
“siapa kau!?.” Teriak Para Petinggi bersamaan.
Para Petinggi melompat kebelakang menjaga jarak dari orang itu, terlihat ia menyunggingkan senyum licik.
“kalian masih bertanya siapa aku setelah dari tadi kalian membahas tentangku.”
Mereka tidak percaya begitu saja setelah mendengar perkataan pria berjubah hitam.
“kami tidak percaya, katakan dari sekte mana kau berasal?.” bentak Jenderal Ding.
Jenderal Ding yang tidak pernah merasakan aura bangsa Siluman tidak bisa membedakan aura pendekar aliran hitam dan bangsa siluman
“itu benar – benar dia, aku mengenali aura yang dimiliki Bangsa Siluman, auranya jahat dan seakan ingin membuatmu muntah.” Kata Hong Cheung dengan wajah serius.
Para Petinggi sedikit gentar mendengar pernyataan Hong Cheung.
“aku tidak menyuruh kalian percaya.” Ucap Pria Berjubah Hitam, ia memegang Tudungnya lalu menurunkannya memperlihatkan wajahnya.
“ini…..” Jenderal Ding dan para Petinggi tidak dapat berkata apa – apa lagi.
Dikatakan dalam buku sejarah Kekaisaran bahwa penampilan Bangsa Siluman kurang lebih sama seperti manusia, namun dia memiliki tanduk dan telinga seperti binatang.
Penjabaran di dalam buku itu benar – benar identik dengan apa yang mereka saksikan dengan mata kepala mereka saat ini.
Siluman di depan mata mereka saat ini memiliki tanduk seperti kerbau dan telinga yang seperti kerbau juga, Terbesit sedikit rasa takut di benak mereka, tercermin pada wajah mereka yang sedikit pucat.
Jenderal Ding membantu Kaisar Aiguo berdiri, Kaisar Aiguo tidaklah mengalami luka yang parah.
“kalian tidak akan bisa mengusik kami, kami tidaklah sama seperti 1000 tahun yang lalu!.” Tegas Kaisar Aiguo mengucapkannya dengan penuh keyakinan dan tekad.
Perkataan Kaisar Aiguo seperti pemantik yang menyalakan api semangat dalam hati Jenderal dan Para petinggi.
Keberanian muncul menghilangkan rasa takut dalam batin akibat sedikit ucapan dari Kaisar Aiguo, memang Kaisar Aiguo pantas menjadi Kaisar Kekaisaran Yin.
“kau yang memiliki tingkat kekuatan terkuat di antara mereka, dan kau masih bisa mengatakan itu setelah kau terpental akibat pukulan semutku.” Ucap Siluman itu berusaha memojokkan Kaisar Aiguo.
“hmmm aku hanya lengah tadi.” Jawab Kaisar Aiguo dengan sengit
Memang benar hal yang terjadi tadi merupakan kecerobohan Kaisar Aiguo dan yang lainnya karena tidak waspada.
“hahahahahahaha”
Siluman itu tiba – tiba tertawa dengan lantang. Tertawaanya itu membuat Para Petinggi sedikit merinding.
“apakah sekarang kau sudah tidak lengah?.”
Setelah mengucapkan itu, dia menghilang dan tiba – tiba muncul melayang di atas kepala Kaisar Aiguo.
“apa???!!!” semua orang yang berada di ruangan itu jadi kaget karena kecepatan yang ia miliki.
“duuuukk” kepala Kaisar Aiguo ditendang, bahkan Jenderal Ding di dekatnya tidak sempat menolong Kaisar Aiguo.
Kaisar Aiguo terlempar sekali lagi menabrak meja, meja yang ditabraknya hancur lebur.
“Yang Mulia!!” teriak Jenderal Ding.
__ADS_1
“booom”
“aku telah berbaik hati membawamu di dekat Kaisar lemah mu.”
Tubuh Jenderal Ding Juga terlempar akibat pukulan Siluman itu. Jenderal Ding berada pada tingkat tertinggi tahap menengah, namun dia dikirim terbang seperti kerikil oleh siluman itu.
Jenderal Ding menjadi tidak sadarkan diri tepat di dekat Kaisar Aiguo yang tergeletak menahan sakit di wajahnya.
Hong Cheung dan para petinggi tidak tinggal diam.
“serang secara bersamaan!”
Hong Cheung datang dengan serangan yang sangat cepat mendahului para Petinggi yang berlari bersamaan dengannya.
Dua bilah pedang keluar dari ruang dimensinya, pedang itu terlihat aneh karena tidak memiliki gagang, kedua pedang itu melayang di samping kiri dan kanan Hong Cheung.
“Pedang Jiwa Angin.”
Kedua pedang itu terbang lebih cepat daripada kilat menuju ke tubuh siluman itu.
