
Siluman Bertanduk Domba tersenyum dan tiba – tiba hilang dari kursinya, ia lalu muncul di belakang Liang Wei, lalu membisikkan sesuatu kepada Liang Wei, namun tidak menggunakan bahasa manusia.
Ucapan itu seakan membuat dada Liang Wei tertindih gunung, ia sungguh tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
“ayah, apa kau suka kejutanku?.” Ucapnya dalam bahasa Siluman.
Liang Wei seketika mematung. Pantas saja ia merasa aura itu sangat familiar baginya, ternyata di dalam tubuh Siluman Bertanduk Domba itu mengalir darah Kaisar Siluman miliknya.
Liang Wei yang masih mematung tidak menyadari bahwa Siluman Bertanduk Domba telah menghilang dari belakangnya dan kembali lagi ke kursinya.
Hong Cheung dengan cepat ia terbang menuju Liang Wei.
“jangan sentuh anakku!.” teriak Hong Cheung yang sudah berada di depan Liang Wei.
Hong Cheung tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Liang Wei jika ia berada di dekat Siluman itu.
“hahahahaha, kau bilang kau adalah ayahnya, apa kau tahu siapa dia sebenarnya?.”
Hong Cheung tidak menjawab petanyaan itu, ia hanya sedikit melebarkan matanya.
Siluman Bertanduk Domba menyadari sesuatu dari bahasa tubuh yang ditunjukkan Hong Cheung setelah mendengar ucapannya tadi.
“aku tahu sebenarnya kau mengetahuinya, dan karena itu, kau harus dilenyapkan.” Ancam Siluman itu.
Liang Wei tersadar dari lamunannya setelah mendengar kata – kata ancaman dari Siluman Bertanduk Domba yang ditujukan kepada Hong Cheung.
“dari semua lawan, mengapa harus Bangsaku yang kuhadapi, apa langit telah menghukumku?.” Batin Liang Wei.
ia sangat tahu bagaimana Bangsa Siluman bekerja ‘perkataan saat itu, saat itu juga harus terjadi’ .
Benar saja apa yang dipikirkan Liang Wei, Siluman Bertanduk Domba menghilang dari tempatnya dan muncul kembali di depan Hong Cheung, terlihat Siluman itu sangat ingin segera mengakhiri Hong Cheung.
Dengan cepat ia memberikan pukulan telak di wajah Hong Cheung, namun Hong Cheung tidak bergeming dari tempatnya ataupun terlempar, ia menambahkan tenaga dalam pada kuda - kudanya.
Hong Cheung mengendalikan kembali kedua pedang melayangnya, pedang di samping kirinya menyerang bagian kepala Siluman itu, dan pedang di samping kanan menyerang perutnya.
Siluman itu dengan mudah menangkis kedua pedang melayang Hong Cheung dengan kuku jari telunjuk tangan kiri dan kanannya yang panjang.
“kau kira serangan siput itu bisa membunuhku?.” Ucapnya sambil tersenyum mengejek.
Hong Cheung sedikit tersenyum mendengar ucapan itu.
__ADS_1
“Pedang Jiwa Kembar.” Setelah mengumamkan itu, kedua pedang Hong Cheung membelah diri dan menyerang Siluman itu dari segala arah.
Siluman itu sedikit kaget melihat teknik yang ditunjukkan oleh Hong Cheung, namun itu belum cukup untuk membuat ketenangannya hilang.
Siluman itu menghentakkan kaki, Ia lalu melayang di udara, kedua tangannya ia rentangkan ke timur dan barat menyambut kedua pedang Hong Cheung, dengan mudahnya ia menangkap kedua pedang yang datang.
Lalu kedua pedang itu ia gunakan untuk menangkis kedua pedang lainnya yang datang dari selatan dan utara.
Kejadian itu terjadi hanya sepersekian detik, sangat cepat, tidak bisa diikuti oleh mata manusia biasa.
“tringg” suara empat pedang yang beradu, 2 pedang terlempar dan lalu menancap di dinding ruangan, 2 lagi masih berada ditangan Siluman Bertanduk Domba, namun tiba – tiba kedua pedang itu hilang.
“tidak buruk, ia bisa mereplika senjata dengan tenaga dalamnya.” Batin Siluman itu.
Hong Cheung benar – benar tidak percaya menyaksikan kecepatan Siluman Bertanduk Domba itu.
“kecepatan itu melebihi pendekar tingkat tertinggi, apakah dia setingkat dengan pendekar mutlak yang hanya ada di legenda?.” Batin Hong Cheung sedikit khawatir.
