Reinkarnasi Kaisar Siluman

Reinkarnasi Kaisar Siluman
Liang Wei vs. Topeng Harimau


__ADS_3

“hahaahahah akhirnya kita mendapatkannya.” Ucap seseorang dengan Topeng Harimau.


“benar, akhirnya kita mendapatkan tangkapan besar hari ini.” Ucap seseorang dengan Topeng Serigala.


“topeng binatang, mereka kan?.” Ucap salah seorang Prajurit di dekat kereta kuda Yang Huian, ia menyadari dengan siapa mereka sekarang berhadapan.


“benar, kami adalah orang – orang  yang memiliki julukan Siluman Perampok.” Ucap Topeng Harimau sambil tertawa.


Tertawaanya diikuti oleh temannya yang lain, hal itu memberikan intimidasi kepada prajurit itu.


Ming Hao dan Liu Changhai keluar dari kereta kuda yang berada di belakang kereta kuda Yang  Huian.


“hei apa mau kalian?.” Ucap Ming Hao dengan nada meninggi.


“itu adalah pertanyaan yang bodoh, tentu saja kami akan merampok kalian.” Ucap Topeng Harimau.


“apa kau hanya akan merampok dengan mulutmu itu?.” balas Ming Hao dengan ekspresi sombong.


“apa kau bilang?.” Topeng Harimau dan Topeng Serigala mulai geram.


Liu Changhai di samping Ming Hao menyenggol lengannya dan membisikkan sesuatu padanya.


“kakak, apakah tidak apa – apa kau bertingkah seperti itu?.”


Perampok itu rata – rata memilki kekuatan Tingkat Pemula Tahap Akhir, kecuali Topeng Harimau dan Topeng Serigala, mereka berdua berada pada Tingkat Mahir tahap awal.


Ming Hao dan Liu Changhai sejak awal sudah kalah kekuatan dan kalah jumlah, hal itu yang membuat Liu Changhai sedikit panik, ditambah lagi dengan sikap Ming Hao yang menurutnya justru menambah masalah.


Tidak masalah jika lawan mereka bisa bernegoisasi, namun  lawan mereka saat ini adalah Perampok yang dikenal anti-negoisasi, kejam dan tidak pernah membiarkan mangsanya hidup.


“apa kau lupa kita memiliki kedua anak jenius itu?.” ucap Ming Hao sambil tersenyum penuh makna.


“tapi tetap saja mereka hanya berdua, tidak bisa di bandingkan dengan para Perampok itu.”


Liu Changhai tetap panik, karena jika dipikirkan dengan akal sehat, dua orang tidak akan mampu melawan 50 orang Perampok.


“kau tidak tahu apa – apa, karena bukan kau yang telah merasakan pukulan bocah itu.” ucap Ming Hao dengan serius.


“dan lagi, bukannya tadi dia mengatakan padamu bahwa gadis kecil itu lebih kuat darinya.” Lanjut Ming Hao.


Liu Changhai menghela napas mendengar hal itu, terlihat dari matanya bahwa ia masih tetap ragu.


Ming Hao menggelengkan kepala melihat Liu Changhai masih ragu.


“apa yang kalian bisikkan dari tadi?.” Teriak Topeng Serigala.


“tidak ada, kami hanya kasihan kepada kalian, karena harus berhadapan dengan jenius dari Perguruan Beladiri Xijing.” Ucap Ming Hao.

__ADS_1


Mendengar tentang ‘Perguruan Beladiri Xijing’ nyali mereka sedikit menciut. Mereka melihat kesana kemari mencari orang yang dimaksud Ming Hao tadi.


“apa kau hanya menggertak kami?.” Ucap Topeng Harimau.


“kami tidak menggertak, karena sebentar lagi kedua orang itu akan turun dari kereta kuda itu.” ucap Ming Hao sambil menujuk kereta kuda dengan kain sutra yang menutupi bagian jendela.


Kain sutra yang menutupi jendela membuat Para Perampok tidak dapat melihat siapa yang berada di dalam kereta kuda itu.


Beberapa saat kemudian Pintu Kereta kuda itu berbunyi seperti seseorang membukanya dari dalam, para Perampok menelan ludah dengan kasar.


Hingga pada saat Pintu kereta kuda itu terbuka sepenuhnya, terlihat Liang Wei dan Lin Lixue turun dari kereta kuda itu.


“hahahahhahaha, apa kalian bercanda, mereka yang  kalian maksud kedua jenius itu?”


Topeng Harimau tertawa keras, diikuti oleh yang lainnya.


Para Perampok itu percaya bahwa mereka berdua memang murid Perguruan Beladiri Xijing, karena terlihat dari jubahnya yang serba biru.


namun mereka tidak percaya jika bocah dan gadis kecil di depan mereka adalah jenius.


