Reinkarnasi Kaisar Siluman

Reinkarnasi Kaisar Siluman
Bahaya Berita Kebohongan


__ADS_3

Setelah Liang Wei dan rekannya keluar dari wilayah kota Wen, mereka pun melanjutkan perjalanan dengan berkuda.


Mereka tiba di  wilayah Kekaisaran Yang setelah beberapa minggu melakukan perjalanan, sehingga kurang dari seminggu lagi mereka akan sampai di tempat tujuan, yaitu ibukota.


Tempat yang mereka singgahi untuk beristirahat adalah kota Qian, wilayah sebelum Ibukota.


Saat ini mereka sedang berjalan mencari sebuah  restoran mewah karena permintaaan Yang Huian.


“aku tidak menyangka rencana itu akan memberikan dampak seperti ini.” Ming Hao sangat takjub dengan hal itu, perjalanan mereka selama beberapa minggu tidak terganggu sama sekali.


“jika berita kebohongan hanya disampaikan oleh penduduk,  maka dampaknya tidak akan seperti ini.” Liang Wei menanggapinya.


“aku tidak mengerti.” Sedikit ambigu jawaban itu, sehingga Ming Hao jadi bingung.


“Raja adalah orang yang sangat dipercaya oleh rakyatnya, kau harusnya tahu apa kalimat selanjutnya.” Begitulah jawaban yang Liang Wei berikan untuk memperjelasnya.


Jawaban itu juga merupakan alasan mengapa Liang Wei memilih Raja daripada Penduduk Kota Wen untuk melancarkan rencananya.


“aku mengerti sekarang!.” Ucap Ming Hao sambil menganggukkan kepala.


Liu Changhai yang berada di dekat Ming Hao pun ikut mengangguk, meskipun ia tidak ikut berbicara, namun ia ikut menyimak percakapan keduanya.


“pemandangan aneh, seorang kakek yang sedang diajari oleh seorang bocah.” Chuang Li memang pandai merusak suasana.


“hufft aku heran, pada saat ujian seleksi murid baru Perguruan Beladiri Xijing kau tidak seperti ini.” Sindir Liang Wei, pada saat ujian itu Chuang Li adalah sosok yang sangat serius.


“hahahaha jika aku seperti ini, maka ujian itu tidak akan berhasil.” Senyum malu – malu Chuang Li mengiringi jawaban yang ia berikan.


“ya ampun!, jangan lagi, itu tidak sesuai dengan umurmu.” Batin Liang Wei yang melihat senyuman Chuang Li yang membuatnya merasa tidak nyaman.


“jika kau tahu sikap itu bisa memperburuk segala hal, mengapa kau masih melakukannya?.” Ucap Liang Wei dengan wajah kesalnya.


“karena itulah diriku!.” Sangat sederhana jawaban yang diberikan Chuang Li.


Liang Wei pun terdiam dengan wajah datar mendengar jawaban itu, ia  sungguh tidak bisa berurusan dengan Chuang Li.


Langkah mereka terhenti ketika sudah sampai di tempat tujuan.


“ini restoran yang kumaksud!.” Ucap Yang Huian, lalu berjalan memasuki restoran itu.


Mereka pun mengikuti Yang Huian memasuki restoran mewah itu.


Ming Hao, Liu Changhai, dan Chuang Li mengambil meja yang sama, sementara Liang Wei, Lin Lixue, dan Yang Huian berada di meja yang berdekatan dengan mereka.


Setelah memesan makanan, mereka pun berbincang sambil menunggu pesanan datang.


“Liang Wei, apakah kau tidak ingin meminta maaf kepadaku?.” Yang Huian pun memulai sebuah pembicaraan.


“untuk apa?.” Liang Wei sangat tahu percakapan itu akan menuju kemana, meski begitu ia tetap menanyakannya.


“kau telah menampar seorang gadis yang merupakan Tuan Putri Kekaisaran Yang, jika ibuku tahu maka kau akan dihukum mati!.” Ancam Yang Huian.


“aku sangat menantikan hal itu, sehingga ada alasan bagiku untuk mengakhiri hidupmu.” Ucap Liang Wei dengan dingin.

__ADS_1


“kauuu!.” Yang Huian mengucapkannya dengan kesal, namun ia terlihat senyum – senyum sendiri dengan wajah yang memerah.


Yang Huian awalnya merasa terhina karena Liang Wei telah menamparnya, namun entah mengapa hal itu ia lupakan begitu saja karena rasa kagum kepada Liang Wei, ia jadi semakin berambisi pada Liang Wei, meskipun tidak menampakkannya secara langsung.


Liang Wei menyadari perubahan raut wajah Yang Huian yang menurutnya sangat aneh.


“Apakah gadis jelek ini memiliki kelainan mental.” Batin Liang Wei.


Tidak berapa lama, pesanan mereka pun datang…


Mereka pun  segera menyantap makanannya, kecuali Liang Wei dan Yang Huian, karena di saat Liang Wei ingin menyantap makanannya, Yang Huian malah berbicara lagi.


“aku lihat hubunganmu semakin dekat dengan orang di sebelahmu.” Ucap Yang Huian.


“yah bisa dibilang begitu.” Ucap Liang Wei dengan acuh tak acuh.


Mendengar perkataan Liang Wei, Lin Lixue yang sedang makan dengan sumpitnya, menunjukkan wajah datar namun memerah.


“cih” gumam Yang Huian.


“seberapa dekat?.” Yang Huian masih belum berhenti bertanya.


“sepertinya aku harus menjawabnya, agar dia tidak bertanya lagi.” Batin Liang Wei yang sudah sangat malas meladeni Yang Huian.


