Reinkarnasi Kaisar Siluman

Reinkarnasi Kaisar Siluman
Dicari oleh Para Pendekar Hitam


__ADS_3

“Kami ingin Liang Wei keluar!.”


“Cepat bawa Liang Wei kepada kami!.”


“Benar, kalian jangan mencegah kami.”


To Mu sangat kaget melihat Para penduduk Ibukota mendatangi Perguruan Beladiri.


“Apakah Liang Wei telah membuat masalah?.” To Mu yang merupakan Wakil ketua tertinggi Perguruan Beladiri jadi panik, begitupun dengan para murid,  apalagi Hong Bingwen dan para murid peringkat teratas sedang tidak ada di tempat.


Para Petinggi yang lain juga tidak berada di tempat karena sedang di Istana Kekaisaran untuk suatu urusan, sehingga meninggalkan To Mu tanggung jawab untuk mengatasi segala masalah selama mereka tidak ada.


Ingin mencari tahu permasalahan yang sesungguhnya, To Mu akhirnya mengutus seorang murid untuk memanggil Liang Wei datang padanya.


“Cepat, kita harus bertanya langsung kepada orangnya!.” Perintah To Mu kepada murid itu.


Dan tidak lama setelah murid itu pergi, Liang Wei datang ke ruangan To Mu dengan wajah malas dan cemberut. .


“Apa yang telah kau lakukan hingga para penduduk itu mencarimu?, apakah kau telah berjudi atau melakukan perbuatan mesum?.” To Mu langung menginterogasi Liang Wei, Entah apa yang dipikirkan oleh To Mu hingga sampai pada kesimpulan itu.


Sangat tidak masuk akal seorang bocah melakukan itu, Liang Wei menghela napas .” entah mengapa akhir - akhir ini aku sangat tidak cocok dengan kakek -  kakek.” Batinnya.


“Aku tidak melakukan apapun, sebaliknya kau bertanyalah kepada mereka para penduduk.” Liang Wei memutar bola matanya dengan malas.


Liang Wei sebenarnya sangat lelah dan berkali – kali muntah darah setelah pertarungan yang telah ia lakukan semalam, akhirnya ia ingin beristirahat saja hari itu, namun seorang murid datang memanggilnya untuk menemui To Mu.


“Tidak mungkin mereka mencarimu jika kau tidak membuat masalah!.” Jelas To Mu kepada Liang Wei.


Itu cukup masuk akal, ada asap ada api, tapi itu tidak cukup pintar karena langsung saja menuduh tanpa mencari tahu terlebih dahulu.


Liang Wei hanya menggelengkan kepala lalu beranjak dari tempatnya .”aku belum selesai!!.” Bentak To Mu, namun Liang Wei tidak menghiraukannya dan tetap melangkah meninggalkan ruangan itu.


“Waktu istirahatku yang berharga akan terbuang  karena kakek menyebalkan ini.” Batin Liang Wei yang sudah dekat dengan pintu keluar ruangan itu.


Sebelum Liang Wei keluar dari ruangan itu, ia berpapasan dengan Zhi Qiang yang datang memasuki ruangan.


Zhi Qiang langsung menatap Liang Wei dan memberitahunya sesuatu “nak, maafkan aku, kakek keras kepala itulah penyebabnya, dan aku tidak berhasil mencegahnya.” Ucapnya kepada Liang Wei.

__ADS_1


Tentu saja ucapan ambigu itu bisa membuat siapun bingung “apa maksudmu kakek topeng hitam?.” Liang Wei tidak mengerti maksud perkataan Zhi Qiang.


Zhi Qiang terlihat menarik napas kemudian kembali berbicara untuk memperjelas ucapannya.


“Wei Min telah mengungkapkan bahwa kau yang telah membunuh Kilat Malam.” Mendengar itu, Liang Wei yang awalnya berwajah malas, tiba – tiba membelalakkan matanya diiringi urat didahinya yang muncul.


“Bagaimana bisa?.” Tanya Liang Wei dengan heran.


Zhi Qiang pun menjelaskan kejadian di alun – alun Ibukota tanpa kurang dan lebih.


“Memang aku yang membunuhnya, namun bukan aku yang menggantungnya.” Itulah tanggapan Liang Wei.


“Apa??” Zhi Qiang kaget. Namun cukup masuk akal bahwa Liang Wei tidak akan melakukan hal bodoh yang mengundang perhatian banyak orang itu.


Liang Wei tiba – tiba membulatkan mata menyadari sesuatu.


“Si*l!, mereka mencariku!.” Ucap Liang Wei, ia langsung tahu bahwa itu adalah upaya musuh untuk menemukannya, ia yakin orang yang telah menggantung tubuh Kilat Malam adalah rekan Kilat Malam sendiri.