Jika itu adalah Hong Cheung sudah pasti ia terkena serangan itu, serangan itu adalah serangan yang memiliki kecepatan setara dengan Pendekar Tingkat Tertinggi tahap Puncak.
Hong Cheung memanglah seorang Pendekar Tingkat Tertinggi tahap Awal, namun ia memilki banyak teknik yang bisa membuatnya mengimbangi seseorang dengan 2 tahap di atasnya.
“sudah cukup bermain – mainnya.” Seketika Siluman itu muncul di samping kiri Hong Cheung, dengan cepat ia melakukan serangan ke arah tulang rusuk Hong Cheung.
Dengan kecepatan maksimalnya, Hong Cheung menangkis serangan itu dengan tangan kirinya, lalu tangan kanannya ia arahkan untuk meninju wajah Siluman itu.
Siluman itu menunduk dan sedikit memundurkan badan menghindari tinjuan Hong Cheung yang datang dari samping.
Di waktu yang sama, ia melakukan tendangan kaki rendah yang mengarah pada betis Hong Cheung.
Hong Cheung sedikit tersenyum melihat tendangan itu, ia lalu melompat sambil menendang kepala Siluman Bertanduk Domba itu.
Siluman itu terpental menabrak dinding ruangan, hal itu sungguh di luar dugaan Siluman itu.
“mustahil” ucap Siluman Bertanduk Kerbau yang dari tadi menyaksikan pertarungan keduanya, ia masih tidak percaya bahwa Hong Cheung berhasil memberikan tendangan pada Siluman Bertanduk Domba.
Hong Bingwen senang melihat Hong Cheung berhasil membalas Siluman Bertanduk Domba itu.
Hong Cheung juga senang namun ia mencoba untuk tetap menjaga konsentrasi, karena berhasil menyerang bukan berarti sudah menang dalam pertarungan.
“pertarungan jarak dekat adalah keahlianku, namun aku tidak boleh lengah.” Batin Hong Cheung.
__ADS_1
Hong Cheung menarik napas dalam – dalam dan menghembuskannya lewat mulut, Hong Cheung mencoba meningkatkan konsentrasinya lebih dalam lagi, telihat dari raut wajah serius dan tatapan tajamnya.
“hahahahahhaa”
Siluman Bertanduk Domba yang masih bersandar di dinding yang retak tiba – tiba tertawa dengan sangat lantang.
“kau adalah manusia pertama yang berhasil melakukan ini padaku, maka akan kuberikan hadiah terbaik.”
Aura dari tubuh Siluman itu meledak, Aura yang tidak bisa di ukur oleh Hong Cheung, Aura itu berhasil membuat seisi ruangan jadi sesak, bahkan Hong Chueng dan Hong Bingwen kesulitan bernapas.
Kaisar Aiguo dan Para petinggi yang dari tadi terbaring lemah namun masih sadar tiba – tiba saja pingsan karena tidak dapat menahan tekanan dari Aura yang berwarna hitam pekat itu.
Hanya Liang Wei yang tidak terpengaruh karena alasan tertentu.
Siluman Bertanduk Domba itu berjalan dengan perlahan.
“tuk .. tuk … tuk” setiap satu kali ia melangkah, intimidasi yang dihasilkan semakin kuat.
Hong Bingwen tidak tahan lagi kala Siluman Bertanduk Domba itu sudah berada 3 langkah di depannya, Hong Bingwen langsung tumbang memegang dadanya dan pingsan.
Hanya tinggal Hong Cheung dan Liang Wei yang masih sadar. Hong Cheung masih berdiri dengan tegap di depan Liang Wei. Ia menguatkan tekad untuk melindungi Liang Wei.
Namun sepertinya tekad itu tidak dapat mengubah kenyataan yang akan ia hadapi.
Siluman yang berjalan perlahan itu akhirnya berada tepat 1 langkah di depannya dan ia hanya bisa terdiam karena pergerakan tubuhnya seakan terkunci karena aura hitam pekat itu.
Siluman Bertanduk Kerbau hanya menonton dari tadi sambil menyeringai, ia sudah tahu apa yang akan Siluman Bertanduk Domba itu lakukan selanjutnya.
“Kegelapan Membunuh Jiwa.” Gumam Siluman Bertanduk Domba.
Dari ujung tangan Siluman itu keluar asap hitam, asap hitam itu bergerak secara perlahan masuk ke hidung dan telinga Hong Cheung.
Hong Cheung tiba – tiba kejang, ia memuntahkan seteguk darah dan tumbang dalam keadaan telentang.
“buuk” Tubuhnya dengan kasar terjatuh di tanah, ia masih sadarkan diri namun sudah dalam keadaan kritis.
“oh tidak, ayaaaah!!” teriak Liang Wei.
__ADS_1