
“ah, akhirnya aku mengerti mengapa mereka berhenti mengikuti kami tadi!.” Batin Liang Wei sambil tersenyum penuh makna.
Para pejabat segera memberi jalan dengan menepi di pinggir kanan dan kiri ruangan.
Terlihat semua pandangan mata tertuju pada Liang Wei dan rekannya di saat mereka berjalan menuju ke depan Kaisar.
“Yang Huian menghadap Yang Mulia Kaisar, kami kembali dengan selamat!.” Ucap Yang Huian lalu berlutut.
Ming Hao dan Liu Changhai juga berlutut, Chuang Li pun cepat membaca keadaan lalu ikut juga berlutut, sisa Liang Wei dan Lin Lixue yang hanya terdiam dengan wajah datar.
Liang Wei melirik Lin Lixue yang berada disampingnya.
“gadis aneh, kau berlututlah.” Bisik Liang Wei, Lin Lixue menurutinya dan langsung berlutut saat itu juga.
“bocah, kau sungguh lancang!.” Teriak salah satu Pejabat Kekaisaran sambil memelototi Liang Wei yang masih berdiri, ia adalah seorang kakek dengan janggut panjang bernama Liao Shi,
Perkataan dari Liao Shi mewakili pikiran semua Pejabat Kekaisaran lain yang telah menunjukkan wajah geram.
“siapa kau kakek dengan wajah bodoh?.” Ucap Liang Wei dengan angkuh kepada Liao Shi.
Chuang Li dan Ming Hao menepuk jidatnya bersamaan, mereka memikirkan hal yang sama.
“oh tidak, dia mulai lagi!.” Pikir keduanya.
Para Pejabat dan Kaisar sedikit membelalakkan mata mendengar suara unik Liang Wei, mereka kaget dalam sepersekian detik, namun segera sadar karena berpikir bahwa mungkin saja Liang Wei lebih tua daripada kelihatannya.
Seorang pendekar memang sering mengubah penampilannya menjadi lebih muda.
“kauu!, aku adalah salah satu Pejabat Kekaisaran!, tunjukkan kesopananmu padaku dan kepada Kaisar!.” Liao Shi mulai naik pitam.
“tetapi aku belum pernah melihat Pejabat Kekaisaran dengan wajah sebodoh dirimu.” ucap Liang Wei dengan wajah datar tak bersalah, sambil menunjuk wajah Liao Shi.
Liao Shi tidak dapat lagi menahan amarah karena provokasi itu, ia segera menghunus pedang dari sarungnya, berniat menyerang Liang Wei secara terang – terangan.
“Biarkan saja mereka tetap berdiri, mereka adalah orang yang telah menyelamatkan hidup kami!.” Ucap Yang Huian dengan nada meninggi, lalu berdiri dari posisi berlututnya karena tidak tahan melihat kejadian itu.
Yang Huian segera memberikan tatapan tajam kepada Liao Shi.
“tapi Tuan Putri, dia…” ucap Liao Shi, namun ucapannya itu langsung dipotong oleh Yang Huian.
“aku bilang biarkan saja!.” Yang Huian langsung membentaknya.
__ADS_1
Para Pejabat Kekaisaran kaget melihat kejadian itu, mereka tidak menyangka Yang Huian akan membela Liang Wei sampai seperti itu.
Para Pejabat Kekaisaran mengenal Yang Huian sebagai Tuan Putri yang egois dan tidak pernah memikirkan orang lain ataupun peduli kepada orang lain.
Hal yang serupa juga dirasakan oleh Kaisar, ia juga tidak pernah merasa sekaget itu melihat Yang Huian yang bertindak tidak sesuai dengan dirinya.
“hmmm apa yang telah terjadi pada pada putriku.” Batin Kaisar, Kaisar Kekaisaran Yang bernama Yang Huifang, Kaisar Wanita pertama di Kekaisaran itu.
Ruangan itu jadi senyap dan sepi setelah teriakan Yang Huian, tidak ada lagi Pejabat Kekaisaran yang berani berbicara atau mengomentari Liang Wei tidak berlutut.
Mereka semua tentu takut mendapatkan kemarahan dari Yang Huian, makanya mereka memilih bungkam.
“bagus jika kalian tahu harus berbuat apa.” Ucap Yang Huian lalu membalikkan badan mengahadap ke Kaisar Huifang.
Yang Huian menatap Kaisar Huifang yang merupakan ibu kandungnya sambil tersenyum.
“ibu, apakah anda keberatan dengan sikap temanku?.” Ucap Yang Huian kepada Ibunya.
“pantas saja dia selalu berkata akan melaporkanku pada ibunya, apakah hari dia akan melakukannya?.” Batin Liang Wei.
Kaisar Huifang menatap wajah Yang Huian lalu mengalihkan tatapan itu kepada Liang Wei.
“hahhahah, akhirnya aku mengerti.” Batin Kaisar Huifang sambil tersenyum kepada Liang Wei.
