Reinkarnasi Kaisar Siluman

Reinkarnasi Kaisar Siluman
Sistem Peringkat


__ADS_3

“dia dari tadi mengikutiku, apa yang dia inginkan?.” Batin Liang Wei merasa kesal harus menghadapi musuh dengan suasana hati yang kacau.


Liang Wei reflek berbalik dan memberikan serangan.


Tetapi saat jarak 1 jari sebelum ia mengenai wajah orang itu, ia menghentikan serangannya.


“gadis aneh, ternyata dari tadi kau yang mengikutiku.”


Lin Lixue hanya diam tidak menanggapi, terlihat air mengalir dengan deras di sudut matanya.


“kenapa kau menangis?.”


Lin Lixue lalu memeluk Liang Wei tanpa aba – aba.


Liang Wei akhirnya mengerti kenapa gadis kecil itu bertingkah seperti itu, Lin Lixue mencoba menghiburnya.


dari air mata Lin Lixue, Liang Wei bisa melihat bahwa gadis kecil itu turut merasakan kepedihan yang ia alami.


Liang Wei merasa hangat di hatinya, ia memang benar – benar butuh pelukan seseorang untuk menenangkannya.


Liang Wei membalas pelukan itu hingga beberapa saat.


“terima kasih, berkatmu, aku sudah tenang.”


Mendengar itu, Lin Lixue hanya mengangguk sambil tersenyum, kali ini ia tersenyum dengan tulus, senyuman itu sedikit membuat jantung Liang Wei berdegup cepat, tapi dengan segera Liang Wei mengalihkan pandangannya.


“ayo kita beranjak dari tempat ini.” Ucap Liang Wei sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Mereka berdua akhirnya berjalan bersama meninggalkan tempat itu.


--


Di istana Kaisar Siluman.


Dua siluman yang telah menyerang para Petinggi Perguruan Beladiri Xijing muncul secara tiba – tiba.


“kak Jing Gan, semua tidak berjalan sesuai rencana, diluar dugaan meski aku sudah membunuh orang itu, ayah tetap tidak ingin pulang.” Ucap Siluman Bertanduk Domba melapor kepada Siluman yang duduk di singgasana.


“Jing Fu, apakah kau bercanda?.” Ucap Siluman yang duduk di singgasana, ia memilki tanduk yang sama dengan Jing Fu.


“aku tidak bercanda.” Jing Fu dengan wajah serius mengucapkannya.


“lalu mengapa kau tidak membawanya secara paksa saja.” Ucap Jing Gan yang cukup heran.


“dia mengancam akan menggunakan teknik terlarang itu lagi.” Ucap Jing Fu dengan menggelengkan kepala.


“kalau begitu buat dia datang sendiri.” Ucap Jing Gan sambil menyeringai.


“bagaimana caranya?” Jing Fu cukup penasaran mendengar itu.


“kau akan tahu itu nanti.” Ucap Jing Gan dengan senyuman penuh makna.


- -


Dikedalaman hutan, di dalam sebuah gua yang luas.

__ADS_1


Terlihat 10 manusia sedang berkumpul mendiskusikan sesuatu.


“kabar tentang bangsa siluman telah bergerak, apakah itu benar?.” Ucap seorang dengan suara serak dan wajah yang seram, terlihat bekas luka di wajahnya.


“Cao Pi, itu adalah benar, aku mendengarnnya langsung dari para murid Perguruan Beladiri Xijing.” ucap seorang wanita dengan bibir bergincu hitam.


“Syukurlah dia mati, tapi mengapa Hong Bingwen Bang*at itu tidak ikut mati.” ucap seseorang yang satu – satunya menggunakan jubah putih.


“jubah mu putih namun hatimu hitam, perpaduan itu seperti sejenis kotoran hewan kecil yang aku tahu.” Ucap wanita bergincu hitam.


“diam kau Dai Yu!.” Cukup kesal Pria Berjubah Putih itu mendengar sindiran Dai Yu.


“hahaha kenapa kau begitu marah, aku hanya bergurau.” Dai Yu tertawa mengejek Pria berjubah putih.


Orang lain yang berada di ruangan itu hanya diam Karena sudah terbiasa dengan pertengkaran dua orang itu, namun tidak dengan seseorang.


“bisa kalian diam!” tegurnya dengan nada dingin, matanya sipit, wajahnya terlihat ramah, namun ia bisa menunjukkan sisi yang menyeramkan, ia sengaja membocorkan auranya kepada dua orang itu.


Dai Yu dan Pria Berjubah Putih itu seketika diam, Sejak awal Dai Yu dan Pria Berjubah Putih memang takut kepada sosok yang menegurnya, ditambah dengan aura yang hanya ditujukan kepada mereka, aura pendekar hitam tingkat tertinggi tahap akhir.


8 orang lainnya hanya menggelengkan kepala melihatnya, mereka tahu apa yang dilakukan Pria dengan mata sipit itu kepada Dai Yu dan Pria Berjubah Putih.


"Zhang Bingjie, jangan terlalu keras kepada mereka.” Tegur Cao Pi.


Pria bermata sipit bernama Zhang Bingjie tidak menanggapi Cao Pi.


“ku dengar Bangsa siluman itu mencari seorang bocah di Perguruan Beladiri Xijing?” ucap Zhang Bingjie mengalihkan pembicaraan.