Liang Wei sebelumnya tidak menghiraukan jasad Kilat Malam karena telah tenggelam di dalam kolam air racun itu.


Liang Wei sangat yakin bahwa tidak akan ada orang yang akan mendekati kolam itu karena secara logika orang – orang akan menghindari hal – hal yang berbahaya.


“Sepertinya memang mereka telah mencarimu.” Zhi Qiang juga berpikir hal yang sama.


Liang Wei menghela napas, sejak awal ia sudah tahu bahwa jika sudah berhadapan dengan para pendekar penjahat itu, maka cepat atau lambat mereka akan mencari dirinya untuk membalas dendam, namun ia tidak menyangka akan secepat itu.


“Tapi aku tidak peduli, silahkan datang dan bawa nyawa kalian padaku!.” Batin Liang Wei sambil tersenyum tanpa menyipitkan mata, ia tidak takut, justru sangat senang jika bisa memberi makan kedua pedangnya.


Ia memperhatikan perubahan raut wajah Liang Wei dari awal hingga akhir, tidak tercermin ketakutan baik di wajah maupun matanya.


Dan pada akhirnya Zhi Qiang merinding melihat perubahan raut wajah Liang Wei “mengapa bocah ini justru terlihat menginginkan dirinya di incar?.” Batinnya.


“Jadi itu yang terjadi?, kalau begitu mulai sekarang apa yang akan kau lakukan?.” Liang Wei dan Zhi Qiang reflek berbalik ke arah orang yang bertanya.


Suara itu berasal dari To Mu, To Mu yang berada di ruangan yang sama tentu mendengar pembicaraan keduanya, akhirnya ia tahu hal yang sebenarnya terjadi, sehingga memilih untuk ikut dalam pembahasan.


“Jika datang membawa masalah padaku, Tentu saja aku akan dengan senang hati mengambil nyawa mereka.” Liang Wei menyeringai, jika ia melepaskan kalungnya, maka aura membunuh akan bocor dari tubuhnya dan membuat seisi ruangan jadi sesak.

__ADS_1


“bukan itu maksudku, mulai sekarang apa yang akan kau lakukan kepada para penduduk itu?, kau sudah jadi terkenal dan dianggap pahlawan oleh mereka.” Zhi Qiang dan Liang Wei menatap To Mu dengan datar setelah mendengar ucapannya itu.


“dia memang adalah ahli dalam mengatakan sesuatu yang tidak penting.” Batin Zhi Qiang menggelengkan kepala.


“kakek ini juga menyebalkan.” Batin Liang Wei menarik napas berat.


Tanpa basa basi Liang Wei dan Zhi Qiang langsung beranjak dari tempatnya meninggalkan To Mu sendirian.


“heey aku belum selesai berbicara!.” Teriak To Mu melihat kedua orang itu pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun atau berpamitan.


“si*lan, kenapa tidak ada yang menghormatiku sebagai wakil ketua tertinggi.” Batin To Mu dengan kesal.


--


Satu minggu kemudian..


“Hamba menghadap Tuan.” Seseroang memasuki Gua tempat Aliansi pendekar hitam dan sekutunya berkumpul.


Orang yang baru masuk itu langsung berlutut di depan 11 orang yang duduk di kursi masing – masing.


“Apa yang telah kau dapatkan?.” Shé Dú langsung pada intinya.


Orang itu adalah salah satu mata – mata yang dikirim oleh Shé Dú untuk mencari informasi tentang pelaku yang telah membunuh kedua bawahannya.


“Seorang bernama Liang Wei adalah orang yang bertanggung jawab dibalik semua itu.”


“Siapa dan darimana Liang Wei itu?, apakah dia adalah Pendekar yang sudah senior? Mengapa aku sama sekali tidak pernah mendengar nama itu?.” Shé Dú mempertanyakan identitas pendekar itu.


Bukan hanya Shé Dú, namun 10 orang lainnya tidak mengenalnya sama sekali “aku juga tidak pernah mendengar tentang nama pendekar itu.” ucap Dai Yu.


Tidak ada yang tahu atau mengenalnya, namun satu orang yang tiba – tiba berdiri, ia jadi pusat perhatian karena tindakannya itu.


Orang itu adalah Lu Bian yang langsung bangkit dari tempat duduk dan menunjukkan raut wajah kaget.


“apakah maksudmu Liang Wei yang masih bocah? murid baru di Perguruan Beladiri Xijing?.” Lu Bian berucap karena sepertinya tahu siapa orang yang dimaksud.


“benar Tuan, tepat seperti yang anda katakan.”

__ADS_1


 


 


__ADS_2