Kasih sayang dari Kaisar Huifanglah yang membuat Yang Huian jadi manja, sombong, dan tidak peduli pada orang lain.
Yang Huian memang sejak kecil diajari untuk menjadi kuat dalam pendirian, Kaisar Huifang mendidiknya dengan penuh kasih sayang namun sangat tegas.
Didikan itu berhasil, karena tidak ada yang bisa menganggu pendirian dari dalam diri Yang Huian, apapun yang ia mau, ia akan berusaha keras untuk mencapainya, meskipun kadang – kadang dengan cara yang kotor.
Yang Huian berjalan menuju ke singgasana dengan cepat dan segera melompat memeluk Kaisar Huifang.
“terima kasih ibu!.” Ucap Yang Huian dengan senyuman yang merekah, ia kini berada di suasana hati terbaiknya.
“nanti malam, ceritakan detail tentang lelakimu itu.” bisik Kaisar Huifang kepada Yang Huain.
“secepat itu dia tahu.” Batin Yang Huian dengan wajah memerah seperti tomat.
Ia menghidari kontak mata dengan Kaisar Huifang, namun Kaisar Huifang segera memegang kepala Yang Huian, agar ia tidak bisa mengalihkan padangan matanya ke arah lain.
Dengan terpaksa pandangannya harus menatap Kaisar Huifang, namun karena gugup, ia reflek menutup matanya.
__ADS_1
“ba- baiklah ibu.” Bisik Yang Huian dengan sangat gugup.
“hahahaha bagus.” Ucap Kaisar Huifang dengan lantang.
Yang Huian segera mundur dan kembali berdiri ke tempatnya semula.
“aku harus berdiri di sini agar ia tidak menggodaku lebih jauh lagi.” Batin Yang Huain dengan sengaja menjaga jarak dari Kaisar Huifang.
Kaisar Huifang hanya membiarkannya sambil menunjukkan senyum puas.
“baiklah ceritakan detail perjalanan kalian, dan bagaimana ia menyelamatkan kalian!.” Titah Kaisar Huifang sambil menunjuk Liang Wei, lalu menunjukkan perubahan raut wajah dari senang ke serius.
Tidak ada jawaban yang Kaisar Huifang dapat untuk beberapa saat, karena mereka bingung kepada siapa perintah itu ditujukan.
Yang Huian pun mengambil inisiatif untuk berbicara karena yang lainnya terlihat bingung.
“ibu, aku akan menceritakan semua dari awal, jadi begini…” Yang Huian mulai bercerita tentang awal perjalanan mereka.
Dimulai di saat mereka melakukan perjalanan memasuki hutan dan diserang oleh para perampok.
ia menceritakan bagaimana Liang Wei menghadapi dan mengalahkan pemimpin perampok itu sendirian, Yang Huian menceritakan semua dengan detail, tanpa lebih ataupun kurang termasuk saat Liang Wei menyiksa Topeng Serigala.
Para Pejabat Kekaisaran dan Kaisar Huifang sendiri kaget mendengar cerita itu.
“anakku apakah yang kau katakan adalah hal benar?.” Ucap Kaisar Huifang memotong cerita Yang Huian saking kagetnya mendengar itu.
“ibu, kau memotong di saat aku bercerita, dan apakah ibu berpikir aku akan berbohong.” Ucap Yang Huian dengan raut wajah serius.
Kaisar Huifang dan Para Pejabat Kekaisaran secara seksama memperhatikan raut wajah Yang Huian untuk mencari kebohongan, namun setelah beberapa saat mereka tidak menemukan apa yang mereka cari.
“dia tidak membual.” Pikir Kaisar Huifang yang telah memeriksa dari mata dan raut wajah Yang Huian.
“aku tahu kalian sedang memperhatikan raut wajahku untuk mencari kebohongan, namun kalian tidak menemukannya bukan?.” Ucap Yang Huian sambil sedikit tertawa melihat raut wajah mereka yang memperhatikannya.
“ahahaha jangan salah paham dan tersinggung nak, sangat wajah jika kami tidak percaya dengan ceritamu, karena aku tidak merasakan tenaga dalamnya.” Ucap Kaisar Huifang mengutarakan isi hatinya dengan jujur.
“huffft awalnya aku juga berpikir seperti itu, namun yang terjadi selanjutnya membuat aku harus percaya karena mata kepalaku sendiri yang menyaksikannya.” Ucap Yang Huian sambil menghela napas.
“baiklah, tapi apakah kami dapat melihat bagaimana dia melakukannya?.” Ucap Kaisar Huifang sambil mengalihkan pandangan pada Liang Wei.
“setidaknya biarkan aku melanjutkan ceritaku.” Ucap Yang Huian dengan wajah kesal
__ADS_1
“ohhh maaf Putriku, silahkan lanjutkan!.” Kaisar Huifang jadi malu, beberapa saat ia tidak dapat mempertahankan wibawanya sebagai Kaisar karena terlalu terbawa suasana .