Reinkarnasi Kaisar Siluman

Reinkarnasi Kaisar Siluman
Selalu Dipotong


__ADS_3

“ohhh maaf Putriku, silahkan lanjutkan!.” Kaisar Huifang jadi malu, beberapa saat ia tidak dapat mempertahankan wibawanya sebagai Kaisar karena terlalu terbawa suasana .


“baiklah aku akan melanjutkannya.” Ucap Yang Huian sambil menghela napas, melanjutkan cerita yang sempat terpotong.


Setelah mengalahkan para perampok, perjalanan mereka berjalan dengan lancar sebelum tiba di kota Wen.


Yang Huain juga menceritakan bahwa ia sangat menikmati makanan rakyat jelata, namun saat ia sedang menyantapnya, mereka tiba – tiba mendapat serangan.


Mereka diserang oleh orang – orang yang memiliki tato kepala ular cobra di lengannya.


“….kalau tidak salah mereka adalah Klan Pembunuh bayaran Shé Tóu, dan ….” Saat Yang Huian masih mau melanjutkan ceritanya lagi, namun terdengar banyak suara yang lagi – lagi memotong ceritanya.


“apaaaaaa???.” Seisi ruangan meneriakkan hal yang sama, dengan raut wajah kaget yang sama, dan mata membelalak yang sama.


Kaisar Huifang pun kaget, tanpa sadar ia berdiri dari duduknya di singgasana sambil melotot.


“hey aku baru melanjutkannya sebentar, namun kalian sudah melakukannya lagi.” bentak Yang Huian dengan wajah kesal, karena ceritanya dipotong lagi oleh Kaisar Huifang dan Para Pejabat Kekaisaran.


Kaisar Huifang dan Para Pejabat Kekaisaran terlihat masih mematung, karena rasa kaget yang masih memuncak.


Di antara orang – orang itu ada satu orang yang mencuri perhatian Liang Wei, karena orang itu menujukkan raut wajah berbeda.


“hahahah lihatlah wajah tidak kaget itu.” batin Liang Wei saat melihat wajah satu orang di antara Para Pejabat Kekaisaran.


Yang Huian menggelangkan kepala melihat tingkah orang – orang di depannya, urat di dahinya jadi muncul karena kesal.


“sepertinya aku harus berhenti saja bercerita.” Ucap Yang Huian sambil menghela napas.


“tapi apakah kau benar – benar bertemu mereka, apakah tato itu benar – benar kepala ular cobra? Apakah mungkin kalian hanya salah lihat?, bisa saja kan itu hanya tato kepala ulat.” Ucap Kaisar Huifang dengan raut wajah serius.


Raut wajah serius itu tidak cocok dengan ucapannya yang lawak, Yang Huian jadi kesal sekali lagi.


“ibu harus berapa kali aku berkata, bahwa semua yang aku ceritakan adalah kebenaran, mengapa kalian sangat sulit untuk percaya?.” Ucap Yang Huian dengan nada meninggi.


Yang Huian tidak habis pikir mengapa mereka sangat sulit mempercayai ceritanya, padahal ia sudah menceritakannya tanpa melebih – lebihkannya.


“bukan maksud ibu tidak percaya, namun salah seorang Pejabat telah terbunuh oleh Pembunuh Bayaran itu, dan nyatanya orang itu dijaga dengan ketat.” Ucap Kaisar Huifang menguratarakan kebingungannya.

__ADS_1


Hal yang dimaksudnya adalah misi terbesar Shé Tóu yang pernah berhasil mereka jalankan dengan sangat mudah.


Ia juga bermaksud mengatakan bahwa jika Pejabat itu tidak bisa lolos dari maut, maka bagaimana dengan Yang Huian.


“jadi maksud ibu mengapa kami bisa selamat dari mereka?.” Ucap Yang Huian langung menangkap maksud perkataan Kaisar Huifang, karena  mereka adalah orang tua dan anak, maka tentu sangat mudah untuk memahami pembicaraan yang tersirat.


“seperti itulah.” Sangat singkat Kaisar Huifang menjawabnya.


“kami selamat karena Liang Wei.” Ucap Yang Huian dengan antusias.


“siapa Liang Wei?.” Kaisar Huifang jadi bingung karena memang Yang Huian belum memperkenalkan rekan seperjalanan mereka.


Karena tidak tahu nama mereka, Kaisar Huifang berusaha menebak orang yang dimaksud  oleh Yang Huian, ia menoleh ke arah Lin Lixue dan ia langsung tahu bahwa ia bukanlah Liang Wei.


lalu Kaisar Huian  mengalihkan padangan ke satu orang yang ia anggap Liang Wei.