“hahahaha kau seperti an*ing kampung yang hanya bisa menggonggong.” Ucap Topeng Serigala sambil menunjuk Ming Hao.


“aku juga awalnya seperti kalian.” Batin Ming Hao sambil tersenyum penuh kemenangan.


Topeng Harimau dan Topeng Serigala sedikit bingung, kenapa Ming Hao malah tersenyum, semestinya dia sudah tertekan karena ucapan Topeng Serigala tadi.


“baiklah, aku akan masuk ke kereta untuk minum arak. Nak, sisakan satu orang untuk diinterogasi.” Ucap Ming Hao dengan santai lalu masuk kembali ke keretanya.


Topeng Harimau sangat kesal, tapi di saat yang bersamaan dia juga bingung.


“ada apa ini?, mungkin dia sudah gila?.” Batin Topeng Harimau.


Topeng Harimau tidak habis pikir melihat tingkah Ming Hao yang menyerahkan segalanya pada kedua anak kecil itu.


“hey kau. Kau mengatakan julukan kalian adalah Siluman Perampok?.” Ucap Liang Wei dengan suara seraknya yang khas kepada Topeng Harimau.


“benar!, apakah kau takut bocah?.” Ucap Topeng Harimau sambil menunjukkan raut wajah menakutkan berusaha mengintimidasi Liang Wei.


“apa kalian sudah bertemu langsung dengan bangsa Siluman?.” Tanya Liang Wei.


“tentu saja tidak, bukannya mereka sudah menghilang.” jawab Topeng Harimau.


“pantas saja kalian berani menggunakan  julukan itu.” ucap Liang Wei.


“apapun julukan kami, itu tidak mengubah fakta bahwa kalian semua akan berakhir hari ini, ingatlah julukan itu di neraka.” Ucap Topeng Harimau dengan senyum sinis.


“apa kau hanya akan bertarung dengan mulutmu?.” sindir  Liang Wei.

__ADS_1


Topeng Harimau jelas sangat tersinggung dengan ucapan Liang Wei, dia segera menghunuskan pedang dari sarungnya.


Pedang itu memilki ukiran kepala harimau pada gagangnya.


“kalian semua jangan melakukan apapun sebelum kuberi perintah, aku akan membereskan tikus kecil itu terlebih dahulu!.” Ucap Topeng Harimau kepada Perampok yang lainnya.


Liang Wei tersenyum penuh makna setelah mengetahui bahwa Topeng Harimau adalah pemimpin mereka.


Topeng Harimau kemudian membocorkan Aura Pendekar Tingkat Mahir tahap awal. Tanpa ada keraguan, ia  berlari ke arah Liang Wei.


“Harimau Pemangsa”


Tangan kanannya memegang pedang, dan tangan yang satunya lagi mengeluarkan cakar seperti seekor harimau.


Liang Wei mengerti betul Pedang dan cakar Topeng Harimau bertujuan untuk memenangkan pertarungan dari segala jarak.


Kelebihan musuh sudah ia ketahui, namun Liang Wei tidaklah gentar, di kehidupan sebelumnya ia memiliki banyak pengalaman bertarung, dan pengalaman tentu saja berperan penting dalam sebuah pertarungan.


Pedang di tangan kanan Topeng Harimau diayunkan dengan sangat cepat menuju leher Liang Wei.


di saat pedang itu berjarak 5 jari dari leher Liang Wei, Liang Wei menunduk menghindari pedang itu.


namun cakar tangan kiri Topeng Harimau menyambutnya dari bawah, beruntung Liang Wei masih sempat mengelak dengan cara melompat kebelakang.


Melihat Liang Wei melompat kebelakang, Topeng Harimau juga melompat ke arah yang sama sambil mengincar leher Liang Wei dengan pedang sekali lagi.


Liang  Wei yang diincar segera melompat tinggi keatas.


Pedang Topeng Harimau lagi – lagi hanya mengenai udara kosong.


Terlihat Liang Wei masih berada di udara, di waktu yang sama ia melakukan tendangan menuju ke kepala Topeng Harimau.


Topeng Harimau dengan cepat menggerakkan pedangnya, lalu menyambut tendangan Liang Wei dengan bilah pedangnya yang tajam.


“Cih.” Liang Wei terpaksa membatalkan tendangannya.


Melihat Liang Wei membatalkan tendangannya, Topeng Harimau tersenyum.


Memamfaatkan celah pada Liang Wei yang sesaat lagi akan mendarat di tanah.  dari arah bawah, Topeng Harimau  menggerakkan tangan kiri yang memiliki cakar harimau.


Senyuman Topeng Harimau semakin lebar kala cakar itu hanya tinggal 5 jari dari tubuh Liang Wei yang masih berada di udara.


“mustahil bagi seseorang untuk menghindar di udara.”


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2