“aku sudah menganggapnya sebagai saudaraku sendiri.” Ucap Liang Wei. “meskipun aku tidak tahu apa itu saudara.” Batin Liang Wei.


“uhhhuk”


Sumpit yang Lin Lixue pegang terjatuh dari tangannya, dan ia tiba – tiba tersedak.


Liang Wei sedikit cemas, namun yang ia dapat hanyalah tatapan tajam dari Lin Lixue.


Yang Huian menunjukkan senyum penuh kemenangan kepada Lin Lixue, Lin Lixue cepat menyadarinya dan menatapnya balik, akhirnya kedua gadis itu bertatapan dengan kebencian yang memancar dari mata masing - masing.


“entah mengapa aku melihat petir keluar dari mata kedua orang ini.” Batin Liang Wei dengan wajah datar, lalu menyantap makanannya tanpa menghiraukan keduanya.


--


Perjalanan Liang Wei dan rekannya berlanjut kembali selama seminggu, perjalanan itu aman terkendali tanpa gangguan dari semua pihak yang sebelumnya memberikan gangguan, berkat hal itu akhirnya Liang Wei dan rekannya tiba di Ibukota Kekaisaran Yang, kota Dongjing.


Terlihat orang – orang mengantri di depan gerbang Ibukota, antrian itu sangat panjang, cuaca yang sangat panas membuat banyak orang hampir menyerah melakukannya.


“ini sangat panas!, kenapa kita harus mengantri?. Aku punya Token Keluarga Kekaisaran.” Keluh Yang Huian kepada Liang Wei.


“apa kau ingin di bunuh di depan gerbang kota?.” Ucap Liang Wei dengan dingin.


Meskipun Yang Huian tidak mengerti maksud perkataan Liang Wei, namun ia tetap menurutinya, karena ia sudah percaya bahwa segala tindakan Liang Wei adalah untuk keselamatan mereka bersama.


Begitupun dengan Chuang Li dan yang lain, mereka hanya diam dan menuruti Liang Wei.


“Tidak kusangka, mereka menunggu di gerbang kota ini.” Batin Liang Wei yang merasakan niat membunuh di antara orang - orang yang mengantri itu.


Lebih dari sepuluh niat membunuh yang Liang Wei rasakan, ia sudah mengunci semua lokasi orang – orang yang memiliki niat membunuh itu.

__ADS_1


Liang Wei tidak  tahu niat membunuh itu di tujukan kepada siapa, namun ia tetap mengantisipasi segala sesuatu dengan tetap waspada.


Setelah beberapa lama menunggu, dan tiba giliran Liang Wei dan rekannya untuk memasuki kota.


Mereka melangkah dengan cepat, Ming Hao terlebih dahulu maju sesuai dengan yang Liang Wei instruksikan.


Ming Hao menunjukkan token pengawal Kekaisaran yang ia miliki secara sembunyi – sembunyi kepada penjaga gerbang.


“aku mohon kerjasama kalian!.” Bisik Ming Hao kepada penjaga gerbang ibukota.


Penjaga gerbang ibukota itu mengangguk mengerti dengan isyarat yang diberikan oleh Ming Hao.


Akhirnya Liang Wei dan rekannya memasuki ibukota tanpa ada masalah.


“sepertinya mereka tidak mengikuti kita lagi.” Ucap Liang Wei ketika memasuki kerumunan di ibukota bersama rekannya.


Chuang Li dan yang lain bernapas lega mendengar perkataan Liang Wei.


Namun Liang Wei berpikir “ini sungguh aneh, seharusnya mereka mengikuti kami.”


“kalau begitu tunggu apa lagi?. Ayo kita menuju ke Istana!.” Ucap Yang Huian.


Yang Huian sudah tidak sabar merasakan tempat tidurnya yang nyaman, selama beberapa minggu ia tidak pernah tidur nyenyak karena selalu merasa was – was terhadap serangan.


“baiklah.” Liang Wei setuju dengan ide itu, namun ia hanya setuju karena  ingin segera mengakhiri misinya.


Menjalankan misi dengan Yang Huian sungguh membuat Liang Wei jadi pusing, sepanjang waktu Yang Huian sangat cerewet tentang makanan dan tempat tidurnya.


Saat mereka berada di depan gerbang Istana Kekaisaran, Para Prajurit Penjaga Gerbang mencegah mereka masuk, namun Yang Huian segera menunjukkan Token Keluarga Kekaisaran miliknya.


Para Prajurit segera mengenali bahwa Token itu adalah milik Putri Kaisar.


“maaf karena tidak mengenali anda sebelumnya, Yang Mulia!.” Ucap mereka serentak sambil berlutut.


Yang Huian tidak menanggapinya, ia hanya berjalan melewati mereka dengan angkuhnya, Ming Hao dan Liu Changhai menggelengkan kepala melihat hal itu.


“kalian bangunlah.” Ucap Ming Hao  kepada Prajurit Penjaga Gerbang Istana yang berlutut.


--


“Tuan Putri Huian memasuki Istanaaa!.” Ucap Kasim Kekaisaran dengan lantang di saat Yang Huian dan rekannya memasuki Istana.


Terlihat Para Pejabat Kekaisaran berdiri berjejer dengan rapi di depan Kaisar yang duduk di singgasananya.


Para pejabat itu mengenakan jubah berwarna merah yang sama, sementara Kaisar menggunakan jubahnya yang berwarna hitam dengan corak naga berwarna emas.


“ah, akhirnya aku mengerti mengapa mereka berhenti mengikuti kami tadi!.” Batin Liang Wei sambil tersenyum penuh makna.


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2