Reinkarnasi Kaisar Siluman

Reinkarnasi Kaisar Siluman
Badai Kehancuran


__ADS_3

“Baiklah, katakan!, aku akan membantumu.” Zhi Qiang cukup bersemangat.


“jadi begini.” Liang Wei lalu menaikkan jari telunjuknya “pertama, tingkatkan pengawasan lebih daripada sebelumnya, apakah kau bisa?.”


Rencana tahap pertama Liang Wei adalah hal yang wajar, tentu saja jika mereka ingin menangkap Kilat Malam, mereka harus melakukan pengawasan yang lebih ketat, bahkan sangat ketat.


“Yah, aku mengerti, aku bisa melakukannya!.” Zhi Qiang tersenyum lalu mengangguk menyetujui ide pertama yang Liang Wei sampaikan, menurutnya tidak ada masalah dengan ide itu, tanpa diberitahu pun ia akan melakukan hal itu.


Mendengar kesanggupan Zhi Qiang pada rencana tahap pertamanya, Liang Wei lanjut ke tahap selanjutnya.


Liang Wei menaikkan jari telunjuk dan jari tengahnya secara bersamaan.“Kedua, biarkan dia melarikan diri.” Liang Wei mengucapkannya dengan santai sambil tersenyum.


Perkataan Liang Wei itu sangat bertolak belakang dengan rencana tahap pertama yang Ia katakan, tentu saja itu membuat Zhi Qiang bingung.


“Untuk apa kita melakukan hal bodoh itu?.” Zhi Qiang menolak keras rencana kedua itu, jika mereka meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan, seharusnya hal selanjutnya yang mereka lakukan adalah menangkap Kilat Malam, namun Liang Wei malah menyuruh mereka untuk meloloskannya dengan sengaja, bukankah itu ide yang sangat dungu.


“Aku tahu, itulah yang ku harapkan, kau harus membuat ia percaya bahwa kalian telah melakukan hal bodoh.” Liang Wei masih dengan senyum khasnya dan perkataan yang seakan memberikan teka teki kepada Zhi Qiang.


“Aku benar – benar tidak mengerti.” Zhi Qiang menggelengkan kepala sambil mengerutkan keningnya, semakin lama ia mendengar perkataan Liang Wei, semakin bingung dirinya.


“Jika setiap malam tikus datang ke suatu tempat, sudah pasti mereka memiliki sarang di dekat tempat itu, dan tugasmu hanya membantuku agar bisa memusnahkan tikus itu di sarangnya” Itu cukup masuk akal dan mudah dimengerti, Zhi Qiang langsung memahami penjelasan dari Liang Wei itu.


“Seperti yang diharapkan dari seorang jenius.” Batin Zhi Qiang yang kini tersenyum dan antusias.


“Jadi kau memancing menggunakan ikan kecil sebagai umpan, untuk mendapatkan ikan besar?.” Rencana pertama dan kedua untuk mengecoh musuh, dan jika rencana itu berhasil maka musuh akan segera berada dalam kehancuran.


“Tepat sekali!.” Liang Wei langsung mengkonfimasi kebenarannya, dia cukup senang berbicara dengan orang yang gampang memahami perkataanya, sangat jarang hal itu terjadi, seringkali orang lain malah langsung menolak rencananya seperti saat ia berhadapan dengan Yang Huian dan Chuang Li.


“Kalau begitu aku bisa menyanggupinya, lalu apa rencana tahap selanjutnya?.”

__ADS_1


“Setelah itu kalian cukup kembali dan beristirahat, akan kupastikan kalian menyaksikan sesuatu yang menarik besok.” Liang Wei berniat melakukan rencana selanjutnya seorang diri, karena jika ia mengikutsertakan yang lainya maka rencana itu akan gagal, tentu saja Kilat Malam dengan mudah mendeteksi musuh yang mengikutinya.


Pencualian untuk Liang Wei, karena ia memilki teknik khusus, sebenarnya ia bisa membawa orang lain masuk kedalam bayangan, namun ia tidak ingin tekniknya diketahui oleh orang banyak orang, itu adalah sebuah rahasia.


Semakin pandai seorang pendekar menyembunyikan rahasia tentang trik dalam tekniknya, maka semakin sulit bagi musuh untuk mengalahkannya.


“Apa kau yakin bisa mengatasinya sendiri?.” Zhi Qiang cukup khawatir, ia secara pribadi tidak tahu sampai sekuat mana Liang Wei sebenarnya.


“Kau tidak perlu khawatir hanya karena seekor tikus.” Namun tatapan Liang Wei tanpa keraguan, ia sangat yakin bisa mengatasinya sendiri, baginya itu bukanlah masalah besar.


“Hahaha aku suka kepercayaan dirimu.” Dan karena tatapan mata penuh keyakinan dari Liang Wei, Zhi Qiang jadi mempercayainya, ia berharap Liang Wei akan mengalahkan Kilat Malam seperti mengalahkan pemimpin ketiga dari Klan Pembunuh Bayaran Shé Tóu.