“untuk apa mereka mencari seorang bocah, apa mereka ingin menumbalkannya?” ucap Dai Yu.


“kalau begitu kita harus mendapatkan benda itu.” Ucap Dai Yu sambil menjilat bibirnya.


“apa kau bodoh, kita bahkan tidak tahu benda apa itu!.” ucap Pria berjubah putih.


“bukannya kau sudah tahu benda itu?, ingat kejadian 6 tahun yang lalu.”


Ucapan Cao Pi membuat 8 orang lainnya heran, namun Pria Berjubah Putih  mengerti dengan jelas maksud perkataan Cao Pi.


“ini akan jadi menarik.” Ucap Pria Berjubah Putih sambil tersenyum tanpa menyipitkan mata.


- -


1 minggu setelah meninggalnya Hong Cheung.


Hari dimana Liang Wei dan Lin Lixue memulai kesehariannya sebagai murid baru Perguruan Beladiri Xijing.


“aku akan tetap di sini sesuai permintaan ayah.” Batin Liang Wei mengingat pesan Hong Chueng.


Liang Wei sudah tidak merasa bersedih lagi, ia berpikir jika terlalu lama bersedih ia akan lambat menjadi kuat, dan ia harus kuat untuk mencapai tujuan barunya.


“aku akan menjadi yang terkuat sekali lagi dan membalaskan dendammu, ayah.” Batin Liang Wei.


Liang Wei kemudian keluar dari ruangannya, ruangan yang disiapkan khusus untuk para murid.


Liang Wei berjalan dengan santai menuju ke lapangan yang lapang dimana para murid dipanggil untuk berkumpul.

__ADS_1


Tidak lama kemudian Liang Wei tiba di lapangan yang dimaksud, Telihat para murid berbaris berdasarkan Peringkat.


Perguruan Beladiri tidak sama dengan sekte yang membedakan muridnya menjadi murid luar, dalam, dan inti.


Menurut Para Petinggi Perguruan Beladiri, sistem yang digunakan oleh sekte adalah sistem yang secara langsung mendiskriminasi para murid.


Masih banyak cara agar murid menjadi kuat selain sistem diskriminasi itu. Salah satunya adalah sistem Peringkat.


Peringkat di dalam Perguruan Beladiri ditentukan oleh akumulasi atau hasil jumlah dari  nilai kontribusi, nilai Pribadi, dan nilai Khusus.


Nilai Kontribusi bisa didapatkan dengan melakukan misi berat, misi menengah dan misi dasar.


Nilai Pribadi didapatkan dari Ujian yang diadakan ketika kelas berakhir atau setiap beberapa bulan.


Serta Nilai Khusus adalah nilai tambahan. Jika dua orang murid memiliki nilai kontribusi dan nilai Pribadi  yang sama tingginya atau hanya beda tipis. maka peringkat akan ditentukan dari  sebuah Pertandingan 1 lawan 1, dan pemenang dari pertandingan itu akan mendapatkan nilai khusus dan peringkat yang lebih tinggi.


Jangka waktu pengumpulan nilai itu adalah setahun, dan tiap setahun semua nilai akan direset atau diatur ulang menjadi nol.


hal itu memberikan rasa persaingan yang lebih tinggi tanpa diskriminasi, tidak harus menjadi murid inti atau murid dalam, karena siapa saja bisa menjadi peringkat 1 jika mengumpulkan nilai yang paling banyak dalam jangka setahun.


Kembali ke Liang Wei yang menuju ke Lapangan.


Terlihat Lin Lixue berdiri sendiri di tempat khusus untuk murid baru, peringkat murid baru belum ditentukan, jadi mereka memiliki barisan tersendiri.


“hey gadis aneh, ternyata kau sudah ada di sini dari tadi.” Sapa Liang Wei kepada Lin Lixue.


Seperti biasa ia hanya mendapatkan tatapan tajam dari Lin Lixue, namun ada yang sedikit berbeda, Lin Lixue yang biasanya hanya berwajah datar kini menunjukkan raut wajah kesal kepada Liang Wei.


“hey kau sudah bisa menggunakan ekpresi itu, ini sebuah prestasi.” Ucap Liang Wei menggoda Lin Lixue sambil bertepuk tangan.


Lin Lixue baru sadar menampakkan ekpresi itu, ia segera mengendalikan ekspresinya menjadi datar.


“hey kenapa suara bocah bisa seperti itu.”


“mungkin dia lebih tua dari kelihatannya.”


“kakek yang tidak punya malu, berpenampilan seperti bocah.”


Suara Liang Wei yang mencolok menjadi pusat perhatian para murid lama. Telinga Liang Wei bergoyang – goyang mendengar bisikan – bisikan itu.


“tangan kegelapan.”


Liang Wei menyembunyikan tangannya dibalik jubah, tangannya menembus dimensi dan muncul di bayangan orang yang tadi membicarakannya, Liang Wei segera menampar bokongnya.


“plak” suara bokong yang ditampar.


“plak” suara pipi yang ditampar.


“kenapa kau tiba -  tiba menamparku bang*at?.” Ia mengeluh sambil memegang pipinya, cukup heran pemuda itu ditampar oleh temannya.


“apa kau penyuka sesama?\, menjauh dariku si*lan\, dasar ba*ci berotot.” Ucap temannya dengan ekspresi jijik.


 


 

__ADS_1


__ADS_2