
Meski merasa sangat sakit, tapi tidak terlihat sedikitpun bercak darah. “apa yang kau lakukan!.” tetapi kedua tangannya tidak dapat ia gerakkan lagi sehingga ia semakin geram.
Liang Wei muncul di permukaan tanah, lalu mendongakkan kepalanya ke atas melihat Shé Hú. Shé Hú reflek menunduk melihat Liang Wei di bawah.
“Apa kau tahu?, tubuh manusia seperti boneka, dan yang mengendalikannya adalah roh, lalu bagaimana jika roh itu kupotong.” Seringai pada bibir Liang Wei terlihat saat mengucapkannya.
Ucapan itu berhasil membuat Shé Hú membulatkan mata “itu tidak mungkin terjadi!.” Ucapnya sambil melihat lengan kanan dan kirinya.
“Itu tidak mungkin terjadi jika kau tidak lemah dan tidak bertemu denganku!.” Liang Wei menatap Shé Hú dan tersenyum merendahkan.
Shé Hú melotot mendengar ucapan yang jelas – jelas bermaksud mengejeknya.
“Bang*at! kubunuh kau!.” Shé Hú menkonsentrasikan seluruh tenaga dalam di kedua kakinya, dan langsung terbang dengan kecepatan tinggi kearah Liang Wei yang berada di bawahnya.
Liang Wei tidak tinggal diam “Tarian Raja Kegelapan.” Raut Wajah Liang Wei menjadi serius saat menggumamkannya.
Sekali lagi elemen kegelapan berubah menjadi kabut hitam dan bergerak sangat cepat mengiringi setiap pergerakan kedua pedangnya.
Liang Wei memutar tubuhnya lalu melepaskan tebasan horizontal dengan kedua pedangnya ke arah Shé Hú, tidak cukup sampai di situ, ia menyambung gerakan sebelumnya dengan sebuah tebasan menyilang menyambut Shé Hú yang masih jauh di langit.
Meski melihat Liang Wei melakukan teknik itu lagi, namun dengan semua amarahnya, tidak mengurungkan niat Shé Hú untuk menyerang Liang Wei, ia pun memilih menghadang teknik itu.
Empat Kabut hitam memanjang dan bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi, dua kabut hitam datang secara horizotal dan sedangkan sisanya menyilang.
Kecepatan kabut - kabut hitam itu melampaui kecepatan terbang Shé Hú, dan semuanya mendarat tepat di tubuh Shé Hú.
“argghthtt “ terdengar teriakan memilukan Shé Hú saat serangan itu mengenainya meski tubuhnya tidak terlihat mengalami luka sedikitpun.
Shé Hú tidak terpental namun ia tiba – tiba kehilangan kemampuan terbangnya. “berakhir sudah.” Gumam Liang Wei saat melihat tubuh Shé Hú terjun bebas dari atas langit.
Suara keluh kesakitan Shé Hú tak henti – hentinya terdengar dari atas langit, hingga beberapa saat kemudian suara keluhan itu tidak lagi terdengar dikala tubuhnya mendarat di tanah dengan sangat keras. “boom”
Tidak dapat menggerakkan seluruh tubuh dan mengalirkan tenaga dalam, sehingga tubuh Shé Hú hancur terberai saat menghantam tanah.
--
Di gua tempat persembunyian Para Pendekar Hitam dan sekutunya.
11 orang duduk di kursi yang mengelilingi sebuah meja bundar yang besar.
__ADS_1
Satu orang tiba – tiba berdiri dan menunjukkan raut wajah penuh amarah “apa?.” Tak lama setelah itu “dia juga? Si*lan!, siapa yang melakukan ini?.” Shé Dú melihat Giok jiwa Kilat Malam dan Shé Hú yang pecah.
“hahahaha Klan Pembunuh Bayaran menjadi Klan Lawak.” Lu Bian justru tertawa terbahak – bahak menikmati raut wajah jelek Shé Dú.
Shé Dú menatap tajam Lu Bian “diaam kau!.” Bentaknya kepada Lu Bian.
“Kau tidak mendengarku dan Waktu itu kau bilang akan turun tangan sendiri, tapi kau malah membiarkan dua orang tidak berguna itu melakukannya, sekarang lihatlah apa yang terjadi!.” Cao Pi menegurnya dengan tegas.
Sebelumnya Cao Pi menentang ide Shé Dú untuk melemahkan Kekaisaran dengan cara membunuh murid Perguruan Beladiri dan Sekte Dao Barat.
Karena menurut Cao Pi lebih baik menyerang setelah mereka mengumpulkan seluruh sekutunya dan memilki kekuatan yang cukup.
Namun Shé Dú tetap bersikeras melakukannya dan berkata tidak akan ada kegagalan.
“Dengan kekuatan racunku, seharusnya dia tidak akan mati dengan mudah bersama Shé Dian (Kilat Malam) .” Shé Dú membela diri, karena kekuatan itu menurutnya sangat kuat.
