Reinkarnasi Kaisar Siluman

Reinkarnasi Kaisar Siluman
Kedatangan Shé Dú


__ADS_3

Di Kekaisaran Yin…


“Chuang Li menghadap yang mulia.” Chuang Li berlutut di depan Kaisar Aiguo yang sedang duduk di singgasananya.


Kaisar Aiguo tersenyum melihat kedatangan Chuang Li, itu berarti ia sudah berhasil menjalankan misinya.


“bangunlah, kau telah melakukan misi dengan baik.” Kaisar Aiguo mempersilahkan dia bangkit dari posisi berlututnya.


Chuang Li sebenarnya adalah salah satu Petinggi Perguruan Beladiri, namun ia menyembunyikan identitas dan menjadi guru biasa agar lebih leluasa melakukan misinya.


Kaisar Aiguo sudah memerintahkannya berdiri, tetapi Chuang Li tidak juga bangkit.


“Yang Mulia, sebelum itu.” ucap Chuang Li, lalu mengeluarkan gulungan kertas.


Kaisar Aiguo tahu bahwa itu adalah sebuah surat dari Kekaisaran Yang.


“bawalah kesini, kau tidak usah canggung padaku.” Ucap Kaisar Aiguo, sangat berbeda dengan Kaisar Huifang, ia sangatlah santai.


Chuang Li pun mengangguk dan berdiri, lalu membawakan surat itu ke tangan Kaisar Aiguo.


Kaisar Aiguo pun menerima surat itu “hmmm mari kita lihat isinya.” Ucap Kaisar Aiguo dan segera membuka gulungan itu untuk membacanya.


Tidak dalam waktu yang lama ia selesai membacanya.


“Mereka telah setuju membentuk aliansi, jadi kita tinggal mengirim perwakilan masing – masing untuk melakukan rapat strategi.” Ucap Kaisar Aiguo dengan senyuman yang lebar.


Surat dari Kaisar Huifang berisi tentang dukungannya terhadap Kekaisaran Yin, di dalam surat itu juga tertulis ucapan terima kasih atas informasi penting terkait penghianatan salah satu sekte terbesar di Kekaisaran Yang.


“Chuang Li?, kau sudah pulang.” Hong Bingwen yang baru masuk ke istana, datang dan menyapa Chuang Li.


“seperti yang kau lihat di depanmu.” Ucap Chuang Li dengan santai.


“lalu, di mana mereka berdua?.” Hong Bingwen cukup penasaran, karena Liang Wei dan Lin Lixue tidak terlihat berada di ruangan itu.


“apa? mereka belum tiba?.” Chuang Li malah kaget.


“bukankah dia bersamamu?.” Tanya Hong Bingwen karena bingung.


“mereka berdua berangkat duluan!.” Ucap Chuang Li dengan singkat.


“apaa? Mengapa kau membiarkannya, itu sangat berbahaya.” Giliran Hong Bingwen yang kaget, Hong Bingwen jadi marah, ia mengira bahwa Chuang Li tidak mempedulikan dua murid barunya itu.


“dia pergi tanpa pamit meninggalkanku dan membawa kekasihnya, aku sudah mencarinya sepanjang perjalanan dan tidak menemukannya, aku kira mereka sudah tiba duluan.” Begitulah Chuang Li menjelaskannya.


“bagaimana jika terjadi sesuatu pada mereka berdua?.” Hong Bingwen sangat khawatir.

__ADS_1


“ada apa ini?.” Ucap Zhi Qiang yang baru memasuki istana bersama To Mu.


To Mu adalah Wakil Ketua Tertinggi Perguruan Beladiri Xijing.


“Liang Wei dan Lin Lixue melakukan perjalanan berdua, dan mereka belum tiba sampai saat ini.” Hong Bingwen menjelaskannya.


“apa?.” Zhi Qiang dan To mu berteriak dengan kompak karena kaget.


“bukankah itu sangat berbahaya, kondisi masih belum kondusif dan mereka berkeliaran di luar sana.” To Mu juga berpikir hal yang sama dengan Hong Bingwen.


“Cepat cari mereka!.” Kaisar Aiguo pun ikut panik.


“hufft tenanglah, aku yakin mereka akan baik – baik saja.” Ucap Chuang Li mencoba membuat mereka berhenti dari kepanikannya.


“mengapa kau bisa sesantai itu?, padahal mereka dalam bahaya.” Hong Bingwen jadi naik pitam karena Chuang Li yang ia anggap acuh tak acuh.


“kalian pasti sudah tahu bahwa dia telah menghabisi salah satu Pemimpin Klan Pembunuh Bayaran Shé Tóu.”  Chuang Li mengucapkan itu sambil melirik Zhi Qiang yang merupakan ketua Regu Pengintai.


“itu benar, tapi bagaimana jika pemimpin mereka yang lain bertemu dengan Liang Wei.” Hong Bingwen tentu khawatir, karena ia sendiri kesulitan mengalahkannya.


“hufft tidak usah khawatir, kalian tidak tahu bahwa dia sangatlah jenius, bukan hanya kekuatan, tapi otaknya juga sangat encer.” Sekali lagi Chuang Li mengucapkannya dengan santai.