Siluman itu sedikit kaget, dengan sangat cepat ia melayang ke langit - langit ruangan, namun Pedang itu mengikuti pergerakan Siluman itu.
“booom” ledakan dari pedang Hong Cheung mengakibatkan asap yang banyak sehingga menghalangi jarak pandang.
“apakah seranganku berhasil mengenainya?.” Batin Hong Cheung.
“hahahaha kau rasakan itu.” teriak Hong Bingwen.
Hong Bingwen sangat yakin serangan Hong Cheung telah berhasil, dia berpikir darimana suara ledakan itu kalau bukan dari tubuh siluman itu.
“hahahaha kau rasakan itu.” siluman itu muncul menendang perut Hong Bingwen, ia mengucapkan hal yang sama untuk mengejek Hong Bingwen.
“duaak” Hong Bingwen juga terpental.
Hong Cheung segera menarik kembali kedua pedangnya yang tertancap di langit – langit ruangan, setelah itu kedua pedangnya terbang mengincar siluman itu.
Para petinggi yang lain tidak tinggal diam, mereka juga menyerang siluman itu bersamaan secara brutal.
Siluman itu terlihat bergerak dengan leluasa tanpa keringat menghindari semua serangan brutal itu.
Siluman itu lalu melayang dan mengeluarkan sesuatu dari ruang dimensinya.
Dua buah kapak muncul di tangan kanan dan kirinya, ia lalu membalas serangan Para petinggi lebih brutal.
Satu persatu dari Para Petinggi terlempar karena tendangan ataupun karena terkena Kapak itu.
Hingga akhirnya hanya tersisa Hong Cheung dan Hong Bingwen yang masih berdiri.
“beginikah kekuatan bangsa siluman, padahal hanyalah satu dari mereka.” Ucap Hong Bingwen.
“benar, dan itu barulah bawahanku yang paling lemah, aku masih belum turun tangan.” Muncul satu lagi satu siluman dengan tanduk domba, dengan santainya ia duduk di kursi sambil menyilangkan kakinya.
Kemunculan satu lagi siluman membuat Para Petinggi, Kaisar Aiguo dan Hong Cheung menjadi putus asa.
Tiba – tiba saja pintu terbuka oleh seseorang. Semua orang yang berada di ruangan itu secara relflek berbalik ke arah pintu ruangan yang terbuka.
__ADS_1
Siluman dengan tanduk domba dan tanduk kerbau tersenyum melihat siapa yang muncul dari pintu itu.
--
Di ruangan Liang Wei dan Lin Lixue berada.
Liang Wei yang menutup mata namun tidak tertidur kaget merasakan aura yang familiar baginya.
“darimana itu berasal?.”
Liang Wei beranjak dari tempatnya, keluar dari ruangan lalu berlari menuju ke sumber aura itu, Liang Wei terus mengikuti aura itu, dan aura itu seolah memanggilnya untuk datang.
Tidak lama setelah ia berlari, didapatinya bangunan dengan pintu tertutup yang berada di antara Perguruan Beladiri Xijing dan Istana Kekaisaran Yin.
Liang Wei meyakini aura itu berasal dari dalam bangunan itu, dia bisa merasakannya dengan jelas.
Liang Wei memegang gagang pintu berniat untuk membukanya, namun suatu hal membuat tangannya tidak jadi membuka ruangan itu.
Terdengar suara orang yang tidak keras namun sangat jelas di telinga Liang Wei.
Ucapan itu yang membuat Liang Wei tidak jadi membuka pintu, ia mematung membelalakkan mata dan mulutnya terbuka dengan lebar.
“beginikah kekuatan bangsa siluman, padahal hanyalah satu dari mereka.”
Liang Wei menarik napas dalam – dalam mencoba menenangkan diri.
“mudah – mudahan aku hanyalah salah dengar.”
Lalu ia mencoba memberanikan diri membuka pintu itu. pintu berbunyi karena Liang Wei membukanya.
Ketika Liang Wei melihat seisi ruangan, dia kaget. Ia melihat Kaisar Aiguo dan Para Petinggi terbaring lemah kecuali Hong Bingwen dan Hong Cheung yang masih berdiri namun penuh luka.
Liang Wei semakin kaget kala ia tidak sengaja melakukan kontak mata dengan siluman bertanduk domba yang duduk di sebuah kursi sambil menyilangkan kaki dengan santai.
Sedangkan siluman bertanduk kerbau berjalan mendekati siluman yang duduk di kursi, ia juga tersenyum lebar tanpa menyipitkan mata.
Siluman bertanduk domba tersenyum dan tiba – tiba hilang dari kursinya, ia lalu muncul di belakang Liang Wei, lalu membisikkan sesuatu kepada Liang Wei, namun tidak menggunakan bahasa manusia.
Ucapan itu seakan membuat dada Liang Wei tertindih gunung, ia sungguh tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
__ADS_1