Shé Dú sebelumnya telah meminjamkan kekuatan elemen racunnya, sehingga Shé Hú yang hanya memiliki satu elemen bisa menggunakan perpaduan elemen air dan elemen racun.
“Elemenmu mungkin kuat, tapi itu tidak berguna jika orang yang menggunakannya bodoh.” Zhang Bingjie ikut dalam pembahasan itu, dia tidak menyukai orang lemah, tapi lebih tidak suka kepada orang yang tidak berguna.
Perkataan Zhang Bingjie tidaklah salah sama sekali, fakta bahwa Shé Hú tewas merupakan bukti bahwa Shé Hú tidaklah pandai memamfaatkan elemen kuat itu dengan baik.
Shé Dú pun kembali duduk sambil menghela napas dan menyesali dirinya yang keras kepala dan terlalu percaya kepada dua orang yang ia percaya.
“Sekarang mulai saat ini, tidak ada lagi yang boleh mengambil langkah ceroboh!.” Tegas Zhang Bingjie kepada mereka 10 orang lainnya.
Cao Pi dan 9 orang lainnya termasuk Shé Dú mengangguk mendengar perkataan itu, tidak diberitahu pun mereka tidak akan melakukannya lagi.
--
Keesokan harinya.
“aaaaaaaaa” teriak histeris seorang wanita.
Para penduduk ibukota digegerkan dengan adanya jasad manusia yang digantung terbalik di sebuah bangunan dekat alun – alun.
Jasad manusia itu mengenakan pakaian serba hitam dengan topeng yang menutupi mulut dan hidungnya, bagian dada sebelah kirinya berlubang.
“hey bukankah itu jasad Kilat Malam?, siapa yang melakukannya?, aku ingin berterima kasih.”
__ADS_1
“aku juga ingin berterima kasih, berkat itu dendamku terbalaskan.”
“aku juga, siapa orangnya?.”
Para Penduduk Ibukota bersyukur setelah mengetahui siapa identitas jasad manusia itu, kebanyakan dari mereka yang merupakan orang tua dari para murid yang telah terbunuh oleh Kilat Malam.
“Andai saja ada yang tahu siapa orang itu.” Para orangtua murid sangat penasaran dengan identitas orang yang telah membunuh Kilat Malam.
“Siapapun orang itu, ia pantas disebut pahlawan!.” Para Penduduk pun memberi apresiasi karena orang itu telah mengembalikan kedamaian Ibukota setelah teror selama beberapa hari itu.
Zhi Qiang dan Wei Min yang sedang berjalan di sekitar alun – alun menghentikan langkahnya setelah melihat melihat jasad itu.
Wei Min melotot melihat jasad Kilat Malam, ia lalu mengalihkan pandangan kepada Zhi Qiang yang berdiri di dekatnya “Apakah ini perbuatan bocah itu?.” tak sadar mengucapkannya dengan lantang, sehingga ia menjadi pusat perhatian para Penduduk.
Wei Min langsung menutup mulutnya dengan telapak tangan, sedangkan Zhi Qiang hanya menggelengkan kepala karena sudah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
“Apakah maksudmu kau tahu siapa yang melakukannya?.”
“Cepat katakan kepada kami!.”
“Benar, kami ingin menemuinya!.”
“kami mohon jangan berusaha menutup – nutupinya!.”
Tak menunggu waktu lama Para Penduduk berkurumun di antara Wei Min, Wei Min langsung diserbu ratusan pertanyaan dari para penduduk, Zhi Qiang pun terkena imbasnya karena berdiri di dekat Wei Min.
“ya ampun, dia benar – benar pembuat masalah.” Batin Zhi Qiang yang berada di tengah kerumununan penduduk yang menuntut atas jawaban atas pertanyaan mereka.
“baiklah baiklah baiklah!, aku akan memberitahu kalian!.” Wei Min tidak tahan lagi dengan kerumunan Manusia dengan berbagi aroma yang mendekatinnya.
Zhi Qiang melotot dan menggelengkan kepala memberi isyarat untuk tidak memberitahu mereka. Tapi sifat keras kepala kakek itu sudah pasti membuat dirinya tidak menghiraukan Zhi Qiang.
“Dia bocah bernama Liang Wei.” dan terucap sudah, setelah itu satu persatu informasi tentang Liang Wei, Wei Min ungkapkan tanpa kurang dan lebih.
Termasuk fakta bahwa Liang Wei adalah murid baru terbaik dalam penerimaan murid baru Perguruan Beladiri Xijing beberapa bulan yang lalu dan tentang kejeniusan bocah itu.
Para Penduduk berbinar mendengar penjelasan Wei Min itu, mereka akhirnya berjalan berbondong – bondong menuju Perguruan Beladiri untuk menemui Liang Wei.
Meski di tutupi topeng, namun sangat jelas bahwa wajah Zhi Qiang kesal “tidak sadarkah kau telah membuat masalah!.” Tegurnya kepada Wei Min.
__ADS_1
“apa boleh buat, jika aku tidak mengatakannya, mereka tidak akan pergi.”