“Ketiga!.” Dengan raut wajah yang tiba – tiba serius, Liang Wei tiba – tiba menaikkan jari telunjuk, tengah, dan jari manisnya secara bersamaan.


“Masih ada?.” Zhi  Qiang kira rencana itu hanya sampai pada tahap kedua, tapi ternyata tidak.


“Jangan beritahu rencana ini kepada kakek jelek itu!.” dengan tegas Liang Wei mengucapkannya.


“aah aku mengerti.” Ucapnya dengan wajah datar, Zhi Qiang tentu paham, dengan sikap tempramen Wei Min rencana itu bisa – bisa gagal.


Esok malamnya, Zhi Qiang melakukan rencana itu dengan sangat lancar, ia melakukan seperti yang Liang Wei perintahkan dari awal hingga akhir.


Dan saat Kilat Malam masuk kedalam gang sempit yang gelap, Liang Wei masuk kebayangannya, Kilat Malam tidak sadar telah diikuti hingga ia mati seketika di ruang bawa tanah,


“Apa yang kau inginkan?. Mengapa pendekar hitam sepertimu melawan sekutu.” Ucap Shé Hú dengan tatapan tajam.


Liang Wei memang sengaja melepaskan kalungnya agar aura pendekar hitam dalam tubuhnya bocor, kali ini ia tidak menggunakan aura iblis, karena dengan tingkat kekuatannya saat ini, ia masih tidak sanggup menahan aura itu dalam waktu yang lama.


“Apakah setiap pendekar hitam harus menjadi sekutu?.” Liang Wei memberikan pertanyaan yang tidak pernah diajukan oleh pendekar lain.

__ADS_1


Shé Hú tidak dapat menjawabnya, perkataan Liang Wei sepenuhnya benar, mereka disatukan bukan karena mereka sama – sama pendekar hitam, tetapi karena memiliki satu tujuan, dan Shé Hú tahu itu, beberapa sekutu mereka berasal dari pendekar putih.


“Kau cukup pandai, tapi tidak cukup kuat.” Shé Hú merasakan aura Liang Wei hanya sebatas pendekar mahir tahap awal, ia sangat yakin bahwa Liang Wei tidak dapat mengalahkannya.


Shé Hú menunjukkan tatapan meremehkan.”Majulah lemah.” Sambil mengangkat lima jari kedepan dan menggerakkan empat jarinya kedepan dan kebelakang kecuali ibu jari.


Liang Wei sudah tahu akan mendapat perlakukan seperti itu, dan itulah yang ia harapkan. “pasti akan sangat memalukan jika kau kukalahkan seperti ular api itu.” ucapnya sengaja memprovokasi Shé Hú.


“Jadi kau yang telah melakukannya?.” Shé Hú melotot mendengar pengakuan Liang Wei, ia sudah lama mencari orang yang telah membunuh Shé Huo, Shé Huo adalah saudaranya sendiri maka dari itu ia menyimpan dendam kepada orang yang telah membunuhnya.


“Jika kau tidak bodoh, tentu kau bisa memahami perkataanku tadi.” Menaburkan garam di atas luka, Liang Wei terus memancing kemarahan Shé Hú, tentu saja itu salah satu strategi, bilamana musuh kehilangan kesabaran, saat itu juga ia akan kehilangan fokus dalam bertarung.


Shé Hú langsung terbang sambil meledakkan aura pendekar tingkat tertinggi tahap menengah kearah Liang Wei .”Badai Racun Penghancur.” Teriaknya.


Muncul air di seluruh tubuhnya, air berwarna bening itu seketika berubah warna menjadi hijau dan membesar membentuk ribuan ular.


Shé Hú tidak mengarahkan serangan hanya kepada Liang Wei, tapi kesegala arah untuk mencegah Liang Wei lari dari tempat itu.


“terimalah kematian konyolmu!.”


Ular itu bergerak kesana kemari menghancurkan segalanya, dan setelah menyerang secara membabi buta kesegala arah, ribuan ular itu kembali berubah menjadi air berwarna hijau.


Ruangan bawah tanah itu tenggelam dipenuhi air.


“boom.” Bahkan meluap dan meledakkan permukaan tanah, dataran yang dipenuhi rumput itu seketika layu karena air beracun itu keluar dengan deras dari tanah seperi air mancur yang menyiram seluruh tanaman di sekitarnya.


Terlihat Shé Hú terbang di ujung air mancur itu. ia menunjukkan senyuman kemenangan “Sudah pasti dia tewas, ia salah memilih tempat, tidak ada jalur pelarian di ruang bawah tanah itu.” ucap Shé Hú sambil menatap ruang bawah tanah yang  telah menjadi kolam air berwarna hijau yang mengandung racun.


 

__ADS_1


 


__ADS_2