“aah kau pasti Liang Wei, berdirilah! Aku ingin berterima kasih.” Titah Kaisar Huifang saat pandangannya jatuh kepada Chuang Li yang masih berlutut.


Chuang Li satu – satunya orang tua yang terlihat kuat di antara ketiga orang yang mengawal Yang Huian, itulah mengapa Kaisar Huifang bisa berpikir demikian.


“ibuuuu!, dia adalah bukan Liang Wei, dia adalah tuan Chuang Li.” Teriak Yang Huian.


Chuang Li terlihat menunduk menahan tawa, untuk selera humor yang ia miliki, Kaisar yang mengira dirinya Liang Wei adalah hal yang sangatlah lucu baginya.


Bukan hanya Chuang Li, bahkan Ming Hao dan Liu Changhai pun hampir saja tertawa.


“mungkin inilah yang dimaksud tertawa bisa mendatangkan bencana.” Pikir mereka.


Mereka ingin tertawa namun takut dianggap tidak sopan kepada Kaisar dan bisa saja mereka dapat hukuman yang berat hanya karena itu.


Kembali ke Yang Huian.


“Ya ampun ibuku sangat merepotkan.” Batin Yang Huian merasa kejadian itu sangat memalukan.


“lalu di mana Liang Wei?, apakah dia tidak bisa datang karena sedang sakit perut?.”  Ucap Kaisar Huifang dengan wajah polos seolah tidak bersalah.


Wajahnya itu terlihat bodoh di mata Yang Huian, dan Liang Wei menunjukkan wajah datar dan malas melihat Kaisar Huifang.

__ADS_1


“ibu, orang bernama Liang Wei adalah dia.” Ucap Yang Huian sambil menggertakkan gigi dengan kesal, lalu menunjuk Liang Wei.


“apaaaaa????.” Kaisar Huifang dan Para Pejabat Kekaisaran kembali meneriakkan hal yang sama, suara mereka sangat selaras seakan sedang menyanyi.


“dia lagi?.” Lagi - lagi teriakan  yang kompak itu terdengar sekali lagi.


Urat di dahi Yang Huian semakin banyak yang muncul, menandakan bahwa ia semakin kesal dan mulai tidak bisa menahan kekesalannya.


“sudahlah, aku pergi tidur saja.” Ucap Yang Huian lalu beranjak dari tempatnya, berniat untuk menuju kamarnya dan beristirahat.


Yang Huian sudah menyerah untuk berususan dengan mereka, jadi ia memilih pergi.


Ia pun melangkahkan kakinya dengan cepat, namun baru 3 langkah ia berjalan, Kaisar Huifang sudah mencegahnya.


“tunggu anakku!, kami berjanji tidak akan memotong ceritamu lagi, silahkan kau lanjutkan.” Ucap  Kaisar Huifang yang masih penasaran.


“hufft baiklah!.” Ucap Yang Huian dengan wajah datar dan lalu kembali berjalan ke tempat semula dengan malas dan tanpa antusias.


“jika aku tahu akan seperti ini, maka akan kubiarkan Ming Hao yang bercerita.” Batin Yang Huian sambil menatap Ming Hao yang sedang berlutut dan terdiam.


Yang Huian pun melanjutkan ceritanya sekali lagi.


Kali ini  ia bercerita tentang cara Liang Wei menyelamatkan mereka dari Shé Tóu, tentang saat mereka disekap di dalam kurungan batu yang berbentuk seperti mangkuk terbalik.


Mereka tidak sadarkan diri saat sebuah asap membiusnya, hanya Liang Wei dan Lin Lixue yang masih sadar dan menolong mereka dengan beberapa trik yang Liang Wei pikirkan seorang diri.


Yang Huian tidak menceritakan detail mengenai teknik Liang Wei, ia hanya berkata bahwa itu adalah sebuah ‘trik’.


“berhenti bercerita!.”


“apa lagi.” Bentak Yang Huian karena lagi – lagi ada orang yang menyela saat ia berbicara.


Yang Huian sangat kesal,  sehingga reflek mengalihkan pandangannya pada orang yang melakukan hal itu.


Saat Yang Huian mengalihkan pandangan dan mendapati orang itu, ia malah jadi kaget.


“kau?, dari sekian banyak orang di sini, mengapa kau melakukannya?.” Ucap Yang Huian dengan nada meninggi saat melihat orang yang seharusnya tidak melakukannya malah bertindak seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2