi ini, dengan syarat kita harus membantunya mencari ‘Kitab Hitam’ yang ia inginkan.” Ucap Cao Pi.


Namun jawaban yang diberikan oleh Cao Pi malah membuat Lu Bian semakin tidak mengerti dan penasaran, ia  penasaran tentang apa isi dari kitab  itu, dan seberapa penting, sehingga pendekar kuat seperti Zhang Bingjie menginginkannya.


“Kitab Hitam?.” Shé Dú yang masih dalam posisi berlutut pun ikut penasaran hingga lupa mengambil tempat duduk.


Semua perhatian tertuju pada pembahasan itu, Cao Pi tahu bahwa mereka berdua masih bingung, maka dari itu ia menjelaskannya lebih lanjut, agar mereka bisa mengerti.


“Kitab hitam tanpa nama pada sampulnya, sebuah Kitab yang ditulis oleh seorang Pendekar di masa lalu, isi kitab itu adalah teknik – teknik yang diciptakan oleh Kaisar Siluman yang memimpin invasi di masa lampau.” Itulah jawaban dari Cao Pi berdasarkan cerita dari Zhang Bingjie.


“apa???.” Lu Bian dan Shé Dú kaget mendengar informasi itu, keserakahan sekilas muncul di mata mereka, keinginan untuk memiliki kitab itu adalah penyebabnya.

__ADS_1


Jika mereka berhasil memilikinya, pasti mereka akan mengalami peningkatan pada kemampuan bertarung secara signifikan, karena  teknik – teknik di  kitab hitam itu sudah pasti sangatlah kuat.


Mereka bisa berpikir seperti itu karena penciptanya adalah Kaisar Siluman yang dikenal sebagai sosok terkuat di masa lalu.


Selain itu, teknik – teknik di dalam kitab hitam itu sangat cocok untuk mereka para pendekar hitam.


Bisa dikatakan bahwa keberadaan kitab hitam itu merupakan harta karun bagi para pendekar hitam.


“aku tahu apa yang kalian pikirkan, cobalah untuk mewujudkannya.” Zhang Bingjie bisa tahu itu saat memperhatikan mata serakah keduanya.


Lu Bian dan Shé Dú pun tersentak dan terdiam karena Zhang Bingjie sangat cepat membaca pikiran mereka.


Namun di dalam hati, mereka tidak mengurungkan niat untuk mendapatkan kitab itu.


Itu sangatlah wajah, siapapun pendekar hitam yang tahu tentang kitab itu, pasti tidak akan menyerah untuk memilikinya.


“ada apa ini?, mengapa anggota baru kita malah belutut?.” Dai Yu memasuki gua bersama tujuh orang lainnya.


Pertanyaan itu mewakili rasa penasaraan ketujuh orang lainnya. Mereka sangat bingung melihat Shé Dú dalam posisi berlutut dan hanya terdiam.


Shé Dú pun bangkit, berjalan ke salah satu kursi yang masih kosong, dan duduk tanpa mengucapkan apa – apa.


“lalu, bagaimana kau tahu bahwa kitab hitam itu ada, jika kau sendiri tidak tahu dimana keberadaanya?.” Shé Dú bertanya kepada Cao Pi dan Zhang Bingjie.


“kelihatannya ada pembahasan penting yang telah aku lewatkan.” Dai Yu dan 7 orang lainnya kemudian duduk di kursi masing – masing, akhirnya semua kursi kosong sudah terisi.


“begini..” Lu Bian secara singkat menjelaskan tentang apa yang tengah mereka bahas.


mendengar penjelasan singkat Lu Bian, Dai Yu dan tujuh orang lainnya menunjukkan reaksi yang sama seperti Lu Bian dan Shé Dú saat pertama kali tahu tentang itu.


“…itu adalah kesepakatan agar senior Zhang ikut dalam aliansi ini.” Tetapi setelah mendengar perkataan terakhir Lu Bian, akhirnya mereka mengurungkan niat.


Zhang Bingjie hanya tersenyum melihat wajah serakah mereka, ia sudah tahu itu akan terjadi, namun ia percaya bahwa tidak akan ada yang bisa memiliki kitab hitam itu selain dirinya.


Dai Yu dan tujuh orang lainnya tiba – tiba merinding karena tahu bahwa Zhang Bingjie memperhatikan mereka, senyum yang ditunjukkan Zhang Bingjie sangatlah ramah dan bersahabat, namun entah mengapa mereka malah takut melihat senyuman ramah itu.


Tidak ada satupun dari delapan orang itu yang berani menunjukkan wajah serakahnya lagi, mereka terdiam dan menghindari kontak mata dengan Zhang Bingjie.

__ADS_1


“senior, maafkan kami!.” Dai Yu cukup pandai  membaca situasi, ia satu –satunnya orang yang berani berbicara agar mereka tidak berada dalam masalah.


tujuh orang lainnya bernapas lega saat Dai Yu mengambil inisiatif.


“jadi apakah pertanyaanku bisa dijawab?.” Shé Dú membuat perhatian mereka teralihkan.


Pertanyaan Shé Dú sebelumnya  masih belum terjawab, mereka kini kembali pada pembahasan utama, yang sebelumnya teralihkan karena kedatangan Dai Yu dan tujuh orang lainnya.


“Kitab itu …..”  Zhang Binjie sendiri  yang menjawabnya.


Ia menjelaskan bahwa kitab hitam itu ditulis oleh seorang pendekar yang merupakan gurunya sendiri, gurunya adalah salah satu orang yang hidup di Era Invasi Bangsa Siluman.


Ia adalah orang yang memiliki ingatan yang sangat kuat, sehingga dapat menghapal semua gerakan dalam sekali lihat.


Sudah banyak kitab yang gurunya tulis, namun yang paling spesial adalah kitab hitam itu.


Zhang Bingjie sangat tertarik mempelajarinya, namun gurunya tidak memberikan izin bahkan untuk membuka satu lembarpun dari kitab hitam itu.


Gurunya berkata bahwa ‘kau belum cukup kuat untuk mewarisi kitab itu’ .


Hal itu memotivasinya untuk menjadi kuat, menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, akhirnya dengan cepat ia mewujudkannya.


Namun di saat Zhang Binjie sudah menjadi kuat, bahkan melampaui gurunya, gurunya malah berkata ‘dewa telah memberitahuku bahwa kau bukan orang yang ditakdirkan’.


Hal itu membuat Zhang Bingjie jadi geram dan membunuh gurunya untuk mendapatkan kitab itu.


Namun ternyata kitab itu sudah gurunya serahkan kepada orang lain yang tidak ia kenal.


“…itu lah mengapa aku mencarinya sampai sekarang.”  Zhang Bingjie mengakhiri penjelasannya.


Mereka cukup tercengang mendengar cerita itu, semakin besar pula keserakan di hati masing - masing, namun mereka menyembunyikannya cukup baik agar tidak mendapat masalah.


“karena kalian sudah tahu, maka siapapun yang memiliki petunjuk tentang keberadaan kitab hitam itu, cepat beritahu kepada senior Zhang.” Ucap Cao Pi kepada sembilan orang lainnya.


Mereka mengangguk menunjukkan bahwa mereka setuju, meskipun dalam hati tidak.


“aku harus mendapatkannya.” Mereka memikirkan hal sama, bahkan Cao Pi pun memikirkan hal demikian.

__ADS_1


__ADS_2