“apakah maksudmu tentang kejadian setelah kalian selamat dari Shé Tóu?.” Ucap Zhi Qiang menebak.


“benar sekali, seperti yang diharapkan dari seorang Ketua Regu Pengintai.” Ucap Chuang Li.


“apaaa???.” Kaisar Aiguo, Hong Bingwen, dan To Mu sangat kaget mendengar hal itu.


“hahahahahahahaha” tapi Chuang Li malah tertawa.


“kenapa kau malah tertawa?.” Ucap Hong Bingwen dengan kesal.


“bahkan Ketua Regu pengintai bisa tertipu.” Chuang Li mengucapkannya sambil terus tertawa tanpa henti.


Ia merasa itu sangat lucu, karena seorang bocah bisa menipu satu kerajaan dan bahkan menipu Zhi Qiang.


“apa maksudmu?.” Zhi Qiang jadi tersinggung.


“hey hey jangan tersinggung, kau akan kaget setelah mendengar cerita sebenarnya.” Ucap  Chuang Li yang kini menahan tawa.


“kalau begitu cepat jelaskan.” Meskipun Zhi Qian mengenakan topeng yang menutup mulut dan hidungnya, tapi terlihat jelas ia menunjukkan raut wajah kesal kepada Chuang Li.


“jadi begini…” Chuang Li  pun mulai bercerita.


Ia memulainya dengan  menceritakan kejadian dimana ia dan 2 orang lainnya terluka parah akibat bertarung dengan Shé Tóu.

__ADS_1


Mereka benar - benar tidak berdaya, bahkan kesulitan berjalan, itu membuat kemungkinan untuk kabur dari musuh sangatlah kecil.


Namun Liang Wei datang dengan idenya, menggunakan bahan peledak untuk mengalahkan musuh, dan bahkan menipu Raja di wilayah itu agar mereka bisa kabur bersama orang yang dievakuasi.


“…sebenarnya tidak ada bangsa siluman yang membantu kami, Liang Wei lah yang sengaja membuat Raja Anming percaya pada hal itu.” ucap Chuang Li mengakhiri ceritanya.


“apa???.” Sekali lagi mereka berteriak dengan kompak setelah mendengar cerita Chuang Li.


“apakah itu benar?. Itu sangat tidak masuk akal.” Ucap Zhi Qiang yang merasa tidak percaya.


Bukan karena tidak percaya tentang kebenaranya, tapi tidak percaya kalau ide itu berasal dari seorang bocah yang bahkan belum menginjak umur 8 tahun.


“meski sulit dipercaya, namun itulah yang terjadi.” Ucap Chuang Li.


Ia juga awalnya sulit percaya, namun setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri, akhirnya ia mau tidak mau harus percaya karena itu merupakan kenyataan.


“rencana itu sangat hebat dan tidak ada celah.” Hong Bingwen jadi kagum.


Ia bahkan tidak pernah berpikir bahwa dirinya akan menemukan ide sesempurna itu di saat dalam keadaan terdesak.


“bocah itu memang sangat menarik.” Ucap Kaisar Aiugo sambil tersenyum.


“lalu apakah kita akan mengirim orang untuk mencarinya?.” Ucap Chuang Li menanyakan hal itu kepada Kaisar Aiguo.


“hmmm kurasa tidak perlu lagi.” Akhirnya Kaisar Aiguo merubah pikirannya.


Hong Bingwen, To Mu, dan Zhi Qiang juga sependapat, mereka menganggukkan kepala dengan kompak.


Mereka berpikir, jika Liang Wei bertemu musuh yang berat, dan lebih kuat darinnya, maka Liang Wei pasti akan menemukan jalan keluar dengan cepat untuk melarikan diri.


--


Di sebuah Gua, yang tidak diketahui oleh Kekaisaran Yang dan Yin, hanya mereka yang berada di dalamnya yang tahu dimana letak tempat itu.


“Selamat datang pemimpin utama Klan Pembunuh Bayaran Shé Tóu!.” Ucap Cao Pi menyambut kedatangan Shé Dú.


“Serigala Tua, kita harus berbaikan dan melupakan dendam masing - masing, karena kita memiliki tujuan yang sama.” Ucap Shé Dú .


Mereka sebelumnya pernah beberapa kali berseteru karena suatu hal, bahkan pernah bertarung hingga mendapatkan luka yang berat.


“Ular Tua, kau benar, mari kita lupakan masa lalu, dan menghancurkan musuh yang sama.” Ucap Cao Pi yang sependapat dengan Shé Dú.


Cao Pi juga tidak ingin lagi bermasalah karena sekarang mereka berada di pihak yang sama.


Saling tersenyum satu sama lain menunjukkan bahwa mereka bisa dipercayai sebagai rekan di dalam aliansi itu.

__ADS_1


Namun sebenarnya tidak ada rasa percaya pada rekan sendiri, mereka hanya membentuk aliansi karena ada tujuan tertentu yang masing – masing mereka sembunyikan.


“jadi , kapan kita akan memulainya?.” Tanpa basa basi Shé Dú berbicara langsung pada intinya.


__ADS_2